Guru Writing Berdiri Murid Writing Berlari
Pada artikel berjudul Setelah Bangga Lalu Ngapain? Pak Mars minta pengarahan dan pencerahan dengan kalimat berbunyi: ” Bagi sahabat yang budiman, tolong saya diberi pencerahan dan pengarahan agar setelah bangga jadi orang Indonesia itu sebaiknya saya harus ngapain?
Dan inilah komentar yang saya tulis pada artikel diatas
Lho, bapak kan sudah melakukan sesuatu yang membanggakan setelah merasa bangga menjadi orang Indonesia.
Pak, bapak menjadi seorang guru aka pendidik itu sudah melakukan sesuatu yang besar.
Bukankah Kaisar Jepang pernah bertanya kepada stafnya ” Berapa orang guru yang tersisa ?”. Pertanyaan itu dilontarkan setelah Jepang luluh lantak dihantam bom atom.
Ini menandakan betapa pentingnya seorang guru.
Waktu saya SD pernah melihat suatu kalimat yang ditulis oleh bapak saya ( kepala SD) berbunyi ” Guru di masa pembangunan sama dengan tentara di waktu peperangan ”
Kalimat itu ditulis dalam buku persiapan mengajar.
Tanpa guru saya gak akan sampai kemari,pak.
Salam hangat dari Surabaya.
.
Terus terang, saya hidup diantara guru-guru.
1. Ayah saya seorang guru SD – terakhir sebagai kepala sekolah di sebuah SD di Jombang. Beliau jatuh di sekolah karena serangan stroke dan meninggal dunia pada malam harinya di rumah sakit Jombang.
2. Mertua saya seorang guru militer~guru saya -yang akhirnya mempertemukan saya dengan si dia. Sosok beliau pernah saya tulis di BintangSatu dengan judul Guruku Nakal Sekali.
3. Ipung pernah menjadi guru honorerl pada sebuah SMP di Cimahi ~ dia berhenti menjadi guru setelah menginthili saya dinas ke Balikpapan.
4. Ipar saya menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah lembaga yang mengurus pendidikan di Cimahi.
5. Last but not least, saya pernah menjadi guru militer sekaligus komandan siswa di Pusdikpom Cimahi selama 2 tahun dengan penuh kebanggaan. Salah satu materi pelajaran yang saya pegang adalah Berkas Perkara.
.
Sangking pentingnya peran guru, seorang bijak membuat suatu peribahasa berbunyi : ” Guru kencing berdiri, murid kencing berlari “. Lalu diciptakan lagu “Hymne Guru ” dan sebutan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ” guna menghormati profesi guru.
Bukan hanya itu, Anas YG – penggagas ” Gerakan 15.000 Penulis Muda Lahir Serentak “ menulis sebuah buku dengan judul ” Guru Writing Berdiri, Murid Writing Berlari”.
Buku ini memberikan penjelasan tentang cara menulis cerpen,dll berdasarkan pengalaman pribadinya dan dorongan kedua orangtuanya.
.
.
Sahabat tercinta,
Saya akan menyerahkan buku berjudul : ” Guru Writing Berdiri, Murid Writing Berlari” kepada :
1. Pak Marsudiyanto ~ yang mengilhami artikel ini.
2. Bang Iwan ~ seorang Guru Kimia dan TIK di SMA di Sopeng ~ pernah menjadi penuntun saya dalam mengurus blog saya Cardio Training Machine yang berbasis blogspot.
3. sd 5 , bagi sahabat yang memberikan komentar pada artikel ini. Jika yang berkomentar lebih dari 3 maka akan diundi.
Apa kesan dan harapan sahabat kepada para guru ??



saya juga hidup di lingkungan guru, bpk sy mantan guru, begitu juga dgn bpk mertua, beberapa ipar guru. Sy berharap guru sekarang lebih jujur, lebih peduli dengan anak didiknya, berani punya sikap… *hehe, ini sih curhat pribadi. .
Konon, mempunyai isteri/sumi seorang guru itu suatu kegembiraan tersendiri karena seorang guru umumnya mempunyai kesabaran yang bagus.
Simak kalimat ini ” Ya sudah, kalau malam ini belum bisa ya gak apa-apa, besok dicoba lagiiiiii”.
Lalu tidurnya membelakangi teman sebelahnya. Bhwaaaa…ha ha ha ha ha
dey´s last [type] ..Nikmat mana lagi yang engkau dustakan
gpp bu, di sini curhat is allowed, blom forbidden kok :D
*sotoy – siap ditimpuk buku sama pakde* hihihi
jangan manas-manasi, ngapain sih nimpuk pakai buku segala
Sandal jepit yang talinya di peniteni banyak kok
niQue´s last [type] ..Bukan Cinta Biasa
Twitter: pakdecholik
says:
Bener2…disini bebas dan aktif
Bebas thok juga boleh bhwaaaa….
NiQue.nique…kau membuatku kangen
‘Dhe, sengaja bilang ditimpuk buku, soale ngarep jeee … :D
*strategi ndapetin buku … 3 komentator pertama aja napa de hihihi … biar yang ngerondain blog ini makin banyak besok2 hahaha*
ngarep itu artinya depan kan
kalau belakang”mburi”
niQue´s last [type] ..Bukan Cinta Biasa
Twitter: auxentina
says:
Udah gitu kalo gak jelas bisa diulang-ulang terus, Pakdee :mrgreen:
bukan tidak jelas-tetapi belum bisa
chocoVanilla´s last [type] ..Penyakit Menahun
Kesan :
Guru adalah pelita hidupku!
Kok?
Iyalah, karena gurulah yang pertama kali memperkenalkan huruf dan angka kepada saya.
Dulu, orang tua ‘kan belum seaktif orang tua jaman sekarang ini hehehe …jadi kemampuan belajar anak sepenuhnya diserahkan ke pihak sekolah = guru.
Harapan :
Guru Indonesia harus lebih kreatif dan anti biasa seperti Pak Mars! :D
Kok kayak lagu
Guru bak pelita
penerang dalam gulita
jasamu tiada taraaaaaa…..
niQue´s last [type] ..Bukan Cinta Biasa
Twitter: aryakmdn
says:
Harapannya supaya tetap mengutamakan idealism, walau banyak godaan keduniaan.
Terdapat kasus, dimana guru “mengkaryakan” siswanya.
siswa menjadi obyek duit….mau nilai bagus…duit, remedial disuruh bawa barang…karena gurunya mau/lagi membangun rumah….para murid disuruh bawa/beli -bata, pasir, kayu dll, sebagai kompensasi nilai remedial…..
Dalam era global ini, istilah guru digugu ditiru, sudah tidak pas lagi. (siswa diarahkan untuk menjadi panutan sendiri, tanpa perlu mencari-cari contoh diluar).
kami lebih berperan sebagai gerbang menuju khasanah keilmuan.
