Kala Suara SAH Berkumandang

SahSelasa, 15 November 2011 Bojonegoro~Tuban.

Setelah sholat maghrib, saya bersama isteri meluncur dari Griya Dharma Kusuma Bojonegoro ke desa Sawahan, Kecamatan Rengel – Kabupaten Tuban. Kopral Andreas Abraham anggota Subdenpom Bojonegoro bertindak sebagai pilot.

Ketika bertemu pada siang harinya saya sudah wanti-wanti berpesan kepadanya : ” Jangan berpakaian dinas !!”. Saya juga sudah bertanya secara rinci tentang jarak antara Bojonegoro ke lokasi acara yang menurut Hana hanya 12 km. Kopral Andreas menjelaskan bahwa jarak itu  akan ditempuh dalam waktu 30 menit karena banyak kendaraan besar yang melintasi jalur itu.

Kami memang sengaja berangkat agak dini agar bisa menyaksikan acara akad nikah Hana~Hakim. Acara itu yang menurut saya paling penting untuk kami saksikan dibandingkan dengan acara resepsi, campursarian atau dangdhutan.

Baru separuh perjalanan, gerimis mulai datang.

” Hujan ya pak ?”, tanya saya kepada Andreas.

” Siap, nDan “. Wah, kata “nDan” ini masih muncul walaupun saya sudah pensiunan. Diapun masih takzim menghormat sambil membungkukkan badan ketika akan masuk ke ruang kemudi. Saya tak bisa melarangnya, takutnya dia tidak akan membungkukkan badannya tetapi malahan menghormat dengan tangannya seperti ketika berpakaian dinas.

Setelah menempuh perjalanan selama 3o menit lebih, kamipun tiba di rumah Pak As’ad An Nawawi, orangtua Hana. Saya lihat sudah cukup banyak undangan yang hadir. Sayapun dipersilahkan masuk ke ruang tamu, tempat akad nikah akan digelar. Sedangkan Ipung langsung digiring ke ruang khusus untuk kaum wanita.

Saya yang tampak sebagai “makhluk aneh”, langsung di investigasi oleh undangan yang lain mulai dari nama, pekerjaan, asal-usul dan hubungannya dengan tuan rumah maupun mempelai. Saya jawab dengan lugas, akurat, tajam dan terpercaya. Sementara di luar sana hujan turun dengan lebat.

.

Illiciting

Investigasi

.

Dari sudut mata, saya melihat beberapa kaum wanita secara bergantian melongok saya. Dalam hati mereka mungkin berkata ” Biyuh…biyuh..sopo ya makhluk kece ituuuuuuuu…gemez akyuuuuuu”. Saya tetap tenang, menjaga citra namun tetap memberikan sunggingan senyum dengan menarik bibir ke kiri dan kekanan tak lebih dari setengah sentimeter. Crit..gitu azah.

Setelah sholat Isya, acara akad nikah segera dimulai. Mas Bro yang mengenakan stelan jas warna gelap lengkap dengan dasi dan kopiah tiba di tempat acara. Ketika melihat kearahku langsung tersenyum ” Pakdhe “. Kamipun bersalaman, saya menahan diri untuk tidak iseng dan bertanya macam-macam, takut nganggu konsentrasinya.

.

SAH

Penyerahan mandat sebagai wali

.

Acara akad nikah dimulai dengan prosesi penyerahan mandat menikahkan dari Mas As’ad selaku ayah Hana kepada wali hakim. Ijab qabul dilaksanakan dalam bahasa Arab. Setelah diadakan gladi, ijab qabulpun dimulai.

.

Sah

Prosesi Ijab~Qobul

.

Kata SAH berkumandang kala mas Bro dengan fasihnya melafadzkan qabul dalam bahasa Arab yang intinya ” Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq”

Mas Bro lega, Hana lega, para orangtua lega, hadirinpun ikut lega karena Hana-Hakim sudah sah sebagai suami-steri. Do’a pun dipanjatkan.

“Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair”
Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majjah)

.

Acara dilanjutkan penandatanganan dokumen permikahan. Diawali oleh Mas Bro dan dilanjutkan Hana.

.

Sah

Mas Bro membubuhkan tangan

.

Sah

Giliran Hana membubuhkan tandatangannya

.

Setelah penandatanganan dokumen pernikahan acara dilanjutkan dengan penyerahan mas kawin atau mahar. Konon, salah satu benda yang dijadikan mahar oleh Mas Bro adalah album ke-3 lagu yang diciptakannya.

.

Sah

Penyerahan mahar oleh Mas Bro kepada sang isteri Hana

.

Acara selesai, namun para wartawan minta kepada mempelai untuk berfoto bersama sambi memperlihatkan buku nikah ( kayak di TV itu lhoooooo…)

.

Sah

Hana~Hakim memperlihatkan Buku Nikah

.

Acara dilanjutkan dengan serah-terima Mas Bro dari Bapak Abdul Rohim kepada Pak As’ad ha ha ha ha ha. Sebagai akhir acara adalah doa’ yang dipandu oleh Kyai Masdar.

Adagium yang mengatakan “Kopdar tanpa makan ya kecuuuut”, tampaknya berlaku juga di acara Kopdar Janur Kuning ini. Setelah acara selesai maka hidanganpun mengalir untuk dinikmati oleh para tamu dan para kerabat.

Sesi foto bersamapun dimulai.

.

Sah

Bahagia bisa berada diantara mereka

.

Sah

Enak lesehan

.

Sah

Ngguyu teruuuuus

.

Sah

Vocal Group

.

Sah

Trio Benjes

.

Ach..seandainya malam itu ada organ tunggal pasti Trio Benjes akan menyanyikan secara medley lagu-lagu seronok dengan irama koplo : Tidak  Semua Laki-Laki, Prau Layar, Tandek Majeng dan ditutup dengan lagu —>

Wise men say, only fools rush in
But I can’t help falling in love with you..

Wise men say, only fools rush in
But I can’t help falling in love with you..

Shall I stay
Would it be a sin
Cause’ I can’t help falling in love with you…

As the river flows, Gently to the sea
Darlin so we go, somethings were meant to be..
Take my hand, take my whole life too
Cause’ I can’t help fallin in love with you…

As the river flows, Gently to the sea
Darlin so we know, somethings were meant to be
Take my hand, take my whole life too
Cause’ I can’t help fallin in love with you…

I can’t help…falling in love with you
I can’t help…falling in love with you
I can’t help…falling in love with you…

Pasti Tuban akan bergetar………………

.

Inilah hasil jepretan Ipung

Sah

Senyum Hana menjelang Jam J

.

Sah

Zuhana sebelum dan setelah menjabat sebagai Ny. Hakim

.

Last but not least inilah adegan absurd yang tak perlu diulang lagi. Sing kebangeten itu paparazinya. Adegan gagal gini kok diabadikan.

.

Sah

Paparazi Aspret ( Asal njePret)

.

Reportase Kopdar Janur Kuning dalam rangka pernikahan Hana-Hakim saya akhiri dengan mengutip beberapa hadits Rosululloh Saw.

.

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka,
bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

.

“Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: “Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.” (HR. Ahmad)

.

‘Aisyah r.a mengatakan, Muhammad Rosululloh Saw bersabda: ” Sesungguhnya sebesar-besar berah nikah adalah yang sederhana belanjanya ” (HR.Achmad)

.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila mendoakan seseorang yang nikah, beliau bersabda: “Semoga Allah memberkahimu dan menetapkan berkah atasmu, serta mengumpulkan engkau berdua dalam kebaikan.” Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.

.

SAH telah berkumandang. Sayapun pulang dengan membawa sejuta kenangan.

Buy and Sell text links

Tags: , , , akad nikah, iJab Qabul, Sah, syukuran pernikahan,

Bad Behavior has blocked 1739 access attempts in the last 7 days.