Rumahmu Sorgamu
Ada suatu ungkapan dari orang tua jaman dahulu bahwa seseorang dikatakan mapan jika sudah memiliki wisma (rumah), turangga (kendaraan) dan kukila (burung-diterjemahkan sebagai hiburan-misalnya TV, radio, handphone dan sejenisnya).
Dilihat dari skala prioritasnya tentu rumah menjadi dambaan kita semua. Dirumahlah kita bisa istirahat setelah bekerja mencari nafkah. Dirumah pula kita akan bertemu dengan keluarga, baik orang tua, isteri atau suami dan anak-anak-buah hati kita.
Rumah tentu bukan hanya sekedar tempat untuk tidur atau transit belaka. Lebih dari itu rumah adalah tempat bercengkerama dengan keluarga. Oleh karenanya kondisi dan situasi sebuah rumah harus benar-benar mendapatkan perhatian. Tak jarang setelah menempati sebuah rumah penghuninya tidak betah dan akhirnya rumah dijual dan kemudian penghuninya mencari rumah baru yang lebih baik. Begitu tidak betah, rumahnya dijual lagi. Demikian seterusnya sehingga kenyamanan dan ketenangan hidup menjadi terganggu.
Membeli rumah boleh dikatakan gampang-gampang susah. Kita kadang tertarik dengan bentuk rumah yang sangat indah. Namun sayangnya tak terjangkau oleh kantong. Sebaliknya ketika dana kita sudah siap ternyata rumah yang sudah kita incar berada pada lingkungan yang kurang nyaman karena menjadi langganan banjir dan akses ketempat bekerja cukup sulit. Selain itu mungkin karena letaknya cukup jauh dan tak tersedianya jalur dan sarana transportasi yang memadai.
Untungnya kini sudah banyak perusahaan yang bergerak dalam bisnis property yang bisa membantu mengatasi kesulitan dan kebingungan para pencari rumah. Kita tinggal memilih rumah mana yang sesuai dengan dana yang kita miliki. Namun jangan lupa, kita harus tetap jeli dalam memilih perusahaan property tersebut. Jika anda memilih Melon Property tentu segala macam kebingungan dan kesulitan akan dapat diatasi.
Dengan memilih rumah di Melon Property maka hobi JUAL RUMAH karena tidak betah dapat dihindari karena Melon Property bukan hanya memberikan kenyamanan tetapi juga keamanan, tentunya tanpa mengurangi keindahan. Bagaimanapun juga rumahmu adalah sorgamu, oleh karena itu harus bijak dalam memilih rumah sebagai tempat tinggal.

pertamaxxxx dulu Pak
Mantaps Pak. Membeli rumah memang perlu pertimbangan matang sehingga benar-benar menjadi rumahku adalah sorgaku.
.-= arkasala´s last blog ..Perjalanan Themes Blog Saya =-.
Artikel uji coba ha ha ha.Terima kasih Kang
Amankan yang kedua Sebelum Mas Alamendah :)
baca dulu PakDhe
mas alamendah kemana ya ?? Tumben
Kayaknya lebih nyaman buat sendiri Pakde surga kita, he…
.-= Badruz ´s last blog ..Hadiah Dari Pakde Kholik =-.
leres mas
Wah PakDhe… KontrakanKu adalah surga-Ku :) (Kontraktor kok Bangga)
bagaimana tidak, sejak menikah suka duka sdh banyak dirumah yang kami sewa, ada sih niatan untuk beli dari pada sewa, semoga allah memberikan kesehatan lahir batin untuk kami….
kan malah bagus, bisa bilang ” Saya kontarktor”
kosn ku adalah surga ku pa dhe…
kalau masalah rumah, saya masih numpang ke orangtua.. hihi.. (belum punya penghasilan yang mencukupi)
tapi doakn saya ya pa dhe, spya nanti pas saya nikah, dapet rumah yang diidam-diidamkn… :)
.-= tupaitambun´s last blog ..Ada apa dengan Sisingaan? =-.
Insya Allah, dengan niat yang lurus, usaha tak kenal lelah dan doa yang selalu dipanjatkan, akan diijabah Allah Swt.
apa kabar pak?
Rumahmu syurgamu
ada guyonan teman2 ttg ini, kalo nggak pernah punya rumah berarti nggak pernah masuk syurga, hehehhe
tapi nggak gitu maksudnya kan pak
sukses terus
kan masih ada ibu, ada sorga ditelapak kaki beliau kan
Saat ini pakde “Kostku Surgaku”. heheh
.-= Deka´s last blog ..Pindah… =-.
harus dinikmati tuh mas
Pakde lagi ikut kontes ya…????