Dari awal, kami terbiasa mewanti-wanti kepada siswa bahwa jangan pandang siapa yg bicara tetapi perhatikan isi dan apa yang dibicarakan.
kami berharap pada akhirnya, mereka (siswa) suatu saat tidak pernah lagi memerlukan seorang pembimbing (guru) dalam kehidupannya ( bisa mandiri).
Mengambil petuah dari sang leadership, bahwa seorang guru yang baik adalah yang nanti tidak diperlukan lagi oleh siswanya.
Nanti itu ukurannya sampai dimana mas ?
“Guru” dalam arti luas masih tetap diperlukan lho.Itulah mengapa sampai2 ada yang tega membuat kalimat ” Experience is the best teacher ”
Atau ada yang menggerutu sambil mengatakan” Gak mau belajar dari pengalaman sih. Sudah tahu kalau hari libur Puncak macet masih aja ngajak lewat Puncak ”
Dulu ada guruku yang bertanya ” Siapa yang mau ikut les ? Kalau ikut les dijamin dapat nilai 7, kalau gak ikut yaa saya tidak tanggung jawab “. Waduh, melu ae rek !!
aryadevi sudut kelas´s last [type] ..Bullying dan Siswa
Twitter: gaphe
says:
sempet merasakan jadi pengajar juga pas masih Kuliah, ngajar anak SMA, ngajar praktek di lab sama mahasiswa bimbingan, plus sekarang juga kerja di bidang pendidikan meski nggak ngajar secara langsung..
jadi guru emang mulia ya pakde, kalo dilakukan tulus dari hati
ikhlas-sabar
Gaphe´s last [type] ..Bongkar-Bongkar Parcel
Kesanku pada guru….
Kita tak bisa hidup tanpa guru…
maksudnya… mau jadi apa kalau nggak ada guru…?
Alhamdulillah Pakde, papa juga pernah jd guru Fisika di sekolah pelayaran dulu…
Amalnya nggak hanya di dunia yah… tp terbawa sampai akhirat nanti…
Insya Allah…
Hormat saya yang setinggi2nya utk para guru :-)
benar mengajarkan ilmu yang bermanfaat bernilai ibadah
Guru merupakan orang yang sangat berarti bagi saya pakde.
baik guru dalam arti luas maupun guru dalam arti sempit.
Semua yang pernah mengajari saya sesuatu saya anggap sebagai guru saya.
Mulai dari orang tua, guru ngaji, Guru SD, Pelatih pramuka, Guru SMP, Guru SMK, para sahabat blogger semua, dsb adalah guru bagi saya. Karena dari mereka semua saya belajar dan lebih memahami akan sesuatu.
Salam anget dari Bandung
kitapun bisa belajar dari alam kan mas
kalau burung2 pada ribut pasti tandanya lapaaaaaar
Twitter: kakaakin
says:
Pengalaman saya mengajar di kampus selama 4 tahun benar-benar memberitahu saya bahwa menjadi guru/dosen itu bukan perkara mudah. Apa yang kita ucapkan bisa-bisa dipakai oleh murid sebagai acuan dalam kehidupannya di masa mendatang (misalnya dalam dunia kerja).
Yang saya sesalkan dulu adalah mengapa saya menjadi guru yang bodoh, yang hanya sedikit memberikan ilmu kepada murid2 saya :(
lho kenapa kok hanya memberi ilmu sedikit kepada muridnya ? Kenafa…kenafa…kenafaaaaaaaaaaaa?
Pasti terlalu banyak ngasih tugas dan PR yaaa
Kakaakin´s last [type] ..Nenek Sarung
Sayapun tak pernah menyesal & sangat bangga jadi guru,
Saya juga terahir dari keluarga guru, Ayah, Ua (Om), & Paman saya seorang Guru. Itu juga yang menyebabkan ketika lulus SMA sy sama sekali tak berniat menjadi guru, apalagi orang tua membebaskan saya milih jurusan ketika kuliah. Terpengaruh teman saya daftar UMPTN jurusan Ilmu Hukum, setelah kembali kerumah ternyata saya dimarahi, disuruh daftar lagi di Fakultas Keguruan (padahal sebelumnya membebaskan saya pilih jurusan).
Tak mau mengecewakan orang tua, sy kembali lagi daftar kuliah di fakultas keguruan, sampai akhirnya diterima & lulus.
Walau awalnya sedikit terpaksa. Sy memang ditakdirkan untuk menjadi guru, dan saya tak pernah menyesal jadi guru, saya bangga jadi guru, saya sangat mensyukuri dan menikmati profesi guru, hidup diantara keluarga guru.
Salam hangat Pakde.
sadap, guru itu tugas mulia dan luhur\
muridnya kelak tersebar dimana-mana
dan pasti masih akan teringat pada gurunya
dedekusn´s last [type] ..Dirgahayu ke-66 Negeriku
Guru sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan saya, saya bisa membaca dan sampai bisa ke blog pak Dhe ini juga karena guru. :D
sayapun demikian
karena guru saya tahu bahwa huruf e disebelah ini adalah inisial dari Erwin
iyah aku juga gitu mba :P
genksukasuka´s last [type] ..Mohon maaf lahir dan batin
bapak saya guru..dan dia inspirasi terbesar saya..
bapak mertua juga guru yang sekarang jadi dosen.
cuma ibu yang TNI :P
btw ternyata pernah dicimahi toh pakde. mbah buyut dina masih tinggal didaerah kalidam.
jadi pengen mudik kesana
Lho, Ibu TNI tho, pasti di Perak sana ya nduk
bukan pakde. ibu dulu dinas diambon. pas kerusuhan balik sidoarjo trus dinas di otmil.
cuma sekarang sudah pensiun dini :P
oooh di otmil~ mereka partner saya-saya di baret biru
oia sampe lupa ke intinya..
kesan saya kepadan guru :
karna bapak guru, jadi saya banyak mengerti seperti apa guru dan kehidupannya..
biasanya guru yang jahat itulah yang banyak menghasilkan murid2 berkualitas.
jaman saya SD, mukul murid masih dianggap hak seorang guru :P
jadilah kami semua belajar keras karna takut kena marah.
tapi ketika kami berhasil, guru SD kami itupun tak lupa memberi penghargaan dan reward. jadi sebanding ^^
harapannya melihat guru sekarang : karna gaji guru sekarang sudah lumayan, apalagi sejak ada serifikasi guru yang kalo pas rapelan bisa buat DP beli mobil *hahahah*
harus diimbangi dengan peningkatan kualitas. jangan hanya ikut pelatihan ini itu demi menambah portofolio :P
setuju, guru harus profesional dan bermoral
Twitter: cahyabarkas
says:
Keluarga besar sy jg bnyk yg jd guru atau dosen, Pakde. Sy pun prnh mencicipi jd pengajar praktikum dan guru TK maupun SD (kalau yg ini sy tdk dibayar sepeser pun), menurut sy ngajar anak kcil jauh lbh susah drpd hrs mengajar mahasiswa.
Pakde jg salah satu guru monetize ngblog sy yg ga pelit bg2 ilmunya.
