Proses Kreatif Menulis Cerpen : Sebuah Catatan Singkat

Tapi dalam perjalananku, kemudian aku menyimpulkan bahwa, setidaknya, menulis itu tidak sesulit yang dibayangkan.

Karena itu, melalui buku ini, aku juga ingin memberikan gambaran bahwa menulis itu bukanlah kegiatan yang rumit. Menulis juga tidak memerlukan bakat besar. Bakat yang biasa-biasa saja punya peluang menjadi penulis. Lagi pula,  siapa sih yang tahu bahwa kita punya-atau tidak punya-bakat menulis? Analogi yang yang paling terkenal adalah ucapan Thomas Alva Edison : 1 persen bakat, 99 persen kerja keras.

.

Proses Kreatif Menulis CerpenKalimat diatas saya baca pada buku berjudul Proses Kreatif Menulis Cerpen karangan Hermawan Aksan, seorang cerpenis, Redaktur  Tribun Jabar dan Penulis Produktif.

Saya letakkan nukilan kalimat tersebut di atas agar para sahabat yang saat ini mau atau sedang belajar dan berlatih menulis cerpen tidak berkecil hati dan masih selalu beranggapan bahwa menulis itu sukar.

Buku Proses Kreatif Menulis Cerpen ini memberikan kiat menulis cerpen baik kepada mereka yang sama sekali belum pernah menulis cerpen maupun yang sedang coba-coba menulis. Tentu saja buku ini juga boleh dibaca oleh mereka yang sudah menjadi penulis untuk mendapatkan tambahan ilmu.

Apa isi buku ini ? Banyak dan bermanfaat. Buku ini memberikan kiat praktis dan sederhana tentang :

  • Menjaring tema dan topik.
  • Cakap memilih angle.
  • Cerdas menyusun setting dan plot.
  • Mahir memilih diksi.
  • Produktif berkarya ditengah kesibukan.
  • Mudah diterima redaksi.
  • Sukses menjadi buku.

.

Ditengah-tengah kiat yag ditulisnya, Hermawan Aksan juga menyampaikan 18  kesalahan umum dalam proses kreatif penulisan fiksi (yang juga dialami oleh blogger-ac). Dalam tulisan ini saya sebutkan beberapa diantaranya yaitu:

  • Menunda-nunda waktu penulisan.
  • Menuliskan kata-kata yang rumit padahal sebenarnya bisa dituliskan dengan bahasa yang lebih sederhana.
  • Menjelaskan dengan bahasa yang terlalu berbunga.
  • Cepat menyerah.
  • Menunggu waktu yang tepat untuk menulis padahal menulis bisa kapan saja.

 

Dalam buku ini diselipkan beberapa cerpen termasuk yang ditulis oleh Hermawan Aksan sendiri berjudul Pernikahan Minul yang dimuat di Pikiran Rakyat , 27 Oktober 1991.

Buku setebal 212 halaman yang diberi pengantar oleh Dewi Lestari ini juga dilengkapi dengan lampiran Daftar Alamat Media Cetak sehingga memudahkan bagi para sahabat yang ingin mengirim karyanya.

Proses Kreatif Menulis Cerpen merupakan buku panduan yang enak dibaca karena ditulis dalam bahasa yang sederhana sehingga mudah difahami.

Saya menyarankan agar para sahabat blogger membeli buku ini untuk menambah ilmu tentang penulisan.

 

64 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. TuSuda says:

    Buku yang bagus bisa memberikan inspirasi dalam berkarya, apalagi untuk menggali ide kreatif dalam wujud fiksi ilmiah. ;)

    Benar bli dok
    di kalangan kesehatan mungkin banyak yang bisa digarap menjadi fiksi ya

    • ridha alsadi says:

      iya pakdhe, bahkan penulis fiksi kaliber pun sering mengangkat tema penyakit karena mudah mengembangkannya. :D

      wah saya jadi ingin menulis fiksi kaliber deh

  2. Imelda says:

    Pakdheeeeeee aku dikenalkan seorang penulis novel buku ini lewat FB, Jadinya pengen beli…. dan minta tolong ke Nique…ternyata emang bagus ya.

