Bersama menggapai cita-cita bangsa

SIDANG BPUPKIDengan penuh rasa hormat, disertai rasa bangga  dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya acungkan dua jempol kepada para founding fathers yang telah tergabung dalam Panitia Sembilan dan dipimpin oleh Ir. Soekarno.

Panitia Sembilan yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat ini telah menyusun rancangan Pembukaan dan Undang-Undang Dasar 1945.  Dari hasil kerja keras, tanpa pamrih dan kerelaan untuk berkorban anggota Panitia Sembilan inilah bangsa Indonesia mempunyai cita-cita yang akan terus diwujudkan oleh seluruh rakyat Indonesia dari generasi ke generasi. Tak ada yang tak mungkin untuk menggapai sebuah  cita-cita bangsa.Cita-cita bangsa Indonesia sangatlah sederhana. Bangsa Indonesia tidak bercita-cita menjadi suatu bangsa yang adikuasa atau adidaya yang  mau dan mampu menguasai bangsa-bangsa lain yang ada didunia.  Bukan bangsa yang bisa menebar pasukan militernya kesegala penjuru dunia. Juga bukan bangsa yang menghendaki bangsa lain terkulai tak berdaya sambil meratap memohon belas kasihan dan bergantung kepadanya. Cita-cita bangsa Indonesia juga bukan sebagai bangsa yang dengan angkuh-arogan berdiri bertolak pinggang sambil berkata : ” You are with me or you are alone “.

Sekali lagi, cita-cita bangsa Indonesia sangat sederhana. Bangsa Indonesia hanya ingin mewujudkan suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Cita-cita bangsa Indonesia itu diformulasikan dengan baik dalam alinea ke-2 Pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945. Formulasi itu berbunyi : ” Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan Rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur “.

counter attack

Perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Indonesia dijajah bangsa lain selama 350 tahun lebih, bukan main !!!. Keramah-tamahan dan senyum tulus bangsa kita diartikan lain oleh  kaum penjajah. Mereka yang pada mulanya datang dengan senyuman manis mulai bertingkah setelah menikmati negeri yang kaya raya ini. Senyum seorang dewa berubah menjadi senyuman seekor serigala. Kecupan mesra ternyata hanyalah sebuah kedok untuk menyelimuti semua  tipu daya guna mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Bangsa kita terhina. Dan dalam keterhinaannya itu bangkitlah sang kundalini dari dalam raganya. Semangat perjuangan yang dilandasi semboyan Merdeka atau mati dan Rawe-rawe rantas malang-malang putung menggelora di dada setiap rakyat Indonesia. Mereka serentak mengangkat senjata untuk merebut kembali harga diri yang telah direnggut secara paksa oleh kaum penjajah.

Bambu runcing, keris, tombak, panah, parang, sumpit, rencong, badik, senapan kuno dan aneka senjata sederhana lainnya mampu merontokkan keangkuhan si penjajah dan menembus uluhati keangkara- murkaan mereka. Tertawa terbahak-bahak sang penjajah sirna ketika senjata ” Merdeka atau Mati ” yang dilepaskan dari tangan-tangan manusia yang mereka anggap bodoh menembus kerongkongan yang dipenuhi oleh nafsu keserakahan. Sementara mereka terdiam, dari kejauhan terdengar sorak-sorai bersahutan diantara tingkahan kata : ” Merdeka, Merdeka, Indonesia sudah Merdeka !!!”.

Tidak ada kata mustahil untuk mencapai sebuah kemerdekaan, asal ada kebersamaan, asal ada semangat, asal ada tekat yang kuat dan asal ada keyakinan bahwa Tuhan akan meng-ijabah doa orang-orang yang tertindas. Keris bisa membungkam meriam, bukanlah hal yang mustahil jika Tuhan menghendaki.  Nothing impossible to reach our freedom, our liberty, our independence !!!

AKU DAN BRIGA

Teruskan perjuangan.

Tanggal 17 Agustus nanti kita baru akan memasuki usia 64 tahun sebagai bangsa yang merdeka. Memang, dalam ukuran manusia , 64 tahun adalah usia yang sudah termasuk kategori tua. Tetapi 64 tahun sebagai usia sebuah kemerdekaan masih tergolong muda.  Selanjutnya bagaimana ?

Kita, generasi sekarang dan generasi yang akan datang berkewajiban untuk  meneruskan langkah para pendahulu. Perjuangan untuk mencapai dan menegakkan kemerdekaan sudah dilakukan oleh mereka dengan susah payah. Kewajiban kita adalah mengisi kemerdekaan melalui pembangunan yang berkelanjutan agar cita-cita bangsa Indonesia terwujud pada waktunya.

Bagaimana caranya ??

Banyak hal yang bisa dilakukan diantaranya adalah :

1. Kita sublimasikan apa yang dilakukan oleh para pendahulu kita dengan kondisi sekarang.

Jika para pendahulu menggunakan keris dan bambu runcing untuk mengusir penjajah, kini kita gunakan ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk mengusir kebodohan dan kemiskinan.

2. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan mencintai tanah air.

Kita boleh berdebat mati-matian didalam negeri, tetapi diluar itu kita tetap harus mengatakan bahwa kita bangga menjadi bangsa indonesia. Kebanggaan ini harus diartikan sebagai kebanggaan yang positif, bukan kebanggaan sempit yang menjurus kearah chauvinisme. Kita harus mencintai negara Indonesia karena kita lahir, hidup dan dibesarkan sebagai orang Indonesia. Manusia Indonesia yang hobbynya menjelek-jelekkan bangsa dan negaranya sendiri dihadapan orang asing bukanlah ciri manusia yang bangga terhadap negara sendiri.