Kesan : guru adalah orang tua kedua saya stlh orang tua kandung sy, yg menginginkan yg terbaik utk anak2nya.
Harapan : jangan melakukan kekerasan fisik pd anak didiknya(pengalaman yg sy lihat saat skul dlu trmsuk pengalaman pribadi tiap minggu krn ga bs jwb pertanyaan pasti kena jewer smpe merah), tdk hnya terpaku pd buku teks dan mendiktekan pd muridnya, datang tepat waktu saat mengajar, memberikan rasa optimis kpd siswanya.
cekak-cingkrange : guru harus profesional dan bermoral ya nduk.
Twitter: rindrianie
says:
Keluarga terdekat saya belum ada yg jadi guru sih Pakdhe, tapi saya dari kecil sukkka sekali mengajar. Suka main ‘play role’ dan saya jadi gurunya, di tempat ngaji waktu kecil disuruh ngajarin baca iqro’ ke anak2 yg lebih kecil. Waktu kuliah di Bandung jd senior pembimbing untuk adik2 yg baru masuk. Sebelum kerja di tempat skrg mengajar di lembaga kursus sekitar 1 tahun-an.
Kesan saya, jadi guru itu sulit, sekaligus menyenangkan, karena membuat kita terus belajar dan bertumbuh. Harapannya, setiap guru menyadari hal ini, dan tidak menganggap dirinya sudah tahu segalanya… *ini ditujukan ke diri sendiri Pakdhe, karena cita2 jangka panjang saya ingin menjadi dosen :D*
Bagus, good, sae, dados…..lha itu dia,
guru matematika pasti enteng saja mengerjakan 2308×1950:(23+08) x (08×50)+ (1950×08): (195008:23)= ?
Tapi anak kelas 2 SD mungkin mencret mencret tuh….
Orin´s last [type] ..Kalah Sama Shaun??
tidak semua orang bisa menjadi guru tenryata pakde. misalnya saya ahli dalam satu bidang tapi dalam menyampaikannya kurang ahli. saya sempat mengajar Visual Basic dulu , dan gak pedenya yang diajarkan bapak-bapak :)
benar, ada orang yang pintar tetapi kurang bisa menularkan kepintaran kepada orang lain karena dia diatas sana sedangkan muridnya dibawah sini. Caranya : dekatkan jarak itu, yang pintar turun beberapa tangga agar dekat dengan yg akan menerima ilmunya.
Jika tidak maka akan terjadi saling ngrasani : Yang diatas bilang ” dasa bego, mosok akar 230850 aja gak bisa “.
nah yang menerima ilmunya bilang ” Itu gambaar apaan sih, kayak huruf V tapi ada angkanya “,….ha ha ha h ha
hahaha pade lucu deh :)
tapi saya bangga bisa mengajarkan membaca,menulis,membaca alqur’an ke anak.
sementara teman-temannya Pascal sibuk les ini les itu. Sementara ini jadi guru untuk anak-anak sendiri dulu
bagus..bagus..bagus…
ngemenk..ngemenk..kalau PasCal salah pake acara dicubit apa tidak bu guru ??
justru ini tantangan terberat ya mbak lid. jadi guru buat anak2 kita sendiri
kalau gak bisa langsung nangis je
ita´s last [type] ..kecewa!
mau tanya arti Je itu apa ya? mau tanya malu hehehe sering nulis kayanya pakde juga
Itu kata sandang saja , mirip ” kok”
kalau bahasa Sunda ” abdi da ”
da itu kan gak ada artinya tho
Twitter: SobatBercahaya
says:
Ternyata eh ternyata PakDe juga Pak Guru toh baru tau aku. :)
Ilmu itu sangat penting, maka Islam memang sangat2 betul yaitu setiap umat Islam diwajibkan menuntut Ilmu. Ilmu juga menjadi penentu maju mundurnya seseorang ataupun negara klo orang tidak berilmu maka dalam bertindak namanya ngawur.
Inget kata orang tua “kebodohan itu dekat dengan kemiskinan, kemiskinan itu dekat dengan kriminalitas”.
tugas teramat mulia ya mas
Harapan kepada Guru, jadilah umar bakrie di zaman moder, majukan putra-putri Indonesia dengan tangan dingin kalian agar bangsa kita bisa bangkit bersama2 dengan bekal Ilmu yang telah Pak/Ibu Guru berikan.
Twitter: yuliawan
says:
Alhamdulillah… makasih banyak PakDe
Saya juga dari Keluarga Guru. Mulai dari Ayah dan Saya 5 bersaudara Suami Isteri adalah Guru.
mantap deh. Kalau lagi ngumpul pasti saling manggil mas guru, dik guru,mbak guru gt ya bang
Bang Iwan´s last [type] ..Links for 2011-08-24 [del.icio.us]
Twitter: yuliawan
says:
Sebutan ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’, mungkin sekarang hanya menjadi sebuah kalimat yang tak ada nilainya. Betapa tidak? Para pahlawan ini memang tak pernah diingat oleh siapapun dan kapanpun. Meski sejatinya ia bermakna dalam kehidupan manusia. Kalimat yang mengandung arti luas dan sangat mengena ketika mengenang kembali kilas balik kehidupan kita di masa kecil saat pertama kali mengecap pendidikan di Sekolah Dasar.
lho jangan memfitnah donk
saya selalu mengingat guruku lho bang
Bang Iwan´s last [type] ..Links for 2011-08-24 [del.icio.us]
Twitter: yuliawan
says:
Mungkin tidak banyak dari kita yang tahu, bahwa pada tanggal 8 November 2007, Sartono, sebagai pencipta Hymne Guru, disaksikan oleh Dirjen PMPTK Depdiknas, Dr. Fasli Jalal Ph. D dan Ketua Pengurus Besar PGRI HM. Rusli, telah menandatangani surat resmi tentang penggantian lirik terakhir dari Hymne Guru tersebut. Kata-kata “tanpa tanda jasa” diganti menjadi “pembangun insan cendekia”. Sehingga Hymne tersebut diakhiri dengan “Engkau patriot pahlawan bangsa pembangun insan cendekia.” Sebuah langkah yang mungkin dirasa lumayan bijak untuk mengakhiri “penderitaan” guru yang tak kunjung hilang.
Dan hal itu diperkuat dengan Surat Edaran Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nomor : 447/Um/PB/XIX/2007 tanggal 27 November 2007,
nuansanya jadi lain ya bang
Bang Iwan´s last [type] ..Links for 2011-08-24 [del.icio.us]
Twitter: yuliawan
says:
Artikel lengkapnya dapat dibaca disini http://amriawan.blogspot.com/2010/11/hari-guru-nasional-pembangun-insan.html
sudah bang-thanks
Bang Iwan´s last [type] ..Links for 2011-08-24 [del.icio.us]
Twitter: _MelAmel_
says:
Wah, saya beneran baru tahu ini loh pak lik,, dulu waktu SD nyanyinya masih “tanpa tanda jasa”
emangnya Amel pernah SD??
amela´s last [type] ..Count Down
Twitter: _MelAmel_
says:
Wah pak dhe, ya pernah toh ya.. sampe sekarang aja masih sering dipanggil anak SD sama temen-temen saya..
kenapa, apa karena bodymu cilik menthik….
amela´s last [type] ..Count Down
Twitter: yuliawan
says:
Kunci dari pendidikan itu adalah guru, dan pemerintah Jepang sangat menyadari hal itu. Maka lihatlah mereka sekarang. Jepang menjadi ikon untuk sebuah kemajuan. Sekarang mari lihat bagaimana keberadaan guru di Indonesia.
