Nyai Raki dan Tamu Asing
.
Pertahanan Nyai Raki akhirnya bobol juga. Perlahan-lahan airmata mengalir ke pipinya yang keriput.
” Sudahlah mak, toh mereka kini sudah datang “, ujar Munaroh anak bungsunya.
” Iya, tapi sebenarnya mereka itu mudik untuk apa dan untuk siapa. Kakak-kakakmu serasa menjadi orang asing di rumah ini “, kata wanita tua itu sembari mengelus pundak Munaroh yang sedang membereskan meja makan.
Nyai Raki memandang sendu kearah sayur asem kecipir, bothok belut, bakwan jagung, sambal peda dan lalapan kembang turi yang dulu menjadi masakan kesukaan anak-anaknya. Masakan khas desa itu kini utuh, tak tersentuh. Salah satu satu cucunya bahkan ketakutan melihat bothok belut yang menyerupai ular itu.
Kardi, Karni dan Karyo, beserta isteri, suami dan anak-anaknya yang ditunggu sejak seminggu kemarin memang sudah datang. Mereka membawa aneka oleh-oleh berupa seperangkat busana muslim dan kue yang enak-enak. Peluk cium dari anak dan cucu-cucunyapun sudah didapatkan. Kegembiraan dan kebahagiaan Nyai Raki semakin lengkap mendengar keberhasilan mereka di ibukota.
Tetapi suasana menyenangkan itu hanya berlangsung sekejap.
Kini anak cucunya tenggelam dalam kegiatan masing-masing. Rumah Nyai Raki bak sebuah kantor besar. Bunyi dering tilpun bersahut-sahutan dari handphone. Disana-sini laptop tergelar, wajah serius diselingi gelak-tawa bersahut-sahutan. Dan lihatlah, Ririn, gadis cantik yang dulu bermanja-ria dipangkuannya itu kini tampak menggoyang-goyangkan kepalanya dengan ceria. Mungkin lagi asyik mendengarkan lagu kesayangannya.
” Sekarang sudah kelas berapa, Rin ?”, tanya Nyai Raki sambil mengelus rambut cucunya. Ririn tak menyahut, lalu berdiri dan menjauh dari neneknya dengan bokong megal-megol. Nyai Raki mengelus dada dan pelan-pelan wanita tua itu menghampiri Totok yang sedang serius menatap layar tv. Tangannya asyik memenceti sebuah benda kecil.
” Kalau sekolah siapa yang mengantar Tok, bapak atau ibumu ?”, tanya Nyai Raki kepada cucunya yang berbadan bongsor. ” Aduuuuh nenek ganggu saja, jadi meleset nih tembakanku “, sahut Totok dengan wajah jengkel plus cuek bebek. Kehadiran sang nenek tak mampu menghentikannya untuk terus main games.
” Sudahlah mak, biarkan mereka bermain dulu. Nanti kalau sudah senggang emak bisa berbincang-bincang dengan mereka “, kata Munaroh ketika melihat emaknya berjalan kearah Bony, Indra dan Diah yang juga sedang asyik memencet-mencet handphonenya sambil tertawa cekikikan. Ingin rasanya Nyai Raki mendengar cerita cucu-cucunya itu.
” Kakak-kakakmu pada kemana sih ?”, tanya Nyai Raki kepada Munaroh.
” Mas Kardi ada di ruang tengah, sedang main komputer, Mbak Karni dan suaminya mungkin lagi tidur di kamarnya “, jawab Munaroh.
” Karyo sedang apa ? “
” Mas Karyo dan Mbak Ning lagi momong Trio tuh di teras “.
Nyai Raki melangkah ke teras ingin menimang Trio, tapi di cegah Munaroh. Wanita tua itu menghentikan langkahnya, dipandangnya si bungsu, satu-satunya anak yang hingga kini setia menemani dirinya di kampung. Nyai Raki memeluk Munaroh sambil berbisik : ” Kapan kamu menikah nduk ? “.
Nyai Raki begitu merindukan suasana yang hangat, akrab, penuh canda dan gelak tawa seperti dulu lagi.
.
