Dasrun Sembrono
Menjelang Isya Dasrun keluar dari kamar mandi dengan memegang perutnya sambil mulat-mulet, mringas-mringis, wajahnya pucat dan keringat dingin mengalir dari tubuhnya. Melihat keadaan suaminya, MarIyHa heran, ada apa gerangan dengan bokapnya si Rama.
” Sampeyan kenapa Cak ?”.
” Nggak tahu nich dik, sejak tadi badanku kok nggak enak gini. Saya pipis tadi gak lancar, hanya netes saja dan rasanya agak sakit nich “
” Lha…lha…lha…Rama baru saja sembuh, sekarang gantian sampeyan, piye tho “. MarIyHa memegang dahi suaminya, agak anget memang. Dasrun lari ke kamar mandi lagi dan tak lama kemudian keluar lagi sambil tetap mulat-mulet dan mringas-mringis.
” Kenapa sih, Cak. Sampeyan habis makan rujak ya, habis berapa piring ? Makanya kalau jajan jangan sendirian aja “.
” Ngawur aja, boro-boro jajan. Ini aja baru minum segelas kopi susu “
” Kopi susu, siapa yang membuatkan kopi susu untukmu,Cak “.
” Ya apalah namanya, yang di meja makan itu. Maaf tadi saya haus jadi tak tenggak saja “.
” Hah….!! Jadi minuman di gelas itu sampeyan yang minum ?”
” Iya dik, wong haus, soalnya aku jalan kaki dari perempatan tadi, nggak ada ojek “
MarIyHa lenger-lenger, ngelus dada, menyesali kecerobohannya.
” Yang sampeyan minum itu jamu sari rapet , Cak. Maafkan saya “, kata MarIyHa malu-malu kucing sambil mrebes mili.
.
(Mosok gak lucu,rek)
.
.


31 Comments
Skip to Comment Form ↓