Book Review :Crush

Book ReviewBook Review sebuah novel berjudul Crush

Pengarang : Meutia Halida Khairani

Jumlah halaman : 181

ISBN : 978 602 99004 0-8

Desain sampul: Rizki Iqbal

Penerbit : Rancupid

www.rancupid.blogspot.com

.

Novel Crush ini mengisahkan seorang gadis cantik bernama Allysha anak  Salman Al-Farishi, seorang pengusaha dan juga raja minyak yang kaya  raya. Ayah dan ibunya telah meninggal dunia dan kini dia tinggal bersama abangnya Muhammad Haekal Al-Farishi.

.

Allysha dan Haekal, dua tokoh sentral dalam novel Crush ini digambarkan sebagai sosok yang memiliki beberapa perbedaan sekaligus persamaan dalam hal sikap, perilaku dan tabiat.

Haekal, yang berperan ganda sebagai kakak sekaligus orangtua adalah seorang mahasiswa fakultas tehnik yang menjabat Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa. Dia meneruskan perusahaan ayahnya. Sikapnya baik kepada sesamanya dan piawai dalam menjalankan bisnisnya. Haekal sejak SD bersekolah di sekolah umum hingga menjadi mahasiswa.  Boleh dibilang Haekal adalah sosok ideal yang ganteng,pintar dan kaya. Sementara Allysha adalah sosok yang ketus, cueak bebek, sedikit sombong dan ada sifat jahat yang melekat pada dirinya. Dia belajar ilmu pengetahuan melalui Home Schooling sejak SD hingga SMA sehingga gadis cantik yang rajin ibadah ini hampir-hampir tidak memiliki teman.

Adapun persamaan diantara mereka berdua adalah : memiliki teman yang mereka sebut Five Elements  yaitu para guardian, sosok dari dimensi lain. Mereka juga hidup dalam bayang-bayang para pengawalnya sebanyak 5 orang, dua diantaranya akhirnya berkhanat. Haekal dan Allysha juga sama-sama pandai bela diri.

Berbekal sosok Haekal, Allysha, para guardian dan pengawalnya plus sahabat mereka di kampus  inilah, Meutia Halida Khairani mengajak pembacanya untuk bertualang di dunia nyata dan di dimensi yang lain.

Allysha yang setelah lulus SMA dan menjadi mahasiswa di Universitas Amazon diharuskan tinggal di asrama oleh kakaknya. “Pengasingan” itu bertujuan agar Allysha segera mendapatkan sahabat dan bisa mandiri.  Allysha yang terbiasa tinggal di rumah mewah awalnya berontak dan minta tinggal di hotel. Namun setelah beberapa waktu, Allysha menyadarinya dan bisa bergaul dengan para sahabatnya.

Sampai beberapa bab, Crush menghadirkan pernak-pernik hubungan antara Allysha dan para sahabatnya yang diselingi kegiatan Haekal secara sporadis. Sampailah pada suatu saat Allysha dikenali oleh mantan dua pengawalnya yang dulu berkhianat ~ Leo dan Silvi yang kini menjadi dosennya

Dimunculkannya tokoh Leo dan Silvi dalam novel ini , Halida membawa pembacanya berkenalan dengan aneka guardian, sosok yang tampil menyeramkan dari dimensi yang lain. Kita memang harus bersabar untuk bisa memahami tokoh imaginer baik nama-namanya, penampakan maupun kemampuannya. Ada Zuupa~guardian belalang, ada Terra Guardian, Chocolt 4th, Lelona 2nd,Dare 5th, dan lain sebagainya.

Pertempuran antara manusia dengan guardian dibangun secara apik oleh Halida pada beberapa bab menjelangnya berakhirnya kisah ini. Disinilah sisi jahat Allysha di exploitasi oleh Halida yang jika diangkat ke layar lebar tentu akan memukau penonton. Allysha yang ayu itu mampu membuat preman menjadi debu dan mengirimkannya ke dimensi yang lain. Bahkan saya sendiri dibuat kaget ketika Allysha dengan sisi jahatnya harus melawan kakaknya dengan menggunakan guardian andalannya.

Anti klimaks novel ini mengikuti kaidah yang sering berlaku yaitu ” kebenaran mengalahkan kebatilan”.

Dalam pandangan saya selaku penulis book review ini, setting kejadian pada novel ini sebenarnya di Indonesia, namun entah mengapa seluruh judul bab ditulis oleh Halida dalam bahasa Inggris.  Berturut-turut dari Bab 1 Myself, diikuti dengan Not My Place, Not My Type, In the Place, My Friends, dan diakhiri bab 12 dengan judul My Happines. Selain itu gaya bertutur dalam novel ini bukan “aku”, tetapi Allysha, sosok sentral novel ini. Ini yang agak mengherankan saya. Barangkali kedepan perlu di kaji ulang oleh Halida dalam pemberian judul bab.

