Pisau dipinggang

PISAU NAN TAJAM 001Sebilah pisau terselip dipinggang ada yang berhubungan dengan profesi atau pekerjaan pemiliknya. Seorang yang bekerja di pemotongan hewan akan selalu menyelipkan pisau dipinggangnya manakala pisau itu tidak sedang digunakan. Jika pisau itu diletakkan di sembarang tempat mungkin bisa hilang atau membahayakan orang lain.Demikian pula seorang penderes getah karet, pemetik kelapa, pengasah pisau, pedagang sayuran, pengupas kelapa, pedagang daging dan pekerjaan lain yang berhubungan pisau, acapkali menyelipkan pisau dipinggangnya.

Anggota TNI atau Polri, adakalanya membawa pisau-yang lazim disebut sangkur-dalam rangka melaksanakan tugas. Sangkur dipasang dipucuk senapan ketika akan melakukan penghormatan senjata kepada Sang Merah Putih, melaksanakan penghormatan senjata kepada jenazah pada upacara pemakaman militer, melaksanakan penghormatan senjata saat acara Lagu Kebesaran Buka dan Lagu Kebesaran Tutup, dan lain-lainnya. Sangkur juga dipasang di ujung senapan saat bertugas di didaerah  pertempuran. Pada jarak tertentu ketika bertemu dengan musuh dan sama-sama sudah kehabisan peluru maka satu-satunya jalan adalah melakukan perkelahian sangkur dengan musuh.

Pakde Cholik dan beberapa teman mungkin juga pernah menyelipkan senjata tajam-berupa keris-manakala berpakaian adat Jawa dalam suatu acara pernikahan. Walaupun keris ini tidak ampuh namun jika di tusukkan ke perut juga akan tembus. Makanya jangan coba-coba mengganggu para penerima tamu yang berpakaian adat lengkap dengan kerisnya.

Namun, tak sedikit manusia yang kemana-mana selalu menyelipkan pisau dipinggang. Hal ini sering kita jumpai dalam razia yang dilakukan oleh aparat kepolisian ditempat-tempat umum. Pada acara pertandingan sepakbola mungkin ada penonton atau supporter yang menyelipkan pisau dipinggangnya. Demikian pula pada acara pertunjukan musik mungkin idem ditto. Untuk apa mereka membawa pisau ? Jawaban mereka pasti untuk berjaga-jaga dan mempertahankan diri.  Manakala tawuran atau keributan sudah terjadi, manusia-manusia yang membawa pisau ini kemungkinan akan terangsang dan tergoda untuk menggunakan pisaunya, bisa hanya untuk mempertahankan diri, namun bisa juga untuk melakukan serangan balas manakala dirinya terluka.

Ada juga pisau yang terselip dipinggang manusia-manusia yang karena pekerjaannya mengharuskan membawa senjata tajam dalam konotasi yang berbeda. Jika tiba-tiba ada benda dingin dan tajam menempel dileher kita dan terdengar suara dengan penuh tekanan ” Serahkan dompet, hp dan arlojimu, teriak berarti leher putus “, itulah para pekerja di dunia hitam. Mereka tak segan membunuh jika memang langkah itu yang diperlukan. Perampok bisa membunuh jika korbannya ngeyel, berteriak atau tidak mau menyerahkan hartanya.

Acara mudik barangkali sudah dimulai, sangat bijaksana jika pemudik yang menggunakan angkutan umum senantiasa waspada terhadap manusia-manusia bengis yang menyelipkan pisau dipinggangnya.

Oh ya, sebagai penutupnya, saya teringat kartu ulem-ulem ( kartu undangan) di kampung saya. Pada pojok kiri bawah selalu ada kalimat bersifat warning : Jika datang di terop dilarang membawa senjata tajam atau senjata api sesuai peraturan polisi.

