Aku Tak Pernah Menjadi Murid SD ?
Ketika membaca artikel oom Nh berjudul : PR Narablog : Kenangan SD saya ingat bahwa saya sudah blogwalking ke beberapa blog sahabat dan menjumpai artikel tentang kenangan mereka waktu menjadi murid SD. Kenangan yang lucu-lucu dan berkesan tentunya.
Timbul pertanyaan dalam hati : apakah saya bukan termasuk golongan mereka ya kok gak diajak nggarap PR seperti yang mereka lakukan. Apa salah saya ? Apakah saya tidak pantas untuk bergabung dengan mereka karena saya sudah pensiun? Ataukah mereka menganggap saya sebagai blogger yang ” tidak bisa diajak kerjasama ” .
Jangan-jangan saya dianggap tidak pernah menjadi murid SD sehingga tidak mempunyai kenangan blas ?
Atau mereka sudah mengajak saya tetapi saya tidak di link agar saya ketinggalan. Atau, jangan-jangan, mereka cembokur kepada saya karena begitu dekat, begitu nyata, dan begitu banyak wanita-wanita cantik disekitar saya ( tolah-toleh…yang mana ??).
Ah, mengapa saya suudzon kepada mereka. Bukankah lebih baik ber-positive thinking. Mungkin mereka mengira saya tidak pernah masuk SD karena langsung menjadi siswa SMP. Maklum, saya kan orangnya cerdas, dan kokoh tak tertandingi. Saya memang murud Sekolah Rakyat yang kemudian berubah menjadi Sekolah Dasar yang disingkat SD.
Ah seandainya saya dikasih PR itu pasti mereka akan tahu bahwa ketika menjadi murid SD saya tidak pernah memakai sepatu dan membawa tas sekolah.
Teman-teman, lain kali kalau ada PR, ajak aku ya. Pleaseeeee (sambil menangkupkan tangan di depan dada)


76 Comments
Skip to Comment Form ↓