Jangan Meremehkan Sedekah Orang Lain

sedekahSuatu hari Jeng Ngatno melihat Raymu~ anak Ny. Gumede tetangga sebelah rumah menangis meraung-raung. Selidik punya selidik ternyata Raymu menangis karena kelaparan. Sementara Ny. Gumede sedang asyik petan (mencari kutu) sambil ngrumpi bersama mbak Ghibahun.

Jeng Ngatno~pemilik warung Ranum Berseri~lalu mengambil nasi lengkap dengan sayur lodeh tewel, goreng tempe dan peyek kacang, lalu diberikannya kepada Raymun.  Jeng Ngatno merasa senang melihat Raymu makan nasi pemberiannya itu dengan lahap.

Namun Jeng Ngatno kaget ketika tiba-tiba Ny.Gumede berteriak : ” Jeng Ngatno, nggak usah sok baik deh. Nasi tempe saja dipamer-pamerkan. Kalau hanya makanan kayak gitu saja sih dirumah juga banyak!!”.

Jeng Ngatno tak meladeni ucapan Ny. Gumede. Baginya, memberi makan kepada orang lain adalah sedekah yang bernilai ibadah. Tak ada pamrih apapun, apalagi untuk pamer.

Sahabat tercinta,

Ada sementara orang yang dengan enteng mencela pemberian atau sedekah orang lain, apalagi jika pemberian itu menurutnya “bukan seleranya” atau dibawah standart hidupnya.

Jika ada pacar putri atau putra anda yang setiap wakuncar membawa “gorengan”, tak usahlah berteriak : ” Tiap datang bawaannya gorengaaaaaan mulu,kapan makan pizzanya !!”

Rosululloh Saw melarang kita meremehkan sedekah dari orang lain. Mari kita simak hadits berikut ini


Abu Huroiroh r.a menerangkan, Muhammad Saw bersabda : ” Hai wanita muslimat, jangan kamu meremehkan pemberian tetanggamu, walapun hanya berupa kuku kambing” (HR.Muslim)

.

Jika ada tetangga, famili atau sahabat sedekah dengan mengirim pizza, gorengan atau memberikan sesuatu yang lain kepada kita, mari kita terima dengan baik sepanjang pemberian itu tidak mengandung maksud-maksud negatif.

Buy and Sell text links

Tags: , , hadiah, ibadah, sedekah,

Bad Behavior has blocked 1734 access attempts in the last 7 days.