Tip siang : Ketika menghadap Yang Maha Mulia.
Jika dipanggil pak RT, Pak Lurah atau Bos di kantor, biasanya kita menggunakan pakaian sebaik dan serapi mungkin. Jika perlu diperkuat dengan Othex (obat kethex) dan protlut (semprot mulut) agar tampil lebih pede. Padahal panggilan menghadap itu lebih sering dalam rangka pembagian tugas atau pekerjaan, bukan pembagian uang atau sembako. Apalagi jika yang dipanggil itu kaum hawa. Wah..mungkin akan memilih sandal atau sepatu terbaik yang belum pernah dipakai untuk menginjak tanah.
Namun aneh bin ajaib. Ketika yang memanggil adalah Yang Maha Besar, Yang Maha Agung, Yang Maha Pemberi Rejeki, Yang Maha Pemberi Kekayaan, Yang Maha Mulia, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kadang kita datang menghadap dengan pakaian seadanya, apalagi jika menghadap-Nya dirumah kita sendiri. Kaum pria sering hanya memakai kain sarung dengan atasan kaos oblonk yang mungkin sudah 7 hari belum disentuh air. Kaum wanita memang berpakaian lebih lengkap, selalu memakai mukena yang menutup auratnya. Soal warna mukena dan baunya yang agak sangit itu soal lain lagi.
Kita tentu sudah sering kali menerima pencerahan tentang pakaian yang digunakan untuk sholat. Secara umum pakaian untuk sholat harus suci dari hadats dan menutup aurat kita. Selain itu pakaian juga jangan terlalu ketat dan transparan atau tipis sehingga bisa menimbulkan angan-angan birahi bagi yang melihatnya.
Kaos oblonk seperti pada gambar ilustrasi diatas memang boleh-boleh saja dipakai untuk sholat , tetapi kalau mampu sebaiknya kita gunakan yang lebih pantas dan benar-benar menutup aurat manakala menghadap Sang Maha Besar. Apalagi jika bertindak selaku imam, baik di masjid, mushola maupun dirumah sendiri, seyogya kita menggunakan pakaian yang tidak menarik perhatian jamaah yang ada dibelakang kita.
Rasanya tidak pantas jika jamaah menjadi tidak konsentrasi karena matanya selalu memandang ayam panggang Yu Ngatemi yang mekangkang dan menantang dipunggung sang imam.
So, jika mampu, marilah kita gunakan pakaian yang memenuhi persyaratan syariat dan memang pantas untuk menghadap Yang Maha Besar. Pakaian yang pantas kan tidak selalu harus baru dan mahal, bukan.
Pantas tak harus mahal
Foto : koleksi pribadi


Kalo pak Dhe kan ada bu dhe yang selalu nyiapin baju koko, klemis kinyis-kinyis…
Kalo saya pak Dhe, meski gak tengik-tengik amat, tapi ya emang seadanya. Wong pergi ngapel juga seadanya je… He.he.
Salam, :)
mudah-mudahan malaikatnya nggak kabur kena tengik-2nya
Wuaaaaaaaaahhh..pak Dhe,
Sing kliru yo sing menthelengin Kaos,
La wong Sembahyang kuwi menthelingin sing Gawe URIP kok malah menthelengin liyone ( Gambar AYAM PANGGANG )…haaaa…
lah lak TUHANE berubah dadi Ayam Panggang malihan pak Dhe…
Nuwun pak Dhe wejangane
.-= Santri Gundhul´s last blog ..Ngupadi Kasampurnaning URIP =-.
Lha ketok mata mas, gak di pandeng piye sih ha..ha..ha..,makasih mas
yang dibelakang rasanya mau nelan yang ada panggangnya
.-= ibenzblog´s last blog ..Frbiz.com Recommends Three Small-displacement Luxury Cars =-.
mantep sih,ayamnya mekangkang gitu je
menjelang malam aku berkunjung kerumah pakde yang hangat,
Setuju dengan pakde, padahal kita sepatutnya malu malah lebih bagus lagi kita takut apabila menghadap Allah kita dengan kondisi yang tidak sopan, mudah mudahan kita semua dapat mengambil hikmah dari postingan yang sangat berguna buatan pakde ini,
Salam hangat buat Pakde di surabaya
Seharusnya Allah selalu di nomor satukan ya mas
semoga bukan kesengajaan untuk mengiklankan di waktu sholat ya Pak Dhe :grin:
Btw saya di Pacar Kembang Pak. Salam
.-= arkasala´s last blog ..Sindangkasih =-.
ya bukan, itu hanya ilustrasi untuk memberi penekanan pada artikel kok.
haddiirrr………
selepas waktuku menyepi… mengunjungi sehabat untuk meminum secangkir kopi….
hhmmm… sindiran yang luar biasa p dhe… memang seperti itulah…. mudah2an rasa malu kita kepada Alloh melebihi rasa malu kita kepada p RT ya… Amiieen…
cu….
makasih mas, mari kita selalu membenahi diri agar semakin lama semakin menuju perbaikan.
Ha .. ha .. ha … no comment Cak! Yu Ngatemi memang oce … ai lap hyu puuulllll …..
Yu Ngatemi memang tak ada duanya
Mungkin mereka beranggapan bahwa Tuhan itu maha pemurah, gak kayak pak RT…
.-= alamendah´s last blog ..Hindari Kepunahan Penyu =-.
nah itu dia, kemurahan Tuhan bukannya diimbangi ndengan kepantasan malah dimanfaatkan yaa
Tetapi memakai pakaian yang lebih pantas meskipun tidak mahal pastinya lebih baik dan sudah seharusnya kita lakukan. Bukankah ibadah kita salah satunya bertujuan untuk mengambil hati Tuhan agar semakin menyayangi kita?
.-= alamendah´s last blog ..Hindari Kepunahan Penyu =-.
Setuju sekali mas, kita hadir dengan hati suci dan pakaian yangb panas
bener banget om, kaos seperti itu lebih baik gak dipake shalat. apalagi shalat di mesjid, bisa menganggu jamaah yang di belakang hi hi hi hi
.-= Zulhaq´s last blog ..Sinting Spesial Ramadhan #2 =-.
kaos itu soalnya enak mas, kiwir-kiwir enteng dan lemas
ckckck, kasiannya budhe harus melayani keinginan foto” narsis pakdhe :D
benar dhe, baju harus rapi, tubuh harus bersih, hati harus tunduk.. **harus lebih daripada menghadap SBY :D
lha ilustrasi kalau import kan harus nge link,trackback segala, jadi ya enakan mbuat sendiri ha..ha..ha
hahahaaaa.. *duh, saya ga bisa mengawali koment di blog sini tanpa hahaha.. plis pakdeee jgn terlalu lucu.. eh, jangan deng! pakde harus lucu teruuuusss.. :D *
ngaku deh pakdeeee.. itu bukan kaos beneran kaaan..? masa iya pakde bela2in bikin kaos warung Yu’ Ngatemi demi postingan kali ini.. ya tho? bener tho..?
hahahaaa.. pakde, pakde..! ada aja akal nya..
ya kaos beneran tho nduk, masak sih badanku tak cat warna gitu sih ach
@ mas guskar setuju setuju
.-= catatan febri´s last blog ..Narablog =-.
saya juga setuju
2 atau tiga biji pasti mampu
.-= narablog itu blogger Indonesia´s last blog ..Tips Pertama =-.
4-5 juga masih mampu kan