Kodar

Kodar merasa lega. Di tengah hiruk pikuknya manusia yang sedang lalu lalang diterminal bis Rojowali itu dia bisa langsung menyelinap dan selanjutnya nggeblas naik angkot  menuju pasar yang satu arah dengan rumahnya.

Sambil duduk di warung dan menikmati secangkir kopi  plus gorengan tempe, Kodar membuka tas hitam yang baru saja dijambretnya dari tangan seorang wanita tua yang turun dari bis. Ada dua bungkusan plastik berisi popok bayi, dua handuk dan beberapa helai pakaian bayi serta sabun dan bedak.

“ Dasar rejeki nomplok, pucuk dicinta ulam tiba “, pikir Kopdar setelah melihat hasil jambretannya.

Ketika membuka sebuah dompet lusuh yang berada diantara tumpukan popok bayi, Kodar terkesima sekaligus gembira, ada uang segepok disana, lembaran-lembaran sepuluh dan lima ribuan. Setelah dihitung jumlahnya Rp. 975 ribu. Kopdar lantas memesan makanan untuk dibawa pulang, sekedar oleh-oleh untuk isteri dirumah.

“ Maafkan saya mak tua, terpaksa menjambret tasmu. Popok dan pakaian  bayi beserta uang itu sangat berarti bagi  anak yang baru saja dilahirkan isteriku ”, begitu gumam Kodar sambil melanjutkan perjalanan kerumahnya.

Hampir Ashar ketika Kodar sampai dirumah. Lamat-lamat didengarnya dua orang wanita sedang berbincang-bincang  di dapur. Yang satu jelas suara isterinya tapi suara wanita yang satunya lagi rasanya belum pernah didengarnya.

Kodar tak memperdulikan mereka yang sedang ngobrol gayeng. Ia langsung masuk kamar dan merebahkan badannya di kasur.

Rasanya belum begitu puas tidur, Kodar tersentak ketika isterinya membangunkannya.

” Mas…mas…. bangun sudah hampir maghrib. Itu ada bude Warni yang datang dari kampung ”, kata isterinya sambil mengguncang-guncang badannya.

Kodar langsung bangkit dan menuju kamar mandi. Ketika meliwati  dapur matanya menatap seorang wanita tua sedang duduk disana. Mata mereka beradu, keduanya terpana. Kodar berdiri membeku,wajahnya merah padam.

” Sudah sana mandi  dulu nak, nanti saja kita ngobrol ”, kata wanita tua itu.

Kodar mengangguk, tertunduk dan jalannya langsung gontai. Pikirannya melayang ke sebuah terminal dan terbayang olehnya seorang wanita tua yang sedang mati-matian mempertahankan tas hitamnya dari jarahan tangan Kodar. Dan…itu bude Warni yang belum dikenalnya.

Malam harinya airmata Kodar meleleh ketika menatap bayi mungil yang memakai popok baru itu tertidur lelap.

“Astaghfirullaahal adziim. Ampuni segala dosaku ya Allah “, desah Kodar  sambil mengusap kepala anaknya.

.

Kisah ini hanya fiktif belaka, kesamaan nama dan peristiwa hanyalah kebetulan semata.

.

.

.

Buy and Sell text links

Tags: , , , , , , , aja, Anak, bayi, cinta, jambret, kodar, kopdar, satu,

33 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. alamendah
    Twitter:
    says:

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Astagfirullahal adzim…. Ternyata tas bude sendiri

    Kodar belum pernah ke kampungnya isteri soalnya
    alamendah´s last [type] ..Pohon Baobab Asem Buto Pohon Raksasa

  2. munir ardi
    Twitter:
    says:

    ternyata milik budenya sendiri, kisah yang mungkin saja terjadi ya pakdhe

    rasanya gimana gitzuuu ya bang

  3. Bang Iwan
    Twitter:
    says:

    Menjadi pembelajaran buat Kodar yang lain…. sebelum nyopet, kenali dulu sanak famili dan keluarga terdekat…

    waktu Kodar menikah bude isterinya gak bisa datang karena asyik kopdar di erotic mountain
    Bang Iwan´s last [type] ..USB Modem ZTE-AC2726 Modem dan Flashdisk Menyatu

