Di dunia ini ada orang yang kerjanya melawan arus. Sudah bisa kita bayangkan, jika melawan arus itu pasti lebih berat. Contoh yang gampang adalah orang yang melawan kalimat bijak ” Men Sana in Corpore Sano “. Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kalimat tersebut artinya ” dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula “.
Hla, para perampok,pencopet,penodong,penjambret itu kan umumnya berbadan kekar, kuat, berotot, mrengkel-mrengkel atas- tengah-bawah. Ibu jarinya saja ada yang segede pisang tanduk lho.
Tapi pasti tidak ada yang berani mengatakan bahwa mereka itu jiwanya sehat. Para korban maupun calon korban umumnya menyebut mereka sebagai orang gila, edan,sableng,sinting,gendeng, sedeng, koclok, gak waras dan sebutan-sebutan ngeres lainnya.
Contoh lainnya lagi. Ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang sehari semalam, sampai ndlosor-ndlosor antri karcis sepur, desekan, uyel-uyelan, bau kringet,kentut dan aneka bau yang lain. Hlaaa..tiba-tiba datang orang gede duwur nggegem karcis sak tekem. Dan dengan tenangnya bilang : ” Karcis tah ???, yuk ke dekat pohon trembesi sana biar iyup “.
Duh…badanmu sakmono gedenya kok jiwamu gak waras sih cak. Dan anehnya…orang sakmono akehe gak ada yang berani nangkep lho.
Yek opo, rek ??