 

Incoming search terms for the article:

abdulcholik, aja, aku, arief tawil, badik, bus, cara mengukur badik, emak, foto foto pisau, foto pisau, foto pisau jagal, foto senjata badik, foto senjata tajam, foto senjata tajam badik, foto senjata tauran, foto senjata untuk tauran, fotopisau, gambar badik, gambar dan foto senjata tajam, gambar keris, gambar pisau, gambar pisau badik, gambar pisau biasa, gambar pisau dan pedang, gambar pisau jagal, gambar pisau keris, gambar pisau pramuka, gambar pisau sangkur, gambar sangkur, gambar senjata badik, gambar senjata berupa pisau, gambar senjata pisau, gambar senjata pisau dan pedang, gambar senjata tajam, gambar senjata tawuran, gambar senjata yang di gunakan tawuran, gambar tawuran, gambar-gambar pisau, jagal, keris, kina, lagu, lagu pisau dipinggang, lagu yopi latul - pisau dipinggang, mudik, pakde cholik, penjahat, penjual badik, penjual badik di pangkep, penjual sangkur, pisau badik, pisau dipinggang, pisau jagal, pisau potong, pisau potong hewan, pisau pramuka, pisau sangkur, pisau tajam jagal, pisau untuk potong hewan, pisau untuk tawuran, por, sangkur, sangkur pramuka, satu, senjata badik, senjata pisau, senjata sangkur, senjata tajam, senjata tauran, senjata tawuran, start, tawuran, TNI,

29 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. kolojengking says:

    Siang pak Dhe…

    Panas-panas gini dapet pertamax… segeeeer tenan…. he.he.

    Saya ndak berani bawa-bawa senjata tajam pak Dhe, paling-paling senjata tumpul macam pentungan buat jaga-jaga… He.he.

    Salam. :)
    .-= kolojengking´s last blog ..Batik itu milik kita… =-.

    saya juga nggak bawa, paling cutter saja ama knoppel di mobil.

  2. Ibunda Sasha says:

    kedua ga papa deh…
    .-= Ibunda Sasha´s last blog ..(oknum) Yayasan dan Gagasannya =-.

    gak apa-2 kok mbak

  3. Ibunda Sasha says:

    kedua ga papa deh…

    gak apa2 ko mbak

  4. Ibunda Sasha says:

    saya datang dengan damai pakde… ga bawa senjata api atopun pedang panjang… :D
    .-= Ibunda Sasha´s last blog ..(oknum) Yayasan dan Gagasannya =-.

    lebih adem, lebih tenang mbak.

  5. galuharya says:

    wah mudah-mudahan acara mudik saya nanti aman jaya serta tidak ada gangguan sedikit pun dari sang penenteng pisau di pinggang

    salam dari arek banyu urip
    .-= galuharya´s last blog ..Jangan lupa Olip =-.

    Amin, jangan lupa berdoa sebelum berangkat ya mas. saya mudiknya ke Jombang saja he..he..he

  6. batavusqu says:

    Salam Takzim Pak De
    komentar pisau tambahan, ada seorang ibu paling senang koleksi pisau, dipasar pagi ibu beli, dipasar malam ibu beli, di swalayan ibi beli, dipameran ibu beli, san suami bertanya bune buat apa sih pisau, ibu menjawab buat bunuh peselingkuh, kabbbbburrrrr.
    Salam Takzim Batavusqu
    .-= batavusqu´s last blog ..Gelar Perkawinan Adat Putri Raja Banggai =-.

    Ha..ha..ha, antipasi plus ancaman tuh ha..ha.salam hangat dari Surabaya

  7. chokey says:

    Di Kampung Asli saya Makassar lebih tepatnya daerah Pangkep , badik atau pisau khas Makassar sering dijadikan sebagai saudara kembar menurut tradisi dikampung,di daerah saya yang berupa kepulauan ,saya masih ingat Badik itu dijadikan bagai HP kalau sekarang..kemana-mana ikut ,namun dari kecil sampai sekarang Alhamdulillah saya belum pernah melihat terjadi pertarungan menggunakan badik tsb.

    Bapak saya sering nanyakan ke saya koq kenapa nggak pernah mau memiliki badik pribadi ,karena diantara bersaudara hanya saya yang belum memiliki badik…saya hanya bilang mungkin saya hanya berjodoh dengan Pulpen dan Obeng. haha soalnya nggak sembarang juga badik yang menurut mereka bisa didapat,karena katanya ada pengaruh ke watak. Bahkan saya diajari cara mengukur dan melihat Badik yang berkualitas. Namun semua itu saya tolak perlahan-lahan.. makanya samapi sekarang saya belum punya pisau khusus tsb. Bapak hanya bilang “Ikan jika tidak ada durinya” biasanya mudah jadi terkaman pemangsa lain dan tidak ditakuti oleh ikan lain.jadi kalau menurut beliau badik itulah duri kita jika ibarat ikan. Namun saya berpendapat lain ,bahwa senjata yang paling ampuh ada di diri kita.