Sahabat tercinta,
Nanti jika mudik perbanyaklah kesempatan untuk bercengkrama dengan orangtua dan kerabat yang lain ya. Bagi sahabat, mungkin kerinduan itu sudah tak begitu terasa, tetapi bagi orangtua, anda adalah segala-galanya.
Saya janji tidak akan membuat kontes/kuis pada saat Lebaran deh.
..
Cerita fiksi ini diikut sertakan dalam lomba menulis mudik ke blogor, yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Bogor.



Twitter: yuninukti
says:
Makasih Pakde sudah diingatkan, selama ini mungkin saya terlalu sibuk, sehingga jarang ngobrol sama Ibu.. pengen rasanya libur terus jadi setiap hari bisa bertemu dan ngobrol-ngobrol sama orangtua..
sibuk opoooooooo
ngeblog thok gitu kok
yuniarinukti´s last [type] ..Benarkah belanja online tidak ribet?
hahahaha………..
dewifatma´s last [type] ..Demi Tumpeng Ngetril
Twitter: _MelAmel_
says:
Iya pak Dhe, saya tidak akan menyia-nyiakan momen lebaran ini..
Lagian di rumah saya koneksinya lebih parah daripada di baubau, soalnya rumah saya di desa sederhana,. jadi pasti cuti dulu dari dunia perbloggeran…
Jangan rindukan saya nanti ya DHe #geer
fotomu sudah saya taruh dompetku kok say….
oowwh, ini cerita thn 2010 ya dhe,, jamannya saya blum aktif ngeblog.. hihihih
ceritanya bagus banget pakdhe, bikin saya nggrentes…
ceritaku mana ada yang gak bagus sih mas ha ha ha
Mabruri´s last [type] ..Agustus 8 tahun yang lalu
rasanya sedih sekali Pakdhe baca cerita nyai Raki….
saya yng nulis juga bolak-balik ngelap airmata dengan ujung sarung je
dhe mah kalo udah pulang jarang bisa OL de, adek dhe yang bungsu lagi lucu2nya sekarang (10 bulan), jadi sayaaaaaang banget kalo sampe ninggalin dia lama-lama.. sekarang aja udah mulai berasa susah blogging de, coz udah mulai mempersiapkan diri untuk mudik jadi paling banter bisa OL cuma 2 jam.. hehe
selamat berkumpul dengan keluarga yaa de..
kalo mudik ke Palembang jangan lupa hubungin dhe.. :D
hlaa…kan hanya 4 jam dari Palembang ke mudikan tho nduk. Emangnya lemari pakaian, TV dan kulkas juga ikut bareng mudik ?
Saya mudiknya ke Jombang nduk…
Wahhh….ceritanya mantep pak de..jd terharu bacanya.
Ini kontes ya pak de?
Moga menang ya pak de….
Artikel ini siaran ulang kok
dulu dah menjadi salah satu juara dan dapat hadiah buku dari MT
Twitter: -
says:
loh putrine Nyai Raki ada yang belum nikah ya pakdhe… Saya mau daftar nih pakdhe ehehe
masih SMP mas
damaiboz@gmail.com´s last [type] ..Merdeka
Duh…berhasil menyentil diriku Pakdhe, kalo Orin pulang Mamah sukaaaaaa bgt ngobrol ngalor ngidul, cerita ini itu, bahkan kadang tidur larut karena udh di kamar pun msh lanjut ngobrol (beliau suka minta bareng), kadang ya kesel jg Pakdhe, kan pengennya pulang ke rumah istirahat, walopun keselnya cuma di dalam hati aja, dan tetap menyenangkan hati beliau sebagai partner ngobrol walopun ngantuk atw bete he he…
entar kalo dah tua akan merasakan lho
keakraban dalam keluarga luluh oleh kesenangan
apalah artinya harta yang diperoleh jika keakraban dan kehangatan itu sirna
terkesan pakdhe
tapi saya tidak mudik. Ongkos untuk mudik tidak cukup, jadi standbay alone
lho, mudiknya kemana mas ??
citromuro´s last [type] ..Cara Mudah Mendapat Ribuan Dolar Per Bulan dari Adsense
http://www.AWSurveys.com/HomeMain.cfm?RefID=elysia2
Met pagi pak dhe…semoga selalu sehat..