Moga saja dengan perubahan sebutan tersebut , tidak semata-mata dimaknai sebagai perubahan nasib berkaitan kesejahteraan finansial saja tetapi juga diikuti komitmen bersama untuk berusaha meningkatkan kompetensi diri.
Peningkatan kompetensi diri juga harus selalu diikuti dengan perubahan pola pikir dan usaha untuk selalu menjadi guru yang pembelajar yang peduli pada siswa. Bukan selalu menuntut dan menuntut “tanda jasa” tetapi tidak mengimbangi diri dengan kemampuan profesional yang memadai.
sependapat
Jika kita profesional dengan sendirinya hasil didik akan bagus
Bang Iwan´s last [type] ..Links for 2011-08-24 [del.icio.us]
Twitter: yuliawan
says:
Kepada rekan-rekan se profesi mari membangun pendidikan dengan tulus ikhlas. Insya Allah setiap usaha yang kita lakukan akan mendapatkan “BALAS JASA” yang setimpal dari Allah SWT bukan mengharapkan “kesejahteraan” dari pemerintah saja.
dengan niat yang lurus Insya Allah kesejahteraan akan datang
Bang Iwan´s last [type] ..Links for 2011-08-24 [del.icio.us]
indahnya hidup diantara banyak guru yah pakde…
pakde mau ndak jadi guru saya….
wani piro ??
genksukasuka´s last [type] ..Mohon maaf lahir dan batin
Twitter: _MelAmel_
says:
Bener sekali Pak DHe, guru itu pahlawan pembangunan..
Lha, yang ngajarin anak-anak bangsa biar pinter2 kan bapak-ibu guru kan Dhe?
Jadi guru itu juga bisa menjadi ladang amal, bukankah tiap ilmu yang bermanfaat itu adalah amal jariyah yang bisa dibawa hingga mati.. Subhanallah..
benar nduk-gak ada guru tentu gak ada sekolahan
amela´s last [type] ..Count Down
Dulu cita-citaku waktu kecil selain ingin menjadi Polwan saya juga ingin menjadi guru, tapi dikarenakan perekonomian keluarga yang gak memungkinkan jadi cukup hanya sebagai cita-cita.
Guru bukan hanya terdapat di sekolah yang mengajarkan kita tengan ilmu pengetahuan, di sekeliling kita juga bisa di jadikan guru untuk kita bisa menjadikan diri kita lebih baik lagi kehidupannya.
Pandanganku kepada Ibu yang bekerja keras, sampai akhirnya aku bisa menyelesaikan sekolah dengan bekerja keras. Karna ingin sekali bisa memperlancar komputer bela-belain mempelajari sesuatu dari bude…., akhirnya kerja sambilan dan bisa tamat.
Dia saat itu adalah guruku yang bisa memotivasi.
Harapanku mungkin sama dengan yang lainnya….semoga guru-guru sekarang bisa lebih lagi memperhatikan bagaimana cara mendidik para murid dengan baik dan bukan melihat dari latar belakang keluarga murid.
wah kalau jadi Polwan makin cakep donk
kerja keras memang perlu, plus doa yang tak pernah putus
Twitter: marsudiyanto
says:
Saya pengin jadi guru yang dicintai muridnya Dhe. Kalaupun tak bisa, maka sayalah yang berusaha untuk mencintai murid saya. Itu jauh lebih mudah dan realistis.
Keberhasilan murid adalah kerja keras mereka. Saya hanya mengantar saja. Justru muridlah yang membentuk saya hingga menjadi saya seperti sekarang ini.
Trima kasih atas apresiasi PakDhe…
Tak tau saya musti bilang apa lagi…
sudah cukup pak
bagi saya pribadi, guru tetap merupakan orang yang berjasa dalam hidup saya.
Jika Pak Karnadi dulu suka mlintir susu kalau jawaban berhitung salah
tapi dari beliau saya tahu bahwa untuk menghitung lama perjalanan itu rumusnya jarak : kecepatan kendaraan
Jika jarak Surabaya-Jombang itu 80 km, sedangkan kecepatan kendaraan 80 km/ maka dalam waktu satu jam saya sudah sampai Jombang asal tidak mampir di warung soto dhok dekat ringin contong
marsudiyanto´s last [type] ..Bahasa Indonesia
Twitter: auxentina
says:
Andaiii saya masih pantas pake putih abu-abu, pasti ndaftar ke sekolah Pak Mars biar jadi muridnya :oops:
kayaknya sih masih pantas kok
supaya lebih yakin, coba rambutnya dikuncir 2, lalu ngaca.
chocoVanilla´s last [type] ..Penyakit Menahun
Twitter: marsudiyanto
says:
Maaf Dhe…
Respon yang di “bold” kok startnya disitu…
Kalau nggak salah, mulai dari kata “sudah cukup….”
Atau komentar saya yg katutan kalimat itu ya?
Memang saya sengaja supaya panjenengan balik lagi
Nah sekarang sudah benar
marsudiyanto´s last [type] ..Bahasa Indonesia
Bapak Saya pensiunan Dosen, mengajar Bahasa Inggris
Ibu Saya pensiunan Guru SMA, mengajar Menggambar
Adik Saya lulusan IKIP jurusan Psychologi Pendidikan
Adik Ipar saya pun sama IKIP jurusan Psychologi Pendidikan
Saya ?
Trainer !!! So … Kami keluarga Guru …
Harapan saya :
Hanya satu … Agar semua guru bisa enjoy mengajar …
Jika Guru Enjoy mengajar … Anak murid pun akan enjoy belajar
Jika anak murid enjoy belajar … pelajaran pun akan lebih mudah diserap …
Sesungguhnya dan Seharusnya … kegiatan belajar mengajar itu adalah suatu hal yang sangat menyenangkan
Bagaimana membuat Guru Enjoy mengajar ?
tentu saja dia harus merasa “secure”.
baik “secure” financial maupun “secure” masa depan dia dan keluarganya
And yes … ini tidak semudah membalikkan tangan …
Tapi saya percaya … Ini tidak Mustahil …
Salam saya Pak De
(topiknya menantang … jadi saya nyerocos deh …)(hahaha)
Benar oom, betapa menyedihkannya ketika sepupu saya yg guru juga berkata, dulu masih banyak potongan ini-itu
bagaimana bisa enjoy mengajar jika dalam slip gaji hanya sisa Rp. 23.850
Konon sekarang kesejahteraan guru sudah membaik.
semoga akan semakin baik
nh18´s last [type] ..YANG ASLI
Adik dari Ayah saya juga seorang guru PakDe….keduanya guru agama di MTS tg Pinang.