    Benar jeng, tulisannya dikemas ringan dan bahasanyapun sederhana sehingga sayapun enak mengunyahnya ( ini termasuk bahasa berbunga enggak ya ? he he he he)
    Niq kayaknya sudah berhasil mendapatkannya

    • nique says:

      hahaha … waktu mengunyah tulisan mas Hermawan, enaknya itu seperti apa Dhe?

      saya sudah punya, banyak, 1 mo dikasikan ke Mamanya RIku/Kai hehehe … tak simpen lho mba sampai ketemu nanti. Mba, jadualin ke Sby, ketemu Pakde, biar kita juga ngerasain ditraktir Jendral hehehe

      katanya sih mau ke Surabaya ama Riku/Kain saja
      nggak ngajak yg lain

      • nique says:

        mosok gitu?
        Kemarin sih Mas Gen bilang harus ditemani saya lho Dhe *ndadak pede*

        Mas Gen sms aku ” Niq gak jadi diajak !!”, gitzuuuuuu

  3. Saya menyimak yang di sini De, sambil siap siap bikin cerpen trus saya kirimkan ke blognya Pak De yang baru..

    sip, tak tunggu lho

  4. Maya says:

    wahhh keren~
    jadi pengen bukunya nih :D ada yang gratis nggak pakde?
    hihihihi

    memang kereen
    ada juga yang gratis…
    hihihihihi

    • nique says:

      Klo mau buku GRATIS, ikutan GA: KRISAN di tempatku juga itu lho hadiahnya May :D

      *bangga bisa pamer*

      bagus2, harus gitu..jangan minder

      • Lyliana Thia says:

        Hebat eh… jarang2 yg mau nerima kritikan ya.. sukses mbak Nique… :-D

        kritikan yang proporsional itu ibarat pil kina, pahit tapi menyehatkan

  5. Ichink's says:

    Pada dasarnya menulis cerpen dan menulis di blog juga sama kan pakdhe? Kalo kesalahan dalam menulis [blog] seperti yang di atas itu aq sering menunda waktu menulis dan menunggu waktu yang tepat. Lah mau gimana lagi Pakdhe, kadang gak mood nulis :)

    Menunda-nunda dengan menunda kan jelas berbeda sayank…
    Menunda-nunda kesannya lebih” sak-enak udele”, sedangkan menunda menganut asas” ambeg parama arta”-artinya kemampuan untuk mendahulukan yang lebih penting.

  6. nandini says:

    *tulis di daftar wajib beli* :D

    Menulis fiksi itu mudah, hanya saja saya mengalami kesulitan untuk berbahasa yang sederhana.. masih terlalu bersayap, begitu kata guru menulis saya :)

    Selamat pagiii Pakde, saya buat sepanci sayur bening dan tempe goreng lhoo… :D

    Umumnya remaja cantik, kinyis2 memang suka menulis kalimat berbunga.
    hah..sayur bening, tempe goreng, senyummu…itu paket yang harus saya nikmati nduk…..
    Selamat pagi sayank

    • nique says:

      Nandiniiiiiiiiiiiiiiiiiii

      Ra sah tuku … melok GA nenggon ku ae
      sopo ngerti dirimu sing jodoh karo bukune Pakde kuwi lhooo

      eman2 duite nek iso gratis tooo :D

      ha ha ha ha..promone mantap rek

  7. Wawan says:

    Menunda-nunda waktu penulisan. Berhenti di tengah jalan.

    ***
    itu semisal nyimpen di draft bukan pakdhe?? soalnya kalo saya buat trus simpan di draft, biasanya malah engga pernah selesai. Udah ganti mood.

