Kamera Tua Tak Tersentuh Selama 17 tahun

Kamera TuaKamera tua yang sudah 17 tahun tak saya sentuh akhirnya saya ambil dari almari di rumah Jombang.

Kamera merek Canon Eos 500 ini pemberian seorang sahabat sewaktu saya dinas Palembang tahun 199oan. Sebenarnya agak kurang tepat jika disebut pemberian  karena kamera ini saya peroleh dengan sistim barter. Kala itu saya memakai arloji berwarna kuning emas, dengan logo burung garuda yang dibawahnya ada tulisan “Istana Kepresidenan”.

” Arlojinya untuk saya saja ,Pak “, kata sahabat yang mempunyai toko kamera di kasawan Kelandasan itu. Saya setujui permintaannya asal saya diberi sebuah kamera. Deal.

Sejak kamera itu menjadi milik saya, belum pernah sekalipun saya gunakan untuk memotret karena saya lebih suka menggunakan kamera yang kecil (kamera saku). Ketika saya pindah tugas ke Surabaya kamera itu saya bawa ke Jombang dan masuk almari pakaian cadangan. Akhirnya saya lupa karena almari itu jarang dibuka. Maklum almari pakaian itu terletak di kamar nomer 238.

Jaman berubah, musimpun bertukar. Kamera digital muncul. Alhasil, kamera non digital ini tetap  santai di almari.  Dengan demikian maka sejak 1994 hingga 2011 kamera itu tak pernah saya sentuh apalagi saya gunakan untuk memotret sampai kami berbincang-bincang-bincang dengan Kang Yayat tentang fotografi.

Semalam kamera ini saya tunjukkan kepada Kang Yayat. Beliau yang sedang senang-senangnya memotret itu mengamati dengan seksama. ” Bagus ini, Pakde. Lha ini ada otomatisnya. Wow…lensanya juga keren “, katanya dengan serius bak Darwis  Triadi yang fotografer kondang itu.

Iniah tampilan kamera tua yang baru saja saya potret dengan menggunakan kamera Canon Digital IXUS 80 IS (tanpa menggunakan flash)

.

Kamera Tua

Tak tersentuh selama 17 tahun

.

Kamera Tua

Siapa yang mau beli ?

.

Kamera tua ini ingin saya jual bersama sebuah handycam yang juga tergeletak dengan manis di almari karena saya ingin membeli Canon EOS Rebel T3i 18 MP CMOS Digital SLR Camera. Saya tidak tahu apakah masih ada manusia jaman digital ini yang suka dengan kamera non digital. Bagaimana pendapat sahabat ??

51 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Elsa says:

    toss dulu Pakdhe…
    aku juga pemakai kamera pocket canon ixus 85is
    hehehehheee

    mudah dan praktis ya Pakdhe

    yaaa.sesama jombang kirain mau beli
    gak taunya nyamain kamera doank

    Elsa´s last [type] ..Dieng – Wonosobo

  2. bunda lily says:

    hah?? dah 17 tahun ??
    beda tipis sama umur ku dunk …………
    salam

    ealaaaaaaaaaaa…kiain mau beli kameraku
    beli donk..donk..donk

    bunda lily´s last [type] ..Cerita tentang Pie Yang Mendunia

  3. bintangtimur says:

    Saya nggak paham fotografi, Pakde…jadi nggak berkompeten nulis komen yang berhubungan dengan kamera kayaknya… :D

    Apapun, selamat liburan akhir tahun dengan keluarga ya Pakde, smoga semua berjalan lancar dan menyenangkan.
    Amin.

    Iya, masing-masing mempunyai domain yang menjadi keahliannya.
    Terima kasih jeng, ini lagi menyusun plan untuk liburan akhir tahun.
    Saya sedang diskusi dengan Ipung dan anak cucu mau liburan ke Chicago atau Cikaso saja ya.
    Kayaknya enak ke Cikaso karena lebih membumi dan wujud Hubbul Wathon

    bintangtimur´s last [type] ..Outbond Teknik Geologi 2008

  4. nia/mama ina
    Twitter:
    says:

    wahh sayang yach kamera 17 tahun ngga diapa2in hihihih……kalo seandainya istri yg dibegituin asyik yach…17 tahun masih perawan hahahah……

    mana tahaaaaaaaaaaaaaaan….
    nia/mama ina´s last [type] ..SMS (Senyuman Manis Sekalee)

  5. amela
    Twitter:
    says:

    analog ya dhe? pake film yang berapa mm dhe?
    sayangnya sekarang udah susah ig cari filmnya, apalagi di baubau..
    emang dilepas berapa nih dhe? *seriusan tanya*
    tapi saya mesti konsultasi dulu nih sama kangmas.. :malu

    film yang hitem itu, trus ada bolong2nya..isi 36..135mm apa ya..ha ha ha ha
    emangnya uangmu berapa?

    amela´s last [type] ..Kisah Dudubida dan Bubudiba #2

    • amela
      Twitter:
      says:

      em, kasih tau ga ya.. kasih tau ga ya..
      saya ga tau harga pasarnya seh dhe,,.
      kalau masih di sekitar angka 1 masih cukup lah..
      tapi ya itu tadi, masih harus izin kakanda dulu..
      harga pembukanya berapa nih dhe?

      wah gimana ya sama keponakan sendiri…
      Tapi entar menyesal lho karena kamera gitu sih ribet harus beli fim,cuci,cetak.
      Kalau digital kan enak langsung bisa dilihat, diraba dan dirasa ( kok kayak definis “benda” waktu pelajaran Ilmu alam kelas 5 SR dulu yaaaa)

      amela´s last [type] ..Kisah Dudubida dan Bubudiba #2

      • amela
        Twitter:
        says:

        hahahha.. makanya dhe,, saya tanya harganya dulu.. kalau murah meriah kan bisa dipertimbangkan..
        emang sih sekarang susah cari film, cuci, cetak.. tapi hasil kamera analog itu juga punya sensasi beda dhe..
        waktu kuliah dulu kan maenan saya toycam, hihihi

        jadi dilepas tidak nih kameranya dhe?
        amela´s last [type] ..Kisah Dudubida dan Bubudiba #2

  6. Dewifatma says:

    Ntar bisa beli kamera tapi nggak bisa beli film-nya, Pakdhe. Di Bintan udah nggak ada yang jual dan nyetak film, mesti nyeberang ke Batam :D

    Mending disimpan aja, Pakdhe. Buat kenang-kenangan. 5 tahun lagi bakal jadi barang antik. Lebih mahal deh………

    sudah mau berangkat kok kameranya
    Dewifatma´s last [type] ..Pengakuan Banci Kontes

  7. iya enakan digital,,,lebih hemat dan puas foto sepuasnya

    kamera ini jad ribet
    Puteriamirillis´s last [type] ..Catatan Perjalanan Malam Ke Jayapura, Papua

Bad Behavior has blocked 826 access attempts in the last 7 days.