Inget dulu rumahnya kecil banget….udah gitu numpang lagi. alhamdullilah istrinya yang pintar selalu saja ada rejeki dengan menjahit baju ( inilah guru menjahitku ).
Dan alhamdullilah sekarang rumahnya udah lumayan gede…..tapi bukan hasil korupsi lho De…..berkat usaha dan kesabaran.
- adik dari ayah saya, itu kan bisa disingkat menjadi Paklik atau Paman atau Oom tho nduk.
- lha yg nuduh korupsi itu ya syooofoo.
IbuDini´s last [type] ..Persiapan Lebaran
kok aku iso lali yo De….
Akibat kelamaan tidak bertemu nich De kayaknya…atau udah gak sabar nunggu buka puasa. heheheh
emangnya makanan untuk buka puasa gak mau nunggu si calon pemakannya kok gak sabar
IbuDini´s last [type] ..Persiapan Lebaran
Twitter: auxentina
says:
Saya jugak dari keluarga guru, Pakdee. Mbah Kung saya guru, adik Mbah Kung Kepsek saya :D Ayah saya juga sempat jadi dosen :D Adik saya jugak :D
Guru sekarang sudah beda dengan guru jaman dulu, Pakdee. Setidaknya saya liat guru anak-anak saya lebih dekat dengan murid. Mereka bisa aja bercanda, jalan berangkulan, saling menggoda, tapi tetap ada wibawa sebagai guru. Kalo jaman saya dulu kan liat guru aja dah ketakutan apalagi guru “killer”. Dengan pendekatan seperti ini anak2 jadi lebih mudah menangkap pelajaran dan terbuka dengan gurunya. Tidak semua guru begitu siiy….
Dan sejak saya melihat kegiatan anak2 saya di sekolah, mendadak saya pengen jadi guru, Pakdee :oops: Pengen jadi guru bahasa Indonesia :D kalo guru MTK kayak Pak Mars gak mungkin, hawong saya pas-pasan je :D Andaiiiii ada lowongan guru part time :D
Guru sekarang sudah beda dengan guru jaman dulu
lha yo jelas tho jeng ayu, guru jaman dulu pasti sekarang sudah tua2 sekali dan gak faham matematika, tahunya berhitung kan.
yg saling menggoda dan jalan berangkulan itu dimana..dimana..dimanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?????
Bagaimana mau jadi guru Bahasa Indonesia. Mosok bahasa Indonesia ada kalimat ” hawong saya pas-pasan “. Hawong itu bahasa Indonesia dari mana….???? Gunung Putri atau Gunung Bohong ???
chocoVanilla´s last [type] ..Penyakit Menahun
Twitter: auxentina
says:
Wuahahahahahaha…… Pakdee nakaaaaaallll…… wuahahahaha……
Yang berangkulan itu masih anak-anak piyik, Pakdee. Ibu guru merangkul anak muridnya mengajak masuk kelas gitu lhooo…. ah Pakdee nich…..
ya lain kali yang jelas donk ach…
seperti contoh ini ” dikampung saya kemarin ada orang mati dilangkahi kucing hidup lho”
Pernyataan ini kan gak begitu jelas, yg hidup itu orang matinya atau kucingnya
chocoVanilla´s last [type] ..Penyakit Menahun
Twitter: andre_etrox
says:
sudah lama ga mampir di sini. kalo menurut saya, profesi guru itu mulia. dan banyak butuh pengorbanannya.
benar mas-harus ikhlas dan sabar
Twitter: cyberkatrox
says:
Kata pepatah Jawa, GURU = digugu lan ditiru. Jadi sebaiknya guru mengajarkan kepada anak didiknya yang baik, karena segala ucapan dan prilaku guru itu diikuti dan dicontoh oleh anak didiknya.
ada juga yang memberi istilah nunggu wong turu, ini terutama guru yang mengajar kelas sepuh atau karyawan perusahaan. Muridnya banyak yg ngantuk…
Blogger Java´s last [type] ..Bejubel Market Place Terbaik di Indonesia
Twitter: cyberkatrox
says:
Harapannya, GURU lebih mengedepankan pendidikan untuk anak didiknya, dan jangan malah mengajari anak didiknya untuk berbuat curang, agar anak didiknya lulus 100%. Terapkan pendidikan yang baik, karena anak-anak kita nantinya akan menjadi harapan bangsa untuk menjadi pemimpin yang baik.
memang agak memprihatinkan jika muri diajari untuk berbuat curang. Akhirnya menodai pendidikan
Blogger Java´s last [type] ..Bejubel Market Place Terbaik di Indonesia
Guru adalah cermin…., hal ini yang mungkin tidak akan dilupakan pada murid-muridnya.
Seseorang bisa berkata aku adalah guru bila ia bisa memberikan sesuatu tanpa harus memikirkan untung dan ruginya.
Kata guru masih sama dulu dan sekarang , tapi guru masa dulu dan guru sekarang mungkin tidak sama…mana guru yang jujur dan tidak , mana guru yang melihat semua murid adalah sama.
Untuk itu bagi penyandang guru jadilah kalian guru yang bisa di banggakan, di kenang dan dihargai oleh murid-muridmu. Ajari apa yang kamu miliki karna sesungguhnya tidak ada ruginya bila ilmu yang kita punya bisa di ajarkan dengan baik dan mudah untuk yang membutuhkan, justru orang rela berbagi ilmu maka tanpa disadarinya ilmunya juga akan bertambah.
Pada umumnya semua guru sudah membagikan ilmunya kepada para muridnya dengan gaya masing2.
Ada guru yang sabar dan ada juga yang killer (kata muridnya)
IbuDini´s last [type] ..Persiapan Lebaran
Salam Takim
Guru adalah seorang yang memiliki amal yang tak pernah kering, walau terkadang banyak orang yang enggan menjadi guru karena pengahasilannya, padahal dengan menjadi guru beribu amal akan tertanam asalkan ikhlas.
Saya juga mau jadi guru tapi saya sekarang sekolah dulu pakde
Salam Takzim batavusqu
emangnya masih ada sekolah guru mas ??
Batavusqu´s last [type] ..Tradisi Mudik
Saat ini sekolah yang aku kangennin dan pengen aku kunjungi adalah sekolah SMP ku De…
Sudah lama sekali gak pernah berkunjung…….terakhir aku berkunjung ketika aku menerima tempahan menjahit baju seragam…..
Tapi sejak aku pindah kemari aku gak lagi membantu budeku dalam urusan menjahit….karna aku udah punya kesibukan sendiri..
Bukannya yang menjahit tadi istrinya adik ayah, berarti bulik dong bukan budhe.
