Nothing Tulus
Jika sudah menyangkut soal uang ada saja cara yang dipakai untuk mendapatkan fulus alias raja alias doku alias ojir alias duit alias money. Ada yang menggunakan bahasa tak langsung ada juga yang terus-terang. Bagi saya lebih baik jika yang bersangkutan mengatakannya terus terang agar tak menimbulkan berbagai penafsiran. Maklum jika penafsiran saya berbeda dengan apa yang dikehendaki oleh pihak yang memerlukan uang , bisa berakibat sebaliknya.
Berikut beberapa pengalaman ketika saya harus berurusan dengan pihak lain, saya memerlukan bantuannya dan tampaknya dia juga memerlukan sesuatu.
1. Kasus- 1.
Saya harus mengikuti pemeriksaan kesehatan disebuah instansi sebelum mengikuti pendidikan di negara sahabat. Setelah mengisi data, seorang pegawai menyerahkan map untuk dibawa ke pos-pos pemeriksaan kesehatan, mulai dari gigi, mata,THT, laboratorium, bedah dan sebagainya. Karena saya orang udik maka saya tanya kepada pegawai tersebut ” Biasanya antri ya pak kalau pemeriksaan seperti ini “. Pegawai tersebut meng-iyakan sambil tersenyum simpul ” Wah ya antri pak “, katanya. Saya rogoh saku dan saya memberi tip ala kadarnya sambil minta tolong agar saya ditunjukkan dimana letak pos-pos yang harus saya datangi. Alhamdulillah, proses pemeriksaan berjalan sangat lancar karena dipandu oleh pegawai tadi. Kerjasama yang sangat bagus, daripada saya berlama-lama mengurusnya karena masih banyak dokumen yang harus diselesaikan.
2. Kasus- 2.
Saya benar-benar kaget ketika petugas check-in di bandara mengatakan :” Bapak belum bisa berangkat karena visa bapak single. Silahkan diurus dulu ke kedutaan ya pak, bapak saya jadwalkan besok saja berangkat dengan pesawat yang sama “. Alamak, saya kok ya nggak kepikiran soal visa tho ya. Akhirnya saya ngebut ke kedutaan negara sahabat. Saya berjumpa dengan seorang laki-laki, staf lokal pada kedutaan negara sahabat tersebut.
” Pak saya mau mengurus visa untuk keberangkatan saya besok pagi “. Staf tadi menjawab dengan agak gimanaaaa gitzu : ” Wah ini sudah mau tutup, lagi pula kepala saya pusing banget dan mau pulang, pak “. Kata ” pusing ” itulah yang saya manfaatkan. Saya lalu bersalaman tempel dengannya. ” Silahkan duduk dulu pak, saya coba ajukan “, katanya seraya minta pasport saya. Nggak sampai setengah jam visa sudah beres.
3. Kasus- 3.
Setelah selesai mengikuti pendidikan, saya melapor ke kedutaan negara sahabat ( bukan kedutaan pada kasus-2). Saya diterima oleh staf lokal yang memang tugasnya mengurusi orang Indonesia yang akan berangkat dan yang kembali dari mengikuti pendidikan di negara dimaksud.
” Laporan pendidikannya mana ,Pak ?”, tanya staf lokal tersebut. Saya katakan bahwa laporan belum saya buat dan ini baru lapor kedatangan saja. Eh dia bertanya ” Bawa oleh-oleh pak “, saya jawab ” wah tidak membawa apa-apa “. Dia langsung bilang ” Kalau begitu uang saja deh pak untuk makan-makan “. Waduh..waduh… kok sportif sekali ya. Sayapun menyorongkan sejumlah uang kepadanya. Selain mengucapkan terima kasih, dia juga bilang ” Ya sudah pak, nggah usah membuat laporan “.
***
Uang memang tidak selalu membuat kita bahagia, namun uang juga kadang bisa membuat laju atau lambatnya suatu urusan.
Kisah ini bukan untuk ngundat-undat tetapi hanya sebagai gambaran bahwa kadang-kadang kita tidak bisa dengan lantang mengatakan ” nothing to lose ” . Mengapa ? Karena sebenarnya diluar sana masih ada nothing tulus dan juga ada udang dibalik bakwan.
Enak tho, mantap tho.