  4. Ikkyu_san
    Twitter:
    says:

    uuuuh benar-benar bisa terjadi….
    betapa malunya ya kodar terhadap budenya

    EM

    mungkin terus bersimpuh di kaki bude dan minta maaf tanpa sepengetahuan isterinya
    Ikkyu_san´s last [type] ..Mama Sensei

  5. inge says:

    harusnya sebelum nyopet, kenalan dulu Kodarnya tuch…
    begitu tau kalau itu budhenya kan bisa urungkan niat…

    tapi masa’ boleh baru nyopet walau sama orang tak dikenal toh pakdhe?

    ” ..boleh baru nyopet..” itu apa tho maksudnya ??
    inge´s last [type] ..Ndak ada ide

  6. Abi Sabila says:

    langsung teringat sinetron Bajaj Bajuri episode melahirkan di bajaj, dimana popok yang baru dibeli Bajuri dirampok oleh bapak kandung si bayi. Kisah semacam ini barangkali berawal dari hayalan atau fiktif belaka, tapi tidak ada salahnya kita mengambil pelajaran darinya.

    benar, setiap kisah mengandung hikmah bang
    Abi Sabila´s last [type] ..Karena Sesal Tak Pernah Di Awal

  7. chocoVanilla
    Twitter:
    says:

    Ahh, Pakdeeeeeee menyentuh sekali kisahnya hiks…hiks…..
    Itu Kodar emang profesinya jambret apa kepepet buat anaknya to, Pakde? (dibahas hihihihi……)

    bagaimana menurut anda agar kisah ini menjadi lebih menarik ?
    chocoVanilla´s last [type] ..Beruang vs Tak Beruang

  8. lidya
    Twitter:
    says:

    ending nya gimana pakde? kodar minta maaf atau tidak

    andalah yang menerka endingnya
    begitulah sebuah cerpen yang jempolan, mengajak pembaca untuk melanjutkan kisah itu
    (gemagus kan saya….he he he he…)

  9. Waduh, kasihan Budhe-nya tentu perlu perjuangan sampe rumah karena tdk punya ongkos utk angkot.

    oh tidak..masih ada beberapa lembar sepuluh ribuan yang diselipkan dibalik bravo hotelnya ha ha ha ha
    jangan ngintip lho

    Emanuel Setio Dewo´s last [type] ..Blessing in Disguise

  10. Kaka Akin says:

    Silakan tawarkan kisah ini ke produser, Pakdhe…
    Sapatau bisa jadi sinetron sepanjang 6 episode, sampai ke anak cucu…
    Kira2 pemeran Kodar siapa ya??? :D

    kalau pemeran bude warni sudah saya plot bundadontworry,
    saat casting menjiwai banget pada adegan rebutan tas sama Kodar

  11. Blogger Java says:

    Ceritanya sungguh mengharukan Pakde. Kalau dibuat film akan laris manis.

    paling sinetron lepas saja mas
    modal cekak nich

  12. advertiyha
    Twitter:
    says:

    hiks… suami yang akan memiliki anak memang bayangannya macem-macem, apalagi kalo sudah kepepet, apa aja buat anaknya, hiks..