IbuDini´s last [type] ..Persiapan Lebaran
Iya ya De….hehehhehe…
hahahaha.. Pakdhe dari tadi kompleeeennn aja…hihihi…
Pak Dhe aku juga guru dan penulis amatiran, kalo saya ngga kemasuk dari tiga yang dapat undian itu, bisa ngga saya dapat buku itu sebagai bonus, ngarep.com
Insya Allah diusahakan pak guru
minimal buku yg sudah saya baca, gak apa2 kan
kalau yg diundi kan sudah amanah
Misfah´s last [type] ..Not Now
Guru…someone I always admired and someone I wanna be…gua pengen jadi guru nanti kalo udah lulus kuliah =)
sekarang sudah kelas berapa ??
Dengan bangga akan aku katakan bahwa,
AKU ADALAH SEORANG CALON GURU
apapun itu anggapan orang, menjadi guru yang benar adalah sebuah kebanggaan..
MM..memang..sayapun bangga menjadi guru kok….
16 September´s last [type] ..Tragedi Tempe Goreng
Twitter: hardivizon
says:
Menjadi seorang guru memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Sebab, ia berhadapan dengan obyek hidup, yakni para siswa (generasi). Bila terjadi kesalahan dalam mendidik, maka akan mengakibatkan terlahirnya generasi yang salah didik. Hal itu tentu tidak dapat diganti walau dengan uang dalam jumlah besar. Berbeda dengan pekerjaan lainnya yang berhadapan dengan obyek mati. Mekanik mobil contohnya, bila terjadi kesalahan dalam pekerjaannya, maka yang rusak adalah mobil itu, yang sudah barang tentu dapat diganti dengan sejumlah uang.
Saya pernah menuliskan tentang ini dulu Pakde, di sini: http://hardivizon.com/2009/11/25/terima-kasih-guru/
Makanya guru gak boleh salah mendidik
Buatlah persiapan mengajar yang baik
vizon´s last [type] ..5 elang
Twitter: alqoernia
says:
Suami saya dulu (nyaris) jadi guru. Karena dulu waktu dikampung sekolahnya SPG (sekarang kayaknya udah ngga ada), setelah tamat melanjutkan kuliah ke jogja ambil jurusan bahasa inggris. Setelah lulus kuliah, kakak iparnya yang menjabat sebagai kepala sekolah menyuruh suami pulang kampung untuk mengajar di sekolah itu yg kebetulan kekurangan tenaga guru bahasa inggris. Sebenarnya kalo suami mau mengajar di sekolah sana nanti otomatis menjadi pegawai negeri. Karena dulu masih gampang utk jadi pegawai negeri. Tapi krna satu hal suami malu utk pulang kampung, akhirnya gagal jd guru. Tetapi sekarang kerja di perusahaan IT yang membuat software pendidikan yang kalo softwarenya terjual suami tetap harus mengajar guru2 yang ada disekolah tsb bagaimana cara memakai softwarenya…ujung2nya mengajar juga ehehhe…..(tapi ada untungnya juga suami gak pulang kampung…soale kalo pulang kampung kan nanti ngga ketemu saya saya hihihi….)
Kalau adik saya guru TK yang muridnya kadang masih ada yang pup di kelas. Dan itu jadi kewajiban adik sy sebagai guru utk membersihkan anak2 yg pup tadi. Meskipun jijik tetap harus dilaksanakan. Tapi sedihnya gajinya sangat tidak seimbang. Adik saya harus mengajar 2 kelas, setelah mengajar masih harus memberikan les kpd anak2 tertentu. sampai rumah masih harus membuat tugas2 utk besok. Tapi adiku cuma digaji 300rb/sebulan….hari gene dgn gaji segitu cukup apa?
Untungnya adikku lulus tes pegawai negeri. Tapi masih sebagai tenaga honorer. Dan mewajibkan adikku sampai kapanpun harus tetap mengajar di TK tsb, kalau ngga uang tunjangan sbg guru honorer akan hilang. Sialnya uang tunjangan sbg guru honorer tsb turunnya ngga tentu…kadang 3 bulan sekali. Tapi yg sekarang ini udah 7 bulan belum turun-turun.
Kalo ibuku dulu semasa hidupnya sebagai guru ngaji di beberapa majlis ta’lim kaum ibu. Pendapatannya tak menentu tergantung saweran jamaah yang hadir. Uang segitu harus mencukupi kebutuhan hidup dgn 7 anak.
Meskipun hidup pas-pasan tapi ibuku gak pernah berniat melepaskan jabatannya sebagai guru. karena ibuku ingat Abi Hurairah berkata, telah bersabda Rasulullah saw :
“Apabila mati seorang anak Adam , maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara : Shadaqoh zariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Jadi Guru itu pekerjaan yang amat mulia, karena bisa mencerdaskan anak bangsa….meskipun di dunia mendapat imbalan tak seberapa…tapi di akhirat imbalannya sangat luar biasa…..
Amiin
Siapa tuh namanya yang bagian ngurus tunjangan honorer
dia harus membaca hadits yang berbunyi ” bayarlah upah buruhmu sebelum keringatnya kering”
Lha 7 bulan ngajar kok honornya belum turun sih….
Jangan sampai nanti bu guru mengajari muridnya menyanyikan lagu
“Naik..naik kepuncak gunung
Honor hak turun..turuuuuuuun “
Ha ha ha ha..kacau tuh Kabag Honor nya
nia/mama ina´s last [type] ..Walu di Usia 16 Bulan
Twitter: alqoernia
says:
Iya Pakdhe kasihan adikku…orang-orang lebaran makan daging…kalo dia makan tempe gara-gara uang tunjangannya ngga turun….Udah gitu yang lebih parahnya lagi, udah dapatnya telat…..dipotong pula….coba bayangkan….masih banyak loch ternyata guru honorer yang gajinya disunat……kata Bang haji…sungguh TERLALU…….!!!!
sesungguhnya orang-orang yang suka menyunat honor guru itu bukanlah termasuk dalam golonganku
nia/mama ina´s last [type] ..Walu di Usia 16 Bulan
Twitter: alqoernia
says:
Tapi kalo aku ngga ada bakat jadi guru, karena aku suka gemeteran kalo berbicara di depan umum….udah gitu aku juga tidak pandai menjelaskan sesuatu secara detail. ahhh kenapa bakat jadi guru itu tidak turun ke aku yachhh?
