Friday, September 03, 2010
Ngeblog sing Enak tapi gak sak Enake

Tip Haji : Tentukan Landmark

Kisah tentang jemaah haji yang tersesat atau kesasar sudah sering terdengar. Sayapun pernah menemukan beberapa kakek dan nenek yang bingung mencari maktabnya. Saya bawa mereka ke maktab terdekat dan minta tolong kepada petugas disitu untuk menghubungi petugas maktab kakek-nenek tersebut. Rekan saya bahkan cerita ada seorang kakek yang duduk saja sambil menangis, mungkin stress atau kebelet karena  dari knalpotnya ada dledekan petis buatannya sendiri dengan aroma yang melanglang jauh menembus batas cakrawala.

Meskipun sudah diatur sedemikian rupa tentang grouping jamaah haji, namun dilapangan tak jarang kita terpisah dari rombongan, kelompok atau regunya. Memang sih, dengan jaket warna telur asin kita akan tahu bahwa mereka juga dari Indonesia. Namun jika maktabnya berjauhan tentu tak bisa terlalu mengharap mereka juga tahu letak maktab kita.

Guna menghindari kisah serupa berikut saya sampaikan beberapa tip yang mungkin berguna bagi sahabat yang akan menunaikan ibadah haji.

1. Catat dan ingat nomor maktab ( Hotel atau Rumah), nama jalan dan daerahnya, nomor telepon, baik di Makkah maupun Madinah. Nomor maktab di Arafah maupun di Mina sama dengan di Makkah atau Madinah. Jika perlu catat maktab famili dekat kita agar bisa saling kunjung.

Maktab saya tahun 2006 sebuah Hotel berlantai 13 (2 km dari Masjidil Haram)

Maktab saya tahun 2006 sebuah Hotel berlantai 13 (2 km dari Masjidil Haram)

Maktab 62 Kloter Jombang di Arafah-(pamanku Abdul Karim ada disini)

Maktab 62 Kloter Jombang di Arafah-(pamanku Abdul Karim ada disini)

Maktab 53-Maktabku di Mina -( 3km dari tempat lempar jumrah)

Maktab 53-Maktabku di Mina -( 3km dari tempat lempar jumrah)

2. Cari tanda- tanda khusus sepanjang jalan dari maktab ke Masjidil Haram, ambil 4-5 tanda jika jaraknya cukup  jauh dan berliku-liku, banyak lorong atau  simpang jalan. Misalnya bank, pompa bensin, tugu dan landmark lainnya. Tak usah malu-malu untuk mencatat tanda-tanda itu. Sepanjang masih bisa melihat Menara Msjidil Haram berarti posisi kita masih aman.

Menara Masjidil Haram bisa digunakan sebagai landmark

Menara Masjidil Haram bisa digunakan sebagai landmark

Barber shop sebagai landmark dari arah Misfalah karena ada disimpang jalan

Barber shop sebagai landmark dari arah Misfalah karena ada disimpang jalan

3. Pintu masuk ke Masjidil Haram lebih dari 90 buah, ingat atau catat ,pada pintu nomor berapa kita masuk ( misalnya GATE 75). Maka ketika  akan keluar dari Masjidil Haram juga harus melalui pintu itu atau pintu sebelah-sebelahnya. Jika kita salah mengambil pintu keluar mungkin kita akan pergi ke jurusan yang salah dari maktab. Jika kita tidak segera sadar dan terus berjalan maka ke-tersesatan kita akan semakin jauh. Kadang kita tidak sadar, di dalam Masjidil Haram kita berjalan kesana-kemari sehingga lupa nomor pintu.

Gates

Gates

4. Jika kita berada dalam Masjidil Haram, ada titik kumpul yang paling mudah dicari karena terlihat dari mana-mana yaitu ”LAMPU NEON HIJAU”. Itu adalah titik start dan finish Thawaf.  Regu bisa menggunakan lampu itu sebagai titik kumpul sebelum kembali ke maktab karena lampu hijau hanya ada satu di pelataran Ka’bah

Cari lampu neon hijau sebagai titik kumpul di Masjidil Haram

Cari lampu neon hijau sebagai titik kumpul di Masjidil Haram

5. Di Madinah juga berlaku ketentuan seperti diatas, namun karena Masjid Nabawi tak begitu banyak pintu maka tingkat ketersesatan kita tak terlalu parah. Titik kumpul regu tetap perlu ditentukan, misalnya lurus dengan Mac Donald atau KFC.

