Di Ujung Kain Emak

Di Ujung Kain Emak.

Jombang, Juli 1975

Di Ujung Kain Emak

Letda CPM Abdul Cholik

Pagi itu aku sudah siap dengan pakaian dinas harianku. Stelan celana dan hem warna hijau, kopelriem putih,tali bahu putih dan baret biru kebanggaanku sudah menempati posisinya.

Hari itu aku akan berangkat ke Bandara Juanda Surabaya untuk selanjutnya terbang ke Balikpapan – pos pertamaku setelah aku lulus dari Kursus Dasar Kecabangan Perwira Polisi Militer di Pusdikpom-Cimahi.

Setelah memberi nasihat macam-macam “ Sing ati-ati yo nak, ojo nyengit karo anak buah , nyambut gawe sing temen, ojo katik korupsi, sing sering ngirim surat, yen libur sambang mulih  “ dan lain-lainnya, emak menyuruhku jongkok didepannya. Walaupun heran aku mengikuti perintah  itu, aku jongkok- berlutut didepan emak.  Wanita tegar itu kemudian menarik ujung kainnya ( kain jarit ) lalu diusapkannya ke wajahku sambil berkata:“  slamet sak polah tingkahmu nak , adoh bilaimu “.

Setelah upacara kenegaraan itu selesai kupeluk emak dengan kuat, tak terasa air mata meleleh. Emak juga menangis sesenggukan. Ini adalah perjalanan pertamaku “ keluar Pulau Jawa “. Bagi orang kampung seperti diriku, pergi keluar Jawa~ke Sumatera atau Kalimantan,misalnya, merupakan sebuah perjalanan yang teramat sangat jauuuh. Beberapa orang tetangga kami yang dulu mencari nafkah diluar Jawa kadang tak ada kabar beritanya. Setelah jaman sudah berubah barulah komunikasi antar pulau menjadi lebih mudah sehingga keadaan keluarga yang tersebar dimana-mana masih bisa dilacak.

Walaupun akhirnya tersenyum namun aku tahu pasti emak berat melepaskan kepergianku- kepergian anak lanang tunggalnya.

Hingga 32 tahun perjalananku di dunia militer, Alhamdulillah  aku selamat-tak kurang suatu apa. Ini tentu bukan karena usapan wajahku di ujung kain Emak. Ini adalah karunia dan lindungan-Nya.

Tapi saya yakin, ada peran emak di dalamnya, yaitu doa dan restu orang tua terutama dari  emak.

Saya ingat sabda Rasulullah SAW :  “  Ridha Allah terletak pada ridha ibu bapak, kemarahan Allah juga terletak pada kemarahan ibu bapak “

(Hadits : Riwayat Tirmidzi, dan disohihkan oleh Ibn Hibban dan al-Hakim.)

Di Ujung Kain Emak, seolah ada malaikat yang diperintah oleh Allah untuk menjagaku

51 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Lyliana Thia says:

    Selamat sore Pakde.. kisah yg menyentuh sekali..

    do’a Ibu dan Bapak memang salah satu kunci terkabulnya pinta kita ke Tuhan ya Pakde..

    terima kasih udah mengingatkan lewat tulisan ini… :-)

    selamat sore bu Gigi
    terima kasih

    Lyliana Thia´s last [type] ..Dhila13 Photo Challenge: Inspirasi

  2. honeylizious says:

    gantengnya anak emak :P

    hooh
    honeylizious´s last [type] ..Senyum itu Menyembuhkan

  3. Orin says:

    Cerita tentang ibu selalu mengharukan. Terima kasih sudah diposting Pakdhe…

    kisah tentang ibu tak pernah habis
    Orin´s last [type] ..Teamwork

  4. Dewifatma says:

    Ketika wajah Pakdhe diusap dengan ujung kain emak, daku masih disimpan… :D

    Kasih sayang, restu dan doa ibu emang dahsyat ya, Pakdhe…
    jadi ingin lihat tempat penyimpanannya
    Dewifatma´s last [type] ..Pilihan dan Kesempatan

  5. Mama Rani
    Twitter:
    says:

    We love u, emak ^__^
    Emaknya pakdhe, emaknya mama rani, emaknya rani #eh.. dan emak2nya seluruh anggota blogcamp ;))

    eh, itu poninya pakdhe emang udah eksis sejak tahun 1975 yaa..heheh

    iya donk
    poni itu jadi kempes kalau kena helm ha ha ha ha

    Mama Rani´s last [type] ..Fenomena Pengendara Motor di Bawah Umur

  6. advertiyha
    Twitter:
    says:

    Emak memang luar biasa..!!
    doa emak, adalah semangat
    doa emak adalah harapan
    doa emak adalah aliran kasih sayang…

    pakdhe, numpang nanya, foto ganteng itu siapa sich??

    salam sayang merah jambu, kiss…kiss

    si ganteng itu perwira muda,lulusan akabri.
    Poninya..poninya…kalau dipakai lari bunyi pyak..pyak..pyak.
    Bunyi itu sama dengan suara ibu-ibu kalau senam pagi masal, waktu loncat2 kaki buka tutup sambil tepuk tangan diatas kepala, bunyinya pasti ” pyak..pyal..pyak..pyak..”.
    Bunyi apaan sih itu ???

    (jangan dilakukan tanpa saya dengarkan suaranya..)

  7. bintangtimur says:

    Merinding baca posting ini, Pakde…
    Trima kasih sudah berbagi cerita.
    Jadi inget waktu pertama kali saya merantau ke Sumatera mendampingi suami, bapak saya malah sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Duh, sedihnya!

    Memang berat ya meninggalkan ortu yang sedang gerah.
    Semoga arwah beliau diterima disisi Allah Swt.Amiin

  8. On The Spot says:

    Asstgfirullah apa coba yg bisa saya kasih ke Ibu saya? saya masih anak kecil dan belum bisa membahagiakannya secara materi :(

    jadilah anak kecil yang manis dan tidak nakal
    itu sudah membuat ibu senang dan bahagia nak
    cepat besar yaaaaa
    duh lutunyaaaaaaa

    On The Spot´s last [type] ..7 Berlian Kuning Terbesar & Terkenal di Dunia

  9. Jadi inget waktu kecil nih, waktu itu engga nurut sama mama saya ehh ujung2nya bener juga terjadi sesuatu yg engga enak.

    Sabdanya pakde selalu post ya!

    kok sabdanya pakde sih mas
    jangan nakal lagi yaaa

    David BlogNwes´s last [type] ..7 Berlian Kuning Terbesar & Terkenal di Dunia

  10. noni zakaria says:

    iyah pakdhe .. setuju,, Doa Ibu itu segalanya,, :)
    Fyrdha sayang banget sama Mama… :’)

    sama saya gak sayang?

  11. niee
    Twitter:
    says:

    Setuju pakdhe.. emang doa orang tua nomor satu dah..
    benar, makanya jangan berani2 sama ortu ya
    niee´s last [type] ..Untuk pertama kalinya

  12. [...] pertama kali itu juga diawali dengan acara dramatis yang pernah saya tulis dalam artikel berjudul Di Ujung Kain Emak. Pada artikel itu saya ceriterakan bagaimana Emak Yang Over Protective Pwoll mengusap wajah saya [...]

Bad Behavior has blocked 818 access attempts in the last 7 days.