    Duh koq jadi curhat Pakdhe ??? salam dari Sulawesi lah :D

    Iya benar mas, saya sependapat dengan Mas Chokey.Kalau kita bisa membawa diri Insya Allah tak akan terjadi apa-apa kok. Namun pendapat orangtua kadang juga ada benarnya. Kalau badik disimpan dirumah kan nggak masalah tho mas.

  8. Rychan says:

    Wah, lain lagi di kampung Istri saya Pakde! tulisan dipojok kiri bawah yaitu “Tidak ada malam towong”…..he….3x!!
    .-= Rychan´s last blog ..Get Earning from Link From Blog =-.

    lho, apa artinya ntuh mas ? Nggak ada malam pertama gitu kalee ha..ha..ha

  9. Dangstars says:

    Wah…
    itu kan kalo dipake pas acara adat aja kan Pak De

    benar mas, ada suku2 tertentu yang pakaian adatnya menyelipkan senjata tajam.

  10. Aldy says:

    Kalau didaerah saya membawa mandau adalah hal yang biasa, apalagi pekerjaan keluarga besar saya adalah petani, pastinya setiap pergi ke huma selalu menyelipkan parang, seraut, siken, isau, mandau, dipinggang. bukan untuk show of power, tetapi karena pekerjaan di huma memang membutuhkan peralatan tersebut.
    .-= Aldy´s last blog ..Hindari Kesalahan Sekuriti Yang Kelihatannya Sederhana =-.

    benar mas, dikampung saya juga demikian. ada yang membawa sabit untuk kerja disawah.

  11. jack says:

    banyak juga pakdhe orang yang mudik bawa senjata tajam, katanya untuk jaga-jaga juga, siapa tau ada perampok
    .-= jack´s last blog ..Nyabu di Kota Tauhid-Tasawuf =-.

    kayaknya begitu mas, yang penting tepat guna, tepat sasaran.

  12. Wandi thok says:

    Semuga perjalanan kita dan pemudik lainnya nanti bisa lancar dan selamat ya dhe.
    .-= Wandi thok´s last blog ..Mudik, haruskah? =-.

    Amin mas, aparat keamanan dan aparat lainnya sudah siap membantu kelancaran, namun tentu ada hal2 yang tak kita duga misalnya pasar tumpah yang tak bisa dicegah .dll.

  13. Wandi thok says:

    Kalo aku sih tawakkal saja tanpa membawa semacem senjata pinggang dhe, kalo udah jatah mati pastilah mati, kalo belum insya alloh Alloh misih memberiken pertolongan. :lol:

    membawa senjata tajam kayaknya akan merangsang kita ya mas

  14. agaoesman says:

    Kalo zaman dulu … di Kampong ku sana … jadi budaya bawa-bawa pisau di pinggang
    Tapi sejak dibikin perda larangan dan always razia…. udah pada kapok semua
    Sebentar lagi Idul Fitri…!!!
    Salam Hangat
    C.U
    .-= agaoesman´s last blog ..Menjelang Idul Fitri, Waspadalah terhadap GloNgGong & TiRen..! =-.

    untuk apa ya mas bawa pisau kemana-mana kalau nggak ada keperluannya, malah jadi urusan

  15. Estiko says:

    Kalau saya membawa pisau di pinggang kalau sedang betulin saluran air. Maklum, hidup di desa dan menggunakan slang untuk mendapatkan air. Kalau pergi2, ga berani bawa pisau atau senjata tajam. Mending bawa hp biar bisa sowan ke blog Pak Dhe. Salam hangat dan hormat dari Banyumas

    sama mas, saya kan juga dari desa, jadi tahu seluk-beluk pengairan sawah ha..ha..ha

