Mandi Kramas
Ruang meeting mendadak hening ketika Adipati Pujo Wanodya mengernyitkan kening. Ada bau mirip amoniak kadaluwarsa, muleg, membuat perut mual dan mata menjadi pedih. Seluruh peserta weekly meeting terdiam, sambil melirik wajah sang adipati.
” Siapa yang merasa throw wind (buang angin) silahkan meninggalkan ruang meeting lalu mandi kramas di dekat kandang kuda dibelakang sana sampai bersih. Setelah itu baru kembali lagi kemari untuk mengikuti meeting. Dengan ini meeting saya schors selama satu jam “, sang adipati mengeluarkan titah.
Semua bergeming. Para peserta meeting tetap duduk membeku ditempat masing-masing.
Tiba-tiba, Demang Tirto Grono mengacungkan jari telunjuk, menata duduknya, lalu berkata ” Maaf Adipati, jika berkenan saya menyarankan agar kita semua ikut mandi kramas saja. Kebetulan kami juga merasa gerah dan mengantuk karena semalem menonton tayuban di alun-alun kadipaten sampai jam 3 pagi “.
” Ha.ha..ha..ha..ha..ha, yo wis setuju, hayo kabeh bae segera menuju ke lokasi mandi kramas “, sang adipati tertawa ngakak karena semalem berhasil ngibing hampir dua jam dengan penari ayu rupawan yang sengaja didatangkan dari luar kadipaten.
Adipati beserta seluruh peserta rapat plus adc dan spri melakukan ritual mandi kramas. Semua tertawa gembira karena acara mandi kramas yang baru kali ini digelar diiringi lagu Mandi Madu yang dinyanyikan dengan suara agak fals oleh pesinden lokalan.
Sementara agak jauh dari sang adipati, sambil lirak-lirik Ki Demang Gondo Maruto berbisik kepada Demang Tiro Grono ” Thanks alot lho Ki telah safe my face, kalau nggak ada panjenengan betapa malunya saya. Bisa-bisa saya ditarik kembali ke kadipaten menjadi De Gugas (Demang Nunggu Tugas ) “
” Yo wis sama-sama, tapi kalau makan mbok jangan sembarangan tho, bom yang panjenengan launched tadi benar-benar merangsang sukma deh “.
Catatan : akan sangat bijak jika kita bisa menyelamatkan seseorang dari rasa malu didepan umum.
.
Mandi madu
Hj. Elvi Sukaesih
ah ah ah menyentuh kalbu
manis manis manis semanis madu
ah ah ah menyentuh syahdu
Basah diri ini basah hati ini
kasih dan sayangmu
menyirami hidupku
bagaikan mandi madu
ah ah ah mandi madu
dirimu tak dapat kulupakan
kau sirami bersemilah cinta
bungapun kini mekarlah sudah
Manis manis cintamu
manis manis kasihmu
diri ini bagai mandi madu.
-artikel ini pernah ditayangkan tahun 2009-
.


Hhehehe…ter kekekekekek..di cubical sendirian..syukur nggak dilihat dan didengar banyak kawan..wah pak dhe..nice story…hikmah yang bagus…alangkah indahnya kalo kita dalam hidup berperilaku seperti itu yah pak dhe..tapi kadang justru ada kawan yang sifatnya pinginnya membongkar aib atau rahasia orang…yah inilah hidup..
bener mam, makanya dunia ini jadi warna-warni yaaa
Ada mandi keramas, kok ingat sama suster keramas ya. hehehe…..
dokter keramas belum ada ya mas
marhaban ya ramadhan
Pakde, ngibing itu apaan sih?
*banyak istilah2 yang nggak ngerti*
hehehe,… ceritanya lucu.. apalagi launching bom yang merangsang sukma itu…
hahaa…. tapi maknanya dalem yah Dhe.,.. :-D
Kalau ada penyanyi dangdhut joged, trus kita ikut joged itu namanya ngibing.
Jaman dahulu ada tayuban di kampung-kampung, pakai gamelan, nah ada penarinya yang ayu, trus semua penonton ikut menjoget, itu namanya ngibing.
Sambil njoged kadang ngesun pipi si penari. Kadang ada yang ngasih duit juga.
Gitzuuuuu bu dokter
Mau nonton yang mandi keramas ah….
jadi maluuuuuu
Twitter: kakaakin
says:
Sya udah pernah baca postingan ini, tapi kok gak ada komen saya ya??
Nostalgia sama komentatornya, Pakdhe… :)
Apakah mereka udah jarang ngeblog, atau saya yang kurang gaul ya?? :D
lha gak komen kok tanya komennya tho
ada yang sudah gak ngeblog, ada yang jarang ngeblog,dll
Kebijakan Demang Tri Gono ini layak diteladani, menyelamatkan Ki Demang Gondo Maruto tanpa disadari oleh peserta meeting lainnya. Berbeda dengan banyak kenyataan dimana orang sering bangga menunjuk dan membeberkan aib orang lain di depan umum.
Pesan bijak lainnya, jangan senang memperbesar kemaluan ( baca: menambah malu ) orang lain di depan umum. Hehehehe…
kok Tri Gono sih
Jadi inget film terakhirnya deddy mizwar nih pakde………..hahahahaha
kan dia saudara saya mas
Wakakaka, daku ngakak koprol mbacanya. Tapi pesan moralnya keren, Pakde. Kalau sekedar throw wind mungkin kita bisa bantu menyelamatkan mukanya ya? Tapi kalau korupsi tentu tidak ya?
Salam hangat dari Pekanbaru
hahahaha.. dapet aja nama tokohnya Dhe! :D
banyak kok nama tokoh-tokoh kodian kayak gitu