    Ya Allah, jagalah suamiku tetap dijalanmu dan dekatkanlah dia hanya pada rezeki yang Halal… :)

    Amiin ya rabbal aalamiin

  13. kasian ya si kodar, smp ga kenal budhe sendiri. trus akhirnya gmn pakdhe, kodar mengakui kesalahannya ga?? istrinya tau ga perbuatannya??

    dalam pertemuan 4 mata ketika mengantar budenya kembali ke terminal Kodar minta maaf dan budenya menepuk pundak Kodar sambil berkata ” ati2 menjalani hidup “

    Bunda Shishil´s last [type] ..Tentang Sedekah

  14. aiysna says:

    kisah yang menyentuh, saya jadi membayangkan sosok kodar dalam adegan *Mata mereka beradu, keduanya terpana. Kodar berdiri membeku,wajahnya merah padam*. pasti dalam hati budenya berkata….”Ternyata kau malingnya, keponakanku sendiri”.
    salam kenal pak de cholik.. :)

    ternyata bukan, budenya mbatin ” kasian kau nak…semoga Allah mengampuni karena saya sudah memaafkanmu..”
    aiysna´s last [type] ..Tidak Ada Manusia Yang Sama

  15. Jumialely says:

    Ada hikmah di balik segala peristiwa

    benar sayank

  16. Jumialely says:

    Pagi pakd ku

    malam sayangku

  17. achoey says:

    Kodar, moga benar2 insyaf ya Pak :)

    Ini yang saya maksud Fikmah (Fiksi Hikmah)

    benar mas-setiap kisah mengandung pelajaran
    achoey´s last [type] ..Kisah Sang Ibu yang Memilih Menyendiri

  18. nh18 says:

    Kodar …
    Bagaimana roman mukanya …
    Bagaimana setelah ini ?
    Bagaimana Bude Warninya ?
    Bagaimana Istrinya ?

    Wah seribu satu cerita lanjutan bisa menari di kepala pak De
    Dan biarpun ini fiksi … tetapi sangat mungkin terjadi

    Salam saya Pak De

    dalam pikiran saya kisah ini saya gantung…bude merahasiakan ini kepada keponakannya sampai nanti
    nh18´s last [type] ..PRENGUS

  19. yuniarinukti
    Twitter:
    says:

    Klo dibuat stripping sinetron pasti laris PakD.. judulnya ‘Cinta Kodar’ lumayan siapa tau bisa lanjut sampe Season 9… :P

    sinetron lepas saja nduk…
    gak ada biaya nich

  20. Hiks, hiks, hiks….

    Terharu, demi anaknya seorang ayah bisa beruat demikian….mempertaruhkan segalanya..
    Sebuah pelajara, bahwa apapun bisa terjadi..hidup emang penuh kejutan ya PakDhe…

    benar nduk, sayapun terkejut ketika menulis fiksi ini
    pendarbintang´s last [type] ..Kemana langka pagi ini

  21. hudaesce says:

    Kwakakakakak,,,,,,Cerita fiktif yang lucu, namun sarat dengan pesan moral dan nasihat. :D

    begitulah cerita yg bagus
    ada pesan moralnya mas

    hudaesce´s last [type] ..Dibalik Sebuah Perjuangan

  22. Andi says:

    cerita yang hampir sama pernah benar-benar terjadi pak… cuma saya lupa kapan dan di mana…

    bukan di Boyolali kok
    Andi´s last [type] ..Tiga Sastrawan dan Membaca Indonesia

  23. wah, kok Kodar bisa sih gak ngenalin Bude dr istrinya sendiri?
    apa memang gak pernah silaturahim sebelumnya ?

    apapun niatnya Kodar , utk memenuhi kebutuhan bayinya,
    tetap saja td k baik, krn segala yg baik itu, hendaknya datang dr yang baik pula

    Terimaksih Dhe utk kisah fiktif, yg mungkin bisa terjadi dlm dunia nyata
    salam

    Waktu Kodar jadi manten, budenya gak datang karena ada arisan komplek di Pondok Aren
    bundadontworry´s last [type] ..Semangkuk Sup Pun Punya Sejarah

  24. genksukasuka says:

    oalah….
    salah sasaran tojh

    bener kok
    genksukasuka´s last [type] ..Ntar gimana APA gimana Ntar

Bad Behavior has blocked 1824 access attempts in the last 7 days.