Mainan Anak :Koin Berputar Rudal keluar
Suatu hari, di sebuah sekolah untuk anak-anak kecil. Jeng Ngatno sedang mengajar para murid tentang mainan anak.
” Sebelum mulai bermain, ibu mau bertanya dulu. Siapa yang bisa menyebutkan jenis-jenis mainan ?”, tanya jeng Ngatno.
” Saya bu, mobil-mobilan “, kata Wagiso, anake wak Ngatirah.
” Boneka, bu”, sahut Lilyen murid pindahan dari Tangerang.
” Rem becak, Bu Guru !!”, teriak Raymu kenceng sekali.
Kontan anak-anak tertawa semua mendengar jawaban Raymu yang absurd tersebut.
” Ray, rem becak kok disebut mainan, iku piyeeeeee?”, tanya Jeng Ngatno heran.
” Lha semalam ibu bilang “ Tak mainan rem becak dulu ach, belum ngantuk “, jawab Raymu polos.
Pipi Jeng Ngatno merah, airmatanya mengalir perlahan. Dia jadi ingat Bang Thoyib suaminya yang sudah 3 bulan belum pulang dari berlayar.
Hikmah : Jangan ngomong sembarangan ketika anak (disangka sudah) tidur bersama orangtua.
.( Dengan mukadimah seperti diatas, mungkin artikel ini akan kena cekal dewan juri. Babahno tah gak menang, sing penting hepi )
.
Mainan anak pada masa jaya saya selaku anak kecil yang hidup di desa sangat jauh berbeda dengan mainan anak-anak masa kini. Perbedaan itu terletak pada jenis dan bentuk mainan, bahan maupun harganya.
Ada suatu mainan anak yang sangat menyenangkan bagi kami tetapi agak kurang menyenangkan bagi beberapa orang. Mainan ini membuat anak kreatif tetapi sesungguhnya kurang edukatif. Mainan tersebut namanya ” Krok-Krokan”. Ini murni bahasa kampung saya kayaknya.
Bela-belain Kontesnya Mas Vizon, saya harus utrek seharian mbuat gambar. Maklum mainan yang akan saya paparkan ini tak ada satupun gambarnya di internet. Bhwaaa…ha…ha..ha…ha…ha…
Berikut cara membuat dan cara mengoperasikan mainan anak yang menamakan dirinya “Krok-Krokan ” tersebut.
1. Bahan-bahannya. Lihat gambar
- Kaleng cat atau kaleng susu aneka ukuran. Ukuran kaleng kami buat berbeda agar nada yang keluar juga berbeda ( ada bariton, sopran dan tenor…mbuh bener mbuh ora…pokoke lain-lainlah suaranya)
- Koin yang ada lubangnya, kala itu adalah koin 5 sen ( kami menyebutnya ” limang sen” ~bagian tengahnya berlubang)
- Kayu setinggi kaleng lebih sedikit.
.
2. Cara Membuatnya.
- Karet gelang dianyam, kami menyebutnya “direntengi”. Buat dua anyaman untuk setiap koin. Ikat dua anyaman karet gelang tadi pada sisi kiri dan kanan lubang koin (gambar 1)
- Ikatkan kayu pada sisi kiri dan kanan kaleng, pada bagian atas dibuat agak menonjol (gambar 2)
- Ikatkan anyaman karet gelang yang sudah ada koinnya pada kayu yang menjepit kaleng, pada kedua sisinya(gambar (gambar 3)
- Ikatkan tali yang kuat pada sebatang kayu yang besarnya pas pada lubang koin. Panjang tali sesuaikan jarak antara kita dengan tempat dimana kaleng tersebut akan ditempatkan (gambar 4). Kayu ini berfungsi sebagai penahan agar koin dalam posisi siap namun tidak berputar sebelum hari H jam J.
- Koin diputar sehingga karet gelang akan ikut terpilin.
- Masukkan batang kayu yang sudah diberi tali panjang, usahakan agar karet yang terpilin tetap terjaga (gambar 5)
.
3. Cara Mengoperasikannya.
.
- Mainan anak Krok-krokan itu sudah dalam keadaan “ON” artinya karet pengikat koin sudah terpilin. Kayu penahan sudah dimasukkan kedalam lubang koin.
