Zupa-Zupa Free of Charge
Sepanjang perjalanan Surabaya-Bandung kemarin, saya sempat dua kali menikmati Zupa-Zupa. Sup gaya baru yang dihidangkan dalam mangkuk ukuran midi~besar tidak kecilpun tidak alias sedang-sedang saja~ seharga Rp.12 ribu itu memang pas di lidah, pas di hati dan pas di perut.
Pengganyangan Zupa-Zupa pada pagi hari sekitar jam 9 ketika kereta api sudah meninggalkan stasiun Kertosono. Proses pengganyangan maupun pembayarannya berjalan dengan mulus, lancar dan tidak terjadi hal-hal luar biasa. Kejadian mencengangkan, menggelikan sekaligus menggembirakan justeru terjadi pada pengembatan Zupa-Zupa pada sore harinya sekitar jam 16 an..
Alkisah, pada saat akan membayar Zupa-Zupa yang telah saya ganyang dan mie instan yang diganyang oleh teman sebelah plus kopi dan teh, petugas reska berkata : ” Pak, yang Zupa-Zupa gak usah dibayar katanya tadi rasanya agak asam. Jadi mie instan dan minumannya saja yang dibayar “.
Saya tersenyum mahfum, teman sebelah ngakak tertahan. Memang sih saat menikmati Zupa-Zupa tadi terasa ada sentuhan rasa asam di lidah. Namun saya menganggap memang begitulah rasa Zupa-Zupa itu, ada gurihnya, namun juga ada sedikit rasa asamnya~ bak tom yang kung van Thailand itu. Ternyata eh ternyata, Zupa-Zupa sore itu usianya mungkin sudah gimanaaaaaaaaaa gitu. Bagi saya ya nggak maasalah wong sudah masuk perut dan juga dihidangkan panas-panas. Dan Alhamdulillah hingga saat artikel ini saya luncurkan juga tak terjadi apa-apa dalam perut maupun pada daspot ( Daerah Sekitar Knalpot ha ha ha ha)
Saya juga tetap ngacungin jempol kepada pihak reska yang secara jujur memberi tahu bahwa Zupa-Zupa yang saya embat tadi sudah agak kechut dan untuk itu saya tak perlu membayarnya.
Ternyata rejeki saya ada dimana-mana lho. Alhamdulillah.


54 Comments
Skip to Comment Form ↓