Tapi kalo anakku yang pertama kayak2nya ada bakat jadi guru. Soale aku sering perhatiin dia main sekolah2an sendiri. Pura2nya jadi guru. Trus ngabsen nama teman2nya di kelas….Mudah2an aja salah satu anakku ada yang jadi guru.
wah..wah..entar kalau ketemu saya gemetaran enggak tuh ?
nia/mama ina´s last [type] ..Walu di Usia 16 Bulan
Twitter: alqoernia
says:
wah kalo ketemu Pakdhe ngga gemetaran lahh…paling-paling salting hihihihi……
pasti menunduk, ada rona merah dipipi dan bolak-balik nglempar poni kan…..
begitu saya pergi langsung berani teriak menyanyi
” kuhapus bekas bibirnya, dari bibirmu dengan bibirkuuuuuu….”
nha..lagu itu kok gak pernah berkumandang lagi yaaaa…..
nia/mama ina´s last [type] ..Walu di Usia 16 Bulan
hahaha… Pakdhe, bangun..bangun… udah subuh…
Sharing pakde,
berkat ajaran dari guru TK (lupa namanya), saya berani ditinggal orangtua untuk sekolah
berkat ajaran dari bu supinah (guru kelas 1 sd) : saya bisa lancar baca tulis (masih beberapa juta penduduk indonesia buta huruf lho, karena tidak adanya kesempatan mereka bertemu guru)
berkat ajaran dari bu erna (guru kelas 2 sd) : saya hapal perkalian (yang ternyata penting banget sekali untuk bisa mengerjakan pelajaran dari SD sampai kuliah dan kerja, juga kehidupan sehari-hari)
berkat ajaran pak sunoto (guru kelas 3-6 sd): saya mengerti arti kesederhanaan dan kejujuran
berkat ajaran pak djunedi (guro olahraga SD): saya bisa berenang (saya bersyukur sekali sebab banyak teman saya semasa kuliah yang tidak bisa berenang, berenang itu asyik-menurut saya)
berkat ajaran bu diana (guru fisika kelas 3 SMP): saya tahu menyontek itu salah, yang menyontek dan memberikan contekan sama-sama salah dan harus menerima hukuman.
berkat ajaran bu melia (guru fisika kelas 1-3 SMA): saya tahu, kunci dari keberhasilan adalah mencintai apa yang kita kerjakan, punya mimpi, selalu berfikir dan bertindak positif. Dengan mencintai mengajar fisika, beliau sekarang (jauh setelah saya lulus SMA) bisa tinggal di Kairo dengan keluarganya. Mengajar fisika di salah satu sekolah di Negeri tersebut.
dan banyak guru-guru lain yang sangat berpengaruh dalam hidup saya. Walaupun sudah belasan tahun tidak bertemu, namun jasa para guru yang baik dan tulus tersebut tetap melekat di ingatan. Semoga Tuhan membalas dengan pahala terbaik untuk guru-guru saya. :)
waduh..waduh..waguh..pinter sekali keponakan pakde yang baru muncul ini
masih hafal nama2 gurunya
kalau guru saya kelas 1 SR namanya ibu Supiyah-beda tipis dengan Ibu Supinah
wiga´s last [type] ..silence
Halo Pakdhe, baru sempat berkunjung nih.. Tadi sibuk menghijaukan lahan yang disana. Tapi hari ini lumayan lancar, Pakdhe. Sekali tendang, seluruh lampu hijau langsung nyala. Tengkyu ya Pakdhe…
Hahah… baru tau, ternyata Pakdhe mengencani anak gurunya sendiri.. Pakdhe ternyata pemberani *twink twink*
asal sudah sesuai engan kaidah ya hijau
kadang kurang teliti saja atau malas
Bener, Pakdhe. Sekarang sudah mulai paham. Tadi juga sekali klik publish langsung hijau 100%.
Makasih Pakdhe, Pakdhe juga guru yang hebat :D
Twitter: Ikkyu_san
says:
dulu waktu kecil saya pernah bercita-cita jadi guru, tapi ngga mau masuk SPG
lari ke Sastra Jepang.
Profesiku macam-macam dari announcer sampai penerjemah. Juga Dosen
dan yang paling aku senangi memang menjadi guru/dosen. Puas rasanya jika murid yang tadinya tidak tahu, menjadi tahu dan bahkan lebih pintar dari kita.
Papaku secara status bukan guru, tapi sampai sekarang sudah pensiunpun masih mengajar di Lemhanas,
rupanya aku kecipratan papaku.
Dan guru itu amat dihormati di Jepang. Beruntung aku tinggal di Jepang
EM
Guru dimana-mana harus dihormati. Ketika sekolah di India, setiap guru masuk kelas kami harus berdiri. Dan baru duduk kembali setelah beliau ngasih aba-aba ” sit down please “
Ikkyu_san´s last [type] ..Ultraman Mebius dan Ultra Seven
Eit, kelupaan…
Kesan untuk para guru:
Mereka adalah orang tua kedua, yang ikhlas rela mentransfer ilmunya, yang mendidik dan mengarahkan kita ke jalan yang benar, dan membuat kita menjadi “seseorang”
Harapan untuk para guru:
Tetaplah menjadi seseorang yang pantas untuk digugu dan ditiru, tetaplah ikhlas berbagi ilmu. Karena jikapun didunia balasan untukmu tidak setimpal dengan apa yang telah engkau beri, percayalah, Tuhan akan mencukupkannya untukmu.
*Pakdhe, jadi terharu biru nih. Guru TK kami baru meninggal 4 hari lalu. Semoga beliau bahagia dialam sana. Amin*
Amiin, semua makhluk yang bernyawa akan merasakan mati.
Dewifatma´s last [type] ..Selamat Buat Jeng Susan dan Pakdhe Cholik
Kesan dan pesan untuk guru ya, pakdhe?
Kebetulan bapak dan ibuku guru SD di kabupaten tegal. Beberapa saudara bapak juga banyak yang jadi guru. Jadi dulu pas pertama ikut tes masuk perguruan tinggi aku disarankan masuk ke PGSD Unnes, sudah sampai tahap wawancara, hanya saja ga jadi diambil. :D Mungkin karena merasa aq ga punya bakat jadi guru yang bisa banyak cerita di depan kelas, hehe.. jadi dibatalkan. ambil matematika murni, sampai sekarang malah banting setir jadi wirausaha, bukan kerja di kantor. :D
Untuk sekarang, kesejahteraan guru memang tinggi, sampai-sampai Unnes yang notabene dulunya Eks IKIP semarang, kebanjiran peminat untuk jurusan pendidikan. Padahal dulu, banyak orang yang memandang sebelah mata pekerjaan guru. Istilah umar bakrie pegawai negeri dengan gaji pas-pasan yang membuat banyak orang mengalihkan pilihan untuk tak menjadi guru.
Itu pikiranku juga pas dulu ga ambil PGSD. tapi kemarin2 denger cerita dari seorang teman tentang gerakan indonesia mengajar yang menyeleksi anak-anak fresh graduate untuk dibina dan nantinya ditempatkan di pelosok negeri bikin saya miris.
