Diary Bunda:Ketika Buah Hati Sakit ~ Resensi Buku
Ternyata benar saja, Allah akan memberikan jalan bila kita mau berusaha. Allah mengirim teman sejawatku,kawan kosku dulu, yang sekarang menekuni pengobatan herbal. Saat aku curhat tentang Hamas, ia langsung menodongku.
“Inilah kita. Kadang kita tak yakin dengan Al-Qur’an dan Hadits. Bukankah Allah sudah menyebutkan madu adalah obat dari segala macam penyakit?”, katanya menohokku.
Diskusi kamipun berkembang tentang pengobatan ala Nabi. Madu merupakan obat andalan, bahkan untuk pengobatan luar seperti luka bakar atau luka bekas jahitan operasi. Optimismeku membumbung tinggi karena pengobatan ini bersumber dari wahyu Illahi. Kesadaranku dihantam karena belum mengamalkan ilmu ini.
.
Kutipan diatas adalah bagian dari tulisan Artineke A.Muhir berjudul Kembali ke Madu dan Bekam yang merupakan salah satu dari puluhan artikel dalam buku Diary Bunda:Ketika Buah Hati Sakit
.
Buku setebal 367 halaman ini berisi himpunan artikel hasil karya 68 wanita dari berbagai latar belakang. Karya mereka terpilih dalam lomba menulis bertajuk ” Diary Bunda : Ketika Buah Hati Sakit.” Para ibu tersebut bertutur tentang pengalaman dalam mengasuh putra-putrinya dengan bahasa yang lugas, ringan dan sederhana sehingga enak dibaca dan mudah difahami. Tentu saja dalam perjalanan perawatan dan pengasuhan anak tersebut tak luput dari godaan dan cobaan, diantaranya ketika buah hati mereka sakit.
dr. Artineke A.Muhir misalnya, berkisah tentang upaya menangani Hamas-putranya yang sedang sakit. Segala upaya ditempuhnya sampai akhirnya dokter cantik itu menggunakan madu, bekam, dan jintan hitam habbatussauda untuk pengobatan dalam lingkungan keluarganya.
Belum lagi jika dalam penanganan anak yang sakit terjadi pertentangan atau tepatnya perbedaan pendapat dengan kakek dan nenek. Mereka yang sering ikut panik juga selalu berupaya menyembuhkan penyakit cucunya yang kadang tak senada dengan pendapat mama si kecil. Bisa anda bayangkan, ketika sedang bingung menangani si kecil yang sakit eh kena omelan si kakek pula, seperti yang dialami oleh Mugniar Marakarma.
Sementara Ridha Alsadi mengisahkan sikapnya yang over protective terhadap anaknya yang menurutnya kurang bijak yang bisa merugikan anak dan dirinya sendiri. Kekhawatiran itu terbukti ketika anaknya sakit muntaber. Beruntung si kecil yang sedang sakit itu lahap sekali menyantap ASI yang tersimpan dalam kemasan rapi jali itu. Sejak peristiwa itu Ridha Alsadi sedikit demi sedikit mengurangi sikap over protectivenya dan semakin gethol mengusahakan agar produksi ASI tetap memenuhi quota bagi anak-anakinya. Selain itu anak-anaknya tak lagi terlalu dijauhkan dari alam agar akrab dengan udara panas atau dingin.
Isi buku Diary Bunda:Ketika Buah Hati Sakit dibagi dalam beberapa sub judul.
1. Hebatnya Perjuangan Bunda, berisi 8 artikel.
2. Belajar Dari Buah Hati, berisi 5 artikel.
3. Kesempatan Kedua, berisi 6 artikel.
4. Hikmah di Balik Musibah, berisi 4 artikel.
5. Sakit di Negeri Orang, berisi 6 artikel.
6. Doa dan Keajaiban, berisi 9 artikel.
7. Dilema Bunda, berisi 8 artikel. 3 diantaranya adalah artikel karya Artineke A.Muhir, Mugniar Marakarma, Ridha Alsadi. Ketiga penulis ini saya kenal dengan baik di dunia maya karena mereka adalah blogger yang sering berkunjung ke BlogCamp.
