Tip Haji : Jangan Sombong
Pakde Cholik | Oct 29, 2009 | Comments 24
Selain sabar, ada lagi nasihat yang perlu diberikan kepada para calon jamaah haji yaitu jangan sombong. Kadang kala kita tidak merasa bahwa sesungguhnya dibalik pikiran, ucapan dan tindakan ada yang mencerminkan suatu wujud kesombongan. Karena Allah Swt sangat tidak menyukai orang sombong maka peringatan-Nya bisa diberikan seketika. Berikut salah satu contoh bentuk kesombongan itu.
Setelah ibadah melempar jumrah selesai, kamipun secara berombongan pulang kembali ke maktab. Seperti biasa, kami tetap mengikuti petunjuk berupa 3 buah bendera rombongan yang dibawa oleh teman-teman yang badannya tinggi.
Ditengah perjalanan Ipung minta minggir sebentar untuk minum. Karena di warung yang menjual minuman pengunjungnya berjubel maka saya putuskan untuk minum di water tab yang ada dipinggir jalan. Ketika itu saya didatangi salah seorang anggota rombongan ” Mau ditunggu,Pak Cholik”, katanya. Saya jawab dengan nada biasa ” Nggak usah mas, sebentar lagi nyusul, lagian benderanya masih kelihatan kok “.
Setelah Ipung minum kamipun melanjutkan perjalanan. Ternyata rombongan kami sudah tidak kelihatan, demikian pula 3 buah bendera kuning juga sudah hilang dari pemandangan. Sungguh, dalam keadaan normal saya benar-benar yakin bahwa saya akan tiba di maktab dengan selamat karena route kembali ke maktab itu begitu mudahnya yaitu lurus saja, setelah terowongan Mina belok kiri.

Hamparan Maktab di Mina
Setelah keluar dari terowongan Mina hamparan tenda maktab dengan atap putih sudah tampak. Saya bertanya kepada Ipung ‘” Belok kanan atau kiri hayoooo?”. Ipung menjawab dengan tenang ” Ya belok kanan donk “. Kamipun belok kanan menuju tenda-tenda maktab.
Pemirsa……
Disinilah kami hilir-mudik selama satu jam lebih. Maktab nomor 53 yang kami cari tak kunjung ketemu. Begitu sampai ke maktab nomer 34, nomor lainnya tak ada, artinya maktab kloter Indonesia dikawasan itu memang hanya sampai nomor 34. Saya sudah bertanya kepada para petugas, namun maktab yang kami cari tetap tak bisa diketemukan. Akhirnya kami duduk sebentar, istighfar dan mohon petunjuk agar kami segera bisa kembali ke maktab karena hari sudah menjelang sore.
Setelah memohon ampun dan petunjuk saya bertanya lagi kepada petugas dan ternyata maktab kami ada diseberang jalan raya. Kalimat Ipung “Ya belok kanan donk” itulah biangnya. Padahal saya sebenarnya yakin bahwa ketika berangkat menuju lempar jumrah tadi kami belok kanan maka ketika kembali ke maktab harus belok kiri, dan bukan belok kanan seperti ucapan Ipung.

Nggak perlu sombong dengan kacamata merk CengDem ( Seceng Adem)
Demikianlah, ucapan saya ” Nggak usah mas, sebentar lagi nyusul, lagian benderanya masih kelihatan kok “, sepertinya ada unsur kesombongannya walau saya tidak bermaksud begitu. Allah Swt tampaknya menegur kesombongan saya melalui ucapan Ipung, wallaahu a’lam.
Kepada saudara-saudara yang sedang atau akan berangkat menunaikan ibadah haji, hindari kesombongan walau hanya sebesar atom. Ucapan misalnya ” Wow, saya pasti kuat kalau hanya mengelilingi Ka’bah tujuh kali saja ” atau ucapan ” Saya akan nggembol batu, pasti tahan nggak ngebom selama di Arafah atau Mina “, sebaiknya tidak keluar dari mulut karena ada setitik nada dering sombong disitu.
Semoga bermanfaat.
