Plesiran Keluar Jawa

Plesiran Keluar Jawa

Argi Wilis ~Courtesy semboyan35.com

Pagi ini saya berangkat Plesiran Keluar Jawa yaitu ke Cimahi~ yang letaknya 12 km dari Bandung.

Lho katanya keluar Jawa. Lha iya, saudara-saudara saya yang di Bandung Cimahi ~ termasuk kang Yayat  kan suka bilang ” Mau mudik ke Jawa”, padahal beliau tinggalnya di Jawa Barat tea. Saya sih ikutan kang Yayat saja.

Plesiran Keluar Jawa ini tujuan utamanya adalah silaturahmi dengan ibu (mertua) dan adik-adik (ipar) yang hingga saat ini masih tinggal di Cimahi.

Maklum sudah lama saya tidak ke Cimahi karena tugas sambang mertua tersebut biasanya saya delegasikan kepada teman sebelah. Ini sudah tercantum dalam Memorandum of Understanding sebelum kami menikah bahwa pada hari Lebaran maka porsi kegiatan mudik harus lebih banyak ke Jombang. Maklum emakku kan anaknya hanya satu sedangkan emaknya Ipung anaknya ada 5 dan rupa-rupa warnanya.

Acara sambang mertua kali ini juga untuk memenuhi amanah, konon katanya setiap Ipung ke Cimahi selalu ditanya oleh ibu ” Nak Cholik kok nggak ikut , mengapa eh mengapa”?.

Seperti biasa, selain pakaian, saya juga selalu membawa alutsista blogger yaitu laptop, kamera dan perangkat lainnya. Keluar kota tanpa membawa alutsista, rasanya seperti penari striptis, bengong, mata menerawang, pandangan kosong dan tak ada gairah apapun. Di Cimahi memang ada PC dan laptop, tapi milik adik-adik. Itupun dibawa bekerja sedangkan PC yang ada di rumah peminatnya banyak terutama para pecandu game online. Rasanya tidak enak jika sedang asyik-asyik ngeblog bolak-balik ada yang lewat sambil batuk-batuk dan berkata ” Belum massss…gantian dunk “. Nah daripada dank-dunk-dank-dunk lebih baik membawa alutsista sendiri. Sebagai blogger pemburu dolar, laptop bagaikan isteri kedua.

Plesiran Keluar JawaPada Plesiran Keluar Jawa ini saya dan Ipung berangkat ke Cimahi dengan nyepur~ langganan kami adalah Argo Wilis. Lebih santai, lebih nyaman dan mobilitas cukup baik. Bisa ke toilet dan ke restorasi untuk ngopi. Daaan….bisa ngeblog juga bho. Namun jika sinyal tidak memungkinkan untuk ngeblog maka saya akan membaca buku blogging saja. Saya sudah menyiapkan 3 buku untuk dilahap sepanjang route Surabaya-Cimahi yang akan ditempuh dalam waktu sekitar 13 jam itu.

Nah jika sahabat membaca postingan ini pada pukul 5 pagi ini, mungkin saya sedang siap-siap mandi, pakai minyak wangi, obat kelek dan lain-lainya. Jika membacanya pukul 7 maka saya sudah di kantin stasiun Gubeng. Nah, jika sahabat membaca pada pukul 13.30 saya mungkin sedang membeli nasi gudeg bungkus di Jogya dan finally, jika sahabat membaca postingan ini pada pukul 20.00 mungkin kami sudah ngembat nasi Padang langganan kami di Bandung ( yang mbayari biasanya adik ipar yang dari luar Jawa)

Sesuai tiket yang sudah saya beli, hari Minggu tanggal 25 September 2011 pukul 19.oo kami akan balik bakul ke Jawa dengan menumpang KA Turangga karena tanggal 28 harus ambil gaji dari Google. Walaupun gaji bulan ini lebih sedikit dibandingkan bulan lalu namun tetap disyukuri. Saya sungkan ntuk mengatakan bahwa saya tidak puas. Takutnya mbah Gugel menjawab ” Emangnya Gugel alat pemuas……..  Ha ha ha ha ha….

Semoga Plesiran Keluar Jawa ini aman,selamat,lancar,kondusif dan membawa manfaat. Amiin.

Buy and Sell text links

Tags: , , Argo Wilis, Bandung-Cimahi, Plesiran Keluar Jawa,

Bad Behavior has blocked 1734 access attempts in the last 7 days.