.-= Deka´s last blog ..Pindah… =-.
iya, mengejar hadiah buku
Kalo lagi mudik memang rumah terasa sorga buat saya. Tiap hari pasti gak usah bingung mikirin makan, minum, dsbnya…
benar mas, uenak pwol dirumah sendiri
Sepertinya Om Alamendah Belum datang nie. ada apakah gerangan.??
.-= Deka´s last blog ..Pindah… =-.
mungkin lagi kecanthol badak Jawa
Salam Pakde. Saya pernah membaca sebuah blog yang memuat cerita komik “Api Di Bukit Menoreh”, itu cerita lama banget saya yakin Pakde pasti kenal. Nah kalau kita pengin menemukan satu bendel kita harus mencari link-nya dulu yang disembunyikan kadang di koment orang. Pakde kayaknya juga menyembunyikan link di postingan ini ya, he he he. Fi baiti jannati. Setuju sekali Pak De. Sukses selalu. Salam dari ujung Timur Pulau Jawa.
Saya penggemar berat cerita itu mas, kadang sampai tertidur kalau mbaca. tapi saya tidak beli hanya sewa di kota waktu SMP. terima kasih sudah mengingatkan lagi nostalgia itu,salam
saya masih setia dengan rumah pemberian desa pakdhe….
saya juga senang jika weekend pulang ke desa, mangga pathing grandhul enak dipandang, enak dirasa.Padi yang siap panen-kuning keemasan menimbulkan rasa bahagia.
enaknya rumah sendiri pakdhe…
.-= catatan febri´s last blog ..Narablog =-.
benar, tapi kalau rumah sendiri apa nggak terlalu sepi, enaknya kan yang berderet-deret sehingga banyak tetangga.
jangan sampai jual rumah pakdhe… beli sendiri, buat sendiri, di rawat sendiri
.-= catatan febri´s last blog ..Narablog =-.
saya belum pernah membuat rumah sendiri, saya pake tukang saja,maklum dah tua,ggak sanggup kalau harus angkat batu-bata dan semen sendirian mas
rumah sendiri emang tempat yang paling nyaman
.-= wira´s last blog ..Blog Anyang-Anyangan =-.
ah sepi mas, enakan rumah yang berderet-deret, jadi banyak tetangganya, apalagi kalau rumah sendiri jauh di kawasan hutan sana, ngeri ach.
salam kenal mbak.. :mrgreen:
liat sana sini ya pak
.-= willy´s last blog ..renungan buat kita. =-.
salam kenal juga mbak,silahkan
Kapan aku bisa beli rumah yach :D
Sebelum menikah penginya sudah bisa beli rumah :)
Salam :)
.-= Aribicara´s last blog ..Kapan Kita Merasa Bersyukur ? =-.
ya alon2 mas, Insya Allah rejeki akan datang
wedew.. mulei ngobyek niy Pakde..?
review mulei berdatangan sejak PR pecah telur & miss Alexa meramping
yah smoga sukses mendulang rupiah & dolar deh ya..
.-= sinopi´s last blog ..Sang Pakde =-.
ssssssssttt, jangan keras2,ini rahasia kita berdua saja lho ya. Ini untuk beli buku2 tali asih kok sssssstttttttttt
aku juga salah satu penggemar ‘Api di Bukit Menoreh’ – sampe sekarang gatau udah sampe mana episodenya, uda tamat ato belum… uda lama keputus bacanya…
Lho rumah saya bukan dibukit Menoreh kok, ayak ayak wae adinda niy
gudluck tuk pakdhe…
makacih,mohn doa restunya
saya masih menikmati rumah yg sekarang de.. maklum, dptnya perlu meres kringet banget sebelumnya 6 tahun jd kontraktor, kontrak dr satu rumah ke rumah yang lain… tp masa tua nanti sepertinya ingin menikmati punya rumah di jawa tengah.. sambil mendengarkan merdunya siulan kukilo ing pendopo griyo :D
kayaknya lebih gayeng disana mas, nggak ribet kayak di Jakarta yaa
review yg terselubung :))
sukses pakde
.-= raiderhost´s last blog ..Pembayaran dari Admob =-.
Ikutan panjenengan mas, jenis lain nanti akan berguru kesana deh
wah…menggiurkan..!!!
.-= makngah lena´s last blog ..Ada apa dengan dirimu , listrik ku ? =-.
beli gih mbak . Flash disk sudah saya kirim ke kantor mbak, harap dicegat dipintu gerbang ya ha ha ha
sip beres! rahasia terjamin di tangan saya pakde..
pokoknya saya ga bakalan ‘bilang’ siapa2 deh.. percayalah..
paling2 saya posting di blog.. wkwkwkwkwkkkkk..
.-= sinopi´s last blog ..Sang Pakde =-.
kalau bilang2 nganunya nggak seru lagi,entar banyak yang ikutan donk