- Ketika sholat maghrib usai, kami berempat ( saya, Sunyoto, Imam dan Slamet) tidak ikut wiridan tetapi langsung menuju tepi pagar depan mushola kakek saya.
- Kami berpencar pada jarak 2 meter, lalu masing-masing memasang kaleng dan mengikatnya di pagar bagian bawah. Tali kami ulur ke tempat kami sembunyi. Kami jongkok atau ndekem sambil kemulan sarung, mepet pagar.
- Sasaran kejutan yang kami pilih adalah para gadis dan janda ehhh..maksud kami emak-emak. Soalnya kalau bapak-bapak kami takut di keplak atau dipisuhi.
- Begitu melihat ada emak-emak lewat maka salah satu berdehem pelan atau membunyikna kode ” ssst ssst ssst”.
.
.
.
- Saya menarik tali, karet pilinan tadi berputar dan otomatis koin ikut berputar kencang dan menyentuh/bergesekan dengan kaleng sehingga berbunyi “kroooongggggggg”. Disusul kalengnya Slamet berbunyi ” Groongggg, lalu kaleng Sunyoto ” Jhrooongggggggggggggg…” dan diakhiri kaleng Imam Syafiii…Kreeeeeenggggggggg…..”.
- Reaksi mak Mah, demikian kami menyebut tetangga sebelah rumah, sungguh diluar dugaan. Jika sasaran yang lain menyebut kalimat-kalimat apik, mak Mah malah dengan fasihnya menyebut rudal kami satu persatu dengan suara keras karena kaget. ha ha ha ha ha ha…….
Pesan sponsor : ” Jangan ditiru tanpa saya dampingi!!”
.
Sahabat tercinta,
Itulah sebabnya mengapa mainan anak ini menyenangkan tetapi kurang mendidik. Kaleng ini digunakan untuk “membuat kejutan” kepada orang lain. Disinilah letak keusilan kami. Bahkan, mungkin bisa membahayakan orang lain. Coba bayangkan jika Mah Mah jantungan, bisa nggeblak dia.
Mainan anak desa era tahun 1950an itu dibuat dari bahan sederhana, murah,menyenangkan dan kadang ada unsur kenakalannya. Berbeda dengan mainan anak jaman sekarang yang pada umumnya membeli di toko mainan anak dengan bentuk, warna, model dan harga yang beraneka ragam. Tentu saja, mainan yang bagus adalah yang mengandung unsur kultural edukatif dan aman bagi anak-anak.
Mainan anak seperti yang dimiliki oleh Bella dibawah ini sudah banyak dijumpai dimana-mana, baik di kota maupun di desa.
.

Mainan saya beda dengan mainan Bella karena saya cucu seorang petani sedangkan Bela cucu Komandan BlogCamp
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak.















Twitter: -
says:
[...] Pakde Cholik, Mainan Anak :Koin Berputar Rudal keluar [...]
Selamat! Artikel ini terpilih sebagai salah satu pemenang kontes Mainan Bocah. Sekali lagi, selamat!
Salam sukses!
Terima kasih mas
salam
Twitter: hardivizon
says:
Pakde… terima kasih atas partisipasinya ya…
Tulisan ini terpilih sebagai salah satu pemenang dalam Mainan Bocah Contest..
Sudah tahu kan..? hehe..
Ditunggu informasi selanjutnya ya Pakde :)
Alhamdulillah, terima kasih mas
segera dikirimkan datanya
Hihihiiii….(ngguyu koq koyo kuntil-emak-emak…) lucu, lucu banget pakdhe tulisannya. Sing hepi toh wis jadi juara papat tapi bikin senyum yang baca. pakdhe3x. Selamet ya pakdhe untuk kemenangannya di Mainan Bocah Kontes. Gile abeezz kreatifitasnya pakdhe ini. Salut, banget bahan22 yang gak kepake bisa bikin si mbok ter-kaget-kaget ampe lepas kontrol, hehehehe…. Gak heran deh pasti sifat jailnya kebawa tuh ampe sekarang, hahahahaha….. Md2an Bella si cucu sang Komandan Blogcamp gak jail kayak eyang kakungnya, qiqiqiqiiiiiiiiii……
wah Bella..nylithis mbak…kaosku pernah dituangi bedak sak umplung je