Cari tempat spesific di mall ini sebagai titik kumpul depan Masjid Nabawi

Cari tempat spesific di mall ini sebagai titik kumpul depan Masjid Nabawi

6.  Tenda di Arafah , maupun di Mina jumlahnya cukup banyak dan hampir kembar bentuknya. Biasanya kepala Kloter atau Maktab akan memasang tanda khusus misalnya dengan membuat bendera Kloter. Ingat-ingat tanda ini agar tak tersesat diantara tenda-tenda yang jumlahnya cukup banyak.

Di Mina tendanya kembar- jangan bingung

Di Mina tendanya kembar- jangan bingung

Salah satu contoh bendera kloter atau Kelompok di tenda Mina

Salah satu contoh bendera kloter atau Kelompok di tenda Mina

Ini sih bukan tanda kloter ha..ha..ha

Ini sih bukan tanda kloter ha..ha..ha

7.  Jangan bepergian seorang diri, khususnya kaum wanita. Bepergian bukan dalam hubungan kelompok atau regu sebaiknya minimal 2 orang atau Sepasang Mata Bola ( halah halah… ini kan istilah patroli jalan kaki Polisi Militer). Selain untuk keamanan, untuk teman ngobrol juga untuk teman menangis,  nggak enak di negeri orang menangis sendirian, bukan. Apalagi jika sudah tua.

Benar -2 sepasang mata bola ,nggak ada temannya blass

Benar -2 sepasang mata bola ,nggak ada temannya blass

Enake yo pergi rame-rame

Enake yo pergi rame-rame

8. Saat rombongan bergerak ke tempat  lempar jumrah dan kembalinya, biasanya ada sahabat kita yang membawa bendera kloter atau maktab, ikuti terus bendera itu agar tak kehilangan arah.

Awas jangan ikuti bendera tetangga lho

Awas jangan ikuti bendera tetangga lho

Malam hari tetap ikuti bendera kloter

Malam hari tetap ikuti bendera kloter

Ikuti bendera kita bukan jilbab mereka

Ikuti bendera kita bukan jilbab mereka

9. Ada juga petugas haji RI yang berkeliling untuk mencari orang-orang yang tersesat, manfaatkan mereka ( kalau kebetulan bertemu sih)

Maaf saya bukan petugas haji lho

Maaf saya bukan petugas haji lho

10.  Jika beberapa jam tak juga menemukan maktab dan tak ada juga yang bisa menunjukkan atau menolong maka segera minta ampun kepada Tuhan dan  sekaligus minta diberikan petunjuk agar bisa segera kembali ke maktab. Kesesatan kadang juga merupakan ujian atau balasan kontan dari  Tuhan akibat pikiran, ucapan atau tindakan kita yang melenceng.

Istighfar dan Doa

Istighfar dan Doa

Semoga tip sederhana ini  bermanfaat.

Jika ada yang ingin menembahkan tip ini, dipersilahkan.

Related posts:

  1. Tip Haji : Busana Modern
  2. Tip Haji : Sabar
  3. Tip Haji : Do’a Ibadah Haji
  4. Tip Haji : Haji Juga Manusia
  5. Tip Haji : Apa kabar Aba Haji ?


15 Comments

  1. Comments  Wandi thok   |  Friday, 16 October 2009 at 17:00

    Pertamaxah dhe?

    lanjut mas

  2. Comments  Wandi thok   |  Friday, 16 October 2009 at 17:03

    Panjenengan sudah praktek dhe, saya malah baru niat dhe :D Niat dulu kan dapat pahala. :lol:
    Wandi thok´s last blog ..Are yuo understand?

