Ojo Dumeh
Semalam saya menyaksikan sebuah acara dialog di salah satu stasiun TV swasta, topiknya kalau tidak salah tentang hak angket sebuah bank. Dalam acara itu, host yang cantik dan senyumnya menawan mengajak pemirsa dan para peserta dialog untuk menyaksikan sebuah tayangan, sepertinya sebuah acara jumpa pers.
Dalam tayangan itu seorang mantan menteri mengatakan dan menyebut seorang pejabat tinggi lainnya dengan sebutan “Profesor Kodok”.
Masya Allah, pantaskah seorang mantan pejabat tinggi mengolok-olok koleganya dengan sebutan yang sangat tidak pantas didengarkan oleh Yu Ginten dan Cak Ngaderi sekalipun ?
Bagaimana perasaan orangtua , isteri, anak, menantu cucu dan seluruh kerabat dan anak buah si pejabat yang di sebut sebagai Profesor Kodok itu ?? Tentu malu atau bahkan mungkin marah.
Bagaimana perasaan orang tua, isteri, anak, menantu cucu dan seluruh kerabat sang menteri yang mengolok-olok pejabat lainnya itu ?? Apakah mereka bangga atau juteru malu ??
Mantan menteri itu mungkin lebih pintar daripada sang profesor. Tapi sayang, kurang bisa mengendalikan mulutnya. Profesional tanpa dukungan moral yang baik akan menjadikan seseorang menjadi takabur dan sok pintar.
Jangan mentang-mentang ada kebebasan deh. Ojo dumeh !!

Salam Takzim
Terkadang lisan ini mudah mengucap tetapi tak mampu menelaah, rekan sejawatnya dibilang Profesor Kodok tanpa aling-aling, bagaimana citranya menjadi baik kalau lisannya saja tidak terjaga.. Semoga saya terhindar dari yang sedemikian itu PakDe
Salam Takzim Batavusqu
.-= batavusqu´s last blog ..Tante Maapkan Aku =-.
Iya tuh, saya jadi sebel melihatnya
sepertinya dia ga menghargai dirinya sendiri, lha wong dia aja gabisa menghargai orang lain…
benar, dia pasti harganya murah, apalagi stock lama
Saya setuju, mas..
Sepertinya kata-kata seperti itu kurang pantas diucapkan seorang menteri…
.-= wellsen´s last blog ..Saya Bersyukur…. =-.
kasihan dia dan dia ya
dasar edan….
menteri kok lambene koyok wong becakan
ck..ck…ck
ha ha ha, asli suroboyo cak !!
Twitter: JayIreng
says:
Ojo Dumeh | pakdeCholik…
Semalam saya menyaksikan sebuah acara dialog di salah satu stasiun TV swasta, topiknya kalau tidak salah tentang hak angket sebuah bank. Dalam acara itu, host yang cantik dan senyumnya menawan mengajak pemirsa dan para peserta dialog untuk menyaksikan …
setuju Pakde, jangan mentang2 dgn ada kebebasan berekspresi dan berpendapat akhirnya mengutarakan pendapat semau udelnya sendiri. Harus ingat! kebebasan kita dibatasi oleh hak2 yg dimiliki orang lain. Hormatilah hak2 mereka…
memang sdh selayaknya kebebasan berekspresi ini ttp jg harus diberi batasan2 agar tdk keblabasan dlm berekspresi semaunya sendiri dgn beralasan kebebasan berekspresi kebebasan berpendapat dan kebebasan2 lainnya…
.-= MasEDI Belajar Ngeblog´s last blog ..Kalkulator Diet, Kontrol Berat Badan jaga Kesehatan =-.
iya ya mas, malu kita melihat kelakuan orang itu.
aduuuhhh kok sesama anak bangsa jadi pada ribut, mungkin ini akibat ketidaktegasan seorang pemimpin sehingga mereka yang dibawah jadi ribut sendiri
.-= Omiyan´s last blog ..Kesamaan Saya Dengan Fania =-.
iya mas, bukannya saling menghormati. sudah tua2 kok ngomongnya kayak gitu.
mereka tidak bisa menahan dirinya ya Pak. Padahal harusnya jadi panutan.