Ternyata wajah dunia pendidikan indonesia segitu parahnya. dia ngasi postingan video presentasi saat ditempatkan mengajar di desa terpencil di sulawesi. (video dan ceritanya bisa dilihat di sini : http://agungfirmansyah.wordpress.com/2011/06/22/tedx-makassar-2011/)
Katanya di sana, anak-anak kalo mau sekolah harus menerobos sungai, melewati jalan-setapak yang berlumpur, dan sekolahnya itu di pucuk gunung. Kalo liat itu jadi berpikir, bahwa kesejahteraan guru pun masih belum bisa menggantikan balas jasa kita untuk pengabdian mereka yang subhanallah, istimewa. Ga bisa digantikan dengan uang maupun tunjangan profesi. Guru adalah panggilan hati. Panggilan untuk mengabdi pada negeri. Satu-satunya cara untuk merubah generasi sesudah kita ya dengan pendidikan yang lebih baik. Fasilitas yang memadai seperti buku, perpustakaan, laboratorium, dll. yang terpenting terutama buku. di daerah terpencil banyak anak daerah yang sebenarnya mereka pintar dan cerdas, tapi karena kekurangan akses buku, jadi kurang berkembang daya baca mereka. persis seperti di film laskar pelangi, sekolah juga tempatnya ala kadarnya. kadang belajar di bawah pohon, karena keterbatasan tempat itu. Karena kekurangan buku itu , gerakan indonesia menyala mengadakan gerakan indonesia menyala. tujuannya untuk mengumpulkan buku-buku bermutu yang bisa disalurkan kepada pengajar muda(istilah untuk para fresh graduate yang ditempatkan mengajar di daerah pelosok negeri)
Sejak melihat video itu, aq mulai melihat profesi guru sebagai profesi yang jauh lebih istimewa dibandingkan pengusaha, dokter, pengacara, dsb. apa jadinya kita tanpa mereka? apa jadinya tanpa kesabaran mereka mengenalkan satu persatu huruf saat kita mulai belajar membaca dan menyerap ilmu di bangku sekolah dasar?
Sekarang harapan yang ada, bahwa meski kita bukan guru sekali pun, peluang untuk menjadikan pendidikan sebagai basic perjuangan untuk membangun negeri masih ada. dengan membantu anak-anak pelosok negeri mendapatkan akses buku bermutu, pendidikan yang layak, uang beasiswa bagi mereka yang kurang mampu, dll. Guru dan masyarakat bisa bersinergi untuk mewujudkan hal itu. Semoga makin banyak guru-guru yang kesejahteraannya terjamin ya, pakdhe…. Agar tak ada lagi guru umar bakrie yang gajinya minus karena dipotong aneka bon, hehe…
Salam hangat dari Tegal
Ila
Pembangunan kita semakin hari harus semakin baik dan bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa secara adil.
Fresh Graduate bidang apapun seherusnyalah mau dan senang jika pertama kali ditugaskan di remote area. Jangan hanya mau kerja di kota besar saja.
Semua profesi penting sesuai bidangnya.
Kalau semua jadi guru lha yang nyabut gigi siapa, yang jadi pilot siapa, yang jadi polisi siapa
Bisa jadi satu postingan nich nduk
hehe, iya, pakdhe.. ga nyangka bisa jadi satu postingan, :D
miris aja pas liat reportase temen2 di indonesia mengajar. yang ditempatkan di daerah pelosok. ternyata banyak anak-anak negeri yang belum bisa menikmati pendidikan secara layak. ternyata ini bukan cuma di luarjawa , di jawa pun masih banyak, dulu pernah ikutan baksos RZI di daerah perbatasan kendal, untuk pergi ke sekolah, anak-anak menempuh 8 kilo tiap harinya karena ga ada sekolah di daerah mereka. padahal jalanan masih banyak yang rusak dan harus melewati sungai, dan ga ada listrik di sana. salut dengan perjuangan mereka untuk mencari ilmu. :)
ila rizky nidiana´s last [type] ..Paris Trip d’BCNetwork-Oriflame 2011
Bapak saya seorang Guru, Ibu saya almarhum pun seorang Guru,
Kami anak-anaknya bangga :)
kebanggaan anda adalah kebanggaan saya juga
yayats38´s last [type] ..Menanam Keyword di Blog Kita
Pak De
Saya senang …
Ternyata banyak Blogger yang menyempatkan diri untuk menulis opininya disini …
Ini mengindikasikan bahwa … para blogger sangat concern dengan profesi mulia yang satu ini
Pahlawan yang mungkin tanpa tanda jasa
Tetapi (semoga) mempunyai kesejahteraan yang semakin baik dari waktu ke waktu …
Dengan semakin murahnya peralatan IT … Laptop, computer dan internet … semakin membuat para guru lebih mudah berkreasi dan mencari bahan untuk mengajar …
Kalau dulu Guru itu ke sekolah membawa tas kulit lusuh
Sekarang tidak jarang saya temui Guru menyandang Tas Ransel berisi Lap Top
Salam saya Pak Dhe
Benar oom
Profesi guru memang tak akan habis untuk didiskusikan dari berbagai sudut pandang.
Beberapa sahabat yang saya kenal di blog juga berprofesi sebagai guru antara lain Pak Mars, Bang Iwan dan adik kesyangannya, jeng Imelda, jeng Melly Palembang, Mas Wandi kendal, JumiaLely manten baru,mas Dwi,Dedi Kusn,dll
nh18´s last [type] ..YANG ASLI
Twitter: yuninukti
says:
Guru adalah di GUgu lan di tiRU, jadi bila ada orang yang berprofesi menjadi guru harus siap lahir batin sikap, tingkah laku dan ucapan akan ditiru muridnya..
apik-tumben ha ha ha ha ha
yuniarinukti´s last [type] ..Memaafkan dari hati
Twitter: yuninukti
says:
Ibu mertua saya mantan guru, tetangga saya juga seorang guru, walaupun saya bukan guru tapi saya mewajibkan diri untuk selalu harus nyari guru dan berguru..
guru laki dah punya kan
yuniarinukti´s last [type] ..Memaafkan dari hati
ternyata yang komen soal guru banyak banget dan panjang-panjang ya de.
itu tandanya kesan para sahabat terhadap jasa seorang guru sungguh membekas di hati
Saya pun pernah merasakan “nikmatnya” menjadi seorang guru di sebuah SD
meskipun hanya mengajar pramuka setiap hari jum’at, itu sudah merupakan kesan yang sangat berarti bagi saya.
Salam hangat dari Bandung pakde
ngajar hal2 yang baik pasti berfaedah mas
waduh telat neh tahu postingan pak dhe yang ini…hiks gara gara mudik, …
saya adalah mantan guru..pernah ngajar dan mengelola sekolah PG/TK di Alam sutera tangerang, menyenangkan sekali pak dhe..banyak hal saya dapatkan…rasanya benar tentang pengabdian itu…bersyukur dan merasa senang jika murid yang kita pegang menjadi lebih baik, buat bekal untuk mereka kelak menjadi pribadi yang lebih baik..
mertua saya dua duanya pensiunan kep sek dan guru..sodara-sodara….banyak guru..menjadi guru dulu adalah impian saya..:)
Wah hebat juga ya, saya dulu pengin banget jadi guru TK tapi gak boleh sama emak…..
Mama Kinan´s last [type] ..Bulan Agustus & Bulan Ramadhan yang Penuh Berkah
Twitter: JayIreng
says:
[...] dengan artikel saya berjudul Guru Writing Berdiri Murid Writing Berlari minggu yang lalu, maka 5 buah buku writing karangan Anang YB tersebut saya serahkan kepada 5 orang [...]