Lha kok Nyimut
Kalimat ” lha kok nyimut ! ” ini pernah berkumandang dan populer dikalangan arek-arek Suroboyo tahun 1969-an ketika saya masih duduk di bangku STM. Saya tidak tahu persis apakah kalimat tersebut juga dikenal oleh pemuda atau anak-anakĀ di daerah lain.
Kalimat seperti itu biasanya dilontarkan kepada orang lain karena suatu perbuatan yang dilakukan oleh orang tersebut hanya mengenakkan dirinya sendiri. Untuk mudahnya saya beri contoh sebagai berikut.
Suatu ketika di dalam kelas seorang teman berkata : ” Mas, pinjam PR Diferensial Integral donk, saya semalam nonton ludruk sampai jam 2, nguantuk pwol sehingga nggak sempat mengerjakan PR “. Dengan tersenyum saya katakan ” Lha kok nyimut, saya jungkir jempalik mengerjakan PR sampai masuk angin, sampeyan kokĀ enak-enak nonton ludruk. Enggak ach “
Si teman langsung ngacir sambil garuk-garuk kepala.
Dalam hal-hal tertentu saya memang agak pelit karena nggak adil donk saya bersusah payah kok dia enak aja mau pinjam. Seandainya dia sakit atau ada halangan lain mungkin masih saya pertimbangkan, lha ini dia malah enak-enakan. Kalau mau nonton ludruk ya kerjakan dulu donk PR-nya.
Bagaimana pendapat sahabat , apakah anda setuju dengan prinsip tersebut?


79 Comments
Skip to Comment Form ↓