Ketika komputer belum ada
Harus diakui bahwa mereka memang pengarang cerita yang mengagumkan. Sebuah kisah spektakuler yaitu Mahabharata dan Ramayana ditulis oleh pengarang yang belum mengenal komputer. Bayangkan, apa yang mereka lakukan jika tulisan mereka ada yang salah, apakah hanya tulisan yang salah saja yang dihapus lalu diperbaiki, ataukah daun-daun lontar itu dibuang lalu membuat tulisan baru lagi.
Juga roman Tenggelamnya Kapal Van der Wijk dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Ditulis oleh Hamka ketika komputer belum dikenalnya, bahkan mungkin listrikpun belum masuk ke kampung beliau. Toh karya beliau sangat nikmat untuk dibaca. Mungkin karya indah itu ditulis dengan mesin tik kuno dan harus dihapus ketika terjadi kesalahan dalam mengetik. Salah lagi, dihapus dan diperbaiki lagi, demikian seterusnya sampai novel itu bisa menjadi buku yang laris.
Kini ketika kita bisa menulis dengan menggunakan komputer, yang begitu mudah menghapus dan menggantinya dengan tulisan baru seharusnyalah bisa menghasilkan karya-karya adiluhung. Mustahilkah ? Tentu tidak karena menulis adalah “ilmu katon” , ilmu yang tampak dan bisa dipelajari.
Yang perlu kita tiru dari para pujangga diatas adalah : niat, tekad dan kerja keras.
Hanya itu, tetapi sulitnya minta ampyuuuun, bukan.


Kalau lihat film2 lama tentang penulis, sedikit-sedikit remuk kertas. Waduh berapa kertas yang habis itu ya pakde kalau terus-2an salah. Begitu juga jaman masih pakai mesin tik dulu, huaduh salah sediki musti mundur dan di-tipex lalu ditimpa. Bukan main pegelnya punggung ini.
Jaman sekarang, sudah lebih mudah. Benar kata pakde, asal ada niat, tekad, dan kerja keras pasti bisa… ^_^
Twitter: yuliawan
says:
kalau saya hidup dijaman itu ….. maka saya pasti tidak akan jadi blogger.
Bang Iwan´s last [type] ..iPad 2 Gratis
Twitter: Ikkyu_san
says:
Sepertinya suatu adikarya tidak tergantung pada hebatnya sarana, tapi hebatnya si pencipta itu sendiri.
Idola saya, Remy Sylado sampai sekarang masih pakai mesin tik untuk berkarya… tak tik tuk menimbulkan ide tersendiri baginya.
EM
Ikkyu_san´s last [type] ..Hubungan Riku dan Pa’ Mali
Saya nggih salut dengan orang2 seperti HAMKA, miskin fasilitas tapi mampu berkarya..
Twitter: yuliawan
says:
Kita dininabobokkan oleh kemajuan teknologi…
Bang Iwan´s last [type] ..iPad 2 Gratis
sekarang tinggal niat, tekad dan kerja keras… selebihnya fasilitas seperti komputer dan gadget mudah sekali didapat
Iya, Pakde. Pada jaman batu dulu harus memahat di batu. Kalau salah batunya dibuang, atau buat nimpuk celeng.
Pada jaman Borobudur dibangun juga gitu. Kalau mahat batunya kepleset bagaimana yak? Dibuwang juga kayaknya.
*kabuuuur*
Emanuel Setio Dewo´s last [type] ..Artefak Modern
*sebelum kabur*
Jangan-jangan dulu sudah ada mesin pahat batu ya?
Emanuel Setio Dewo´s last [type] ..Artefak Modern
kadang kemudahan bgtu melenakan ya
sahabatony´s last [type] ..Membuat Produk yang Bakal Meledak!
Ya …
Seharusnya dengan adanya tekhnologi …
fasilitas ini bisa membantu manusia untuk mewujudkan karyanya …
dan saya yakin untuk masa yang akan datang akan muncul lagi inovasi yang lebih canggih …
seharusnya ini sejalan ,,, berbanding lurus dengan kreatifitas …dan kualitas
salam saya Pak De
nh18´s last [type] ..DOH- CAKEPNYEEEE …
Twitter: Ridha_Alsadi
says:
klo sekarang, malas berkarya khususnya di bidang kepenulisan padahal teknologi sudah sangat membantu dan memudahkan, maka mereka para pendahulu, para seniornya di bidangnya hanya akan berkata :
“apa kata dunia???”
orang2 seperti HAMKA memang punya bakat dan tekad yg luar biasa ya Dhe,
di zaman sekarangpun tidak sedikit yg hampir menyamai Beliau dlm bidang kepenulisan seperti Andrea Hirata , yg sukses dgn trilogi Laskar Pelangi nya .
salam
gayahidup´s last [type] ..Aduh………Kenapa Lagi Sih
Mungkin karena kemudahan-kemudahan yang ada sekarang malah membuat kesulitan untuk membuat sebuah karya, Pakde…
Mau nulis e… malah keasyikan facebookan atau twitteran, kalau dulu mungkin sudah di niati dan benar-benar konsen, selain itu juga punya bakat :)
Nuwun
Sukadi´s last [type] ..Komentar Yang Kurang Bertanggung Jawab
Twitter: susierna
says:
Susah banget, Dhe.
Susi´s last [type] ..Pujian Ala Papa Susindra
Karena saya bukan pujangga, jadi susah merangkai kata.
Waktu komuter belom ada, saya masih nulis diary Pakdhe :-)
untung sekarang udah ada blog dan media lainnya, jadi tangan ga begituh pegel (mending ngetik kan daripada nulis pake pensil / bulpe) hehehe *orang pemales tingkat tinggi*
Susan Noerina´s last [type] ..Daaannn Pemenangnya Adalaaaahhh
Twitter: kakaakin
says:
haha… jadi ingat jaman kuliah dulu waktu bikin laporan…
Jari2 pada sakit :D
Kakaakin´s last [type] ..We are trying to Do Green
Twitter: rindrianie
says:
Waktu SMP saya pernah buat tugas bahasa Inggris pakai mesin tik, sampai pitanya bolong coz ngga tau kalo harus diputer pitanya biar bagus lagi he he. Setuju pak Dhe, beliau-beliau para penulis masa lalu itu memang super hebat ya… Top Markotop.
Orin´s last [type] ..Ngantor di hari Sabtu
Twitter: alifebriyanto
says:
kuncinya ketekunan dan keberuntungan pakdhe???
febri´s last [type] ..Javahostindo Web Hosting Indonesia
Twitter: alifebriyanto
says:
berdoa pada yang maha kuasa :)
febri´s last [type] ..Javahostindo Web Hosting Indonesia
very inspirational.. great..
daniel zabath´s last [type] ..Testimonies and benefits of Studying in US
Twitter: dachyar
says:
wow kalau ingat 10 tahu saja ke belakang waktu bikin skripsi make mesin ketik kala itu susahnya bukan main , mesti banyak kertas, penghapus dan capeknya ngetik sampai seratusan lembar, mana bunyinya lagi bikin telinga pekak, perkembangan teknologi memang sangat memudahkan
benar, sekarang enakan ya…
News Blog´s last [type] ..Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World
Mungkin karena terlalu mudah itulah hingga semangat menulis itu jadi berkurang :)
harus malah giat
nagaera´s last [type] ..Baca Buku dan Majalah secara Online dengan GooReader