Paskibraka, 17-8-1945

Saya percaya bahwa sejak awal bulan Agustus, Panitia Pelaksana Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disemua tingkatan sudah mulai bekerja. Persiapan tentu dilakukan dengan cermat  agar acara 17-an  itu berjalan dengan khidmat, tertib,aman dan lancar.

Selain pembacaan teks Proklamasi, ada acara yang selalu menjadi pusat perhatian peserta upacara maupun para undangan yaitu acara Pengibaran Sang Merah Putih. Bagi panitia maupun para petugas dilapangan, acara ini memang membanggakan sekaligus mendebarkan. Betapa tidak, acara pengibaran bendera ini harus benar-benar rapi dan tertib tanpa ada cela sedikitpun. Pengibar Sang Merah putih harus berlatih keras agar Sang Merah Putih naik dengan lancar dan kemudian berhenti pas dipuncak tiang bersamaan dengan habisnya Lagu Indonesia Raya.

Untuk mengibarkan Sang Merah Putih itu, sudah terbentuk suatu pasukan yang lazim disebut Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang disingkat Paskibraka. Pesertanya dipilih dari pemuda-pemuda atau pelajar-pelajar terbaik dari sekolah yang ada. Diseleksi dengan baik dan dilatih dengan baik  diberi pakaian seragam puti-putih berkopiah hitam dan beralas kaki yang selaras dengan pakaiannya. Bahkan guna menjamin lancarnya pengibaran sang Merah Putih, panitia menyiapkan dua kompi Paskibraka, masing bertugas untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada acara dipagi hari dan menurunkan Sang Merah Putih pada sore harinya. Komandan Paskibraka biasanya diambil dari anggota TNI/Polri.

Para sahabat mungkin bertanya : ” Pakde, waktu tanggal 17 Agustus 1945  itu kan ada juga pengibaran Sang Merah Putih , siapa yang mengibarkannya, pakde tahu ngggak ?”.

Hooo..hooo…hoooo, ya tahu donk, dalang kan nggak kurang akal tho nduk.     Ini dia reportase pengibaran Sang Saka Merah Putih tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta  yang diceritakan secara runtut oleh El Shinta.

——–

Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk. Wakil Walikota, Soewirjo, memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk mempersiapkan satu tiang bendera.

Karena situasi yang tegang, Suhud tidak ingat bahwa di depan rumah Soekarno itu, masih ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan. Malahan ia mencari sebatang bambu yang berada di belakang rumah. Bambu itu dibersihkan dan diberi tali. Lalu ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah.

Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar, karena kainnya berukuran tidak sempurna. Memang, kain itu awalnya tidak disiapkan untuk bendera.

——

PENGIBARAN SANG MERAH PUTIH

Acara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Soekarno dan Hatta maju beberapa langkah menuruni anak tangga terakhir dari serambi muka, lebih kurang dua meter di depan tiang.

Ketika S. K. Trimurti diminta maju untuk mengibarkan bendera, dia menolak: ” lebih baik seorang prajurit ,” katanya. Tanpa ada yang menyuruh, Latief Hendraningrat yang berseragam PETA berwarna hijau dekil maju ke dekat tiang bendera. S. Suhud mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatnya pada tali dibantu oleh Latief Hendraningrat.

Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tanpa ada yang memimpin, para hadirin dengan spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dikerek dengan lambat sekali, untuk menyesuaikan dengan irama lagu Indonesia Raya yang cukup panjang. Seusai pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pidato sambutan dari Walikota Soewirjo dan dr. Muwardi.

—–

Sahabat tercinta,

Itulah situasi pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 1945. Acara pengibaran bendera dilaksanakan setelah pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno yang mengatas namakan bangsa Indonesi.

Pakde, lalu bagaimana suasana pembacaan teks Proklamasi tersebut.

Stay tune !!      I’ll be back after Friday Pray.

Artikel Terkait

16 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. fariz says:

    keren coi…
    salam satu jiwa

    Merdeka mas, salam hangat dari Surabaya

  2. fariz says:

    keren coi…
    salam satu jiwa
    .-= fariz´s last blog ..Mimpi “Pengen Punya Rumah Mewah” =-.

    makasih yo mas, kita satu jiwa, bangsa Indonesia. Jangan hanya mimpi mas, segera wujudkan rumah mewah itu.

