Kesempatan kedua

Semuanya seperti hari2 biasa yang saya jalani sebagai seorang awak kabin.
Tidak ada hal yang istimewa, mobil jemputan sudah menunggu, dan akhirnya mengantarkan saya hingga ke airport. Waktu itu untuk penerbangan internasional pada tahun 1982, kami berangkat dari bandar udara Halim Perdana Kusumah di Jakarta Timur.
Hari ini saya rencananya akan menjalani tugas terbang ke Amsterdam, via Bangkok, Colombo dan Bombay. Lalu kami akan bermalam di Bombay, India selama 2 hari.
Lantas, lusa schedule kami akan dilanjutkan ke Amsterdam via Frankfurt, Athena dan akhirnya Schipol , Amsterdam semuanya akan menghabiskan waktu selama 12 hari terbang, hingga sampai ke tanah air kembali.
Pesawat yang kami gunakan waktu itu adalah jenis DC-10 Mc. Donald Douglas, berkapasitas sekitar 245 penumpang., untuk kelas Ekonomi, dan 16 penumpang untuk kelas Utama.
Waktu itu , penumpang kelas utama berjumlah 10 orang dan kelas ekonomi berjumlah 189 penumpang.
Penerbangan dari Halim dimulai dengan mulus hingga kami tiba di Bangkok, transit untuk mengisi bahan bakar berikut pemuatan makanan untuk penumpang dan awak pesawat dari catering setempat.
Perjalanan ke Colombo, Srilangka dimulai dari Bangkok , pesawat take off jam 21.00 waktu setempat, penerbangan ini akan kami tempuh selama kurang lebih 4 jam.
Setelah selesai menyajikan makan malam, waktu penerbangan masih tersisa kurang lebih 2 setengah jam lagi.
Kami, awak pesawat memutarkan film untuk penumpang juga menyediakan bar kecil, agar ketika penumpang haus, mereka bisa mengambilnya sendiri.
Disaat penumpang sebagian menikmati tidur malamnya dan sebagian lagi menonton film, , pilot memanggil Purser (kepala awak kabin) untuk di briefing, dan Purser pun lantas mengumpulkan kami semua untuk di briefing pula,
Kami semua masih bertanya2, ada apa, kok tiba2 ada briefing dadakan, walaupun kami tau, bahwa pasti ada sesuatu yang tidak biasa.
Dan, kami akhirnya mengetahui bahwa ternyata salah satu mesin pesawat, yaitu mesin nomer 3 yang terletak dibelakang diatas ekor pesawat, telah terbakar.
Kami sekarang terbang dengan menggunakan hanya 2 buah mesin saja.
Walaupun secara tekhnis, pesawat masih mampu terbang hanya dengan 2 mesin, namun Pilot tidak mau mengambil resiko yang tinggi , demi keselamatan penumpang dan kami semua, awak pesawat.
Akhirnya diputuskan , kami akan melakukan pendaratan darurat di Colombo.
Dan, kami, semua awak kabin, diminta untuk mempersiapkan penumpang, juga segala sesuatunya yang diperlukan untuk pendaratan darurat ini.
Kami tentunya telah terlatih untuk segala jenis pendaratan darurat, baik di laut maupun didarat, karena setiap 6 bulan sekali, kami, para awak kabin, melakukan ujian untuk hal ini.
Walaupun begitu, tentu lain keadaannya, bila dihadapi langsung dengan keadaan darurat yang sebenarnya, seperti yang kami alami pada waktu itu.
Setelah selesai briefing yang diberikan oleh Purser, maka kami masing2 mulai memberikan briefing pada para penumpang kami terutama untuk penumpang yang duduk di dekat pintu darurat yang biasa disebut sebagai ABP ( Able bodied passengers) , karena nanti merekalah yang akan membantu kami, ketika melakukan evakuasi..
Persiapan pendaratan darurat segera kami lakukan, mempersiapkan agar kabin bebas dari segala macam barang 2yang mungkin bisa menghalangi saat evakuasi, melepaskan kaca mata, sepatu , menyimpan semua benda2 tajam, seperti pulpen, juga mengunci pantry (dapur pesawat) juga lavatory.
Kamipun memperagakan posisi “brace for Impact” ( posisi merunduk sambil memegang lutut) pada saat nantinya pesawat akan menurun dengan tajam, utuk mencapai ketinggian tertentu.
