Archive for May, 2011

Orang Dalam

Pagi ini ada berita tentang sebuat ATM dibobol orang yang senang makan duit bukan miliknya.

Menurut berita tersebut si pembobol ATM adalah mantan karyawan yang sering bertugas mengisikan uang kedalam ATM.

Dulu ada juga  mantan pembantu rumah tangga yang kongkalingkong dengan penjahat untuk menjahati mantan majikannya. Motfnya bisa materi dan bisa juga sakit hati karena diberhentikan oleh mantan majikannya.

Nah, orang dalam ternyata bisa berbuat yang tidak baik di dalam. Read More »

Jagong Manten di Istana Buckingham

Selamat pagi Vania cantik.

Tampaknya cucuku ini sudah mandi dan sudah sarapan. Hayo sini duduk dekat mbahKung.

MbahKung mau cerita pengalaman waktu menghadiri undangan pernikahan agung Pangeran William dengan Mbak Kate Middlaton di Istana Buckingham London. Nah, Vania pasti nonton TV juga kan acara yang sangat meriah itu.

Nduk, kamu pasti gak percaya, mbahKung mendapat kartu undangan untuk menghadiri acara pernikahan agung itu, bukan memakai bahasa Inggris tetapi malah pakai bahasa Jawa lho. Lihat nich undangan ( ulem-ulem) dari Bapak Charles kepada mbahkung. Read More »

Lomba MAPEN 2011 : Akhir sebuah penantian

Jl. Bela NegaraLayar ditarik keatas.

Panggung ditata dengan nuansa  sebuah ruang tamu sederhana.

.

Nyanyi Raki, wanita berusia 83 tahun itu tampak sedikit tegang. Seorang laki-laki berpakaian necis duduk persis di depannya. Di atas saku baju laki-laki tersemat lencana berwarna kuning keemasan. Nyai Raki sebentar-sebentar memperbaiki duduknya.

Nyai Raki : ” Hanya itu pak Lurah yang saya mohonkan bantuan kepada Bapak. Saya tidak minta santunan, bantuan atau piagam, apalagi sebuah tanda jasa. Kematian suami saya adalah sebuah resiko perjuangan. Kalimat ” Sadhumuk bathuk, sanyari bumi dilabuhi taker pati “ yang disampaikan suami saya kepada para muridnya waktu itu sesungguhnya adalah bentuk pemompaan semangat agar para murid sudah mempunyai kesadaran bela negara sejak dini “

Airmata nyai Raki mulai menetes perlahan, terbayang peristiwa beberapa puluh tahun yang lalu. Di sebuah kelas sekolah ongko loro Nyai Raki memeluk jasad suaminya yang bersimbah darah. Empat orang polisi penjajah telah memberondong suaminya yang saat itu tengah melakukan tugasnya sebagai guru.

.

Nyai Raki tengadah : ” Hampir 60 tahun saya menunggu dan menunggu permohonan saya itu dikabulkan oleh Pak Lurah. Sudah 10 Lurah yang silih berganti memimpin desa ini sejak surat permohonan itu saya ajukan. Jika nama jalan di depan sekolah dimana suami mengajar dan mati ditembak kaum penjajah diberi nama Jl. Bela Negara itu bukan karena saya ingin agar  semua orang mengingat kematian suami saya Pak. Bukan…bukan itu tujuan saya. Dengan dipasangnya papan nama Jl. Bela Negara disana saya hanya menginginkan anak-anak desa ini mencintai negaranya, rela dan ikhlas mendharma-baktikan jiwa  dan raganya untuk kejayaan tanah tumpah darahnya “. Read More »

Kucari SusindRA walau sampai ke JepaRA

messageKetika pertama kali masuk blognya Susindra, saya membaca di navigasi sebuah kata berbunyi “Français” . Penyakit isengSusindra saya kumat. Saya ingin mengetahui seberapa besar kemampuan Susindra dalam berbahasa Perancis tersebut. Saya lalu mengirimkan sms kepadanya : ” La kusong La mu ye “.

Tak lama kemudian hp saya berkedip tanda ada sms masuk. Saya lihat pengirimnya dari Susindra van Jepara, sms tersebut berbunyi : ” Telaku gosong, telamu piye “.

Ha ha ha ha ha…berarti Susindra emank ngeTop. Ibarat awak Srimulat, saya dan Susindra sama-sama pemain kelas A, begitu ada umpan  kalimat, langsung disambar dengan cermat. Klop. Read More »

Bad Behavior has blocked 818 access attempts in the last 7 days.