Di Ujung Kain Emak
Jombang, Juli 1975
Pagi itu aku sudah siap dengan pakaian dinas harianku. Stelan celana dan hem warna hijau, kopelriem putih,tali bahu putih dan baret biru kebanggaanku sudah menempati posisinya.
Hari itu aku akan berangkat ke Bandara Juanda Surabaya untuk selanjutnya terbang ke Balikpapan – pos pertamaku setelah aku lulus dari Kursus Dasar Kecabangan Perwira Polisi Militer di Pusdikpom-Cimahi.
Setelah memberi nasihat macam-macam “ Sing ati-ati yo nak, ojo nyengit karo anak buah , nyambut gawe sing temen, ojo katik korupsi, sing sering ngirim surat, yen libur sambang mulih “ dan lain-lainnya, emak menyuruhku jongkok didepannya. Walaupun heran aku mengikuti perintah itu, aku jongkok- berlutut didepan emak. Wanita tegar itu kemudian menarik ujung kainnya ( kain jarit ) lalu diusapkannya ke wajahku sambil berkata:“ slamet sak polah tingkahmu nak , adoh bilaimu “. Read More »





