Guru Writing Berdiri Murid Writing Berlari
Pada artikel berjudul Setelah Bangga Lalu Ngapain? Pak Mars minta pengarahan dan pencerahan dengan kalimat berbunyi: ” Bagi sahabat yang budiman, tolong saya diberi pencerahan dan pengarahan agar setelah bangga jadi orang Indonesia itu sebaiknya saya harus ngapain?
Dan inilah komentar yang saya tulis pada artikel diatas
Lho, bapak kan sudah melakukan sesuatu yang membanggakan setelah merasa bangga menjadi orang Indonesia.
Pak, bapak menjadi seorang guru aka pendidik itu sudah melakukan sesuatu yang besar.
Bukankah Kaisar Jepang pernah bertanya kepada stafnya ” Berapa orang guru yang tersisa ?”. Pertanyaan itu dilontarkan setelah Jepang luluh lantak dihantam bom atom.
Ini menandakan betapa pentingnya seorang guru.
Waktu saya SD pernah melihat suatu kalimat yang ditulis oleh bapak saya ( kepala SD) berbunyi ” Guru di masa pembangunan sama dengan tentara di waktu peperangan ”
Kalimat itu ditulis dalam buku persiapan mengajar.
Tanpa guru saya gak akan sampai kemari,pak.
Salam hangat dari Surabaya.
.
Terus terang, saya hidup diantara guru-guru.
1. Ayah saya seorang guru SD – terakhir sebagai kepala sekolah di sebuah SD di Jombang. Beliau jatuh di sekolah karena serangan stroke dan meninggal dunia pada malam harinya di rumah sakit Jombang.
2. Mertua saya seorang guru militer~guru saya -yang akhirnya mempertemukan saya dengan si dia. Sosok beliau pernah saya tulis di BintangSatu dengan judul Guruku Nakal Sekali.
3. Ipung pernah menjadi guru honorerl pada sebuah SMP di Cimahi ~ dia berhenti menjadi guru setelah menginthili saya dinas ke Balikpapan.
4. Ipar saya menjadi guru Bahasa Inggris di sebuah lembaga yang mengurus pendidikan di Cimahi.
5. Last but not least, saya pernah menjadi guru militer sekaligus komandan siswa di Pusdikpom Cimahi selama 2 tahun dengan penuh kebanggaan. Salah satu materi pelajaran yang saya pegang adalah Berkas Perkara.
.
Sangking pentingnya peran guru, seorang bijak membuat suatu peribahasa berbunyi : ” Guru kencing berdiri, murid kencing berlari “. Lalu diciptakan lagu “Hymne Guru ” dan sebutan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ” guna menghormati profesi guru.
Bukan hanya itu, Anas YG – penggagas ” Gerakan 15.000 Penulis Muda Lahir Serentak “ menulis sebuah buku dengan judul ” Guru Writing Berdiri, Murid Writing Berlari”.
Buku ini memberikan penjelasan tentang cara menulis cerpen,dll berdasarkan pengalaman pribadinya dan dorongan kedua orangtuanya.
.
.
Sahabat tercinta,
Saya akan menyerahkan buku berjudul : ” Guru Writing Berdiri, Murid Writing Berlari” kepada :
1. Pak Marsudiyanto ~ yang mengilhami artikel ini.
2. Bang Iwan ~ seorang Guru Kimia dan TIK di SMA di Sopeng ~ pernah menjadi penuntun saya dalam mengurus blog saya Cardio Training Machine yang berbasis blogspot.
3. sd 5 , bagi sahabat yang memberikan komentar pada artikel ini. Jika yang berkomentar lebih dari 3 maka akan diundi.
Apa kesan dan harapan sahabat kepada para guru ??



74 Comments
Skip to Comment Form ↓