8. Tak Cukup Satu yang Sakit, berisi 7 artikel.
9. Bukan Bermaksud Ceroboh, berisi 5 artikel.
10. Selamat Jalan, Nak, berisi 2 artikel.
11. Be A Smart Moms, berisi 8 artikel.
.
Seperti yang ditulis oleh Hamasah Putri dalam pengantar buku ini, sebagai ibu, menghadapi anak yang sedang sakit bukanlah perkara mudah. Ada perasaan khawatir, takut, dan sedih yang bercampur aduk menjadi satu. Bahkan, andai saja bisa berganti posisi, ibu pasti lebih memilih dirinya yang sakit daripada melihat sang buah hati tak berdaya.
Setelah membaca buku ini saya teringat bagaimana perjuangan emak ketika saya jatuh sakit selama 2 minggu. Juga teringat isteri saya ketika melihat Sandy nafasnya tersengal-sengal karena terserang bronchu phenomena dan harus mendapatkan oksigen dari tabung di rumah sakit. Sayapun yang ikut menunggui ikut cemas dan senantiasa berdoa agar Sandy segera sehat kembali. Demikian pula ketika si cantik Eny-anak sulungku terbaring di rumah sakit. Doa tak putus kupanjatkan agar Eny segera sehat kembali sampai aku tak kuasa menahan airmata yang mengalir deras.
Buku ini layak dibaca dan dimiliki oleh para orangtua agar pengalaman 68 ibu-ibu bisa dijadikan pelajaran dalam menghadapi dan menangani anak-anak ketika sedang sakit.
Walaupun dalam artikel tidak dilengkapi dengan ilustrasi yang memadai namun apa yang dituturkan oleh para penulisnya telah mampu menjadikan buku ini sebagai bacaan yang menarik dan bermanfaat.
.
Diary Bunda:Ketika Buah Hati Sakit
Penyunting : Triani Rento.A
Penerbit : Indie-Publishing.com
Cover : Hadi Sucipto
Diterbitkan pertama kali oleh :
Indie Publishing
Cetakan pertama, February 2012
ISBN 978-602-9142-19-8
viii+367 hlm, 15x22cm
Diary Bunda:Ketika Buah Hati Sakit sudah saya miliki, bagaimana dengan anda ?
Tags: Diary Bunda, Ketika Buah Hati Sakit, Resensi Buku


Aku belum memiliki, boleh tuh klo mau dilungsurkan… :)
Kasih sayang orang tua dengan cara menjaga kesehatannya dengan buku ini mungkin orang tua bisa tambah ilmu cara menjaga dan mengobati anak ketika sakit. Bukannya begitu pakde?
benar mas
Silahkan beli bukunya mas
Kayaknya tidak hanya para orang tua yang layak membaca buku ini, tetapi juga sebagai “calon orang tua” harus mempunyai pengetahuan ini agar tidak gagap nantinya :)
Benar mas-silahkan kalau mau beli buku ini
Mungkin suatu saatn nanti beli Dhe, buat bekal kelak. Belum sempat mampir toko buku jwe….
sip-semoga sgr ada janur kuning
Pakdhe, terimakasih buku ini sudah diresensi di sini.
Alhamdulillah saya bisa menjadi bagian buku ini, bersama bunda2 hebat lainnya seperti mbak Artineke dan mbak Ridha. Beberapa penulis di buku ini juga ada yang blogger lho Pakdhe.
Sebuah kebetulan pula ketiga anak saya baru saja bergantian sakit. Pertentangan dengan orangtua – alhamdulillah tidak ada kali ini karena syukurnya mereka demam karena pilek biasa saja. Tapi ada sedikit ‘masalah’ saja :).
Sy belum mengulas secara khusus ttg buku ini di blog saya, baru sekadarnya saja. Krn anak2 baru saja sakit saya jadi punya ide untuk menuliskannya, buka dashboard .. eh melihat postingan pakdhe. Terimakasih atas resensinya yang apik ini pakdhe .. :)
Dari para penulis buku itu yang saya kenal kan hanya 3 blogger saja
Semoga putra/putri segera sehat kembali jeng
Buku ini kalau dikasih ilustrasi pasti akan lebih sip lho.