  16. Wiedau says:

    Saya punya collection pisau, Dari cutco,hencle, solingen sampai kitchen aid , kan hobby saya carving jadi semua saya pakai untuk hobby saya
    .-= Wiedau´s last blog ..Puasa itu ngapain seh? =-.

    kalau dipesawat harus dititipkan lho

  17. Blogodolar says:

    Kalau saya bawa pisau bukan di pinggang pakde, namun di kepala. Namanya pisau analisis :D

    Salam dari Sorowako, Sulawesi Selatan
    .-= Blogodolar´s last blog ..Solusi Bila Komentar Anda Dianggap Spam oleh Akismet =-.

    ha..ha.haa, kata pisau analiisi baru terdengar lagi. saya tahu pisau analisis waktu seskoad tuh tahun 1988.

  18. sinopi says:

    tukang duren, pakde! mereka jg suka bawa2 pisau di pinggang..

    tentang org yg bawa2 pisau utk ngambil hak org lain, saya jg pernah ngalamin, agustus ’98 pasca kerusuhan, saat itu ramadhan, jumat sore beberapa hari menjelang idul fitri..
    tanpa melawan, pisau tajam yg tiba2 nempel di leher saya meninggalkan luka yg harus diobras dokter dg 5jahitan.
    saat itu saya belum berjilbab, bermata sipit pula, yg ntah kenapa sering bikin org berselera berbuat jahat. pdhl saya ga berbusana aneh2 ato asesoris berlebihan, dasar apes bisa jd korban jg..
    pisau terasa dingin wkt nempel di leher, syukur saya mampu menyebut Allahu akbar berulang2 walau lirih hingga membuat penodong batal menjarah saya..
    pelaku sudah turun dari bis, leher terasa tambah dingin, saya raba basah. ternyata blus putih saya sdh bersimbah darah..
    kalau ingat kejadian ini, saya baru sadar hidup saya ternyata full colour.. mei ’98 saat kerusuhan saya ada di TKP.. bergidig saya kl ingat hari itu.. ga kebayang jaman penjajahan ky apa!
    .-= sinopi´s last blog ..UCIN =-.

    Alhamdulillah, Tuhan telah menyelematkan keponakanku yang cantik (sipit itu cantik kok asal proporsional). Itulah para penjahat, kadang nekat jika mereka kepepet. Take care ya nduk.

  19. guskar says:

    waktu ikutan pramuka dulu saya bangga menggantungkan pisau pramuka di ikat pinggang. ketika kemah, pisau menjadi alat multiguna : memotong tali, meruncingkan patok, dan merajang sayuran!!

    saya baru pake pisau/sangkur waktu di Magelang mas. Kalau latihan luar juga bisa untuk nyungkil ubi rambat ha..ha..ha

  20. chokey says:

    Nggak ada replyan antar komen ya ?
    jadi copas aja komen Pakdhe : “Iya benar mas, saya sependapat dengan Mas Chokey.Kalau kita bisa membawa diri Insya Allah tak akan terjadi apa-apa kok. Namun pendapat orangtua kadang juga ada benarnya. Kalau badik disimpan dirumah kan nggak masalah tho mas.”

    Benar juga seh kata ortu, simpan di rumah juga kadang ada manfaatnya , kuatir ntar malah bikin mempermudah untuk ngambil hehe..tapi tetaplah senjata yang terbaik adalah pembawaan diri.

    Saya dari kecil dah pisah dengan Ortu dan sudah sering dulu di Makassar berjalan di daerah-daerah yang dianggap danger sebagian orang.Alhamdulillah belum pernah juga ketemu lawan eh …masalah haha

    Wah hebat ya panjenengan, biasa mandiri sejak kecil. Saya sampai STM masih dikasih makan ortu je. Setelah di Magelang dstnyabaru mandiri.

  21. alamendah says:

    Saya bawa beginian biasanya kalau nelusup-nelusup ke hutan.
    .-= alamendah´s last blog ..Anggrek Hartinah Anggrek Tien Soeharto =-.

    saya hanya bawa knuppel di mobil, kalau untuk nggebuk lumayan je

  22. marshmallow says:

    tapi saya belum pernah tau ada dokter bedah yang ngantongin atau minggangin pisau bedah sebelum eksyen, pakdhe. hihi. lucu juga kalau ada, ya?

