Menyalip bukan di tikungan

Senin, sekitar pukul 10.15, di sebuah toko buku.

Seorang cewek cantik ber-t shirt hitam tampak sedang membayar belanjaannya di kasir. Saya menyusul di sampingnya, berjarak beberapa jengkal dan siap membayar harga amplop ukuran besar tidak, kecilpun tidak.

Seorang cewek agak cantik memakai t-shirt warna pink masuk disela-sela antara cewek cantik dengan saya, tanpa ucapan sepatah katapun dan  dengan ekspresi biasa-biasa saja. Barang belanjaan diserahkan kepada cewek ber t-shirt  hitam yang sedang membayar di depan saya tadi. Rupanya mereka berdua berteman atau ber-family ria.

Seorang cewek agak cantik, mirip Agnes Monica masuk lagi disela-sela antara saya dengan dua cewek terdahulu, juga tanpa ada kata ” permisi ” atau ” maaf ya pakde saya duluan “. Ekspresinya juga cuek menthok. Dia membawa belanjaan berupa lem, penggaris dan kotak pensil.

Si mbak kasir yang agak cantk tampaknya mengetahui, mana yang lebih dulu antara saya dengan cewek yang mirip Agnes Monica tadi. Barang saya diambil duluan, sayapun masuk mendekati kasir, Agnes Monica gantian saya salip.

Teman si kayak Agnes Monica bertanya kepadanya ” Lho koen yo mbayar tah ?”. Logat Suroboyo. Si mirip Agnes Monica menjawab : ” Iyo se “.

Sambil menyerahkan uang kepada mbak kasir saya berbisik : “: Nek ngak mbayar yo diantemi uwong, rek “.

Saya tidak tahu apakah mereka bertiga mendengar ucapan saya atau tidak.

Kok, isyooooooooooooooooooo, ono wong tuwo, pensiunan, sudah duluan antri…disalip cewek loro yang masih mudo-mudo ( halah……muda-muda maksudnya )

Waktu saya SD dulu, ada pelajaran yang namanya Budi Pekerti. Saya nggak tahu apakah pelajaran kayak gitu masih ada atau tidak. Kalau masih ada tentu gak ada yang menyalip orang tua bukan di  tikungan kayak cewek-cewek itu.

.

Buy and Sell text links

Tags: , , , , , antri, balapan mbayar, budi pekerti, etika, kasir, Toko Buku,

Bad Behavior has blocked 1730 access attempts in the last 7 days.