Air Kendi Serasa Air Sorga
Air Kendi Serasa Air Sorga, begitulah yang kami rasakan.
Ketika melaksanakan latihan keluar kampus misalnya ilmu medan, patroli, longmars, dan lain-lain kami sering menjumpai teko atau kendi beserta gelas yang diletakkan dipinggir jalan sepanjang rute yang kami lewati. Para penduduk dengan gembira mempersilahkan kami untuk minum. ” Minum dulu taruna !!”, demikian teriak mereka. Sebutan taruna tampaknya sudah dihafal karena kampung mereka agaknya sudah sering dijadikan medan latihan. Air kendi yang segar itu serasa air sorga disaat panas terik seperti kala itu.
Disamping minuman kadang diletakkan juga buah pisang,singkong atau ubi rebus yang mungkin berasal dari hasil kebun mereka. Duh betapa mulianya hati mereka, ditengah-tengah kesederhanaannya mereka masih memikirkan orang lain.
Di beberapa tempat bahkan ada penduduk yang setiap hari meletakkan kendi berisi air minum. Air yang mereka isikan dalam sebuah kendi yang terbuat dari tanah itu rasanya sangat segar dan benar-benar bisa menghilangkan dahaga. Orang-orang yang lewat depan rumah bisa minum air kendi dan kadang langsung mengucurkan kemulutnya, maklum kadang kala tidak ada gelas atau cangkir didekat kendi tersebut. Tidak diketahui dengan pasti apakah kebiasaan baik tersebut masih berlangsung.
Memberi makan dan minum kepada orang lain memang merupakan suatu amalan yang mulia.
Mari kita simak hadits dibawah ini.
Abdulloh bin ‘Amr menceriterakan, bahwa seseorang laki-laki bertanya kepada Nabi S.a.w, ” Ya Rasulullah, Islam apakah yang terbaik ?”
“Engkau memberi makan orang lain, dan engkau mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal maupun yang tidak engkau kenal” (HR. Bukhari Muslim )
.
Berdasarkan hadits mutafaq ‘alaih dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Dulu ada seorang lelaki berjalan di jalanan yang sangat panas, kemudian ia menemukan sumur. Ia pun turun ke dalamnya untuk minum, lalu keluar. Tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulurkan lidah dan memakan liur karena kehausa. Orang itu berkata: Anjing ini telah kehausan seperti aku. Kemudian ia turun ke sumur dan mengisi sepatunya dengan air, lalu ia gigit hingga naik ke atas sumur dan memberikan minum kepada anjing itu. Maka Allah pun bersyukur kepada orang tersebut dan mengampuninya. Para shahabat berkata: Apakah pada hewan ada pahala bagi kita? Rasulullah saw. bersabda: Pada setiap perut yang basah (makhluk hidup) terdapat pahala.”
.
Jika yang saya sampaikan itu benar maka kebenaran itu datangnya dari Allah dan jika salah maka itu karena kekurangmampuan saya sendiri.



36 Comments
Skip to Comment Form ↓