Cinta Monyet Dalam Sepotong Revolusi

Cinta MonyetJombang, tahun 1964-1966, di sebuah sekolah menengah pertama negeri.

Jari-jemari sebuah tangan yang mulus menyorongkan karet penghapus. Saya ambil karet penghapus itu. Jari-jemari kami bersentuhan agak lama, dia tersenyum sayapun tersenyum mengerti. Sejak itu tangan-tangan kami sering bersentuhan dengan aneka alasan misalnya pinjam pensil, pinjam pulpen atau pinjam benda-benda kecil lainnya. Hix…lucu jika ingat sentuhan-sentuhan rekayasa itu.

Gadis yang mengaduk-aduk hatiku itu berambut ikal halus, berkulit hitam manis, ramah, murah senyum dan tertawanya kadang ngakak. Upssss, mengapa hati ini selalu berdesir setiap melihatnya. Setiap aku keluar dari gang desa itu selalu berharap bisa melihatnya walau hanya sekejap. Itu pasti karena dia selalu naik kereta api pagi jurusan Ploso-Jombang bersama puluhan pelajar lainnya. Harapan untuk bertemu dan bersepeda berdampingan dengannya juga muncul setiap hari Jum’at, karena pada hari itu dia hampir selalu naik sepeda jengkinya.

Ah, sebuah kenangan manis~ sebuah cinta monyet. Cintanya anak-anak yang baru duduk di kelas I SMP.  Setiap upacara bendera hari Senin, saya selalu ingin baris di sampingnya. Namun keinginan itu selalu gagal. Saya selalu berdiri di saf depan berdasarkan urutan ketinggian, sementara dia di barisan saf agak di tengah.

Mata elang ini kadang agak nakal ketika pelajaran PD (Pendidikan Djasmani). Ketika itu anak-anak gadis harus memakai blous dan pop ( celana pendek yang ada karet di pipa kakinya). Dari lirikan selintas bisa saya ketahui bahwa tangan dan betisnya ditumbuhi bulu-bulu halus ha ha ha ha ha…..

“Pf ya Lik”, katanya sambil tersenyum ketika dia melihatku memakai celana baru, warna hijau seragam khas SMPku. Ach…aku bukannya bangga tetapi agak sedikit malu karena warna hijau itu hanyalah hasil celupan belaka yang hijaunya juga tak pas benar dengan warna seragam resmiku. Emak mungkin belum sanggup membelikan celana baru sehingga celana putih yang sudah agak mangkak di celup dengan wenter warna hijau.

Hari-hari demikian indah. Rasanya pelajaran menjadi cepat berlalu. Setiap hari ingin segera berangkat ke sekolah dan bertemu dengannya.

Saya dan S~ demikian initial nama gadis itu~ sempat dekat selama beberapa bulan sebelum akhirnya dia pindah ke lain hati. Tak ada kata perpisahan tak ada alasan yang pasti mengapa dia hengkang dari hatiku dan pindah ke hati teman dekatku pada kelas yang sama.

Gerakan Anti Gadis

Setelah kenaikan kelas, S pindah ke kelas IIB, sementara saya berada di kelas II C. Dikelas ini juga ada gadis N yang lebih putih dan lebih cantik. Rambutnya lurus-lurus saja. Kadang di kelabang dua, kadang kuncir horse’s tail (ekor kuda). Dia pintar menyanyi, suaranya lumayan bagus.

Sayapun mulai pdkt. Tampak agak mengalami kesulitan, dia dingin-dingin saja sementara saya sudah mulai Warm-Warm Chicken Tango Alpha 1.

Belum juga ada sinyal positif, PDKT gagal total, hancur berantakan, berkeping-keping karena keisenganku. Suatu pagi , waktu istirahat saya membuat coretan di papan tulis.  Saya menulis GAG-GARP ~ Gerakan Anti Gadis~ Gadis Adalah Racun Pelajar. Whuh…dampaknya sungguh luar biasa~dahsyat sodara-sodara. Dengan suara ngebass, cewek-cewek di kelas IIC kompak teriak berjamah ” Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…”. Si gadis incaran saya itu juga ikut marah besar. Parahnya lagi, singkatan GAG-GARP itu tersebar diseluruh wilayah anak-anak kelas II. Tak pelak setiap bertemu rombongan anak gadis, ada saja yang nyletuk  ” Ooo ini tho potongan cowok yang anti gadis itu ..”.

