Adiksi Jumawa

Beberapa orang yang saya kenal dikampung  boleh dikatakan terkena addiksi jumawa. Jumawa dalam istilah bahasa Jawa artinya kurang lebih gumede, angkuh atau sombong. Tetapi dalam tulisan ini bukan jumawa kategori itu yang dimaksud. Jumawa yang saya maksud sebenarnya singkatan dari juara makan di warung.

.

Benar saudara-saudara. Ketika saya jalan-jalan pagi memutari kampung disebuah warung saya lihat orang itu-itu saja yang sering duduk diwarung. Mereka duduk santai, pakai sarung, makan dan minum dengan nikmatnya. Padahal kala itu baru sekitar jam 05.30-an.

.

Breakfast.

Anggota Majelis Jumawa menikmati light breakfast di Misfalah

.

Menu di warung Yu Nah – demikian mereka menyebut pemilik warung itu, sangatlah sederhana. Sayur lodeh tewel plus irisan tempe atau tahu, ada juga nasi rawon dasi (dagingnya sedikit) dan minumannya teh atau kopi. Dengan membawa uang sekitar Rp. 5.000, keluar dari warung sudah glegeken dan  gemobyos kringeten karena nasi, sayur dan minumannya masih panas mongah-mongah.

Suatu waktu saya bertanya kepada salah seorang yang terkena addiksi jumawa ini : ” Kok pagi sore ke warung apakah isteri sampeyan gak nggodok wedang mas ?”. Sambil tersenyum dia menjawab : “  Ya masak sebenarnya, tapi gimana lagi wong sudah kebiasaan ke warung “.

Memang, sejak saya kecil hingga agak besar ini, warung adalah posko utama bagi mereka yang suka ngobrol ngiras ngopi. Ibarat kata, kopi secangkir bisa dihemat-hemat minumnya agar bisa sampai jam 22.00. Makanya tak jarang wajah pemilik warung semakin lama semakin kusut karena bolak-balik cuci muka tetapi gak pernah disetrika. Pembeli memang raja, tetapi kalau minum kopi secangkir sambil ngobrol bertele-tele seperti itu ya kasihan pemilik warungnya. Apalagi jika para jumawa tersebut hobinya ngebon mulu.

Apakah ada diantara sahabat yang menjadi anggota majelis  jumawa ??

.

.

82 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. indra kh says:

    Hehe, lucu istilah jumawanya. Makanya kalau di sini banyak rumah makan atau warung yang membuat kursi untuk pembeli tidak dibuat nyaman, dari kayu atau plastik. Tapi strategi ini belum tentu manjur di setiap tempat. Atau mesti niru rest area di jalan tol Cikampek km 19, yakni pengunjungnya yang parkir sudah lebih dari 1 jam diberitahukan lewat pengeras suara kalau waktu “nangkringnya” sudah habis.

    kalau dikampung gak bisa di oprak-oprak seperti itu krn mrk sudah akrab satu sama lain

    indra kh´s last [type] ..Benteng-benteng Tinggi

  2. Lah…ancene nongkrong di warung itu enak Pak Dhe, la wong kita bisa dengerin info-info yang tidak pernah tayang di TV atau ditulis di koran. Warung juga bisa dijadikan tempat mencari inspirasi buat para pencari inspirasi. Bisa juga sebagai tempat diskusi atau forum santai untuk membahas apapun tanpa intrik kepentingan. yo…daripada diskusi di gedung rakyat di sono…penuh dengan intrik politik dan kepentingan. Pendeknya warung itu tempat yang komplit..plit…plit…(pengalaman anak kos)

    Salam kenal Pak Dhe dari blogger asal Lombok, NTB)

    dan gak perlu pakai jas dan dasi
    cukup kaos oblonk dan sarungan saja ya mas

    Lalu Abdul Aziz MHD´s last [type] ..Pengetahuan Dasar Tentang Ilmu Komputer

  3. met sore pakdhe, salam kenal. Sebetulnya sering bgt mampir sini, tp blm PD ninggalin jejak disini, hehehe aku juga sering pakdhe JuMaWa, tapi ga makan ditempat alias dibawa pulang, malu ahh bawa anak kecil makan di warteg, qiqiqi

    yeee…emangnya siapa yang ngintip jejaknya.
    kalau malu ya jejaknya dibawa..sandalnya ditinggal disini
    Yuk ikutan K.U.M.A.T bunda
    ditunggu ya….sip…

    Bunda Shishil´s last [type] ..Shishil dan Nassita

  4. lovepassword says:

    Iya pakde biasanya berwacana sambil sok mikirin negara juga…Harga BBM kok naik, BBM bersubsidi mau dibatasi, TKW kok apes betul, harga sembako kok begini begitu…

    Curhat berjamaah pakde….^_^

    asal jangan lupa tanaman semangka yang belum di sirami aja
    lovepassword´s last [type] ..Menjelang Terbit – Metadata Undercover Sehari jadi Pakar Telematika

  5. lipat brosur says:

    memang kang budaya ngopi bareng teman udah menjarah di kalangan anak muda kampung, mau pun mahasiswa mereka suka rutin ngopi bersama bareng teman di suatu warung lesehan, buat sekedar ngobrol sampai ada julukan anak nongkrong…

    orangtua kampung juga kok, bukan hanya anak muda yg nongkrong

  6. juara nongkrong dilesehan klo kita2 pak de.. hehe

    kita2 dari Hongkong, wong saya gak ikut kok
    hendro berkunjung…´s last [type] ..Akhir Tentang DIA

  7. Waduh…
    kalo nongkrong di warung mah aku belon pernah tuh Pakde…

    Dulu sih jaman kuliah nongkrongnya di tukang baso tahu..hihhi…
    beda tipis lah Pakde :)

    emangnya pernah kuliah..kapan..dimana..dengan siapa…??

  8. Jumialely says:

    Saya tiap hari ngopi dirumah dhe, tkdang di kantin kampus. Sekali2 ngopi bareng pakd maunya. Ha ha. Di warteg kali ya dhe.

    yuk kapan2 kita nongkrong…
    di Jakarta aja ya….

  9. tary-ssi says:

    hehehehh……. alhamdulillah belum pakdhe, karena aku masih menganut sistem SMP, sudah makan pulang wkwkwkwkwk

    enakan nongkrong di studio ya yank
    tary-ssi´s last [type] ..Puzzle-puzzle Kehidupanku

  10. mau gabung ah ke amjelis. tapi gag ngopi, mau susu aja..:q

    dibelakang kebetulan banyak susu sapi mas
    TUKANG CoLoNG´s last [type] ..Kelanjutan Cerita Setan 911

  11. Dewo says:

    Hihihi… kasihan pemilik warungnya ya? Kalau di resto/cafe pasti sudah diusir. Xixixi…

    Salam

    ganti pemiliknya kita usir…
    Dewo´s last [type] ..Menyeleksi Perasaan

  12. DESAIN RUMAH says:

    Mampir om,,,,salam kenal,,,,,yen bahe ngersake mampir ,,,

    Matur nuwun
    Insya Allah akan mampir

  13. Bang Iwan
    Twitter:
    says:

    Aku malah Jamawa Pakde….. Jarang Makan di Warung.

    ya dimaklumi…kan biaya sekolah anak2 cukup banyak

    Bang Iwan´s last [type] ..Chip Penguat Sinyal HP dan Modem

Bad Behavior has blocked 827 access attempts in the last 7 days.