    Betul, kalau dalam operasi serangan ada asas yang berbunyi ” Gerakan pasukan tak boleh terhenti”, ini tujuannya adalah untuk memelihara momentum serangan.
    Jika anda sedang menulis artikel di blog, lalu mbuka Facebook, walau sejenak-dua jenak akan bisa menghambat gerak maju aliran ide ke tangan…ke komputer lho…. daku sudah mengalaminya…kalau sudah mbuka Facebook..lupa mbuka yang lain….ha ha ha ha ha…
    Silahkan baca artikel ini
    : http://tipsjitungeblog.info/2011/11/22/pelihara-momentum-menulis/

  8. yayats38 says:

    Salah satu buku yang wajib dimiliki kayaknya ni .. semoga membantu saya bisa menulis lebih baik lah .. paling tidak memenuhi kaidah penulisan yang baik :)
    Trims infonya Pak …

    Benar, enak kok bukunya..kayak pete bakar..gurih..dan mudah dicerna

    • nique says:

      apalagi klo ada sambelnya Dhe, pasti merem melek deh makannya eh mbacanya :D

      bener sekali

      • ridha alsadi says:

        nih mau mbaca apa makan yaaa? hihih#peace
        klo merem melek nggak bisa nerusin bacanya dong ach, iya kan pakdhe???

        soalnya ngantuk, jadi mbaca sebentar…terus meremnya lamaaaaaaaaa

  9. andre says:

    kayaknya wajib punya nih… penerbitnya sapa nih pak de? mau kucari.

    Penerbit Nuansa Bandung

    • nique says:

      saya sempat kesulitan mencari buku ini secara online, tapi klo langsung ngubek2 gramed or toko buku langsung mungkin mudah menemukannya.

      again, matur suwun sanget nggih Pakdeku yang baik hati dan tidak sombong :)

      kalau nyari thok ya kesulitan
      kalau beli mah banyak

      • andre says:

        kadang pengen beli, tapi pas ga ada duitnya dhe :)
        harus nunggu gajian dulu

        sama mas, saya juga nunggu uang pensiun juga setelah tgl 4

  10. Ngai says:

    1 persen bakat, 99 persen kerja keras
    ok, mbahkung..!!!

    Ok sayang, tak tunggu cerpennya lho untuk diklumpukan di http://belajarmenuliscerpen.com

  11. dmilano says:

    Saleum,
    Ach… saya termasuk juga tuh dalam katagori menunda – nunda menulis. Tapi gak apalah pakde, saya gak bercita – cita jadi penulis kok. :) aktivitas ngeblog saya lakukan untuk belajar. Jika suatu saat nama saya tertera pada sebuah buku, mungkin itu semua hanya keajaiban saja yang mampu merubahnya.
    Itupun jika masih ada umur,……
    salam hangat dari aceh untukmu pakde….

    Jika suatu saat nama saya tertera pada sebuah buku, mungkin itu semua hanya keajaiban saja yang mampu merubahnya.

    Itu bukan keajaiban nak, tapi ada tangan Tuhan di situ
    Cita-cita saya menjadi tentara, tapi saya ingin menjadi tentara yang piawai menulis.

    • dmilano says:

      Insya Allah pakde, mungkin saat ini saya belum kefikiran utk menjadi penulis, mana tau suatu saat jika pakde terus memotivasi saya keinginan utk menjadi penulis itu ada. hanya waktu yg bisa menjawabnya :) saat ini saya hanya ingin belajar dulu teknik dan bentuk penulisannya.

      Waktu tak pernah menjawab nak.
      Itulah yang disebut “kalimat berbunga”
      Doaku untuk anak lanang selalu….

  12. Evi says:

    Saya ingin punya kesabaran agar bisa menulis cerpen Pakde. Selama ini saya kadung punya mindset bahwa menulis cerpen itu sulit. Padahal sebenarnya cuma malas memulai :)

    Dari avatar jeng Evi sudah kelihatann kalau malas memulai. Lihat tangan itu, kan gak turun2.
    Tapi nanti kalau sudah mulai, lupa berhentiiiiiiiiii……

    • nique says:

      seperti makan apa tuh Dhe, klo udah mulai lupa berhenti? Makan durian? Atau mangga? hihihi

      makan angin kaleee

  13. Orin says:

    Wahh…harus punya nih buku, Orin pgn jadi penulis novel Pakdhe :D :D :D

    Harus !!
    Novel Pakdhe itu apaan sich..?