Busyeeet…setan darimana dan berjenis kelamin apa yang menggerakan otak dan tanganku sehingga membuat singkatan aneh wal absurd itu. Cinta monyetku kandas. Pasaran sayapun jadi sepi.

Cinta MonyetSepotong Revolusi.

Kisah Cinta Monyet diwarnai pula oleh sebuah revolusi ala anak SMP. Sebuah peristiwa dahsyat terjadi di tanah air, peristiwa G.30.S/PKI.

Suatu pagi, ketika saya berangkat sekolah, terlihat dimana-mana ada poster tertempel di aneka barang, pepohonan, gedung dan tempat tempat lainnya. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Belakangan barulah mendapat penjelasan dari para guru tentang peristiwa berdarah itu.

Sayapun ingin tampil. Bersama beberapa teman saya ikut masuk Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Wah..rasanya gagah sekali ketika di baju sekolahku ada banner kecil bertuliskan KAPPI. Selangit rasanya manakala naik sepeda dari kampung ke SMP yang berjarak 8 km itu. Saya merasa orang kampung sepanjang route yang saya lalui melihat kearahku semua. ha ha ha ha..GR habis.

Sayapun sering ikut demo Kesatuan Aksi di Alon-Alon Jombang, lalu berpawai keliling kota dengan membawa spanduk sambil meneriakkan yel-yel dan menyanyi penuh semangat. Sayapun aktif mengikuti ceramah-ceramah yang diselenggarakan oleh KAPPI.  Rasanya NgeTOP banget saat itu.

Suatu kali, si gadis yang saya taksir itu bertanya : ” Darimana, LIK ?”. Eh tumben, apakah ini suatu sinyal bahwa suasana hatinya mulai melunak terhadapku. Saya jawab pertanyaannya dengan gagah : ” Biasa..show of force kesatuan aksi “. Wow…uedan….gemagus pwol.

Dengan sikap lunak N tadi tampaknya PDKT layak dilanjutkan. Tapi, lagi-lagi hanyalah sikap dingin yang dia perlihatkan. Gagal maning..gagal maning…

Saya berusaha mencari informasi apakah hati si N ini sudah tertambat pada cowok lain. Hasilnya negatif, baik berdasarkan keterangan sahabat-sahabat yang lain maupun dari sikapnya sehari-hari. Kayaknya dia masih fokus pada sekolah daripada bercinta monyet ria.

Cinta Monyet dan revolusi berakhir ketika kami lulus dari SMP. Puluhan tahun kami tidak bertemu dengan dua gadis yag menarik perhatianku itu.Kami bertemu lagi tahun 1996an ketika reuni SMP angkatanku di rumahku. Saat itu saya sudah berpangkat Kolonel.

Si gadis manis berambut kriting yang dulu saya gandrungi itu juga hadir. Ketika kami bersalaman terasa ada sesuatu yang hilang. Magnitnya…magnitnya sudah hilang, tak ada getaran apalagi sedotan. Beberapa sahabat memberitahu bahwa S sudah janda karena suaminya telah meninggal dunia. Sementara si kuning cantik itu pesonanya masih ada namun sudah menjadi isteri dan ibu dari beberapa anak. Tetapi harus kuakui bahwa “dia memang bukan awet muda tetapi menarik lebih lama”. Dengan rambut dipotong ala Demi Moore dia tampak lebih nyuuus dibandingkan style ekor kudanya di masa lalu.

Ketika bertemu mungkin mereka berdua berkata dalam hati:” Biyuh…biyuh…Cholik kok jadi lain ya, dulu kumut-kumut butut kok sekarang ganteng, gagah dan penuh daya tarik gitzuuuuuu”. Ha ha ha ha ha ha…..

Cinta Monyet Dalam Sepotong Revolusi, sebuah kenangan indah, kenangannya anak SMP.

.