    Dengan niat yang ikhlas Insya Allah mendapat perhatian dari Allah swt mas. AminMy ComLuv Profile

  3. Comments  Wandi thok   |  Friday, 16 October 2009 at 17:05

    Sukron atas tips-tipsnya dhe, tulisan ginian layak masuk otak generasi muda weh. Lanjutken dhe :D
    Wandi thok´s last blog ..Are yuo understand?

    makasih mas, sekedar berbagi pengalaman, siapa tahu ada manfaatnya.My ComLuv Profile

  4. Comments  mandor tempe   |  Friday, 16 October 2009 at 17:52

    saya belajar dari yang sudah berpengalaman seperti pakde saja, terima kasih infonya ya pak.

    ini yang non manasik ya mas, manasik pasti akan diberikan oleh Panitia, ini yang terjadi dilapangan saja, sebagai pelengkap pengetahuan praktis.

  5. Comments  Deka   |  Friday, 16 October 2009 at 18:46

    Alangkah baiknya lagi kalo menguasai bahasa Arab, Tinggal Tanya aja di sana. Contohnya : “Punten Kang, maktab eui ti mana nya’…?” hahahhahah…

    kalau ketemu petugas Indonesia sih enak, orang Arab sendiri ada yang tahu sedikit2 bahasa kita, misalnya : terima kasih, murah, dll.

  6. Comments  marshmallow   |  Friday, 16 October 2009 at 20:25

    kedua masjid tersebut memang begitu luas sehingga berpotensi tersesat ya, dhe?
    apalagi konon maktab di mekkah bisa jauh banget, sampai berkilo-kilometer.
    wong di kampung sendiri aja masih suka nyasar, apalagi di kampung orang.
    penanda memang penting. yang paling rumit kayaknya penanda tenda di mina deh. mana jemurannya lebih banyak ketimbang bendera lagi. bisa-bisa bendera malah ketutupan pakaian dalam. hihi. lucu deh fotonya.

    itu foto yang di ka’bah pasti curi-curi banget ya, dhe? :mrgreen:

    OOT dikit, dhe. kenapa font posting ini jadi kecil banget? kalau di reader sih biasa, tapi waktu meluncur ke sini, tulisannya berubah. apa server saya yang ngaco, ya?
    marshmallow´s last blog ..Mari Memasak Sup Tom Yam!

    Kalau foto diluar Masjdil Haram gak curi2, kalau didalam Masjidil Haram dan Nabawi diperiksa, tapi saya bisa lolos tuh ha..ha.ha sehingga Sai, Raudhahpun bisa saya foto kok.

    soal font, kok di laptop saya biasa ya mbak, tapi mas Arkasala juga bilang gitu, wah perlu di cek nich. Thanks infonya.Eh tunggu dulu, kalau beli komputer sebaiknya jangan yang second bu, lama-2 hurufnya memang bisa jadi kecil2 kok.My ComLuv Profile

  7. Comments  arkasala   |  Friday, 16 October 2009 at 20:36

    Terima kasih PakDhe sudah memberikan tipsnya secara rinci. Saya baru sebatas keinginan untuk pergi haji. Semoga Allah meridhoi.
    Untuk tulisan ini saya harus perjuangan Pak bacanya mungkin kompi saya rusak apa gimana ya tulisannya kecil2 banget sampai berdempetan, apalagi angkanya agak sulit dibaca.
    Trims PakDhe.
    Salam

    lho masak sih mas, kok ditempat saya gede2 yaaa. Kalau beli kompi sebaiknya jangan second mas, lama2 memang bisa mengecilkan huruf lho ha..ha..ha..