Takut? Gemetaran? Sport jantung ?
Pasti……………………. kami semua takut………………. sangat takut malahan hampir tak percaya, bahwa kami harus menghadapi langsung hal yang selama ini hanya kami praktekkan didalam kelas saja.
Ketika pesawat mulai menukik tajam, untuk secepat mungkin mencapai ketinggian tertentu, agar bisa lebih cepat untuk melakukan pendaratan.
Salah satu mesin, yaitu mesin 1 , yang ada disebelah kiri sayap , mulai mengeluarkan asap.
Saat itulah, kami hanya bisa pasrah……………satu2nya jalan hanyalah memohon pada Allah swt, kalau memang kami selamat. semua adalah atas kehendakNYA.namun, seandainya kami semua tidak terselamatkan, itupun adalah yang terbaik juga dari NYA.
Pada saat2 pesawat melakukan touch down ( menyentuh landasan pertama kali) , kami melihat keluar jendela , beberapa mobil pemadam kebakaran dan ambulance sudah mulai mengikuti dengan lampu2 diatasnya yang berkelap kelip,hingga pesawat kami akhirnya berhenti hanya sampai ditengah landasan saja.
Menunggu aba2 dari Captain Pilot, untuk membuka pintu pesawat, adalah detik2 yang sangat menegangkan, yang membuat detak jantung kami, semakin kencang dan berdebar2 tak beraturan.
Akhirnya, perintah untuk membuka pintupun terdengar………………
Plong…………..rasanya…………………… udara airport di Colombo ditengah malam yang berangin terasa demikian lembut dan harum, ketika kami membuka pintu pesawat dan penumpang turun satu persatu dalam keadaan tak kurang satu apapun.
Alhamdulillah,ya Allah………………… hanya itu yang terucapkan ……………….inilah kesempatan kedua bagi kami semua dari Allah swt untuk tetap bisa menghirup udara di dunia ini.
Takkan pernah saya lupakan pengalaman ini seumur hidup, bagaimana saya waktu itu berada begitu dekat dengan kematian disaat umur saya masih sangat belia.
.
‘
Pengalaman menegangkan diatas ditulis oleh Mbak Lily Suhana.
Pemilik blog bundadontworry.wordpress.com
Pernah menjadi model kuis, juri kontes dan sponsor rutin kontes unggulan BlogCamp Group.
Tinggal di Tangerang – Banten



Twitter: Ridha_Alsadi
says:
wah, menegangkan yah bunda, saya sampai ikut2an sportjantung inih, fhiuhh.
alhamdulillah Allah masih melindungi semuanya, turun dengan selamat tanpa kurang sesuatu apapun.
btw, bunda Ly cantik banget di foto itu, :-)
bangauputih´s last [type] ..Rumah Baru Bangau Putih
Twitter: pakdecholik
says:
Penulis tamu dipersilahkan ikut menanggapi komentar para sahabat secara proporsional.
Terima kasih
Bunda waktu itu masih kinyis2 spt istilahnya pakde. Pengalaman menegangkan bunda. Ada istilah ABP yg pernah dijelaskan bunda dulu. Pastilah ABP yg tak pernah latihan situasi darurat ini perasaannya juga sangat tegang krn dia harus ikut membantu penumpang lain bila suasana darurat terjadi.
wah menegangkan sekali bunda, betapa lega semua telah berakhir dengan selamat!
narkoba cicit soeharto´s last [type] ..Putri Aryanti Haryo Wibowo Cicit Soeharto ditangkap karena narkoba
Penanganan yang jeli dan profesional sehingga semuanya dapat kesempatan kedua!
pengalaman yang sangat menegangkan dan juga memberikan sebuah titik balik akan proses perjalanan hidup selanjutnya ya Bund,, semoga selalu dalam keadaan sehat dan dalam limpahan rahmat-NYA..
ysalma´s last [type] ..Cerewet
Twitter: susierna
says:
Pengalaman yang luar biasa! Salut sekali dengan kesigapan kru pesawat hingga semua penumpang selamat.
Susi´s last [type] ..Siap-siap lihat supermoon tanggal 20 Maret 2011
Twitter: rindrianie
says:
Subhanalloh…ikutan berdebar-debar Bun bacanya…
Oh iya, selamat hari Senin Pak Dhe ^^
Orin´s last [type] ..Neng- My Dearest Sister
Twitter: kakaakin
says:
Huhu… membacanya saya ikutan sport jantung…
Syukurlah seluruh penumpang dan awak kabin selamat…
Kakaakin´s last [type] ..Chubby vs Tirus
Wah…. sungguh pengalaman yang menegangkan buat Bunda.