bener tuh, pakdhe. uang memang tidak selamanya membuat bahagia, tapi banyak kebahagiaan yang tergantung pada kesejahteraan. hihi… sotoy banget deh.
para staf lokal yang dimaksud adalah staf keduaan negara asing yang berkebangsaan indonesia, dhe? atau staf lokal berkebangsaan negara asing dimaksud? soalnya kalau yang terakhir, saya baru sadar kalau ternyata reaksi manusia terhadap uang sama aja dengan bangsa kita, bangsa apa pun dia. uang menjadi pelicin segala urusan. :mrgreen:
.-= marshmallow´s last blog ..Selundupan =-.
ya orang kita lah bu dokter, tapi saling menguntungkan kok jadi win-win -yo wis win-ha..ha..ha
Iya nih pakde sekarang jamannya mata duitan, wong saya mau ngumpulin berkas berkas untuk daftar PNS aja pengurusnya minta uang tips…
kadang ada enaknya, jadi kita nggak usah repot, cukup di dorong pakau fulus dah jalan sendiri..perlu ketika kita memang lagi perlu.
klo ke Puskesmas ku pokonya pakde harus ngantri, klo ga pasien lain bisa ngamuk.. hehhhe pada galak lho pasien disini, jadi jangan coba-coba ndak ngantri teratur :D
tapi itu petugas nomer tiga polos ya pakde.. ga pake sinetron pusing segala tetap dapat salam tempel..
.-= nakjaDimande´s last blog ..bundo’s brain ikutan storming Bela Negara =-.
ini kan rumah sakit besar dan saya memang perlu kecepatan jadi ya cari yang namanya win-win-tenan yo win ha..ha..ha
Dari judulnya sudah membuat geli. Ternyata isinya serius ya?
Salam kenal Pak.
.-= Emanuel Setio Dewo´s last blog ..Cheese Cake dari LM =-.
mas Dewo harus hati2 disini, soalnya banyak plesetan lho ha..ha..ha
Terkadang, saya merasakan pelayanan yang diberikan ‘disengaja’ agar tidak begitu nyaman, supaya ‘keluar uang’. Dan sudah sifat manusia, termasuk saya, rela membeli kenyamanan.
Bukan begitu, PakDhe?
benar mbak, apalagi kalau waktu kita sempit padahal suatu dokumen memang kita butuhkan, yaaa, ucul uang dikit nggak apa2 daripada kita telat.
Wah, memang dimana2 sama saja ya PakDhe,
dulu juga saya pernah kehilangan passport di Belanda,
dan, petugas kedutaan yg dilapori dgn zaklijk minta uang saku agar passport beres dlm waktu singkat.
He….he….sayapun sebenarnya ikut diuntungkan, krn kalau tidak bisa2 ditinggal sendirian disana
dan bisa jadi kasus di jakarta sama chief.
Persis PakDhe, win-win solution gitulah.
salam.
.-= bundadontworry´s last blog ..Nge- Blog itu untuk siapa ? =-.
jadi sudah membumi ya mbak ha..ha..ha, yo wis bagi2 rejeki mbak
Maaf Pakdhe saya juga mau laporan. Hari ini hari pertama aktif ngantor lagi. Dan kebetulan juga hari pertama online lagi. Begitu duduk ternyata di meja kerja saya telah menanti dengan manis hadiah kiriman dari Pakdhe.
Terima kasih Pakdhe. Semoga bermanfaat dan tambah semangat.
Kelihatannya saya ketinggalan banyak cerita nih. Maklum kemarin ga dapat koneksi plus kesibukan selama mudik …
syukur kalau buku sudah sampai, semoga bermanfaat. Maf lahir batin bang.
ternyata uang banyak membantu kita dalam segala urusan di dunia ini ya pakdhe
.-= achmad sholeh´s last blog ..Google berulang Tahun =-.
kalau kepepet saya menggunakann fulus agar mulus urusan daripada keringat dingin karena telat.
memang nggak dulu nggak sekarang pakdhe..!
everything is about doit alias duit bin fulus aka money..
duh kapan yah nggak kaya gini..!
itu dia mas, saling membutuhkan, saling memanfaatkan je ha..ha..ha, lingkaran syaithon
Pakde emang mo kemana…mo ke Malasyia ya? Btw memang kalau ada fulus urusan jadi mulus…:))
itu cerita dulu kok mas, faktanya memang demikian tuh.setelah ditempel jadi lancar jaya taxi je. Soalnya kan kita emang lagi buru2 dan ngejar waktu jadi dokumen harus segera jadi kalau enggak yaaa repot.
kalo itu mah biasa di indo…yg paling umum ya berurusan ama pak pulisi…tapi ada juga lho pak pulisi yg terang2an….pernah teman saya dicegat karena menerobos jalur searah…langsung ditodong dgn kata2 “patangpuluh ewu” itu dulu kalo sekarang keknya naik……………
ada juga lho ipar saya di luar jawa sopirnya menyerempet mobil pulisi kena biaya materiil 300 rb dan immateriil 5 juta…kok byk amir immateriil nya…emang langsung stress kalo diserempet….moga2 bisa menjadi pelajaran dan moga2 aja gak ada yg tersinggung….hihihihihihihi
.-= m4stono´s last blog ..Transformasi Diri =-.