.-= yayat38´s last blog ..Pemenang Top Commentators di Leysbook =-.
akhirnya jadi parutan kang ha ha ha
kulo nuwun, kali sudah lama nggak masuk tv ya.. jadi nafsunya besar..
titip pesan bagi pengunjung yang lagi hamil tolong perutnya ditepuk tiga kali :mrgreen:
monggo mas, iya mas, saya juga nggak pernah masuk TV
Mungkin waktu mudanya ga belajar ilmu agama kali yaa?? bukannya ikut meredakan suasana, ini malah memperkeruh keadaan dengan sumpah serapah yang tak sepantasnya keluar.
oh iy, sblmnya mu tanya pakde, artinya ‘ojo dumeh’ itu apa yaa?? :mrgreen: tadi saya artikan d google translate ko ga nemu2 ya. hihi.
jangan mentang2 atau jangan sok
Twitter: marsudiyanto
says:
Jaman sekarang mengolok2 di TV sudah terlalu sering terjadi Pak…
Rata2 orang pinter itu nggak bisa mengendalikan emosinya…
.-= marsudiyanto´s last blog ..Pemanis Buatan =-.
lha itu dia mas, sufah tua2 lho mbok ngasih contoh yang baik2.
pinternya belum melingkupi EQ dan SQ pakde :D
benar bu dok, harus belajar lagi agar pinternya paripurna
Salam,
Itu mungkin gara-gara cicak dan buaya kemarin jadi selebritas jadi kodokpun pengin ikut-ikutan, gitu kali Pakde hehehe..
.-= nenyok´s last blog ..There’s Something About Morrie =-.
cicak-buaya dah sepi
Dari situh banyak pelajaran yang bisa kita ambil Dhe
pelajaran etika dan budipekerti yaa
lisan bisa membawa manfaat
lisan juga bisa membawa petaka
menahan lisan lebih baik daripada mengatakan sesuatu yang menyakitkan
* sok bijak si ningrum ini dhe hehe :D
.-= ningrum´s last blog ..menanti badai berlalu =-.
Orang bijak membayar pajak.
Benar apa yang dinda sampaikan itu.
lha keduanya padahal pernah jadi teman sejawat pada waktu pemerintahan si M to ….biasalah pada waktu njabat diem..pas pengsiun langsung koar2 kek pahlawan kemaleman :mrgreen:
.-= m4stono´s last blog ..Jika Aku Benar Maka Kamu Salah =-.
Begitulah kang, mbok ya eling sudah punya cucu yaaa
Biarkan saja mas, lha yang ngomongnya sendiri kecebong kok.
.-= Aldy´s last blog ..Digsby : Tidak Hanya Untuk Twitter. =-.
Lidah itu kecil tapi ia bisa menyombongkan hal-hal yang besar. Juga membesar-besarkan hal yang kecil. Banyak orang yang tersakiti hanya karena lidah keseleo bicara padahal tanpa sengaja. Lha kalau disengaja jelas sangat menyakitkan bagi yang berkaitan.
.-= Halaman Putih´s last blog ..Kelola Buku Anda, Jadikan Perpustakaan!!! =-.
Setuju, Pakde. Kalo ngomong musti ingat-ingat dulu; lihat suasana, lihat efek, lihat risiko, dll. Bukan begitu, Pakde?
Politik, Pol dan itik, Pol itu mentok, titik akhir, pol-polan, sedang itik adalah anak ayam. Jadi politik = ruwet.
++Nyambung gak pakDhe?++
Salam.