Ah …
Sungguh ini pengalaman yang tidak terlupakan …
Saya sampai merinding Bunda Ly …
Semoga hal ini tidak terulang lagi ya Bunda …
Salam saya
Bunda memang keren euyy, sip neh cerita… (:
cerita dewasa´s last [type] ..RAJA KECIL
bun….ih, ga kebayangkan….
serem banget…saya pernah terbang cuaca buruk aja trauma banget bun.
alhamdulilllah masi di lindungin allah. serem amat ceritanya. untung belum take off besawat nya. trus trus abis tuh gimana?
bayu´s last [type] ..Review film Battle Los Angele dan Jalan Sore bahagia
Deg-degan nih bun, Allhamdulillah gak apa-apa ya
Lidya´s last [type] ..Penghasilan Pertama dari Mizan
Twitter: alqoernia
says:
wahh Bunda Lily dulu pramugari yachh…pasti waktu gadisnya cantik banget yachhh….(eh sekarang juga msh tetep cantik koq)….bun serem sekali pengalamannya, baca ceritanya jadi ikut deg2an…serasa berada didalam pesawat itu. Syukurlah akhirnya semua selamat. Pengalaman yang tak mungkin utk dilupakan, pastinya menjadikan Bunda Lily semakin dekat kepadaNYA.
nia/mama ina´s last [type] ..Jalan Jalan Sore
Twitter: diditdof
says:
Swear, saya seumur-umur belum pernah mengalami keadaan darurat diantara hidup dan mati….
tukangpoto´s last [type] ..Waktu rehat
Twitter: iyhanakho
says:
Subhanallah… Alhamdulillah semua selamat, dan mendapat kesempatan kedua…
ini sebagai peringatan yang sangat berharga bagi kita ya bun… :)
salam sayang
Twitter: nchiehanie1
says:
Bundaaa…tebakkan ku betul,baca judulnya aja dah tau pasti yang ngirim bundaku sayang..
sungguh menegangkan bun..sport jantung nih..aku ga mauu naik pesawat takuuuut..!!
Alhamdulilah yah bun Allah masih sayang sama bunda dan teman2nya juga..
masih di beri kesempatan kedua..
hingga sampai saat ini masih bisa menikmati indahnya hidup..
Salam sayang peluk dan cium untuk bundaku..Mmmuahh…
Nchie´s last [type] ..Telur Gabus Isi Sale
Twitter: nchiehanie1
says:
Pakdhe ku mana yah..
Cuma mo bilang ..
Met malem Dhe..
*sekilas info,minggu ini aku off dulu yah Dhe berkunjungnya hihihi..Olive lagi UTS*
Aku kan merindukanmu Dhe..
Nchie´s last [type] ..Telur Gabus Isi Sale
Twitter: marsudiyanto
says:
waktu itu bunda belum kenal saya, makanya saya nggak disapa….
marsudiyanto´s last [type] ..Ambil Satu Buang Satu
Twitter: gaphe
says:
Mampir pakde, buat ngasih tau kalo pakde menaaaang Gaphe Giveaways.. ditunggu emailnya ya pakde..
dari ceritanya bunda dont worry, menegangkan buanget.. untung selama saya naik pesawat belom pernah kejadian *dan berharap jangan sampai kejadian*
Gaphe´s last [type] ..Surprize- Surprize- And Surprize!!
Twitter: husfaniputrii
says:
serem banget ihh pengalamannya >.<
Alhamdulillah selamat :D
jasmine´s last [type] ..“Horee aku salah”
Twitter: margeraye
says:
huaaaa.. ngeri juga yah bunda tugas seorang pramugari itu..
selain harus menenangkan penumpang, jg harus menenangkan diri sendiri..
Alhamdulillah, saia masih bisa membaca cerita bunda ini :)
Twitter: yuninukti
says:
Bundaa.. membaca pengalaman menegangkan ini, ingin rasanya saya naik pesawat bersama bunda. membayangkan kejadian itu rasanya seperti lakon yang tengah mengevakuasi korban dari serangan teroris :P
emangnya Yuni pernah naik pesawat terbang ?
halah..kayak tau serangan teroris aja