    • Orin says:

      Novel yg tokoh utamanya adalah seorang Pakdhe he he he

      asyik,mudah2an dibuat film yo nduk

  14. nanti dipameran buku di jepara, ada ngga yah??? :D

    Nggak tau ya nduk
    Saya kan tidak ikut pameran buku
    Tanya deh sama NIQ yang suka pamer2 tuh

  15. nique says:

    pakde, nuwun sewu, kenapa ya hari ini, nyambangi blog ini beraattt? lama loadingnya :(
    saya coba membuka blog ini dan blog orang lain di waktu yg bersamaan, lebih dulu kebuka blog orang lain itu. tidak biasanya begini. tadinya saya kira koneksi di sini, padahal ga mungkin juga kan? Secara 10mb + 4 gitu kan :P *Pamer lagi hahaha*

    kira2 kenapa ya Dhe? Ini saya doang yg mengalami, atau teman2 ada juga yg sama? Jangan2 karena saya kurang menyayangi pakde hari ini maka loadingnya lama?

    beri aku pencerahan ya Dhe :D

    kalau yg komplin semua saya akan kaget
    kalau yg komplin hanya satu dia yang harus kaget
    jadi gak perlu pencerahan

    • Lidya says:

      loh terbalik mbak , blognya pakde ini yg paling cepat dibukanya. jadi tiap online lgs menuju kesini bahkan saya bookmark :-D psssst pakdenya gak ada kan ya

      NIQ pake antene segala kok komputernya, modemnya sudah pernah jatuh dan pecah makanya ditaleni karet

      • nique says:

        biasanya jg begitu, baru mengalami pagi ini kok.

        modem sudah ditaleni karet mbok di buang aja

        • ridha alsadi says:

          sama dengan jebg lidya, begitu online, rasanya aneh klo ga lgsung menuju kesini. loadingnya cepat sangat pula, mengalahkan loading ke bangauputih :D

          ada mesin khusus di header nduk, makanya cepat

          • Iya, aku malah tetap bisa ke blognya Pakde walau lewat hp. Masih bisa dibuka tampa menunggu lama. Hanya kalau mau komment yg butuh perjuangan :-)

            komen paling gampang sak dunia ya di BlogCamp ini kok

  16. Blogger Java says:

    Kelihatannya bukunya bagus Dhe, panduan untuk menulis cerpen.
    Makasih atas infonya Dhe.

    bukan kelihatannya mas
    emank bagus kok

  17. Lidya says:

    pagi pakde, ini dijual bebas ditoko buku kan dhe bukunya?

    sore jeng, nggak bebas jeng
    harus bayar sebelum hengkang dari toko

  18. Nchie says:

    Pagi dhe ..
    semoga sehat selalu..

    Waw buku bagus,ringan kan dhe? bahasa nya mudah di fahami,asiik tuh..
    Asik,nunggu GA dari ni aja qiqi..

    hooh bener, NIQ punya banyak buku itu karena kenal sama tetangga pengarangnya

  19. RyDa says:

    Saya kira Pakdee mo bagi-bagi buku hihihihihihihi……. :oops:

    Sabtu nanti cari ah di Gramedia :)

    Awalnya saya kira juga begitu kok nduk

  20. della says:

    Setelah membaca buku ini, mungkin ada baiknya ditunjang dengan buku tata bahasa, Dhe. Banyak saya temui blogger yang tulisannya bagus, tapi belum bisa membedakan mana penulisan kata di/ke yang harus dipisah dan di/ke yang harus disambung; masih menulis ‘nafas’ alih-alih ‘napas’; dan masih menulis titik setelah tanda tanya/tanda seru.
    Padahal saat sudah tiba di meja redaksi, penulisan yang sepertinya sepele itu akan menjadi salah satu pertimbangan editor untuk memuatnya.
    Sekadar saran sih, semoga berkenan ^___^

    Benar jeng
    Saya termasuk yang agak kurang open soal tata bahasa.
    Kewajiban,kuajiban, kuwajiban,khawatir,kawatir, dll saya masih sembrono.
    Dan saya juga agak sedih (campur nggondok) jika ada sahabat yang kirim alamat seperti ini:

    nadia d sorga
    jl. blogcamp group
    rt2 rw 5
    Wirosakti- gunung gangsir
    suroboyo

    Mengapa ndongkol ? karena saya harus membetulkannya.Padahal waktu di SD dulu sudah diajari bahwa nama diri,nama tempat, dll diawali huruf besar, bukan.
    Terima kasih sarannya.
    saya berkenan sekali.