Tapi artikelnya bagus-bagus.
buku yang bagus, dari Ibunda untuk Ibunda..
kebayang jaman dulu para Ibu bisa melewati segala ujian saat menghadapi anak sakit
tanpa referensi yang cukup, krn belum nanya sama google dan belum banyak buku yang bisa dibaca sbg petunjuk.
Ibu, insan terhebat ya Dhe..
salam sayang dari bukik.
Mbak saya meninggal dunia pada usia 2 tahun karena diare.
Jama tahun 1940an mungkin dokter atau perawat belum masuk desa ya say.
Membayangkan emak pontang-ponting mencari obat untuk mbak kayak apa ya.paling dapatya ya pengobatan trandisionil
jadi pakdhe ternyata punya kk yah pakdhe? jadi ingat waktu si sulung dulu kena muntaber, saya juga panik sekali, nggak tahu mesti ngapain, orangtua jauh, pengetahuan juga masih minim,, trus takut ke dokter karena si sulung waktu itu masih terlalu kecil, soalnya biasa lihat kejadian perawat yang harus berkali2 menusuk jarum infus karena ga dapat2 titik yang pas. mengerikaaaaaan :(
iya, tapi kami tak sempat bertemu karena kakak sudah dipanggil Tuhan pada usia 2 tahun
Bukunya sangat cocok buat para Bunda..Mama..Emak..Ibu..
JAdi penasaran..
Nunggu kiriman PAkdhe
*kabooor*…
saya malah punya 5 buku lho
maklum saya kan kolektor
selamat buat ketiga teman blogger yang juga kukenal
sehat dan selamat untuk kita semua
madu itu andalan saya untuk anak2 dhe, tapi malah saya sendiri jarang minum madu
Saya juga jarang minum madu jeng.
Di rumah Jombang saya ada mangga madu ( mangga lali jiwo ..), manis pwol tapi buahnya kecil2 ( kalau besar semangka pakdeeeeeeeeeeeeee……)
Buku yang bagus. Cocok untuk para ibu dan calon ibu :D
Slamat untuk para penulisnya. Semoga berkah. ^^
Sehat dan slamat untuk kita semua
Amiin
makasih pak dhe resensi bukunya, wiken ini harus hunting buku nih :)
Beberapa waktu kemarin saya pernah lihat tayangan tv, ttg banyaknya madu yg menggunakan tambahan bahan kimia berbahaya bahkan sampe merk terkenal. Jadi harus hunting madu yg bener2 asli ke hutan nih, qiqiqi
ach..seandainya saya bisa mendampingi bunda ke hutan
pasti lebah2 itu akan tersenyum
Wah…. bukunya cocok nih buat para orang tua terutama para bunda.
hayooooo…mau lempar tanggung jawab
kalau anak sakit ditunggu dan dirawat mas
Jangan ngeblog aja…antemi kapok
Sepertinya cocok untuk bacaan para Bunda Indonesia, atau untuk bapak dan calon bapak juga
benar-agar kita juga siap mencari jalan terbaik
Ach Pakde, resensi KBHS yang sungguh apaik membuatku kembali tersanjung :)
Terima kasih banyak Pakde…
*sampai sulit berkata-kata ^^
apaik itu apik ya dok ??, baru tahu. Waktu saya dinas di Palembang belum pernah dengar kata ini.
Terima kasih apresiasinya walau format resensi tak senada dengan pakem, ini memang resensi gayaku sendiri
pakdhe emang baik yah jeng, bantuin promo di sini :D
buku bagus kan memang layak diangkat
Apik kok maksednya Pakde, soal format itu tak penting, promosi dari Pakde memang ‘sesuatu’
maksednya itu sejenis lasagna atau martabak HAR ya jeng??
mbok bukunya di jadiin sebagai tali asih saat ada kuis di blogcamp pakdhe…..kayaknya banyak yang setuju deh….hehe..
Insya Allah entar tak cari di Gramedia mam
Kalo mau ke Gramedia, saya mbonceng ya dhe…
mau beli buku ini, sapa tau ada yang berela hati menjadi juru bayar, hihihi…
salam sayang merah jambu dhe
kiss..kiss…
ha ha ha ha ha..ingat enggak dulu waktu tak bonceng
tak lewatkan jalan yang banyak polisi tidur..bolak-bolak ngerem deh…
sakit bener cubitanmu di pinggang…gile bener
ach…jadi kangen
Selamat buat para Bunda yang telah menginspirasi bunda-bunda yang lain.. ^^ Karya yang sangat bermanfaat..
sehat dan seloamat bagi kita semua
bunda ,ibu, mama, mami, si mbok, emak…………
siapapun namanya….
