Malem Minggon Bersama Steak dan Iga Bakar

Iga Bakar” Pakde, mas Dwi ada di tempat Mas Beni. Saya mau kesana nich, kalau pakde mau ikut saya jemput “, sms saya terima dari Kang Yayat Sudrajat, guru ngeblog plus guru spiritual saya.

” Saya belum mandi kang, mau menunggu enggak ? tak mandi dulu ya, mandi tarsan “, reply saya.

” Baik pakde, saya juga masih dirumah. 10 menit lagi saya baru meluncur”, balas kang Yayat.

Sayapun bergegas.

Bergegas ke kamar mandi dan bergegas mandi pula. Byar byor..byar..byor..cuuuuuur….. Klaaaar.

Pakaian kebanggaan saya kenakan, jeans biru ( punya 7 biruuuuuuu semua..) dan t-shirt. Oles obat kelek, poles rambut dengan gel extra strong hold agar jambul tetap kokoh-tak tertandingi walau angin kencang. Pezz…pezzz…parfum wangi saya oleskan di selekukdadungpungngan (sekitar leher,tengkuk,dahi,hidung dan punggung tangan). Pasang sepatu casual Kickers warna khaki yang dulu saya beli dari London, kaos kaki biru agar tidak match dengan sepatu tetapi match dengan jeans. Pokoknya dandannya kayak komik, warna-warni,  maklum dress code dan tema pertemuan malam minggon ini adalah ” Ada Pelangi di Matamu”

Setelah berputar 3x, akhirnya kami sampai di Safe House, tempat yang sudah ditentukan untuk bertemu. Mas Beni yang membuka gerbang lalu mengajak ke lantai atas. Disana sudah menunggu mas Dwi ~pakar IT dari Semarang~ kepada siapa kami selalu bertanya ini dan itu. Laptoppun kami gelar dan selanjutnya pessst..pissst…pussst..ceklak..ceklik…cekluk…pessst…pesssstttt

Iga

Serius membahas perkembangan ekonomi dunia

.

Krisis ekonomi di beberapa negara berpengaruh terhadap perilaku pemasang iklan dan pelaku bisnis serta calon pembeli dan pengeKlik iklan kita. Mereka lebih selektif dan lebih ketat dalam menghitung pengeluaran. Oleh karena itu harus dicari terobosan baru agar kucuran dolar tak menetes kecil “, demikian pesan mas Dwi  menjelang akhir acara.

” Caranya ?? “, tanya kami serempak.

” Itu akan kita diskusikan di Bali menjelang penutupan akhir tahun ini. Sekarang kita lanjutkan dengan acara “Ngobrol Ngiras Ngopi ” ditempat yang lain”, kata mas Dwi sambil menutup laptopnya.

Kamipun berangkat menuju kawasan Galaxi.

Dengan berpedoman pada kata bijak ” Kopdar Nggak Pakai Makan adalah  Kecut” maka saya dan Kang Yayat langsung parkir disebuah warung (atau resto yaa?) yang ada tulisan berbunyi ” Iga Bakar dan Steak Sidoarjo “.Wow..iga bakar… Tampak sepasang muda mudi sedang asyik ngobrol disana.

Sip, jika kemarin sudah menikmati Sea Food bersama jeng Susi van Jepara, kini giliran menikmati makanan Western bersama Mas Dwi van Semarang. Inilah suasana panas yang direkam oleh mas Beni Kuncoro pemilik blog Ruang Hati dan Toko Barcode yang terkenal itu.

.

Iga Bakar

Saya, Kang Yayat dan Mas Dwi ~ Mas Beni sebagai paparazi

.

Iga Bakar

Lupakan krisis ekonomi~ makanan lezat disyukuri

..

Iga Bakar

Tenderloin nan panas~empuk~sedep

.

Iga Bakar

Tenderloin steak menggoyang lidahku

.

Iga Bakar

Kakang Yayat senang Iga Bakar ~ Mas Dwi Kentang Bakar eh goreng

.

Kang Yayat memang penggemar Iga Bakar, katanya rasanya penuh sensasional. Sedangkan saya lebih memilih steak , makanan favoritku sejak 50 tahun yang lalu. Mas Dwi yang katanya sudah makan malam hanya minta kentang goreng. Sementara mas Beni, tak makan karena masih kenyang. Cappucino panas menjadi temannya sambil bertindak sebagai paparazi.

Iga Bakar dan Steak rasanya istimewa walau harganya tak seberapa.

Sekitar pukul 22.30 kopdar panas ini kami akhiri. Ilmu dapat, perutpun telah kenyang.

Malam Minggon bersama Steak dan Iga Bakar memang terasa beda.

Buy and Sell text links

Tags: , , , Iga Bakar, Kopdar Blogger, Tenderloin Steak, wisata kuliner,

Bad Behavior has blocked 1734 access attempts in the last 7 days.