    • ridha alsadi says:

      waduh, semoga pakdhe ga prnah dongkol menerima email darikyu…
      karena mesti ngedit ulang.

      Ya pasti dongkol karena email semacam itu hampir semua kok
      Saya mau langsung copy paste entar dikira aku orang gak berpendidikan oleh pak pos atau penerimanya.Padahal saya kan sudah makan berapa sekolahan gitzuuu
      Capek deeeeeeeeeeeeeh….mosok kalau sama aku, kalau kirim alamat pasti sip, tinggal copy paste

      • mama ina says:

        kalo aku ngirim alamat udah sesuai khan pakdhe…selalu diawali dgn huruf besar hehehe…..

        gak pernah tak lihat karena alamatnya sejak tahun 1965 yo di gang itu kan

  21. Samaranji says:

    Abis be-we baca2 flashfictionnya kawan2 blogger, jadi minder Dhe…
    Apalagi cerpen….

    Semangat, semangat, media apapun bisa dijadikan sarana menebar kemanfa’atan ya Dhe. Matur nuwun Dhe informasinya ini, apalagi dikasih kiat praktis dan kesalahan umumnya juga.

    Salam sungkem dari Semarang.

    Lebih baik narsis gak banter2 daripada minder mas

  22. Dewo says:

    Diperlukan passion dalam menulis ya, Pakde. Kalau sdh punya passion pasti semuanya bakal lebih mudah.

    Salam

    juga niat dan kehendak mas

  23. Mami Zidane says:

    sugeng siang pakdhe…
    saya baru sempat buka laptop nih pakdhe …jadi agak kesiangan nih baru berkunjung ke blog camp….hehe…

    Bukunya keren tuh pakdhe….mau donk….hihi…

    o. iya….hadiah kuis nya sudah tiba dengan selamat di batam pakdhe, maturnuwun sanget nggih pakdhe….

    syokur kalau sudah sampai.
    Takut kalau pak posnya kebablasan ngirimnya sampai Natuna je….

  24. bunda kanaya says:

    terakhir nulis cerpen saat SMP… halalllaah jadul banget

    pwol, emak juga pernah nulis kalau waktu SMP

  25. Sepertinya saya wajib memiliki buku ini, soale saya paling susah kalo buat nulis cerpen dan fiksi hikz

    kalau gitu nulis cerbung atau novel non fiksi aja nduk

  26. Indah Juli says:

    Sudah pernah bertemu dengan Mas Hermawan Aksan, penulis top, tapi blum punya bukunya yang ini.
    Cari juga ah :)

    saya punya bukunya tapi belum pernah ketemu orangnya
    cari ach

    • nique says:

      nekjika ketemu mas hermawan, saya titip salam yo Dhe :D

      sudah saya sampaikan. Dia tanya ” Sinten niku dhe ?”,
      tak jawab ” ya NiQ, bukan niku”

  27. advertiyha says:

    wowww.. menarik banget nih dhe,,
    segera berburu ah,,, eh apa tali asih kontes buku ini juga dhe? hehehhe..

    salam sayang merah jambu
    kiss..kiss..

    bukan, sesuai yg diumumkan saat kuis itu digelar

  28. Chart says:

    Permisi, cuman mau share aja nih. ada info lomba bikin artikel. Hadiahnya lumayan ada 2 buah printer senilai @Rp.900.000 dan voucher belanja.
    Info lengkapnya bisa cek disini http://www.anugrahpratama.com/shop/blog/77/ atau http://www.facebook.com/anugrahpratamacom

    Terima kasih

    Terima kasih infonya mas, nanti trak lihatnya

  29. kakaakin says:

    Waaahhh… spertinya buku wajib bagi saya nih…
    Bahasa saya sih sama sekali tidak berbunga, Pakdhe. Terlalu sederhana, malah nggak indah blas :D
    Semoga nanti saya sempat membaca buku ini :)

    semoga demikian adanya
    di Samarinda banyak kan toko buku dan nwarung bubur ?