    *sambil mikir kalau komentar yang ini juga bakal ditelan akismet. huh!*
    .-= marshmallow´s last blog ..Favorite Tokens =-.

    makanya pake parfum mbak, kan saya pasang smell detector di blog

  23. wira says:

    hahaha, ada ya kartu undangan berisi tulisan gitu?
    .-= wira´s last blog ..Hasil Pertandingan Liga Inggris 2009 Pekan Kelima =-.

    benar ada kok mas, waktu SD undangan hampir selalu ada tulisan kalimat itu. Kartu undangannya yang murahan dan hanya 1 lembar, nggak kayak sekarang,

  24. Mudah-mudahan yg mudik diberi perlindungan oleh Nya n aman sampai tujuan masing2,

    selamat mudik, pak dhe gak ikut mudik juga? :-|
    .-= Street.Walker´s last blog ..10 Alasan Mengapa Blogger Menjadi Depresi dan Stress =-.

    Amin, mudik dekat2 saja mas ke Jombang, sekitar 2 jam dengan jalan pelan2, maklum dah tuwir

  25. Mas Tyas says:

    Dulu Palembang selain ada empek- empek sebagai ciri khasnya terdapat pula tradisi pisau di pinggang… Namun untuk saat ini tradisi itu bisa dikatakan nyaris nggak ada lagi.

    Namun kawan saya dulu termasuk bebas jerat polisi, ketika orang- orang ditangkap polisi karena ada barang bukti pisau.. Lain halnya kawan saya, tak tanggung- tanggung sekali bawa pisau sampai dengan lebih dari 10 buah,..
    Maaf pak, saya penjual pisau… Demikian alihnya di setiap ada razia..
    Salam tentrem Pakde, semoga sehat selalu.

    Judul artikel ini sebenarnya = dengan judul lagu Pisau Dipinggang, yang ditulis oleh Mayjenpol Drs. Arief Tawil, dulu Kapolda Sumbagsel berkedudukan di Palembang.Lagu itu bagus an dipopulrrkan oleh Yopie Latul. Saya waktu itu Wadanpomdam di Palembang.

  26. alamendah says:

    Jika datang di terop dilarang membawa senjata tajam atau senjata api sesuai peraturan polisi. Bawa sajalah amplop beserta isinya.
    .-= alamendah´s last blog ..Anggrek Hartinah Anggrek Tien Soeharto =-.

    wah itu so pasti mas

  27. Bang Dje says:

    jadi inget waktu jadi tukang dekor. kemana-mana juga bawa senjata tajam berupa cutter untuk motong kertas …

    gak mbawa gunting sekalian bang ??

  28. Bang Dje says:

    cuma tidak ditaruh di pinggang tapi di dalam tas pinggang …

    lebih aman bang

  29. Deka says:

    kalo dipalembang sendiri dulu terkenal dengan lagunya “pisau dipinggang”, sangat sering dulu di putar di TVRI, dan termasuk salah satu hits terkenal. he…

    Waktu SMA dulu saya sering bawa pisau dipinggang kemana-mana kalo jalan baik siang atau malam bahkan kadang bawa pedang seperti samurai diletakkan di motor, soalnya dulu kondisi di daerah palembang masih belum kondusif dan sangat sering terjadi perkelahian di daerah saya yang berakhir dengan kematian. dulu di daerah saya sudah jadi pemandangan biasa kalo ada orang yang mati karena ditusuk oleh pisau atau pedang seperti samurai, jadi buat persiapan lah. kalo kata saudara2 saya mah buat jaga2 “daripada kamu yang mati mendingan orang yang mati” (rada kejam juga).

    tapi seiring kondisi yang sudah kondusif, sejak beberapa tahun yang lalu sampai sekarang ini hampir tidak pernah sama sekali baik saya ataupun orang-orang di kampung yang membawa pisau dipinggang. Mendingan PEACE aja deh pakde.
    .-= Deka´s last blog ..Mudik Yuuuk =-.

    Pisau Dipinggang itu Lagu yang diciptakan oleh Mayjen Pol Drs. Arief Tawil mantan Kapolda Sumbagsel. Yang mempopulerkan Yopie Latul, waktu saya masih dinas di Palembang.