Oyen jadi Juragan

Walaupun di dunia maya maupun di dunia sms saya sering antem-anteman dengan si Oyen, namun sesungguhnya dara manis ini hatinya sungguh mulia dan gak tegaan. Dia juga punya sifat welas asih, loman tetapi tidak kentara  dan mengerti kebutuhan pokok orang lain ( aduh..perutku kok jadi mual ya…).

” Pakde, maaf ya, bukannya saya bermaksud meremehkan  pensiunan, tetapi saya ingin mengajak pakde bergabung dengan bisnis yang sedang saya jalankan. Bisnisnya halal kok, malahan sejuk-segar-cool dan nikmat “, begitulah bunyi sms yang saya terima dari Oyen dua hari yang lalu. Sayapun kemudian menilpolnya agar bibir kamilah yang aktif daripada hanya saling   pencet-pencet tombol hape.

Dalam pembicaraan dua bibir tersebut saya baru mengetahui bahwa si Oyen gadis yang hebat, mandiri dan mempunyai instink yang kuat dimana dan bagaimana  rupiah demi rupiah bisa mengalir ke dompetnya yang buluken itu. Bagi gadis ndeso  yang ber-abab jengkol ini, mencari uang tak harus duduk dikursi yang empuk dan ruangan yang mewah full ac, di tenda atau di atas gerobakpun dia lakoni.

Oh hiya…Oyen juga kirim email berisi alamat gerainya  yang ada di Surabaya dan  foto dia waktu mengadakan survey terhadap pembeli di lapaknya. Silahkan menyimak bisnis Oyen.

Es Oyen

Oyen sedang survey kepada seorang pembeli

.

Sayapun menuju ke suatu tempat di Surabaya, dimana salah satu bisnis Oyen di gelar disitu. Haaaa….ketemu, ada sebuah grobag sedang mangkal. Tampak seorang wanita sedang melayani pelanggannya. Sayapun duduk di bangku yang tersedia.

” Laris bu, ini dagangan ibu sendiri ?”, saya mulai mengadakan pertanyaan pancingan.

” Sanes pak, ini semua dagangan milik Ibu bos ?”, kata wanita berambut gombakan itu sambil tersenyum.

” Ibu bos sinten ?”,  saya luncurkan pertanyaan investigatif.

” Ibu Oyen. Priyantun saking Jawa Tengah. Ibu itu seperti seorang dewi yang mengentaskan saya dari jabatan pengangguran dengan memberikan bantuan berupa modal dan gerobak ini pak. Saya sampai menangis terguguk-guguk, memeluk Ibu Oyen yang walaupun baunya naudzubillah namun wajah dan hatinya ayu tenan “, si ibu mengelap airmatanya dengan ujung roknya…alamak si ibu lupaaaaa kaleeee.

” Yang dimaksud bantuan itu diberikan secara gratis ya bu ?”, saya menembak dengan pertanyaan pengejaran.

” Tidak pak, kata Ibu Oyen, ini yang disebut  Susu Papi atau Sumbangan Sukarela Padahal Pinjaman, tapi nyicilnya murah pak, sehari hanya seribu rupiah “, jawab si ibu sambil mengerlink..clink..clink..clink. Ini pasti Oyen yang ngajari, kok pake mengerlink segala.

Setelah wawancara berakhir, sayapun membeli es  Oyen satu jerican. Maklum, Surabaya kan panas banget nich cuacanya.

Sepertinya ajakan Oyen untuk bergabung dengan bisnis sejuk-segar-cool dan nikmat ini patut di jajagi. Oleh karena itulah, jika tak ada agenda lain dan tak ada aral melintang saya akan bertemu Oyen di Salatiga akhir minggu ini.

Foto : sebagian dari Google.com

.

.

.

.

Buy and Sell text links

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , abdulcholik, aja, anggur, bisnis, cerita penjual es oyen yang sukses, email, es oyen, es oyen bandung, foto, Gelar, gerobak es oyen, Google, halal, komeng vs eti, Oyen, raba, satu,

Bad Behavior has blocked 1762 access attempts in the last 7 days.