Hadiah Karyawan Pemberani Disunat

Hadiah karyawan pemberani disunat akhirnya menjadi perbincangan hangat di kalangan karyawan PT. Srot Dlewer.

Riyadin dipanggil bos. Berita itu segera beredar cepat dikalangan karyawan PT. Srot Dlewer Surabaya. Banyak yang menduga pemanggilan Riyadin oleh bos perusahaan itu berkaitan dengan keberhasilannya memergoki dan menghalau sekawanan pencopet yang berusaha merebut tas si bos beberapa minggu yang lalu. Bolak-balik si bos menceritakan kehebatan dan keberanian karyawan asal Jombang  yang telah berjasa melebihi panggilan tugasnya itu.

 Mengetahui Riyadin dipanggil si bos, Cak Sirikan – sopir si bos – segera menghampirinya sambil senyam-senyum. ” Jangan lupa kepada saya ya Din, kalau dapat hadiah dari bos saya dikasih separonya lho. Kan saya juga yang mengangkat-angkat kehebatanmu didepan bos”.

Riyadin tersenyum mahfum sambil segera menuju ruang spri (staf pribadi ).

Soca Ijem, pemuda kerempeng dan agak gundul yang menjabat Staf Pribadi si bos sudah masang senyum lebar. Dengan ramah Soca Ijem mempersilahkan Riyadin duduk. ” Bos lagi istirahat Cak, katanya sih nggak mau diganggu. Tapi saya bisa atur kok, asal tahu sama tahu saja. Kalau kamu diberi hadiah saya dikasih separo ya. Saya nggak maksa lho ”.

Riyadin tersenyum mahfum lagi.

Ketika Riyadin masuk ruangan, bos bilang bahwa beliau sudah menunggunya cukup lama.

 Ir.Dr. Ludiro Biroe, segera merangkul Riyadin yang  sedang membungkuk tanda hormat kepada si bos. Setelah duduk, Ir.Dr. Ludiro Biroe berkata ”. Din, sebagai tanda terima kasih, saya akan memberikan hadiah kepadamu. Selain uang yang harus kamu tabung untuk biaya sekolah anakmu, saya juga akan memberikan hadiah lain yang bermanfaat bagi kamu. Nah, supaya hadiah tambahan itu sesuai benar dengan kebutuhanmu maka saya berikan kebebasan kepadamu untuk memilih apa yang kamu inginkan”.

 Setelah mengambil nafas, Riyadin berkata :” Untuk hadiah uang akan saya tabung sesuai amanat bapak. Hadiah tambahannya saya memilih untuk menyapu dan mengepel seluruh lantai kantor ini selama seminggu Bapak ”.

 Si boss kaget,  tetapi segera tertawa terbahak-bahak setelah mendapat cerita dari Riyadin tentang pengalamannya dipungli oleh sopir dan sprinya.” Maaf boss, saya bukannya mengadu kejelekan sahabat tetapi saya rasa perilaku mereka memang sudah saatnya dihentikan agar tidak merusak citra perusahaan ini “.

Segera dipanggilnya sopir dan spri yang mau meng-kadhali- Riyadin. Sedangkan Riyadin sementara menunggu diruang Spri.

 ” Sirikan dan Soca Ijem, tadi Riyadin saya beri hadiah karena jasanya kepada saya beberapa hari yang lalu.Hadiah berupa tabungan tentu tidak bisa diganggu gugat,karena ini memang amanatku. Sedangkan hadiah tambahannya yang tak kalah menarik katanya dihibahkan kepada kalian berdua masing-masing setengahnya. Apakah kalian mau menerimanya ?”, demikian si bos menjelaskan tentang hibah hadiah tambahan Riyadin kepada kedua karyawannya itu.

 Sirikan dan Soca Ijem mengangguk gembira. ” Siap bos, kami akan menerimanya dengan sukacita, apalagi hadiah ini asalnya kan juga dari pak bos , masa kita tolak. Btw, apa hadiah yang akan dibagi ya bos ??”, Sirikan sudah tidak sabar mengetahui hadiah yang akan diterimanya.

 ” Hadiah tambahan itu adalah menyapu dan mengepel seluruh lantai kantor ini selama seminggu. Nah lakukanlah tugas itu dengan sebaik-baiknya mulai besok pagi. Setelah itu kalian berdua saya mutasikan sebagai anggota WanGuGas alias Karyawan Menunggu Tugas” karena hadiah karyawan pemberani disunat oleh kalian berdua.

 .

 Bahan renungan : Jangan serakah,jangan ambil hak orang lain.

 

Incoming search terms for the article:

44 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Imelda says:

    cerita khas Indonesia banget!! hihihi

  2. yayack says:

    Sirikan dan Soca Ijem representasi dari para pejabat negri ini, jadi wajar saja terjadinya korupsi di mana mana karena mereka jadi pejabat bukan atas panggilan hati tapi panggilan untuk menjadi orang kaya.