Pakde, jamaah sudah pada berangkat nich, kapan laporan soal rekreasinya ? Shobar..shobar..shobar, tunggu postingan berikutnya.
Related posts:
Filed Under: Tips
About the Author: Seorang anak desa yang sudah tidak lagi muda,mencoba mengisi hari-harinya dengan kegiatan yang bemanfaat bagi dirinya,keluarganya dan orang lain.Insya Allah.

Tip Haji : Jangan Sombong | abdulcholik.com…
Selain sabar, ada lagi nasihat yang perlu diberikan kepada para calon jamaah haji yaitu jangan sombong. Kadang kala kita tidak merasa bahwa sesungguhnya dibalik pikiran, ucapan dan tindakan ada yang mencerminkan suatu wujud kesombongan. Karena Allah…
trackback
kayaknya sepele ya pakde. tanah haram…kapan ya saya bisa pergi ke sana… 5 tahun lagikah…?
Belum tentu,siapa tahu depan depan berangkat.
misi mo sowan dulu pak dhe…………… hmmm ngepos dimana nih………….
monggo mbah, biasa di galaxi
iya, pakde..
seperti yg pernah saya bilang di komentar pakde yg kapan itu lupa lg.. babe saya nyasar hanya karna yakin mampu balik ke maktab.. setelah sholat minta ampun, ternyata lokasi nya di depan mata.. subhanallah..
sinopi´s last blog ..B A N G U N !!!
sudah banyak yang mengalaminya
Alloh SWT blum mengijinkan saiya buat naik Haji. Cuman bisa mendoakan, semoga calon haji Indonesia ketika kembali ke tanah air usai menunaikan ibadah haji benar2 menjadi haji yang mabrur Amiieennn
nyambung gak yah ?
cah ndeso´s last blog ..Excerpt post lebih rapi dengan Limit Post
kita doakan bersama mas, yg haji mabrur,yg belum haji semoga segera dilapangan rejekinya dan diberi kesempatan. Amin
Wah, itu cukup parah, Pakdhe. Wong, yang mbatin aja bisa ‘kena batunya’. Kalo ke Mekkah memang hati harus bersih … sih … alias ga boleh ada prasangka …
benar mas, hat,pikiran,ucapan dan tindakan harus sip
kaca matanya keren pak dhe, mungkin anjuran jangan sombong itu cocok untuk semua bukan hanya yg berhaji
kacamata itu harganya 5 real alias 15 ribu rupiah ha ha ha, sekedar untuk melindungi mata agar tak silau. benar sombong gak boleh diterapkan dimana saja.
Fotone Pak Cholik yg kacamatanan item malah mirip petinju lho…
marsudiyanto´s last blog ..Antara Pijit++ dan Feedjit++
kacamata punika reginipun 5 real,tumbas teng suku gangsal je….
memang tanah haram itu akan membalas secara langsung setiap perbuatankita sekecil apapun. bahkanucapan yang tanpa kita sadari ternayta mengandung kesombongan akan segera mendapat balasannya.
benar mas, harus nahan diri dari hal yg negatif
bener ya pakde, banyak yang cerita begitu.. sempat sombong dikit aja langsung deh dpt ganjaran.. biar sampe tanah air sudah hilang semua sombongnya ya pakde..
pakde itu kacamatanya pas turun dari pesawat di surabaya dulu itu apa masih dipake? memang keren!
harganya saja 5000 real lho, kaya pasukan anti telor kan bu dokter
kacamatanya keren pakdhe, harganya pasti mahal
jadi maluuuu, semua bilang begitzuuu, padahal harganya hanya 5 real, di kaki lima bawah jembatan layang Misfalah lho. Tapi karena yang pake emang keren, jadi kebawa keren deh.