.-= yanti tukang kerupuk´s last blog ..Lomba menulis kisah kasih Ibu dari Mizan =-.
tak sambungkan deh biar lurus….hi hi hi
waduh jadi gitu yah kelakuannya … ngomong ceplas ceplos kayak gak diliat rakyat, apakah ini potret pejabat2 kita??
.-= KutuBacaBuku´s last blog ..Hari Guru yang Terlupakan =-.
seperti itulah gambaran kaum elite kita pakdhe kalau sdh ndak jadi pejabat. gampang melakukan penghinaan dan sudah kehilangan kearifan.
.-= sawali tuhusetya´s last blog ..Ulang Tahun ke-2 TPC dan Martil UU ITE: Sebuah Refleksi =-.
duhai putra bangsa ..
yok kembali menjadi orang Indonesia yang berbudi pekerti dan saling menghargai..
bebas bukan berarti tak berbatas , kan ?
.-= makngah lena´s last blog ..menggapai cahaya-MU =-.
Twitter: marsudiyanto
says:
Ada iklan buat Pak Cholik…
Kalau berkenan, tolong dipasang di sidebar… :D
.-= marsudiyanto´s last blog ..Iklan Iklanan =-.
matur nuwun mas, saya ke pasang
betul pakde, pada dumeh…pada dumeh ini apa Pakde, hikz…hikz..
dumeh itu sok, mentang2, itu bahasa Italiano kuno, buatan saya
iya pakde, setuju,,, terkadang saking bebasnya kita menghina orang lain gak karuan…
btw, pakde, aku mau curhat… curhatannya bisa dibaca di postingan ini http://dhila13.wordpress.com/2009/12/02/sundal-peradaban/ makasih pakde.. :)
.-= fadhilatul muharram´s last blog ..Sundal Peradaban =-.
janganlah menghina orang, entar terhina sendiri lho.
waduh judulnya kok syuuuuuuuuuur gitu. brangkat ke TKP deh
jawa bgt kata”nya
.-= freezipe´s last blog ..Jaimee Grubbs Tool Academy – Jaimee Grubbs Tool Academy News =-.
Yoi, bro
Salam Takzim
Setelah menikmati maksi, hadir dulu ah ke blognya pakde, sambil melihat ojo Dumeh, konon ghibah juga identik dosanya dengan Dumeh ya pakde nuhun sewu
Salam Takzim Batavusqu
.-= batavusqu´s last blog ..Pernikahan Adat Masyarakat Tolaki Sultengg =-.
Benar sekali mas, jangan suka ber ghibah yaaa
di negeri kita yg katanya orang2nya menjunjung tinggi adat istiadat, ternyata malah orang yg seharusnya jadi panutan sebagai pejabat, kok ya malah nggak tahu adat menghormati orang lain.
jadi…………………apa masih pantas utk dijadikan panutan ?
kayaknya hrs masuk training ttg etika dan budi pekerti ya PakDhe.
salam.
.-= bundadontworry´s last blog ..Sayur Asem. =-.
enaknya si dia dijadikan parutan mbak biar tahu rasa
apa yg keluar dari mulut kita, mencerminkan siapa diri kita
itu saja Pakde :)
.-= de asmara´s last blog ..love you. infinite. eternity =-.
benar jeng.makanya harus dijaga,
kalau makan jangan banyak-banyak supaya nggak keluar lagi.
saya nda nonton itu Pakde.. :( tipi saya masih rusak
siapa dua orang itu Pakde, baik mantan mentri maupun mantan pejabat.. japri aja deh Pakde, biar saya nda penasaran..
.-= sinopi´s last blog ..Gara-gara BURUNG =-.
maap saya sudah lupa
coba ketik di browser “Profesor Kodok”, entar kan muncul siapa orangnya.
sama dengan SiNopi, aku juga ga nonton. jadi penasaran, siapa siy orangnya?
.-= Desri Susilawani´s last blog ..Guruku =-.
yeee, kan dah lewat