    Terimakasih sudah mengingatkan pak, ini jadi warning karena isu isu negri ini tidak lain adalah ketidakbecusan para pejabat negara.

    • Tak harus pejabat negara yang tukang sunat.
      Waktu saya SD ikut nabung di sebuah surau.
      Menjelang Lebaran uang tabungan dibagi..eh pengurus tabungan bilang dengan khusu’ dan takzim senyum menyeringai: ” Tabungan dipotong yaaaa”.
      Kok bisa dan tega ya mbujuki anak kecil padahal mau untuk beli sarung lho.

      • yuniarinukti says:

        Di rumah saya juga ikut arisan mingguan, setiap dapat juga dipotong Pakde katanya buat jasa broker nagihi kesana kemari..
        Misalnya seminggu 5.000-an, dapatnya 60.000, nerima nya hanya 55.000, yang 5.000 buat broker.. klo dipikir2 jadi broker itu enak juga ya.. dia ikut arisan klo dapat dia menikmati, tapi yang bayar org lain…

        banyak orang yang merasa berjasa sehingga harus ada uang jasa yaaa
        amits2

        • nique says:

          tapi klo pas nombok yo gak enak mbak hehehe

          saya sih males ikut arisan yang kayak gitu, masih mending ikut yang arisan tembak hehehe

          dor..dor

          • ridha alsadi says:

            waduh, arisan tembak itu yang modelnya gimana jeng Niq?

            kalau siangnya dapat arisan, malamnya ditembak suami gitu kaleeee

  3. iwan says:

    waduh, mengharap dapat hadiah ternyata…hihi…
    makasih pak de, atas cerita paginya yang inspiratif

    tapi hadiah itu kan malah menyehatkan

  4. Wawan says:

    MakPlek .. hahahaha..tamparan buat yang suka sunat menyunat gaji atau bayaran karyawan atau BLT yang berhak.

    itu memang keterlaluan
    raskin aja ada yang menyunat lho

  5. Lidya says:

    mengambil hak orang lain dosa ya dhe

    benar jeng, juga gak enak dimakan

  6. arman says:

    hahaha hadiah yang setimpal! :D

    biar nyaho mereka

  7. Amela says:

    hahahha.. ternyata selain pemberani dan suka menolong, cak riyadin ini cerdas.
    kena deh pak sirikan dan kang soca ijem

    Riyadin dilawan

    • nique says:

      masalahnya, sekarang ini tak banyak lagi yang serupa denagn Cak Riyadin ya :(

      harus diciptakan nduk

  8. Mami Zidane says:

    yah, kena batunya deh si sirikan dan soca ijem…kayaknya itu hadiah yang sangat pantas buat mereka berdua ya pakdhe…

    iya, nganggur kok minta jatah

  9. Orin says:

    Ah keren cak Riyadin ini pakdhe…
    pakdhe…pakdhe…kalo basa sunda, soca itu artinya mata lho :D

  10. Kaifa says:

    Yaa..perilaku Sirikan dan Soca Ijem seolah sudah menjadi budaya di negeri ini, yuk mumpung masih diberi nafas oleh Alloh, mulai dari di sendiri untuk berbuat baik, tidak mengambil hak orang..malu lah sama Alloh..matursuwun pakdhe..

    benar jeng, mosok haknya orang lain kita juga ngileeeer dan ingin nyunat saja

  11. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Kalau saya nulis adat sunat nya pakde
    Salam Takzim Batavusqu

    hooh, sudah lama kita tak saling menyunat ya mas

  12. soal sunat menyunat menag sering ditemui di negeri ini
    entah sampai kapan sunat menyunat ini lestari :)

    sepanjang masih ada yang ingin enak tanpa kerja keras maka kelestarian sunatan itu tetap terjaga

  13. Kalau sunatan massal masih sering tu Pakde di Puskesmas dulu, ooopppsss :(

    potongannya dibagi-bagi juga jeng ??

  14. Blogger Java says:

    Setuju dengan apa kata Pakde, “Jangan serakah, jangan ambil hak orang lain”.

    iya mas, kalau serakah nanti malah muntah2

  15. risa says:

    membaca judulnya harus dengan intonasi yang tepat rupanya … :D

    hooh, nada dasarnyapun harus pas

    • ridha alsadi says:

      hehehe, benar mba, saya tadi juga bingung2 baca judulnya gimana biar kedengaran enak dan ga terdengar aneh.
      hehe pakdhe memang paling bisa bikin judul unik

      saya juga heran, kok nyleneh gitu ya judulnya

  16. sarah says:

    baca judulnya, kirain karyawan udah gede baru berani disunat dhe :D

    ha ha ha ha…pasti mbayangkan yaaaaa

  17. kania says:

    cerdik juga ya pakde si riyadin nya. pasti nama lengkapnya sugeng riyadin deh…hihihiihi..pakde aku ijin copas foto yang ada gbr pakde skluarga naik kereta turangga ya, soalnya di situs KAI enggak ada fotonya..boleh ya??nuhun pakde

