Pengalaman bertemu Komandan

.
Sudah setahun ini saya menggeluti dunia baru, yaitu dunia perbloggingan. Bagi saya setahun bukanlah waktu yang sedikit, tetapi selama setahun itu justru saya masih seperti menjadi orang baru di ranah maya. Masih harus banyak belajar tentang penulisan, belajar rajin posting, belajar menghargai tulisan teman dengan meninggalkan komentar yang membangun tentunya.
Ternyata ngeblog itu menyenangkan, dari blog kita seperti punya banyak sahabat ‘pena’, dimana bila berbincang walau sebait kalimat, jawaban yang diberikan seolah kita seperti sudah sering bertemu.
Adalah Pakde Abdul Cholik. Saya mengenal beliau belum lama, sekitar 4 bulanan-lah. Saya mengenal beliau justru bukan dari blog tapi bertatap muka langsung ketika diundang teman Jakarta kopdar di Surabaya.
Setelah mengetahui alamat blognya, pagi hari setelah kopdar saya langsung berkunjung ke ‘rumah’ beliau. Tak disangka foto kopdar kami sudah mejeng disana. Senang, kaget, dan bahagia bercampur jadi satu. Senang karena foto saya tampil diblog orang lain. Kaget karena cepet banget postingnya, malam ketemuan, pagi sudah di jual bebas. Bahagia karena mendapat pengalaman kopdar yang pertama, bertemu, sharing dan ngobrol langsung dengan suasana yang sangat-sangat akrab, jauh dari kesan jaim, dan gengsi.
Sejak itu setiap hari, begitu membuka internet, web pertama yang saya buka adalah abdulcholik.com. entah kenapa setelah membaca posting-postingannya Pakde, wajah saya selalu cerah, walaupun harus diiringi dengan deringan telp kantor yang bertubi-tubi. Pakde selalu memuat tulisan-tulisan yang tidak panjang, dan gayanya ringan. Apalagi disana seringkali disisipin kuis yang “hadiahnya walau tidak seberapa, sensasinya luar biasaa.. “ kalimat terakhir yang selalu ditulis pakde untuk menarik minat pengunjung blognya agar mau ikut menjawab.
Itulah hebatnya Pakde, dizaman yang serba kesulitan seperti ini,untuk memompa semangat para blogger, pakde dengan senang hati bagi-bagi hadiah. Biasanya untuk mendapatkan hadiah, orang rela harus berebutan, tetapi dengan pakde lain, justru pakde harus memaksa blogger agar mau mengikuti kontes dan menjawab kuis. Padahal kalau nggak ada yang ikutan, Pakde untung kan, duitnya tidak berkurang?
Sampai-sampai Ibu saya dirumah saja hapal, kalau ada paket datang, komentar pertama yang diucapkan kepada saya adalah “Buku dari Pakde ya?”
Bukan Ibu saya saja, sang pengantar paket, juga bilang ke Ibu saya “Buku ya Bu?”
Tak hanya di dunia maya, di luar itu Pakde juga suka “Memeluk yunior menghormati senior”, terbukti beliau sering ngadakan undangan kopdar, ngajak makan gurame non balet, bahkan sampe postingan belum update aja, beliau menanyakan langsung. Sampai-sampai saya bisa merasakan betapa hangatnya ‘pelukan senior’
.
.
.
Buat pakde dan bude Ipung, saya hanya bisa mendo’akan semoga selalu mendapat rezeki yang melimpah, sehingga hadiah-hadiah yang diberikan pakde semakin hari semakin bertambah. Dan bila ‘usahanya’ sukses nanti, saya tak akan meminta hadiah buku ke pakde lagi, tapi se biji mobil sedan, *second* juga gapapa kok … :P
.
.
.
Artikel promosi diatas dikirim oleh Juniari Mukti
Pemilik blog ceritayuni.blogdetik.com
Tinggal di Surabaya






30 Comments
Skip to Comment Form ↓