Artikel ini untuk menyambut PR Kenangan SMP dari bu Model , Bu Parongpong , Bu Batik, Bu Gigi  dan  Bu Poni

70 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. kakaakin
    Twitter:
    says:

    Haha… unforgetable monkey love :D
    “menarik lebih lama”… setuju banget, Pakdhe :)

    tuh betul kan
    waktu kopdar itu saya suka nglirik Akin
    kok bulu matanya bergerak-gerak terus….blink…blink…blink….

    kakaakin´s last [type] ..PR Blogger: Kenangan Masa SMP

  2. @cikvee says:

    hahahaha….GAG-GARP ~ Gerakan Anti Gadis~ Gadis Adalah Racun Pelajar nya mantap pakdhe

    mantap dengkulmu anjlog nak
    dipisuhi arek2 wedok sak sekolahan kok mantap

    @cikvee´s last [type] ..Rapuh

  3. andinoeg says:

    pesona pakde udah terlihat sejak smp, keren

    sejak kecil memag saya sudah keren
    hanya kumut2 butut, wog arek ndeso

  4. Blogger Java
    Twitter:
    says:

    Saya juga pernah merasakan cinta monyet Dhe.
    Kenangan selama cinta monyet, kalau diingat-ingat lucu-lucu gimana gitu? hehehe…

    sudah jamannya sun2an mas
    Blogger Java´s last [type] ..Century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia

  5. hahaha, getar-getar itu…. Paklik keren pengalaman Cimonnya >.<

    sangat mengesankan nduk

  6. bintangtimur says:

    Pakdeee, komen Pakde baru saya baca…hehe, mas Asro juga saya tunjukin lo, dia terbahak-bahak pas baca pisang mentah yang dipegangin taruna itu…katanya, saking lamanya pisang mentah itu dipegangin, pisang itu bisa jadi lembek dan bisa dimakan…rasanya sih tetep aka sepet ya, Pakde…wong namanya juga pisang mentah…
    :D

    Salam hangat juga buat Pakde, Bude Ipung dan keluarga di Surabaya :)

    Yang paling menderita tentu pisang yang terletak di meja dekat pintu keluar/masuk jeng. Lembek,gosong deh tuh pisang.

    bintangtimur´s last [type] ..Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian…

  7. Tiara Putri says:

    aih aih om pakdhe :D don juan juga ternyata :P
    Warm-Warm Chicken Tango Alpha 1 <== hhihhi mungkin gara2 ini nih si N agak dingin :P ada chicken2nya gitu bingung dianya :D

    duh ayuneeeeeeeee
    Tiara Putri´s last [type] ..My Quality Time

  8. Una
    Twitter:
    says:

    Jiahhh, tak ngakak sik…
    Sempet mikir yang warm-warm itu opo, oalah jebuleeee…

    oalaaaah…jangan dibayangin lho
    Una´s last [type] ..Surga Buku dalam Lintas Imajinasiku

  9. aiihhh, nostalgia yg indah banget deh pakdhe.
    gerakan anti gadis hahaha,,,emang kalo laki2 masih smp itu suka aneh2 aja kelakuan maklum baru balig. hihii…
    wah pakdhe juga ikutan kappi ya mantap deh, dan rasanya dengan reuni itu menjadikan semua kenangan lebih warna warni ya pakdhe. salam

    iya sayank, ikut KAMI kan belum boleh wong masih pakai celana cekak
    Puteriamirillis´s last [type] ..Episode Empat Belas: Akhirnya Cinta

  10. Berararti waktu peristiwa G30S itu Pakdhe masih ABG ya?

    benar , kelas II SMP trus ada perpanjang waktu 6 bulan. Biasanya kenaikan kelas bulan Agustus jadi mundur bulan Desember.
    Yunda Hamasah´s last [type] ..Anggaran Belanja ala Uwak Darmawan

  11. Bu Model baru baca keseluruhan isi PRnya Pakde, mesemmm-mesemmm….
    *ih gemes mau koment sejak kemarin. Kemarin baru sempat menyapa Bu Gigi, hehe…

    Bu Model? Aku sempet bingung, secara aku kan bukan model iklan manapun. Ternyata, Bu Model temannya Bu Tekwan, sahabatnya Bu Pempek, hahhhaaaay Pakde bisa aja, tapi benar lho jadi merasa makin akrab dengan Pakdhe ;)

    kalau dipanggil DOK kan sudah biasaaaaaaa tho..
    Yunda Hamasah´s last [type] ..Anggaran Belanja ala Uwak Darmawan

  12. Ngikik baca pengalaman SMP Pakdhe, penuh warna-warni cinta monyet ;)

    Ternyata sudah pandai buat singkatan/istilah2 sejak SMP ya…

    Huaaa, baru tahu dulu Pakde kumut-kumut butut, tak apalah asal tak berlumut. Buktinya Budhe ;)

    setelah STM aku mlai kinclong-kinclong
    setelah di Magelang kumut2 setahun, lalu kinclong-kinclong lagi lho
    sekarang mulai agak lumuten tapi tetap kinclong