  18. chocoVanilla says:

    Wealah, saya salah mengartikan judul, Pakdee. Tadinya tak pikir ada karyawan pemberani yang disunat trus dpat hadiah wahahahahaha :lol:

    Itulah, jadi orang kok gak senang orang lain dapat penghargaan :(

    Lho, mereka justru senang donk, makanya minta jatah

    • ridha alsadi says:

      samaan kita mba, tadinya salah ngerti baca judulnya, hehe :D

      kalau dipanjangkan harusnya begini ya ” Hadiah Untuk Karyawan Pemberani Disunat oleh Karyawan Juga” ha ha ha ha

  19. mama ina says:

    sunat menyunat sepertinya sudah lazim disini…dari semua kalangan…contohnya nech waktu saya berhasil menjual rumah bos saya…pas saya datang kerumah pak Rt nya untuk minta dokumen PBB…kan saya nanya tukang ojeg yang mangkal disitu…saya bilang mau ngambil dokumen PBB dirumah pak RT karena rumah itu sudah laku…sekalian spanduk “rumah dijual”nya saya copot….eh sebelum ngasih tau rumah pak RT…tukang ojeg itu ngomong, jangan lupa yach komisinya……

    Tukang Ojek pasti bergurau.
    Sama halnya kalau ada sahabat menang kontes dan dapat uang bakso kan yang lain rame-rame bilang ” Traktir donkkkkkkkkkkkkkk”

  20. Membaca Judulnya, saya berpikir bahwa postngan ini adalah “pengaduan” dari sang penulis yang menceritakan “keburukan” atasan. Eh taunya yang menyunat malah sejawat sendiri he he. Endingnya malah bikin saya mesam-mesem tapi saya akui cerita ini syarat akan makna kehidupan sebagaimana kesimpulan di akhir cerita.

    Alhamdulillah atasan saya dulu baik2 semua.
    Kalau ada yang aneh itupun untuk kebaikan kesatuan dan bawahannya juga

  21. ridha alsadi says:

    pakdhe, setiap pakdhe nulis cerita seperti ini, yang jadi perhatian utama saya pertama adalah nama para lakon di dalamnya, pasti unik2 dan lucu. tapi semuanya kalo diartikan ke bahasa indonesia artinya pasti sama dengan tabiatnya yaaa :D
    pakdhe cerdas ah.

    dikandung maksud agar tak menyebut nama asli orang sebagai tokoh imajinasi
    waktu saya mengajar dulu, nama tersangka atau saksi juga saya samarkan
    misalnya : Gordon Kekar

  22. nufadilah says:

    Udah jadi budaya Pak De, ada peraturan tidak tertulis sepertinya, makanya jaman sekarang banyak tukang palak, istilahnya jatah preman/uang dengar, siapa yang dapet uang/hadiah pasti orang-orang disekitarnya mau juga ikutan kecipratan padahal ngga ada kontribusinya sama sekali, ya mau ngga mau ikhlas ngga ikhlas akhirnya dibagi juga deh :)

    kasihan juga sebenarnya si tukang palak
    kalau ditanya pekerjaan ayahnya, si aanak menjawabnya kan sungkan
    paling dia bilang”swasta”

  23. advertiyha says:

    Cerita ini keren dan berhikmah sekali dhe.. :)
    Riyadin tetap menerima hadiah tambahan, yaitu leyeh-leyeh selama seminggu,,
    asyiikkk…

    salam sayang merah jambu dhe
    kiss..kiss…

    Riyadin langsung mbuat blog kayaknya

  24. Sriyono Smg says:

    klo yang suka main sunat mestinya disunat lagi saja hihhihi…

    biar habis yo mas

  25. Abi Sabila says:

    ‘Selamat’ untuk si Soca Ijem dan Sirikan :). Semoga ini menjadi pembelajaran buat kalian, juga buat kita semua bahwa siapa yang serakah maka hidupnya akan berakhir susah.

    termasuk yang sekarang banyak di penjara…karena ngembat uang negara

  26. nh18 says:

    Kalau si Riyadin sedang dapat tugas banyak …
    Saya yakin …
    Banyak yang tidak kenal dengan Riyadin …

    Sebaliknya jika Riyadin dapat sesuatu …
    pasti akan banyak yang merapat dan merepet

    Hehehehe

    Salam saya Pak De

    Iya benar, semua pada nyingkir kalau Riyadin sibuk

  27. ke2nai says:

    alhamdulillah ternyata Riyadinnya cerdas :)

    yang nulis kisahnya donk yang cerdas ha ha ha ha ha…

  28. Mbah duL says:

    lapor komandan.. tali asih sudah diterima dengan baik dan tidak ada halhal yg mencurigakan

    semoga bermanfaat mas

  29. andre says:

    untung riyadi cukup pinter, dan bos nya juga bijaksana. yang patut dicontoh adalah kedua orang diatas.