  30. Saya suka berhenti di tengah jalan saat menulis semisal artikel dan akhirnya hanya menjadi draft selamanya..hehehe.

    cocok untuk menjadi drafter ya mas

  31. marsudiyanto says:

    Untuk Cerpen kayaknya saya belum ada waktu Dhe…
    Saya masih nyaman nulis yg saya bisa, terutama hal sehari2.
    Kalau cerpen merasa masih jauh, karena harus pandai merangkai kata, berimajinasi dan banyak kaidahnya kayaknya.
    Menurut saya, menulis cerpen aturannya jauh lebih banyak drpd tulisan gado2…
    Gado2 sich juga nggak asal, tapi aturannya tak seketat bikin cerpen.
    Itu kalo bener2 cerpen lho Dhe.
    Untuk Cerpen musti ada pembuka, isi cerita dan penutup. Itu yg minimal.
    Belum lagi yg pakai kembang2.
    Tambah lagi kayaknya harus ada dialog. Cerpen yg tanpa diaolog kayaknya juga hambar…

    Tapi kata bapak itu kan mudah mas.
    Saya juga lebih senang menulis yang artikel biasa mas.
    Saya kok kurang bisa membuat kembang seperti ” malam akan segera turun, burung hantu di dahan kering tampak sudah berhias rapi….” , lho turun kemana ??

  32. Thanks atas infonya,,,,,

    ”menulis supaya suara tidak akan padam di tengah kemelut zaman”

    (BB)

    benar mas/mbak

  33. serambipuisi says:

    wah, mustinya td itu ,aku baca buku ini dulu ya Dheee….
    sebelum ngirim cerpenku … …
    salam

    Sip-tunggu mbak

  34. ridha alsadi says:

    wah,bakal banyak yg berpartisipasi nih pakdhe, teman2 kan pada demam FF, hehe
    moga bisa juga ikutan. klo cerpennya dah lama dibuat boleh kah??:D

    cerpen dah lama dibuat boleh asal belum di publis dimana-mana, di kampung maupun di kota

    • Ada lomba cerpen? Diblog Pakde yang mana?

      #maklum Pakde, sedang absen ngeblog :-)

      nggak ada lomba kok
      sumbangan cerpen sih ada
      pakai absen segala sih….
      sudah mulai mual2 tah ??

  35. Lyliana Thia says:

    dulu jaman kuliah saya suka bgt nulis fiksi Pakde.. smpe koleksi buku cara2 menulis fiksi dsb… dan langganan isi cerpen mading kampus.. hehe.. tapi akhir2 ini kok kehilangan passion menulis fiksi ya… walau tetep suka nulis.. tapi ya berupa diary saja.. ^_^

    Itulah yang disebut dengan rem angin
    Waktunya istirahat sejenak
    Nanti bangkit lagi dengan semangat baru.

  36. elvira157 says:

    sepertinya kesalahn2 umum yang pak dhe sebutkan itu ada di diri saya semuanya, makanya gak pernah bisa nulis cerpen :D

    boleh deh di coba beli bukunya :)

    Memang tidak mudah, tetapi bukan mustahil untuk dipelajari nduk

  37. mama ina says:

    dulu banget waktu jaman SMP, saya pengen bisa nulis cerpen…pernah nyoba2 tapi ngga bisa-bisa hiks…padahal banyak ide cerita yang mau dibuat, tapi saya orangnya ngga sabaran…jd waktu nulis itu pengennya langsung ending hihiih…..

    Jadi setelah judul langsung ” Kami berpelukan dengan bahagia. Para tamu ikut tepuk tangan, papa dan mama menangis terharu ”
    Tamat.

  38. Daeng says:

    kesalahan2 umum yg digambarkan diatas berlaku pd saya :)
    saya selalu punya alasan untuk tidak menulis :)

    sepertinya buku ini layak utk dibaca.

    trima kasih untuk info reviewnya.

    salam