    Yunda Hamasah´s last [type] ..Anggaran Belanja ala Uwak Darmawan

  13. Mama Rani
    Twitter:
    says:

    Si Poni belum nampak saat SMP ya? ;p
    emang bener cakepan pakdhe yang sekarang..mukanya beda tipis lahh sama imut2nya si bella, gimana budhe Ipung?? setuju nggak? :D

    setujuuuuuuuuuuuuuuu
    Mama Rani´s last [type] ..Bahasa Indonesia dan Mereka yang Mencinta

    • Ini yang gaya setujuuuuuuuuuuuu-nya Pakde…

      Budehe mach meseem ajaaa ;)
      Secara nggak mungkin ngomong ngak setuju sama komandan…

      enggak juga, kadang menyerang balik.
      Contoh ketika saya bilang ” You dulu paling cantik sak Cimahi, kok sekarang paling jelek sak Indonesia sih”,
      dia bilang ” Emangnya you masih ganteeeeeeeeeeeeeeeeng……?”
      lho kan, kick balik juga

      Yunda Hamasah´s last [type] ..Anggaran Belanja ala Uwak Darmawan

  14. about healty says:

    cinta monyet iu asyik pak deee…hahah

    iyaaa…soalnya kalau ketemu jajannya cukup pisang

  15. aq yaw punya masa lalu tentang cinta monyet….ky kingkong tp bukan monyet…hahah

    lebih kecil
    science computers´s last [type] ..Useful tips on how to become a web designer

  16. hesty says:

    wuihh ingatannya okeh banget loh,,, :D

    iyeee nduk-sejak kecil
    hesty´s last [type] ..PR blogger – Cerita masa EsDe

  17. Book n book says:

    “dia memang bukan awet muda tetapi menarik lebih lama”

    Mantab kata-katanya Pakdhe. Dapat darimana, Pakdhe..hehehe…
    Ternyata Pakdhe udah bikin PR ini toh… Diriku terlambat, dong :D

    MM..hi hi hi..aku dah lunas hi hi hi
    Book n book´s last [type] ..Outliers: The Story of Success

  18. advertiyha
    Twitter:
    says:

    1. Warm-Warm Chicken Tango Alpha 1. hahahha,,, ngakak baca ini (sempet bingung, opo tho artineeeee.. )
    2. ihiyyyyyyy,,, foto imut itu menongol kembali, hatiku kembali bergelora, meronta, merasa ada yang aneh,, ah,, sayang cowok imut itu sudah berkumis sekarang.. :P
    3. biyuh..biyuh… si keriting n si kuning pasti makin caem ya dhe… tapi saya setuju, pasti mereka pada bhatin, ckckck.. kholik kok sekarang makin baby face ya… haduh nyesel daku tak menempelkan magnet cinta padanya, halah…
    4. yang ngasih PR kok ibu2 semua yo dhe.. *sudah terbukti Pakdhe memang idola wanita, dikagumi para pria… :)

    salam kangen merah jambu dhe..
    kiss..kiss..

    si kuning anaknya dah banyak,kalau gak salah 4 ha ha ha ha
    advertiyha´s last [type] ..ciyeeeeeee… menang niye…!!

  19. nia/mama ina
    Twitter:
    says:

    Pakdhe makasih yach PRnya sdh dikerjakan….hihihi asli ketawa ngakak baca postigan ini…lumayan dech yg tadinya lg bete jadi sedikit terhibur hehehe…….

    jangan BT ah……
    entar yaaa di rumah saja

    nia/mama ina´s last [type] ..Kenangan Saat SMP

  20. Anonymous
    Twitter:
    says:

    Kata orang2 di Cintai lbih baik dripada Mencintai. Sbnarnya itu G bnar, itu sma sja Krena pada saat kta mncintai dan cinta kita tdak d trma mka kta akan trus brusaha untuk mndapatkan cintanya. Tpi brkli2 kta mncba hasilnya msih ttap sja dtolak psti hati kta skit.
    Di Cintai, pda saat qta d cintai oleh seseorng pasti kta snang bnget namun, apa bla orng yng mncintai kta itu adlh bkan orng yng kita skai pasti qta mnlak jgakan. dlam hti kta brkta “Knapa sih bkan orng yng inginkn, Impikan yng mncintai aku.”

    … anthy bolla

    beneeeeer, sopo iki/strong>

Bad Behavior has blocked 826 access attempts in the last 7 days.