Intuisi Inspektur Soerati
.
” Kamu mengambil uang emak ?”, kata emak suatu hari.
” Enggak mak ?”, jawabku sambil menunduk.
” Iya gitu kok “, tuduh emak.
Saya menunduk, diam, tak berani menatap wajah emak.
” Untuk apa uang itu ?”, desak emak.
” Untuk sangu nonton ludruk besok malam, mak “, sayapun mengakui perbuatan saya walau tanpa tekanan.
” Lain kali kalau perlu uang minta emak., jangan langsung mengambil tanpa ijin, gak ilok !”, emak mulai memberi kultum.
.
Heran, dari mana emak mengetahui bahwa saya mengambil uang yang disebar dibawah kasur. Apakah puluhan koin pecahan 25, 50, 10, 5 sen itu diberi nomer ? Nggak mungkin, kayaknya clean and clear kok. Ataukah uang itu sudah dihitung jumlahnya oleh emak ? Itu paling mungkin sehingga jika jumlahnya kurang berarti ada yang mengambil. Intiusi Inspektur Soerati memang ngetop.
Saya memang beberapa kali mengambil uang emak dari bawah kasur, karena di tempat itulah biasanya emak menyimpan uangnya. Namanya juga kepepet, jika keinginan untuk membeli sesuatu tak terbendung, jalan pintas itulah yang saya lakukan.
Benar apa kata dunia ” kejahatan terjadi karena bertemunya niat dan kesempatan”.
Untungnya kenakalan saya seperti itu tidak menurun kepada anak-anakku. Jika Enny dan Sandy butuh dana segar biasanya minta atau bilang : ” Pa, bisa enggak pinjam duitnya “. Walaupun ketika ditagih mereka hanya mringis namun itu masih lebih bagus daripada langsung ngembat uang bokapnya.
.
Marilah kita didik anak-anak agar mempunyai budi pekerti yang baik sejak kecil sehingga akan menjadi sikap dan kebiasaan sampai dewasa kelak.
Silahkan menyimak hadits berikut ini.
Muhammad Rosululloh Saw bersabda : ” Muliakanlah anak-anakmu, dan didiklah mereka dengan budi pekerti yang mulia” (HR. Ibnu Majah)
.



44 Comments
Skip to Comment Form ↓