Lihatlah seorang Kumbokarno. Dia tidak setuju dan membenci kelakuan Dasamuka-kakaknya-yang telah menculik Dewi Sinta. Tetapi manakala negaranya Alengkadiraja diserang oleh Prabu Rama, dia tetap gigih membela negaranya sampai akhirnya dia  gugur sebagai kusuma bangsa. Suatu perwujudan dari rasa cinta tanah air yang patut kita contoh.

3.  Menumbuh-suburkan disiplin nasional yang dimulai dari disiplin pribadi-pribadi, disiplin dalam keluarga, disiplin dalam masyarakat dan akhirnya meluas menjadi sebuah disiplin nasional. Disiplin nasional merupakan suatu keharusan jika ingin menjadi bangsa yang maju, yang sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya. Tanpa disiplin nasional kita akan tetap terpuruk  sebagai bangsa tempe.

4.  Menjadikan semua bentuk kejahatan sebagai musuh bersama. Aksi terorisme, premanisme, korupsi, dan perbuatan-perbuatan amoral dan asosial lainnya kita jadikan sebagai musuh bersama yang harus di minimalisir dan akhirnya dienyahkan bersama-sama.

5.  Tingkatkan etos kerja.

Budaya malas, budaya kerja asal-asalan, budaya kerja seenaknya, jam karet dan lain-lainnya sudah kuno dan tiba saatnya ditinggalkan. Pekerja, yang masih tergabung dalam Satker 8016 harus ditinggalkan, yaitu pekerja yang datang ketempat kerja pukul 8 dan pulang pada pukul 16, tetapi diantara jam-jam itu hasil pekerjaannya O.

6. Menumbuh suburkan budaya malu. Kita harus menumbuh-suburkan budaya malu dalam kehidupan sehari-hari. Malu jika datang kekantor terlambat, malu jika naik sepeda motor tidak memakai helm pengaman, malu jika menorobos sebuah antrian panjang, malu jika lingkungan kita kotor , malu jika kita mengambil hak orang lain, dan bentuk malu-malu lainnya yang bersifat merusak.

Indonesia coat of armsKita adalah bangsa besar yang memiliki wilayah yang luas, penduduk yang besar dan kekayaan alam yang berlimpah-limpah. Bukan hanya itu, kita juga mempunyai Pancasila yang merupakan dasar negara dan sekaligus  sebagai way of  live bangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ini merupakan jati diri bangsa Indonesia yang tak akan lekang oleh panas dan tak akan lapuk oleh hujan. Pengamalan Pancasila secara benar dan cerdas sesungguhnya juga akan membawa kita menuju jalan untuk mencapai cita-cita.

Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yang begitu berat dan memakan waktu yang panjang sudah tercapai dengan gemilang. Kini tinggal melanjutkan langkah berikutnya yaitu berjuang untuk mencapai cita-cita bangsa melalui kerja keras dan bersungguh-sungguh disertai berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Indonesia terdiri dari berjuta-juta raga, tetapi tetap satu jiwa, yaitu Indonesia. Busungkan dada, angkat dagu dan kepalkan tangan seraya memekikkan sebuah kata : ” Merdeka..Merdeka..Merdeka “.

Dengan kerja bersama tak ada yang mutahil untuk menggapai cita-cita bangsa. Insya Allah.

KEYNOTE SPEECH

*********

Artikel ini saya dedikasikan kepada para founding fathers, perintis kemerdekaan, pejuang kemerdekaan, para pahlawan dan  mereka-mereka yang telah mendharma baktikan jiwa raganya untuk kejayaan dan keharuman Indonesia.

***

Artikel ini juga  saya ikut sertakan dalam Contest Nothing Impossible

Foto ilustrasi :

1. www.e-dukasi.net

2. rosodaras.wordpress.com

3. Modifikasi gambar dari Majalah Humor.

Artikel Terkait

159 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. javanese says:

    berkunjung…..
    yang kesekian kali… belum apdet ??

    sudah donk mbak, artikel itu memang dalam posisi “sticky on top” alias pada posisi diatas terus karena ikut contest. Tiap hari saya update kok.
    Makasih kunjungannya.

  2. ADAbisnis says:

    Artikelnya bagus sekali Pak.
    .-= ADAbisnis´s last blog ..Kumpulblogger Tidak Bisa Diakses Dengan Indosat M2 =-.

  3. [...] nama saya termasuk dalam deretan nama pemenang yaitu pada nomor urut-20 dengan artikel Bersama menggapai Cita-Cita. Untuk itu saya mendapatkan hadiah sebuah domain.info yang disediakan oleh [...]

    trackback

  4. dinoyudha says:

    selamat pakde…
    .-= dinoyudha´s last blog ..Mudik#1 : Bangunkarta Trip =-.

    thanks mas

  5. Ladu says:

    salam kenal pakde
    .-= Ladu´s last blog ..MENGUKUR KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DIRI =-.

    makasih kunjungannya mas, salam hangat dari Cimahi

  6. [...] yang mendapat hadiah kontes -  Bersama Menggapai Cita-Cita Bangsa ( Nothing Impossible [...]

  7. PUTRI MALU says:

    saya jadi termotivasi membacanya PakDe.

    saya juga
    PUTRI MALU´s last [type] ..KHASIAT MENTIMUN

  8. Wonderful blog! Do you have any recommendations for aspiring writers? I’m hoping to start my own blog soon but I’m a little lost on everything. Would you suggest starting with a free platform like WordPress or go for a paid option? There are so many options out there that I’m totally overwhelmed .. Any recommendations? Many thanks!

Bad Behavior has blocked 853 access attempts in the last 7 days.