  3. Andy MSE says:

    jangankan rakyat… sekarang pak presiden aja laliiiii…. :mrgreen:
    .-= Andy MSE´s last blog ..Hari Pramuka =-.

    ojok lalian tho mas, nek kabeh lali piye

  4. Merdeka….!!!! Semangat banget aku rek..!!!
    .-= dobloger follow´s last blog ..Noordin M. Top Jualan Cendol atau Ikut PPC? =-.

    yo harus semangat tho mas, masih muda belia kok.Merdeka !!

  5. Cuma says:

    wah persiapannya sudah matang nih
    .-= Cuma´s last blog ..Apple’s Planning Special Event on Sept 8th to Announce New iPod Touch? =-.

    iye mas, dimasak sejak kemarin je,thanks

  6. isnuansa says:

    Yang nyanyi lagu Indonesia Raya siapa PakDhe?

    jangan sampe kayak pagi ini, anggota dewan sidang paripurna dihadiri presiden, eh, lupa, nggak nyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya. :lol: :lol:

    Nyuwun pangapunten PakDhe, Indonesia di alinea terakhir, kurang A tuh. Nanti pada nggak kenal negara kita sendiri lho…

    Salam sayang dari jakarta ;)
    .-= isnuansa´s last blog ..Perlukah Guru Blogger? =-.

    Masya Allah, itu berarti protokolnya ngantuk ya mbak, eh, masak sih, entar tak ceknya, aku ngantuk juga kaleee,thanks

  7. Vyan RH says:

    Wah pakdhe, jadi ingat pengalaman sebagai pengibar bendera ada rasa khidmat juga tegang,
    Sehingga saat membaca artikel inipun aku sampai menahan batuk yang menggelitik tenggorokan baru setelah pada tulisan stay tune… uhuk!!.. lepaslah ganjalan pada larynx dengan leganya.. :grin:
    .-= Vyan RH´s last blog ..Dukung Bakat Anak vs Anak Pewaris Orang Tua =-.

    wow asyik tuh mas, pasti sangat berkesan ya, bangga campur gagah ya.

  8. [...] 17 Agustus 1945. Tadi sudah saya katakan bahwa sebelum pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh paskibraka mini ,  acara di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta didahului dengan pembacaan teks Proklamasi oleh [...]

    You are right.tx

  9. Den Mas says:

    Karena situasi yang tegang, Suhud tidak ingat bahwa di depan rumah Soekarno itu, masih ada dua tiang bendera dari besi yang tidak digunakan. Malahan ia mencari sebatang bambu yang berada di belakang rumah. Bambu itu dibersihkan dan diberi tali. Lalu ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah.

    Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno sudah disiapkan. Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar, karena kainnya berukuran tidak sempurna. Memang, kain itu awalnya tidak disiapkan untuk bendera.

    pas baca yang ini saya terharu pakde. Sampai sebegitunya kah suasana proklamasi waktu itu? Oh…

    salam hangat pakde, semoga sehat selalu
    (koq saya pengin nangis ya pakde???)

    iye..iye, melas sekali. Nangislah nak bila itu membuat lega dan nyaman, Merdeka kok nangis sih.
    Salam hangat dari Surabaya

  10. Aldy says:

    Bendera sudah berkibar, tiang pancang kemerdekaan sudah ditanam, kini giliran kita mengisi kemerdekaan itu dengan cara kita masing-masing. Jangan cuma pasang umbul-umbul dan bikin gerbang yang bagus doang, apalagi hanya dengan niatan mau menang sebagai pembuat pintu gerbang paling bagus, pintu gerbang paling besar….cuapeeeekkkk deeccchhhh…. :mrgreen: :mrgreen:
    .-= Aldy´s last blog ..WordPress.org Palsu ? =-.

    Bener mas, semangat dan motivasi para pejuang itu yang harus kita contoh yaaa.

