Saturday, July 31, 2010
Ngeblog sing Enak tapi gak sak Enake

Suap

Kasus suap hampir setiap hari menghiasi media massa dan didiskusikan banyak pihak terutama setelah isu KPK-Polri mengemuka. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan suap itu ?

Suap, yang menurut istilah hukum disebut dengan tindak pidana suapĀ  antara lain diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap. Dalam pasal 2 dan 3 disebutkan tentang siapa berbuat apa sehingga bisa dimasukkan sebagai pelaku tindak pidana suap.

Bukan Tindak Pidana Suap

Bukan Tindak Pidana Suap

Pasal 2

Barangsiapa memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang dengan maksud untuk membujuk supaya orang itu berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, dipidana karena memberi suap dengan pidana penjara selama-lamanya 5 (lima) tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

Pasal 3

Barangsiapa menerima sesuatu atau janji, sedangkan ia mengetahui atau patut dapat menduga bahwa pemberian sesuatu atau janji itu dimaksudkan supaya ia berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum, dipidana karena menerima suap dengan pidana penjara selama-lamanya 3 (tiga) tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp.15.000.000.- (lima belas juta rupiah).

Menurut undang-undang ini pemberi maupun penerima suap dapat dijerat dengan Undang-Undang nomor 11 tahun 1980. Namun jangan lupa masih ada undang-undang lain yang bisa menggiring tersangka yang melakukan suap dan sejenisnya.

Waspadalah-waspadalah-waspadalah.

Sekedar menambah wawasan.

No related posts.



16 Comments

  1. Comments  Rychan   |  Thursday, 10 December 2009 at 10:17

    Wah klo saya mah sering disuap Pakde!!! biasa ma istri tercayank….. :)

    sama donk

  2. Comments  nakjaDimande   |  Thursday, 10 December 2009 at 12:12

    foto sepasang kekasih itu sungguh membuatku nyengir di siang yang indah ini :)

    itu waktu shooting sinetron “Cinta semanis Dawet”

  3. Comments  bundadontworry   |  Thursday, 10 December 2009 at 12:20

    idih, PakDhe di foto mau sok manja,
    malah dimarahin sama Budhe….he……he…….
    salam.

    kan itu tuntutan skenario mbak

  4. Comments  Deka   |  Thursday, 10 December 2009 at 13:29

    wah padahalan saya suka suap pakde, apalagi disuapi ama gadis-gadis (ala).

    cari dunk. btw, kata kang Yayat tadi ada kerusakan script di blog ini mas, apa sudah beres nich kok lancar

  5. Comments  Deka   |  Thursday, 10 December 2009 at 13:30

    Kalo yang di futu itu saya yakin dengan sangat bukan tindakan melanggar hukum pakde, hahahah

    malah dianjurkan yaa

  6. Comments  Deka   |  Thursday, 10 December 2009 at 13:31

    Mau dunk di suap—in, heheh

    cendol party

  7. Comments  Yep   |  Thursday, 10 December 2009 at 13:44

    Thanks Pakde….memang jadi menambah wawasanku sih :)
    Soale aku memang awam tentang hal begini2 ;)

    sama2 ,salam hangat

  8. Comments  Andi   |  Thursday, 10 December 2009 at 14:47

    duh gambare bikin saya kepingkel-pingkel pakdhe… :D
    kalo tulisane bikin saya manggut2 pakdhe… ;)

    jadi komplikasi donk mas

  9. Comments  shalimow   |  Thursday, 10 December 2009 at 15:09

    heheheh, suapin donk yang
    asyik pak

    es dawet kesukaan saya

  10. Comments  arkasala   |  Thursday, 10 December 2009 at 15:41

    salah satu penyebab suap adalah pola pikir instan Pak. Segalanya pengen cepet jadinya mengabaikan prosedur. Yang lainnya ada yang pameo : kalo bisa dipersulit kenapa harus dipermudah ? Mungkin sifat2 tersebut harus mulai dihilangkan dari benak kita masing2 Pak. Trims. Salam :)

    budaya suap ini agak sulit dihilangkan ya,sama2 butuh sih. he he he

  11. Comments  sinopi   |  Thursday, 10 December 2009 at 16:43

    Merinding disko liat skrinsyut nya

    kenapa sayang, tacuuuuut ??

  12. Comments  nh18   |  Thursday, 10 December 2009 at 22:49

    Saya tertawa melihat foto ilustrasinya
    it’s sooo natural …

    Salam saya pak De

    itu waktu acara jual dawet pernikahan anak saya mas
    Terima kasih,salam balik

  13. Comments  funky fun-T mimi allegra   |  Friday, 11 December 2009 at 10:24

    @ mba nop: setujuh…. ikutan merinding disko ney ;)

    yeeee…laporan…

  14. Comments  Desri Susilawani   |  Friday, 11 December 2009 at 11:51

    aku termasuk orang yang sering menyuap….nyuapin anak maksudnya..hehehe

    suapin daku donk mbak

  15. Comments  zulhaq   |  Sunday, 13 December 2009 at 08:08

    intinya, suap2an itu dosa!!!
    aturan pemerintah aja diberi hukuman, gimana dengna hukum Tuhan

    hukuman Tuhan lebih seru

  16. Comments  dani   |  Sunday, 13 December 2009 at 08:35

    Bagaimana menilai niat ya, PakDhe? Bagaimana membedakan hadiah dengan suap? Bagaimana penerima mengartikan sesuatu pemberian (misal: parsel) itu suap atau tidak?

    Apa perlu penerima tanya dulu,”Pemberian ini maksudnya apa? Jika suap, tolong diubah niatnya…baru nanti pemberian ini akan saya terima.” :D

    kalau sampeyan berperkara dipengadilan terus menjelang lebaran ngirimi parsel kepada pihak yang akan menuntut atau mengadili dalam ukuran yang tak normal, maka patut diduga ada hafa-hafanya. lha wong biasanya nggak pernah ngasih2 kok.




bt
plugin by DynamicWP
#