Pensiun dengan mantab
Setiap kali bertemu dengan teman seangkatan selalu saja diwarnai gelak-tertawa. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari pengalaman dan kisah suka duka di akademi, pekerjaan setelah pensiun, keadaan keluarga serta joke-joke segar yang membuat kami tertawa ngakak terbahak-bahak.
Salah satu joke dikalangan kami yang sudah pensiun adalah status para pensiunan. Seorang teman mengatakan bahwa status pensiunan bisa dikategorikan menjadi dua yaitu pensiun mantab (makan tabungan) dan pensiun matang (makan hutang). Karena ini sebuah joke maka tak perlulah dipikirkan sampai mengernyitkan dahi segala apalagi ditanggapi secara emosi dan bringas.
Menurut joke teman-teman, pensiun mantab adalah pensiunan yang setiap bulan mengambil uang tabungan. untuk membiayai hidup dan kehidupannya setiap hari. Yang tergolong pensiun mantab adalah mereka-mereka yang sebelum dan setelah pensiun memang mempunyai tabungan, baik di bank maupun tabungan di bawah kasur atau bantal. Uang tabungan bisa berasal dari gaji atau penghasilan lainnya selama dinas plus tunjangan pensiun yang dterimanya setiap bulan. Yang dimaksud dengan penghasilan lainnya misalnya uang hasil menyisihkan dolar yang diterima ketika melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri, harta warisan dari orangtua, uang hasil menulis buku dan lain sebagainya. Mereka kelola uang tersebut dengan baik dan menyisihkan sebagian untuk ditabung.
Status kedua adalah pensiun dengan matang. Yang termasuk golongan ini kata sipembuat joke, adalah mereka yang setelah pensiun terpaksa harus berhutang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Ketika sudah pensiun masih ada beberapa putra-putri yang harus dibiayai kuliahnya dan dia tidak bekerja lagi setelah pensiun, ada kemungkinan akan meminjam uang dari bank atau pihak lain karena tunjangan pensiunannya kurang bisa menutup biaya operasional . Bagaimanapun juga pendidikan bagi putra-putri sangat penting. Demikian pula jika ketika pensiun belum memiliki rumah, mungkin akan meminjam bank untuk membuat rumah.
Tentu akan sangat bijaksana jika kita bisa mengelola penghasilan secara baik agar pada saat pensiun kita bisa hidup dengan nyaman dan tenang. Selain itu, memiliki ketrampilan lain yang bisa menghasilkan uang tambahan juga perlu diusahakan saat masih dinas. Hobi menulis misalnya, jika ditekuni dengan baik tentu bisa menambah kocek kita.
Yang lebih penting lagi, gaya hidup setelah pensiunan harus dirubah. Ketika masih dinas setiap weekend selalu makan di restoran maka kebiasaan itu harus diganti dengan makan sehat di rumah saja. Sekali waktu bolehlah makan di restoran.
Bagaimana persiapan sahabat menghadapi hari tua ?? Jika sahabat menjawab ” ach itu mah gimana nanti saja, pakde “, berarti anda terlambat.
.
Tags: aja, bagaimana mengisi waktu pensiun, buku, hutang, kina, mantab, Mosi, ngakak, penghasilan tambahan, pensiunan, satu, tabungan, tabungan mantab, Tertawa aja, bagaimana mengisi waktu pensiun, buku, hutang, kina, mantab, Mosi, ngakak, penghasilan tambahan, pensiunan, satu, tabungan, tabungan mantab, Tertawa,


70 Comments
Skip to Comment Form ↓