Pendidikan di jalan raya

Sambil memasang wajah kurang senang, Ny Rikmo Sadepho menegur suaminya yang sedang memberi uang kepada seorang pengemis di simpang empat Jl. Mak Jegagik.

” Pa, jangan memberi ikan kepada mereka nanti jadi manja dan malas. Itu tidak mendidik namanya. Berikan kail donk ”

” Tapi mereka tidak butuh pendidikan dan kail. Lalu sudah berapa puluh kail yang mama berikan kepada para pengemis ? “, jawab suaminya dengan santai.

— mari berbagi walau hanya sebesar biji sawi —

 

 

 

33 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. IbuDini says:

    Kalau saya suka gak tegaan yang sudah tua PakDe…suka teringat sama Bapak…
    Tapi sedikit kata ini bisa menjadi pelajaran PakDe.

    kalau mau mbantu ya bantu aja
    nggak usah terlalu panjang mikirnya

  2. funnie says:

    yups..betul pak..jangan hanya diberi hasil, tapi berilah bahan dan caranya…

    enakan memberi ikan

  3. vizon
    Twitter:
    says:

    Barangkali cara memberi kailnya yang kurang pas Pakde.. :)
    Kata guru saya: “Cara memberi jauh lebih penting dari materi yang diberikan itu”.

    bener, harus ikhlas

  4. entik says:

    sesekali perlu kasih ayam jangan ikan terus ya.. hehe..

    atau tahu ponk
    entik´s last [type] ..ikhsan dan UHT

  5. Abi Sabila says:

    Walau hanya sebesar biji sawi tapi diberikan dengan penuh keikhlasan dengan tidak menyakiti yang diberi dengan cara menungkitnya kembali, insya Allah dibalas dengan pahala yang berlipat ganda.

    Amin, demikian tata cara shodaqoh..harus ikhlas
    Abi Sabila´s last [type] ..Ada Namaku Di Buku-Buku Itu

  6. Erwin says:

    setuju…. :)

    yang mana ? kail atau umpan ?

  7. ya, begitulah Indonesia pakdhe……………..

    baru belajar
    catatan febri´s last [type] ..Apa yang kita lakukan sebelum tidur

  8. bundamahes says:

    ndak bisa mancing!

    *komentar nyleneh

    biasa dipancing sih..
    makin nyleneh…..

    bundamahes´s last [type] ..Maaf…

Bad Behavior has blocked 827 access attempts in the last 7 days.