  11. Wandi thok says:

    Aku hanya pengin tanya dhe:
    1. Sebenere nyang dimangsut bendera pusaka itu apa to?
    2. Apakah setiap bendera merah putih bisa disebut bendera pusaka? termasuk nyang di rumahku?
    3. Kalo nyang dimangsut bendera pusaka itu nyang asli, padahal kalo paskibraka di seluruh Indonesia kan diadaken di banyak tempat. Berarti benderane bukan pusaka lagi no? Kalo sudah begitu, berarti pasukane bukan paskibraka lagi no? Inyi pertanyaan sepele dari dulu aku tanyaken ama temen guru PKn juga gak jelas njawabe. :lol: :roll:
    .-= Wandi thok´s last blog ..Seneng Tapi Senep =-.

    aturan Pemerintah nomor 40 tahun 1958 ditetapkan tentang bendera kebangsaan Negara RI (26 Juni 1958, lembaran Negara nomor 1933) di undangkan 10 Juli 1958,hal terpenting diantaranya :
    1. Bendera Pusaka ialah Bendera kebangsaan yang digunakan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta 17 Agustus 1945 (pasal 4 ayat 1)
    2. Bendera Pusaka hanya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus (pasal 4 ayat 2)
    3. Pada waktu upacara penaikan dan penurunan bendera kebangsaan, maka semua yang hadir tegak, berdiam – diri sambil menghadap muka kepada bendera sampai upacara selesai (pasal 20)
    4. Pada waktu dikibarkan atau dibawa bendera kebangsaan tidak boleh menyinggung tanah, air atau benda lainnya (pasal 20 ayat 1)
    5. Pada bendera kebangsaan tidak boleh ditaruh lencana, huruf, kalimat, angka, gambar atau tanda – tanda lainnya (pasal 21)

    Soal paskibraka didaerah kan salah kaprah saja mas, anehnya meluas. Sama dengan kita menyebut ” kalau ngisi kamar mandi pake Sanyo “, padahal Sanyo itu kan merek.

  12. bibit m says:

    Lagi weruh kalo critane gitu Cak! Paskibraka … tampaknya memang elit … dulu wkt SMA klo ada temen kepilih Paskibraka rasanhya .. waahhhh hebaaat! Kalo mantau Radio Elshinta (di Jkt gel 90FM) ya tiap mlm Cak, koyo GusKar, dipanjer sampe pagi. Maju terus Cak!

    saya dulu juga penggemar elshinta dan sonora, sekarang mantheng di Suara Surabaya dan Media FM (khusus lagu lawas plus campursari)

  13. guskar says:

    saya sangat berharap artikel2 spt yg pakdhe buat ini bisa dibaca dan dimaknai oleh generasi sekarang, tentu saja saya masuk di dalamnya.
    sedih jg melihat bagaimana anak2 sekolah menghormat bendera saat upacara (termasuk gurunya jg ding).
    bendera2 yg berkibar di depan rumah menjelang 17an paling tidak bisa mengingatkan perjuangan para pendiri bangsa.

    nasionalisme memang harus selalu digugah mas, kalau nggak ya makin nggak sadar mereka.

  14. duh Pak, deg2 an saya membaca ini, rasanya gimana ya,andainya saya bisa melihat langsung, pertama kali bendera pusaka di kibarkan ?
    sedangkan sekarang saja, walaupun melalui TV, setiap kali nonton acara agustusan di Istana saya merinding dan terharu……..sekali.
    oh cintaku……………oh negeriku……………
    salam.
    .-= bundadontworry´s last blog ..Marhaban Ya Ramadhan. =-.

    makanya saya kadang sedih kalau ada bangsa kita menjelek-jelekkan negaranya sendiri mbak, kok kayak nggak menghargai para pejuang dulu gt.

  15. Elcoj says:

    Greatings, abdulcholik.com – da best. Keep it going!

    thanks for the comment

  16. [...] Proklamasi yang ditulis oleh Pakdhe Cholik Detik-detik Proklamasi yang ditulis oleh Pakdhe Cholik Paskibra, 17-08-1945 yang ditulis oleh Pakdhe Cholik Cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 yang ditulis oleh Agnes [...]

    trackback yo mas

Bad Behavior has blocked 756 access attempts in the last 7 days.