Archive for March, 2011

Skandal Empal Gate

Cak Dasrun keluar dari warung Yu Ngatemi dengan wajah sumringah, keringatnya berlimpah-limpah sampai kaos oblongnya basah. Maklum Cak Dasrun baru saja ngembat nasi rawon satu setengah piring yang masih panas mongah-mongah dengan sambal kecambah yang membikin bibir dan lidahnya merah. Dan…haaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkk, busyet…..Cak Dasrun glegeken dengan suara yang cukup keras  mirip suara truk sampah.

Mak wusss…..sebuah sepeda motor melaju dengan kencang dan cussss…..sebutir pasir masuk ke mata Cak Dasrun. mak pet…ada rasa ngganjel dan agak pedih di mata. Cak Dasrun tak kuasa membuka matanya. Read More »

Beraninya Rame-rame

Surabaya, tahun 1972.

Aku melangkah pasti, dilorong jalan menuju ruang tamu asrama putri sebuah rumah sakit.

Aku tampak gagah dengan pakaian dinas harian berwarna khaki lengkap dengan atribut berupa chevron mengkilat, topi dengan emblem yang ter-brasso mengkilat, sabuk kecil hitam juga tersemir mengkilat dengan timangan terbrassso blink..blink..blink plus sepatu pdh warna hitam yang juga tak kalah mengkilat. Semuanya rapi, mengkilat. pas, proporsional dan padu-padan. Read More »

Bad Behavior has blocked 2260 access attempts in the last 7 days.