  8. Comments  sinopi   |  Friday, 16 October 2009 at 21:54

    babe saya alhamdulillah dpt undangan Allah menjadi tamu Nya utk berhaji thn 99 atas hadiah dari seseorang yg duluuu sekali pernah babe tolong *alhamdulillah* kalo bayar sendiri siy gatau kapan bisa pergi nya..

    ada cerita babe masalah nyasar menyasar ini
    saat senggang & pingin jalan2 babe udah menghafal ciri2 maktab nya dan yakin mampu balik sendiri, ternyata babe nyasar.. mundar-mandir stengah jam masih di situ2 juga dan menurut babe semua terlihat sama
    tersadar mungkin sdh melakukan kesalahan, babe sholat 2raka’at minta ampun & mohon petunjuk, lepas salam ada mahasiswa Indonesia yg menyapa babe & mengantar ke maktab setelah tau babe nyasar..
    dan ternyata tempat babe sholat td dg maktab amat sangat dekat
    wallahu’alam
    sinopi´s last blog ..Roti Buaya lebih aman..

    Tak doakan semoga nak Nopi ( sok tuaa ndotcom) bisa naik haji yaaa.
    Saya juga kesasar kok nduk
    My ComLuv Profile

  9. Comments  wieda   |  Friday, 16 October 2009 at 22:59

    wah pakdhe maturnuwun infonya ini….moga2 saya juga termasuk yg terpanggil untuk ber haji.
    Tiap Idul Adha saya selalu terkenang bapak saya yg pernah kesasar di Mekkah pas haji dan meninggal sehari sebelum ke Arafah.
    Setiap Idul Fitri saya terkenang ibu saya yg meninggal pas Idul Fitri.

    Melihat photo2 pakdhe, rasanya pengin kesana….
    wieda´s last blog ..Motong rumput halaman rumah

    Tak doakan semoga panjenengan segera naik haji, asal motong rumputnya lebih rajin lagiiiMy ComLuv Profile

  10. Comments  achmad sholeh   |  Friday, 16 October 2009 at 23:01

    tips yang sangat berguna bagi jamaah haji yang mau berangkat pakdhe
    achmad sholeh´s last blog ..Positif Thinking And Positif Change

    saya buat berseri mas biar jadi arsip saya jugaMy ComLuv Profile

  11. Comments  zenteguh   |  Saturday, 17 October 2009 at 00:38

    Nyuwung pandungane Pakde, moga suatu hari, tips2 ini bisa saya praktikkan..

    Insya Allah, dengan niat yang ikhlas dan doa yang tak terputus-putus serta upaya yang giat pada suatu saat yang tepat panjenengan bisa memenuhi panggilan-Nya.

  12. Comments  amink   |  Saturday, 17 October 2009 at 01:43

    walaupun saya belum mampu pergi ke makkah, tapi informasinya sangat bermanfaat…
    kalau boleh saya mau sharing untuk teman atau saudara yang insya allah akan berangkat tahun ini….

    Silahkan mas Amink semoga bermanfaat.
    Insya Allah panjenengan juga akan memenuhi panggilan-Nya pada saat yang tepat.Amin

  13. Comments  marshmallow   |  Saturday, 17 October 2009 at 07:17

    idih, pakdhe. masak saya dibilang belanja komputer sekon.
    siapa juga yang mau? gengsi dong.
    saya sih biasanya nyolong…
    marshmallow´s last blog ..Rambutku Ternyata…

    saya tahu kok, saya saya lindungi saja.My ComLuv Profile

  14. Comments  bundadontworry   |  Monday, 19 October 2009 at 21:23

    Wah, tips2 diatas benar2 rinci dan mudah difahami, sangat berguna utk yg ingin menunaikan ibadah haji.
    Kita memang harus terus dan selalu waspada pada hal2 yg kelihatannya kecil, padahal penting, seperti bendera group kita.
    Salam.
    bundadontworry´s last blog ..Pria suka dipuji selera humornya.

    Yang muda2 sih lincah mbak, kalau tersesatpun bisa cari sana-sini dan tanya sana-sini. nha kalau dah sepuh kan tinggalnya nangisnya doank tuh.My ComLuv Profile

  15. Comments  Tip Haji : Jangan Sombong | abdulcholik.com   |  Thursday, 29 October 2009 at 13:15

    [...] dalam keadaan normal saya benar-benar yakin bahwa saya akan tiba di maktab dengan selamat karena route kembali ke maktab itu begitu mudahnya yaitu lurus saja, setelah terowongan Mina belok [...]

    trackback