ketinggalan cerita nyai raki neh..tahun lalu kemana saja saya?? yang pasti belom intens nge blog tahun lalu…:) nice story pak dhe…alhamdulilah ibu saya ada didekat saya…:) bapak nieh yang dikampung halaman..semoga segera bisa berkumpul menjelang lebaran..:)
waduh no kuis/kontes jelang lebaran dan lebaran yah pak dhe..:) …
btw Happy Milad untuk pak dhe yah semoga selalu sehat, dalam lindungan Allah swt, rejeki yang berlimpah dan barokah, bahagia bersama keluarga tercinta *amien…
Salam
Lebaran ya no kuis entar malah gak ada yang ikut
Twitter: susierna
says:
Wah, banyak yang tersindir bin tersandung, nih. Ini suasana mudik yg lebih sering terjadi dimana-mana. Kebiasaan onlen di rumah memang adiktif sekali. Saya saja mulai gelisah karena tak lagi punya laptop dan usb modem. Hik-hik…. mungkin hikmahnya bagi kami membuat lebih dekat dengan suasana kampung jika tanpa teknologi. Sudah kangen masakan ibu yang tetap nikmat meski tanpa MSG *Meski tetap pilih2 buku apa saja yang akan dibawa agar tidak terlalu bosan 5 hari di rumah mertua. ups…..*
lho..laptop dan modemnya kemana ? wah itu kan alutsistanya Blogger Republik Indonesia. Supaya gak bosan ya kunjungi bude ini, bulik itu,mbah ini, mbah itu, bulik itu, paklik ini….
Susindra´s last [type] ..Persaingan Suami Istri Susindra
Twitter: susierna
says:
Semoga sukses kontesnya, pakde.
Maaf hiatus saya terlalu lama hingga jarang menyapa pakde. :(
Terima kasih untuk semua bukunya yang sangat berharga. Rasanya bangga setiap kali mendapat buku/hadiah lain. Terimakasih.
sama2, hiatus gak apa2 asal tetap sehat
Susindra´s last [type] ..Persaingan Suami Istri Susindra
iya yah Pakde… padahal sama orang2 tersayang udah duduk bersebelahan, hadap2an, tapi kok ya jauuuuh… jujur juga nih Pakde, aku pernah loh nyapa suami lewat message BB gara2 dia sibuk terus sama BB nya padahal dia ada didepanku… hmmmph… :-(
kenapa harus lewt BBM
cubit aja yang keras entar kan kaget
Lyliana Thia´s last [type] ..Tumpeng Ngetril 61 Warna Pelangi
TErima kasih sudah diingatkan kembali pakde. IM2 saya harus dibawa ya
iya donk siapa tahu ada undangan jagong manten
Lidya´s last [type] ..Penjual Dadakan
Meskipun ini fiksi lama …
namun tetap … masih sanggup membuat saya merenung …
Yang ditulis pak de ini … mungkin sekali terjadi di alam nyata …
kita sudah diperbudak teknologi dalam genggaman …
Semoga kita semua masih menyadari bahwa kita makhluk sosial …
terima kasih tulisannya Pak De
Tulisan ini masih sangat relevan …
salam saya
iya oom, ini saya putar ulang untuk mengingatkan saya dan sahabat yang lain agar kesempatan mudik benar2 digunakan dengan cerdas dan pas.
nh18´s last [type] ..TEMAN MASA KECIL
Hiks… Pakdhe, terharu mbacanya….
Semoga daku tidak termasuk anak yang mengabaikan kerinduan dan kasih sayang orang tua..hiks… *kok jadi sedih sih, Pakdhe*
makanya jangan nakal nduk..
dewifatma´s last [type] ..Demi Tumpeng Ngetril
Kalau nda salah, tulisan ini dulu pernah terpilih menjadi pemenang di kontes mudik yang diadakan blogor ya Pak Dhe. Dan Benar kata Om Nh18, selalu menarik untuk direnungi.
Dan dalam rangka mudik lebaran nanti, saya mungkin tidak akan online karena di rumah nda ada komputer apalagi laptop. Saling mendoakan saja ya, Pak Dhe.
benar mas, artikel ini ikut lomba mudiknya mas MT
donga-dinonga mas
Abi Sabila´s last [type] ..Mengejar Lalilatul Qadar