Plinplan
Sahabat saya di SMP pernah ditlorong (dilempar) oleh guru dengan menggunakan kayu penggaris satu meteran. Pasalnya sahabat saya meneriakkan kata “plinplan” ketika pak guru tadi menjelaskan sesuatu kemudian diralatnya. Kata plinplan memang membuat seseorang tersinggung, maklum kata tersebut konotasinya negatif.
Kata plinplan mengandung arti ketidak konsistenan dalam berkata atau berbuat - esuk kedele sore tempe – begitu kira-kira padanannya dalam bahasa Jawa. Dan pada tahun 1965an itu, kata plinplan memang sering diucapkan dalam pidato-pidato atau rapat umum yang diselenggarakan oleh partai-partai. Pendek kata, plinplan merupakan sebuah kata yang sangat populer kala itu.
Waktupun berjalan, suatu masa ada sebuah kata lagi yang sering diucapkan oleh masyarakat yaitu ” menyala bob “. Kata ini menjadi begitu populer dimana-mana, paling tidak di Jawa Timur. Jika ada orang yang berpakaian menyolok, gebyar-gebyar maka sontak ada yang bilang ” menyala bob “.
Belakangan ini, ketika saya mengirim sms kepada salah seorang keponakan (di dunia maya) berbunyi: “aku jadi ingin memelukmu “, maka si keponakan langsung mengirim reply: ” pakdhe lebaaaaaay”. Kata lebay kini juga populer.
Ketika masih menjadi taruna, saya menutup isi surat untuk si dia dengan kalimat ” Salam rindu dariku nan jauh”. Tetapi sekarang, sms atau komentar dari para keponakan ada yang menutup dengan ” muach99x “, ha ha ha ha……
Sahabat pasti juga pernah terkena wabah kata ” capek deeeeeeeeh “, sambil meletakkan tangan pada sudut kepala, bukan.
So, setiap masa, setiap jaman, selalu muncul kata baru yang akan menjadi populer dalam jangka waktu tertentu.Tak lama lagi, kata lebay juga akan pudar dan pasti akan muncul kata baru sebagai penggantinya. Percayalah !
.
.
Tags: aku, arti plin plan, artikel pidato bahasa jawa, bahasa Jawa, contoh naskah puisi tentang guru, contoh puisi, contoh puisi bahasa jawa, contoh puisi dalam bahasa jawa, contoh puisi guru, contoh puisi guru dalam bahasa jawa, contoh puisi guruku, contoh puisi tentang guru, contoh puisi tentang guru bahasa jawa, contoh puisi untuk guru, contoh teka-teki jawa, contoh-contoh puisi, contoh-contoh puisi guru, critasex, jargon, kumpulan artikel bahasa jawa, lebay, pidato bahasa jawa, pidato basa jawa, plinplan, populer, puisi bahasa jawa, puisi bahasa jawa tentang guru, puisi guru, puisi guru bahasa jawa, puisi guru berbahasa jawa, puisi guruku bahasa jawa, puisi tentang guru, puisi tentang guru berbahasa jawa, puisi untuk guru, satu aku, arti plin plan, artikel pidato bahasa jawa, bahasa Jawa, contoh naskah puisi tentang guru, contoh puisi, contoh puisi bahasa jawa, contoh puisi dalam bahasa jawa, contoh puisi guru, contoh puisi guru dalam bahasa jawa, contoh puisi guruku, contoh puisi tentang guru, contoh puisi tentang guru bahasa jawa, contoh puisi untuk guru, contoh teka-teki jawa, contoh-contoh puisi, contoh-contoh puisi guru, critasex, jargon, kumpulan artikel bahasa jawa, lebay, pidato bahasa jawa, pidato basa jawa, plinplan, populer, puisi bahasa jawa, puisi bahasa jawa tentang guru, puisi guru, puisi guru bahasa jawa, puisi guru berbahasa jawa, puisi guruku bahasa jawa, puisi tentang guru, puisi tentang guru berbahasa jawa, puisi untuk guru, satu,


66 Comments
Skip to Comment Form ↓