Sekalipun ada sentuhan roman namun Halida tampaknya tak menginginkan sosok Haekal maupun Allysha terlibat dalam kisah cinta walaupun kakak-beradik itu banyak digandrungi oleh lawan jenisnya.

Yang saya sukai dari novel ini adalah kedermawanan Allysha. Dibalik sifat ketus, cuek bebeknya, dara ayu ini gemar membantu sesamanya. Dia tak segan-segan meminjamkan kartu kreditnya ketika Augy dan Tania sahabat kentalnya ingin membeli buku.

Secara keseluruhan novel ini enak dibaca karena alurnya runtut dan hampir-hampir tidak ada kilas balik yang rumit.

Novel ini cocok untuk para pecandu fiksi yang menyukai kisah petualangan di dimensi yang lain, mirip karya Harry Poter.

Pesan saya : berhati-hatilah dengan sosok Haekal dan Allysha. Kakak beradik ini mampu menghapus ingatan seseorang sehingga dia dapat lupa segala hal yang pernah terjadi dan dialaminya. Jika hal itu menimpa sahabat maka ketika anda bertemu saya di mall anda akan bertanya ” Afgan ya…..yang menulis book review Crush kan ? Aduh gantengnya…hoiiiii teman..teman..ada Afgan nich….”.

.

Book review

 

Meutia Halida Khairani

 

Bagi sahabat yang berminat dapat order novel Crush di nulisbuku.com

Harga buku : Rp.50.000. Juga bukunya yang lain berjudul :

Myself, and Me hanya Rp.30.000

 Book Review novel Crush.

44 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. nh18 says:

    Waaahhh ini review yang sangat tajam …

    dan …
    Saya selalu kagum dengan mereka yang sangat piawai meramu cerita fiksi … dari mana ya mereka dapat ide … raja minyak … pengawal berkhianat … jadi dosen … nama-nama khusus dan sebagainya …

    Salut untuk Halida

    Salam saya

    awalnya mungkin ya sulit oom, lalu mereka semedi dan cari pangsit ketika lagi rekaman di kamar kecil, lama2 terbiasa dan akhirnya bisa. Kayak oom kalau mau ngaransir lagi kan juga gitu. Dulunya kan juga ribet, lama2 mbuat lagu kayak makan kacang…enak, lancar dan mulus.

    nh18´s last [type] ..PERMAINAN ANAK NON INDIVIDUAL

  2. BOO says:

    review yang bagus … pantas kalau ditulis ulang disini

    pakdhe, bicara pakai bahasa gado-gado (eng – ind) itu apa alasannya ya?
    sepertinya pak pemimpin juga sering pidato pakai 2 bahasa model gini

    • Karena mbah-mbah buyut kita dulu ada yang sering pakai bahasa gado-gado sehingga ditirulah oleh anak keturunannya, maklum pernah dijajah bangsa asing sehngga bahasanya ikut kecaplok juga. Coba, mbah2 kita dulu suka ngomong ” Nduk, yuli harus banyak eaten, kalau tidak yuli gak bisa ikut bezook”
      Pemerhati Bahasa´s last [type] ..Pokok-Pokok Sebuah Tinjauan Buku (Book Review)

  3. bintangtimur says:

    Trima kasih review-nya Pakde, buku kiriman Pakde juga sudah saya terima lo…matur nuwun ya!
    Salam hormat buat keluarga :)

    sama2 jeng-salam balik kanan grak !!

  4. Bung Eko says:

    Satu lagi karya self-publishing ya, Pakdhe? Saya niteni dari harganya itu lho, antara tebal sama harga rada njomplang. Tapi novel ini patut diapresiasi. Cuma jujur saja saya kalo novel self-published agak gimana gitu. Lain cerita kalau nonfiksi, masih berani lah gambling beli. :D

  5. Kunto R says:

    Secara umum bisa ga ? pengarang 1 di bandingkan dengan pengarang lain, sehingga ada sistem rating begitu. Jadi yang mau beli juga bisa mengira-ngira kemampuan berbahasa si pengarang berdasarkan rating. Tapi harus dijelaskan juga sih yang jadi tolok ukurnya, siapa-siapanya, he he.

    siapa yang mau rating mas
    hujan2 gini

Bad Behavior has blocked 818 access attempts in the last 7 days.