Akibat Selingkuh

Create your own banner at mybannermaker.com!

 

Seakan memberi ruang bagi saya untuk menulis di acara Road to 1000 ini kalo saya ada sebuah kisah yang bisa jadi lucu walau pada kenyataannya saya harus berkeringat..

 



Slot untuk artikel tamu tinggal 1, harap maklum

 

Jakarta, entah tanggal berapa karena lupa lagi tepatnya, pastinya hari Kamis.

Sekitar jam 9 pagi saya menulis sebuah laporan penting perusahaan tempat saya bekerja. Banyak hal yang harus dihitung selama kurun waktu setahun karena berhubungan dengan debitur. Excel adalah senjata ampuh bagi saya dan telah terpola dengan baik dalam format baku laporan yang dibuat oleh ahlinya. Saya hanya input data “rahasia” yang tidak boleh dikerjakan oleh orang lain. Secara rutin sebetulnya cukup dibuat oleh anak buah.

Situasi  menjadi lain kalau pekerjaan mudah ini harus dibarengi dengan beragam selingan. Tidak tanggung-tanggung , pembuatan laporan itu saya kerjakan bersamaan dengan kegiatan Blogwalking yang mengasyikan. Bw yang dulu hampir tiap hari saya lakukan dan biasanya saya selalu memulai BW di blognya KangBoed.

2 komputer saya gunakan secara simultan antara ngeblog dan bikin laporan ( isitilah saya : selingkuh-red) . Nakal ya …. !!!! (Sekarang kok jarang BW ya …. xixixixi)

Nah tanpa diperiksa kembali karena merasa sudah beres , laporan saya sampaikan ke Direksi.

Kawan, jika seorang Direksi (pemilik perusahaan … bukan direksi profesional lho) mempercayakan ke karyawannya karena landasan kepercayaan murni atau karena memang tidak bisa membaca laporan seperti yang saya buat maka akan kerepotan jika ada kekeliruan. Beliau tanda tangan dengan segera dan hanya bilang “Sudah beres, nih?” . Lantas dia teken dengan mesra lewat ballpointnya yang mahal itu.

.

Surabaya, 2 hari kemudian.

Telpon hape butut saya berdering di sebuah Sabtu siang ketika saya sedang menikmati liburan keluarga. Rupanya laporan yang saya buat diperiksa lembur oleh kreditor.  Dan terjadi selisih yang signifikan sehingga terlihat ada transaksi yang tidak wajar. Saya wajib menjelaskan saat itu juga dan wajib datang dengan Direksi untuk koreksi. Walah …. dari pada tidak bisa tidur, saya langsung ke bandara dan  terbang menuju Jakarta.

Jadi hikmah dibalik ini …. jangan sampe kawan-kawan seperti saya … yang kadang saking leluasanya bekerja di ruang sendiri tanpa ada yang melihat akhirnya banyak selingan yang cukup mengganggu. Walaupun selingan itu berupa ngeblog sebagaimana yang kita lakukan sehari-hari.

Kini karena ngeblog sudah menjadi bagian hidup saya dan sudah menjadi kebutuhan untuk hidup, saya tinggalkan kantor saya  setahun lebih kemudian setelah kejadian itu. Persis 1 Januari kemarin otomatis kegiatan saya hanya blog dan blog. Biar kantor saya tidak rugi menggaji saya yang terlalu cinta blogging.

 



Slot untuk artikel tamu tinggal 1, harap maklum

 

Salam,

.

.

.

Guest Writer

.

Artikel diatas ditulis oleh Yayat Sudrajat

Pemilik blog yayatsudrajat.com

Suhu yang sabar dan gemar menolong, pemburu dolar yang tekun.

Tinggal di Surabaya

 

 

Buy and Sell text links

Tags: selingkuh,

Bad Behavior has blocked 1730 access attempts in the last 7 days.