Perempuan Di Rumah Ibu

Malam sudah larut, begitu Mia masuk rumah Ibu Hadijah sudah menunggunya. Setelah bertegur sapa , Ibu Hadijah bertanya kepada Mia.

” Nduk, saya mau bertanya kepadamu, jawablah dengan jujur. Apakah wanita yang bekerja di karaoke itu sama dengan PSK atau pelacur ?”

” Sebagian mungkin seperti itu dan sebagian lagi tidak, bu”

” Lalu kamu termasuk sebagian yang mana ?”

” Saya Insya Allah akan tetap bisa menjaga kehormatan diri saya. Saya bekerja di karaoke karena belum menemukan pekerjaan yang pantas ” *

Ismiatun alias Mia diperankan oleh Kinaryosih

Itulah dialog antara Mia alias Ismiatun dengan Ibu Hadijah. Pertanyaan itu diajukan karena adanya laporan dari sebagian warga kampung tentang kehidupan Atun yang tiap hari berangkat kerja pada petang hari dan pulangnya selalu larut malam. Mereka menuduh Atun bukan wanita baik-baik sehingga kehadiran dikampung dianggap akan mencermarkan dan menodai citra kampung mereka. Ibu Hadijah tidak sependapat dengan para warga karena tidak ada buktinya dan tetap menginginkan agar Atun tinggal bersama dirumahnya.

*

Cinema

Widyawati

Merasa upaya mengusir Atun dari desanya tak mendapat tanggapan yang memuaskan dari Ibu Hadijah maka warga menghubungi Abidin, anak sulung Ibu Hadijah yang tinggal di Jakarta. Abidin berusaha membujuk ibunya agar Ismiatun disuruh pergi dari rumahnya guna menjaga nama baik dan kehormatan Kyai Sadikun almarhum ayahnya. Sang Ibu hanya berkata : ” Apakah kamu lebih mempercayai orang lain daripada ibumu ”

Abidin kemudian mendiskusikan masalah Atun dengan Ahmad – adiknya yang guru agama. Ahmad rupanya tak serta merta menyetujui keinginan kakaknya untuk mengusir Ismiatun dari rumah ibunya.

” Kamu ini guru mengaji seharusnya peka terhadap masalah ini, tetapi kamu justeru permisiv ”, demikian kata Abidin kepada adiknya.

” Kita tidak boleh menilai seseorang dari luarnya saja ”, jawab Ahmad.

Beberapa warga kembali membujuk Ibu Hadijah agar mengusir Atun dari rumahnya. Dengan tenang Ibu Hadijah berkata ” Tolong tunjukkan dalil-dalilnya bahwa wanita yang bekerja malam itu bukan wanita baik-baik ”.

” Apalagi yang ibu yang ingin ketahui, ya jelas faktanya demikian. Wanita yang kerja malam dan pulang larut malam dengan diantar laki-laki apalagi kalau bukan wanita tidak baik ”, jawab warga desa.

” Oooo…jadi wanita yang bekerja malam bukan wanita baik-baik. Apakah iu artinya orang-orang yang berpakaian bagus, berdasi dan berangkat kerja pagi-pagi itu semua baik-baik ? ” Ibu Hadijah tetap kokoh pada prinsipnya. Sementara itu Abidin sudah menilpun Atun agar segera meninggalkan rumah ibunya.

Itulah sebuah SCTV sinema yang saya saksikan pada hari Selasa malam kemarin. Sinema Indonesia dengan lakon ” Perempuan Di Rumah Ibu ” ini dimainkan dengan baik oleh Kinaryosih yang memerankan Ismiatun alias Mia – nama yang diberikan oleh bos tempat dia bekerja. Ibu Hadijah diperankan oleh aktris kawakan yang sangat piawai  dalam berakting yaitu Widyawati. Tutur katanya yang lembut pas banget dilakoninya.

Bagaimana ending kisah Ismiatun ?

Pada sebuah rapat antara warga desa dengan Ibu Hadijah yang disertai Achmad Dahlan mereka kembali membahas masalah Ismiatun. Pada saat itu Ahmad (diperankan oleh Reza Rahardian) mengatakan :  ” Jika masalah kerja malam itu yang akan dipersoalkan maka semuanya akan selesai  karena Ismiatun akan menjadi orang dalam. Saya sudah mantap untuk menjadikan Ismiatun sebagai isteri saya ”. Ibu Hadijah dan warga kampung terheran-heran.

Achmad menyamar sebagai pengunjung pub untuk menyelidiki perilaku Atun ditempat kerjanya

Achmad Dahlan langsung memeluk ibunya. ” Seandainya bapakmu masih hidup pasti bangga melihat sikapmu ini, Nak ”, kata Ibu Hadijah sambil mengelus anaknya.

Rupanya Ahmad Dahlan yang tak begitu saja percaya omongan orang kampung sengaja datang ke karaoke tempat kerja Ismiatun. Disana Ahmad melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana keteguhan dan konsistensi Ismiatun dalam menjaga kehormatan dirinya.

SCTV Sinema berdurasi hampir 2 jam berjudul  ” Perempuan  Di Rumah Ibu”  yang disutradai oleh Agus Elyas ini sarat makna dan enak ditonton.

*

Pelajaran yang dapat dipetik : Jangan menilai buku dari sampulnya.

Courtesy : SCTV

*

*

Buy and Sell text links

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , abdulcholik, aja, aku, buku, citra, dengan pembantu, ftv perempuan di rumah ibu, ibu sex, Indonesia, kina, kisah nyata orang mania sex, kisah2 dengan pembantu, maniak sex pembantu, ngelu, ngesex dg pembantu, pembantu perempuan, pembantu sex, pembantu sexsy, pembantusex, pengalaman dengan dengan pembantu, pengalaman dengan pembantu, pengalaman dewasa, pengalaman pembantu, pengalaman sex, pengalaman sex blog, pengalaman sex degan pembantu rumah, pengalaman sex dengan pelacur, pengalaman sex dengan pembantu, pengalaman sex dengan pembantu perempuan dewasa, pengalaman sex denganpembantu, pengalaman sex dewasa, pengalaman sex dg pembantu, pengalaman sex di kampung, pengalaman sex di rumah, pengalaman sex ibuku, pengalaman sex pembantu, pengalaman sex perempuan, pengalaman sexs, pengalamansex, pengalamansexdenganpembantu, perempuan dewasa, perempuan di rumah ibu, por, rumah sex, rumah sex dewasa, SCTV, sex dengan ibuku, sex dengan pembantu, sex dengan pembantu rumah, sex dewasa, sex dg pembantu, sex dgn pembantu, sex dgn pembantu perempuan, sex ibuku, sex pembantu, sex pembantu rumah, sexdewasa, sexpembantu, sexs dengan anak smp, sexs perempuan dewasa, Sinema, start, wanita, www.sexdewasa,

Bad Behavior has blocked 1793 access attempts in the last 7 days.