ha..ha..ha, immateriel itu meliputi rasa kaget, rasa ndongkol, rasa malu dan rasa marah, jadi memang banyak kang
benar dhe, fulus yg nggak seberapa besar sangat membantu saya “mblusukan” di instansi pemerintah ketika ngurus ini itu… termasuk ngasih salam tempel ke sepri klo saya ingin bertemu dengan bapaknya..ha..ha…
dan ini dampaknya : bila saya ketemu sepri dipanggil dengan sebutan “bos”… dan saya tau, ia ada maunya… :)
ha..ha..ha, benar mas, spri atau adc pegang kendali lho kadang-kadang, kita mesti bermanis-muka dengan mereka demi tercapainya maksud.
Memang pakdhe , mereka justru melihat kepentingan kita yang mendesak merupakan kesempatan emas untuk diuangkan. Dan kita pun mau tidak mau harus mengikuti keinginan mereka, kalau tidak, urusan kita bisa berantakan.
Di mana pun ternyata uang adalah segalanya.
Salam dari Cianjur
.-= Abdul Aziz´s last blog ..Berpuluh Tahun Belum Sampai Juga =-.
iya benar, saya kalau sedang terburu-buru ya mending ngasih fulus saja, kadang mereka banyak alasan sih
pernah suatu waktu saya berhadapan dengan seorang pimpro, yg dengan gamblang bertanya, “bagian saya berapa?!?”
dengan gamblang pula saya jawab, “mungkin baru kali ini Anda bertemu dengan rekanan macam saya. prinsipnya, selesaikan dulu semua, urusan lain belakangan !”. kaget dia. *akhirnya gak ada acara salam tempel sama sekali. hehehe….*
apa saya terlalu keras kepala ya Pak Dhe?
.-= pakacil´s last blog ..Kaki yang Pegang Kendali =-.
sebenarnya yang benar ya seperti panjenengan itu mas, wong dia sudah dapat juga kok.
ahahaaa.. Pakde pst belum liat kejadian sebaliknya
saya pernah liad kejadian di suatu intansi wkt sy ngurus sesuatu..
petugas nya marah banget & tersinggung, org nya sampai diusir
serem saya, langsung buru2 membatalkan niat spt org itu..
urusan nya jd makan banyak wkt krn antri.. xixiii.. yaudah, trima nasib deh hehe
.-= sinopi´s last blog ..KOTEKA milik MalesYah..? =-.
marah itu karena angpaunya hanya 5 ribu, itu menghine namanya nduk
Salam Takzim Pakde
Jangan kan urusan keluar negeri yang di dalam negeri aja banyak PakDe ketika ktp saya habis waktunya di kelurahan saya terkadang kasih uang salam tempel agar tidak lama itu saja sih
Salam Takzim Batavusqu
.-= Batavusqu´s last blog ..Pernikahan adat suku Dani di Papua =-.
iya, soalnya jaman sak-iki ( saku ini ) ha.ha..ha
pakdhe….ber hari2 saya nyoba ke blog nya pakdhe tapi error terus..napa yah? jalan canada – sby lagi kebanjiran duit kaleeee??? hehehehehe
klo saya, jaman dulu sering disuruh ama pak2 boss untuk ngurus pasport …di Immigrasi klo pengurusannya dipersulit..saya langsung duduk dimeja mereka. hiks karena mereka sebel liat saya langsung di cap..dan jalan ke tempat lain….
nah dalam waktu 3 hari semua beres…..dan ndak ada pelicin2 gitu
.-= wieda´s last blog ..Lebaran =-.
kalau mau main ke blog saya harus pake parfum mbak, disini dilengkapi dengan smell detector lho.
Waktu duduk2 dimeja imigrasi, pisau atau pacul ditaruh di meja ya mbak kok mereka takut ?
segala urusan memang akan licin bila diberipelicin. tapi apakah budaya ini harus ada????
harusnya yg nggak ada dunk
kayaknya urusan akan lancar jika bergandengan dengan uang dibelakangnya. Tapi buat saya sebisa mungkin untuk mengindari cara-cara seperti ini…
.-= Deka´s last blog ..Lebaran Di Bogor =-.
kalau waktu mepet saya gunakan jurus fulus ini biar cepat
[...] Nothing Tulus [...]
testtttttttttttttt