Jeng Ngatno terkulai

Jeng Ngatno sedang gundah gulana, ada rasa was-was dalam hatinya. Dipandanginya sang suami yang sedang makan siang dengan lahap. Sayur bening, vegerdail jagung dan sambal kemiri dengan ikan peda penyet  memang makanan favorit cak Ngatno.

” Kok memandang saya kayak gitu, terpesona ya jeng ?”, pertanyaan suaminya mengagetkan Jeng Ngatno.

” Mbok hari ini prei dulu cak jualan baksonya ?”, pinta Jeng Ngatno.

” Lho..lho..lho..emangnya ada apa ? Justeru hari ini saya harus jualan jeng. Pertandingan sepakbola sore ini adalah final dan pasti akan banyak penontonnya. Itu berarti akan semakin banyak pula  yang beli mi bakso  sosis dan es degan yang lezat ini “

.

” Yaaaa, iya sih, tapi perasaanku kok gak enak ya cak. Semalam saya kok mimpi gigi gingsul saya lepas, saya takut cak, jangan…jangan….nanti ada tawuran di stadion. Saya kok ngeri setiap melihat ada pertandingan sepakbola.”.

” Wis..nggak usah terlalu mempercayai mimpi, itu hanya bunga tidur. Saya kan harus giat bekerja untuk menyiapkan biaya  kelahiran anak kita jeng “. Cak Ngatno mengelus perut istrinya yang tampak mulai berisi.

” Cak, aku takut terjadi apa-apa atas dirimu. Jangan jualan ya cak, please, sore ini saja..”. Airmata Jeng Ngatno mulai tampak mengambang, lalu menetes perlahan-lahan.

” Semua kita serahkan kepada Allah jeng, doakan agar pertandingan sore ini berlangsung aman dan damai. Aku akan menjaga diri dengan sebaik-baiknya, demi kamu dan calon anak kita “, cak Ngatno mengusap kepala isterinya dengan penuh kasih sayang. Jeng Ngatno tersenyum, hatinya agak terhibur mendengar penuturan suaminya.

Hujan turun dengan tiba-tiba, semakin lama semakin deras.

” Nah, itu hujan turun. Benar kan ucapanku, sampeyan nggak usah jualan ke stadion. Bakso dan esnya di jual dirumah saja, lagian mana ada sih orang yang mau berhujan-hujan nonton sepakbola. Sudah istirahat dulu sana biar aku yang menunggu dagangannya  “, Jeng Ngatno kembali membujuk suaminya.

Cak Ngatno cemberut, bayangan mendapat  rejeki berlimpah sore ini semakin memudar. Dengan gontai cak Ngatno merebahkan badannya di kamar. Sementara Jeng Ngatno menunggu dagangan di teras rumahnya. Lega rasanya karena suaminya menuruti permintaannya.

Adzan sholat Ashar berkumandang dari masjid di ujung gang. Jeng Ngatno tersenyum, hujan masih belum reda berarti suaminya tak akan jualan bakso di stadion. Itu lebih baik, pikir Jeng Ngatno.

Dengan langkah ringan, jeng Ngatno menuju kamar untuk membangunkan suaminya agar tak terlambat sholat. Cak Ngatno tampak pulas. Sambil membelai rambut suaminya, jeng Ngatno membangunkannya.

” Cak..Cak…bangun gih, sholat Ashar dulu. Nanti tidurnya dilanjutkan lagi setelah sholat “. Waduh…cak Ngatno tak bergerak sedikitpun. Tidurnya mlungker, kayak trenggiling…pulas..las. Jeng Ngatno kembali menggoyang-goyang tubuh suaminya sambil mendaratkan kecupan dibibir suaminya yang mlongo.

” Cak..cak…heyyyyyyy……kok enak amat tidurnya ..bangun donk….”

Cak Ngatno tetap tak bergerak. Jeng Ngatno semakin gemas….diambilnya air sak-kobokan dan dibasuhkan ke wajah sang suami sambil tertawa dan nyiweli pipi cak Ngatno.

” Ih..jangan gitu donk…pura-pura lageeee…….”, kini Jeng Ngatno menuju daerah sensitif suaminya. Ini adalah jalan terakhir yang biasa dilakukan untuk membangunkan suaminya. Ditariknya beberapa helai bulu pendek dan kriting itu sambil tertawa ngikik.

Dan….Cak Ngatno tetap tak bergerak. Jeng Ngatno kembali menggoyang-goyang tubuh suaminya, lebih keras dan semakin keras lagi. Tak ada reaksi, Cak Ngatno tak juga membuka matanya……diam…..membisu….

” Caaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk……..”. Jeng Ngatno terkulai lemas dan selanjutnya ambruk.

Diluar sana hujan semakin deras.

.

Pelajaran yang dapat dipetik

Jika sudah tiba saatnya, kematian tak bisa ditunda atau dihalangi oleh siapapun dan dengan cara apapun.

.

55 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Yang namanya kematian emang ga bs dihindari ya dhe,walo pun sedetik..semua udh dtentukan ama allah..

    iya, kalau bisa menghindar entar malah kebanyakan manusia di dunia

  2. Prima says:

    Pakde, tumben ini postingan jadi bikin merinding plus sedih… karena saya rasanya belum siap mengahadapi mati T_T nikah aja belom…

    waduuuuh…hayo cepat menikah..
    kiamat sudah dekat..tanah2 sudah longsor, air sudah mbludak kemana-mana dan gunung2 sudah glegek-en lho….

    jangan lupa mengundang saya lho biar saya bisa nengok Borneo lagi.

    cepaaaaaaaaaaaaaaat…..mas, kan sudah punya topi bagus tho…
    Prima´s last [type] ..Geng Anak-Anak

  3. saya gak ngeh dengan cerita di atas tapi kalimat trerkahir
    “Jika sudah tiba saatnya, kematian tak bisa ditunda atau dihalangi oleh siapapun dan dengan cara apapun”

    memang perlu perenungan yang mendalam soal kematian pak, banyak sekali para pemuda yang menganggap hidup santai, solat ogah karena berpiir mati masih lama .

    terima kasih

    ini kunjungan pertama saya

    padahal mati bukan urut dari yang tua dan sakit-sakitan kan mas
    terima kasih atas kunjungannya

  4. Sukadi says:

    tak kira awalnya cak ngatno ngelucu, tapi ternyata bablas tidurnya dan tak bangun lagi…..
    ada hikmah dibalik semua peristiwa dan selalu ada rahasia dalam perjalanan kehidupan….

    terimakasih buat ceritanya Pakde….

    saya juga mengira begitu lho mas
    Sukadi´s last [type] ..Tiket Final Piala AFF- Perjuangan dan Harapan

  5. wits says:

    bener Pak, setuju. Kematian itu kan mutlak haknya Sang Pencipta

    kita tinggal menyiapkan bekal ya
    wits´s last [type] ..Aku dan Hatiku

  6. Bang Iwan
    Twitter:
    says:

    Siapkan diri kita hadapi kematian! Jangan tunggu besok atau lusa untuk bertobat!

    jangan enak-enakan
    Bang Iwan´s last [type] ..Google Body Browser Perangkat Google Penjelajah Tubuh

  7. Bang Iwan
    Twitter:
    says:

    membaca artikel PakDe… ada rasa haru bercampu ngakak……

    pasti mbayangkan ya bang

  8. Blogger Java says:

    Kalau sudah takdir mau diapakan lagi, kita hanya bisa pasrah.

    harus

  9. Blogger Java says:

    Ilustrasi gambar mie bakso sosis cak ngatno, lucu Pakde. hehehe…..

    mirip enggak ??

  10. chocoVanilla
    Twitter:
    says:

    Iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih, Pakdeeeeee ngeri ah critanyaaa….. hiks….hiks….hiks…..

    kan kejadian biasa tuh jeng
    chocoVanilla´s last [type] ..White Christmas

  11. Ferry ZK says:

    widilah apik tenan PakDhe juago bikin cerpen :)

    sudah jagoan sejak SD kok bang
    Ferry ZK´s last [type] ..Selamat Bertugas Pak Timur

  12. yuniarinukti
    Twitter:
    says:

    Kisahnya mengharukan ya Pak Dhe… jadi ndredeg atiku Pak Dhe klo ingat mati..

    ya jangan di-ingat2, entar kan jrot gitu aja

  13. yuniarinukti
    Twitter:
    says:

    Vegerdail jagung itu bahsa inggrisnya perkedel ya Pak Dhe? ckck.. baru tau

    Emak bilang ” begedel”

  14. mauna says:

    inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun

  15. Orin says:

    Waahh….ceritanya bagus Pak dhe. Kesuwun yo. InsyaALLAH pengen ikutan kontes ah. Tapi jgn diledekin yaa… he he :)

    ikut aja, saya jarang kok ngledek peserta
    Orin´s last [type] ..Untitle

Bad Behavior has blocked 818 access attempts in the last 7 days.