nasihat dari nenek, kalau waktu haji kita harus brubah 180 derajad, berubah baik maksudnya, karena kita akan mendapatkan balasan dari apa yang kita katakan kuran dari 2X24 jam. contohnya pakdhe tadi, cuma beberapa menit langsung dapat balasan. hehehe
iya mas, nggak terasa ada nada sumbang eh sombong disitu walau sebesar biji sawi
Sebagai tamu Allah tak sepantasnya ya ada nada kesombongan dari setiap ucapan bahkan yang masih belum terucap. Banyak juga sih cerita orang2 yang kena batunya di sana sepulang mereka dari haji. Kalau demikian tentu akan lebih baik kalau kita menyibukkan diri dengan berdzikir dan menghindari omongan yang tidak perlu ya pakde…
Mufti AM´s last blog ..Kunjungan Ke Blog Tetangga
Benar mas, kadang-kadang yang ngeGosip juga ada ha ha ha, maklum bawaan dari tanah air.Habis dzikir kumat tuh nggoz nggoznya
wew..
lama ndak mapir..
langsung dpt nasehat jgn sombong..
hehehe..
dijamin ndak koq pakde.. :D
Budi Hermanto´s last blog ..Suasana Eropa nan Tenang di Pusat Kota
nasihat untuk saya juga mas, maklum arek Surabaya ini suka gitzuuu ha ha ha.
Iya betul pak, disana Allah langsung “menegur” apa yang salah ketika kita berbuat. Semoga tahun-tahun berikutnya saya Allah memberi kesempatan saya untuk kesana. Amien..
Lukito´s last blog ..Membuat database website di komputer lokal part I
Benar mas, tak doakan semoga segera berangkat ke tanah suci mumpung masih muda dan ganteng. Amin
+katanya disana juga terdapat balasan dari perbuatan yang pernah kita lakukan di tempat kita. misalnya nyiksa binatang, maka nanti di arab bisa disiksa binanang atau gimana itu?
+ganti tema lagi ya pak de. yang ini bagus.
Mungkin balasan tak sama persis dengan perbuatannya. Kasihan donk para penjual binatang, kusir delman, kusir gerobak sapi atau tukang bajak disawah yang suka mukuli binatangnya
ehbuset ini masih di arab pakde ? keren bisa sambil ngeblog
baidewe kenapa di indonesia kalau setelah naik haji selalu dapat gelar H ?
ya enggak tho mas, ini kan siaran tunda ha ha ha.
Soal pake gelar H itu sejarahnya panjang mas. ha ha ha, ngeles.
klo pas di sana “sakdet-saknyet” mendapatkan ganjaran ya dhe.. :)
kayaknya seperti itu ya mas, soalnya teman saya juga dapat ganjaran yang sama ketika marahi sama suaminya ha ha ha
SUbhanallah, saya banyak mendengar pengalaman, disana Allah benar2 dekat dengan umatnya.
Mudah2an suatu hari saya mampu pergi kesana.
Potter.Web.ID´s last blog ..Browser Favorit Unggulan Anda Apa sih?
Amin, saya doakan panjenengan bisa naik haji mas.
wah, sekarang punya merk kacamata ya, pakdhe… :)
iya, padahal orang ga niat sombong tapi mungkin secara tidak sadar itu termasuk rada rada dikit kali, ya… tapi Allah memang Maha Baik ya, setelah mohon ampun dan petunjuk, langsung jelas deh tujuannya
( Sambil tolah-toleh)..ssstttt jangan bilang2 ya, kacamata itu harganya hanya 5 real alias 12.500 rupiah, beli di kaki lima dekta maktab,.hanya sekedar agar tak silau saja….
psssssttt…iya deh ga bilang2 syapa2 koq…janji…
nah gitu donk, itu namanya setia
saya juga banyak mendengar kisah2 semacam diatas PakDhe,
Allah benar2 menunjukkan kasih sayangNYA pd para tamuNYA.
Subhanallah.
Salam.
bundadontworry´s last blog ..Buku ” Negeri 5 Menara ”.
kadang sombong nggak terasa ha ha ha
Jangan sombong anak muda (perasaan kalimat ini sering saya denger deh). heheheh
ooo itu pasti ada di buku silat…
haji yang ikhlas niatnya gak bakalan sombong pak dhe
kalau sombong berarti niatnya gak ikhlas
iya, ikhlas dan benar pasti dapat ridho