Beliau2 inilah orang2 hebat ya Dhee……..
Beliau2 inilah yg dgn kasih sayangnya tak kenal lelah menjaga, menyayangi dan mendidik kita …
( hiks , kok jd terharu biru ingat ibuku )
Selamat utk para bunda blogger yg telah berbagi pengalaman nya melalui buku ini
Mau beli juga akh, utk kado ….
salam
waduuuuh..jadi nggak enak nich mbak
mosok nulis review mau dikasih kado…
terima kasih lho before and afternya
saya belum punya dhe… anggaran lagi menipis nih untuk beli bukunya :D
Ya gak apa-apa mas, nanti kalau anggaran sudah menebal bisa beli.Santai saja.
Waaah, hebat ya pada Ibu ini mau berbagi pengalaman untuk mengatasi sakit buah hati :)
Salute!
Iya, kita juga bisa berbagi dengan cara yang berbeda misalnya Pengalaman Menjalankan Bisnis Uleg-Uleg Elektronik Ketika Arisan.
Ooo…nama aslinya Mbak Yunda Hamasah itu dr. Artineke A.Muhir? hehehe..baru tahu deh..
Yunda Hamasah adalah gabungan nama putri putranya jeng
Wah ada karya bu Bangau juga disini ya Pak De
Mantap …
Selamat untuk Bukunya
salam saya Pak De
benar oom
mereka sahabat2 yang selangkah lebih maju daripada saya
saya belum pernah menulis buku
makasih omNH, alhamdulillah, tadinya sebenarnya hanya 21 karya yang terpilih tapi pada saat ingin diterbitkan, penerbitnya minta agar tulisannya ditambah sehingga jadilah 68 tulisan terangkum dalam satu buku ini. Bangga bisa menjadi salah satu yang berkontribusi. :D
semoga saya bisa menerbitkan buku juga
sudah dua hari ga OL karena lagi kurang sehat. Kemarin malah sempat tepar seharian ga ngapa2in. Sakitnya bersamaan si sulung juga, nih dah aga baikan langsung kangen sama blogcamp. Ternyata eh ternyata ada namaku disebut2, :D
makasih ya pakdhe, dah ditulis resensinya. Saya termasuk yang paling telat juga terima buku ini sebagai salah satu penulis, mungkin karena kejauhan, :) jadi belum sempat nulis dan promo juga.
jangan begituuuuu
saya yang haarus berterima kasih karena dikasih bahan postingan
Hebatnya ya Mbak YUnda Hamasah sudah bisa nerbitkan buku..
makanya jangan dolaaaaaaaan saja
ngapain sih ke stadion segala…..
mbok mulai nyicil nulis buku…..
(tolah-toleh cari mas Rinaldhi..)
wahh buku nya recommended banget nih buat istri. karna kan lagi ngurus baby. thanks pak de
silahkan diborong mas buku ini
Salah satu buku yang recommend untuk dibaca guna menambah wawasan tentang Smart Parenting… :-)
Mumpung masih anget dan belum habis silahkan segera beli
Tampaknya ini salah buku yg penting bagi kita2 agar tak terjebak panik ketika buah hati sakit… Trimakasih sudah menginfokan buku ini, Pakdhe.. :)
Benar jeng
panik gampang dimanfaatkan oleh penipu lho
kayaknya mama mesti beli tuh..
Tapi dirumah kami setiap hari minum madu, Eyang. Kalo mama, papa dan nenek tiap hari selain minum madu juga nelan kapsul jinten hitam habbatussauda plus minyak zaitun. Vales sih enggak. Cukup madu aja :D.
Semoga kita dikaruniai kesehatan selalu ya, Eyang.. Amiin..
wah bagus sekali nduk
Eyank malah jarang minum madu lho
apalagi minum zaitun dan jintan….
papa-mamamu memang harus banyak minum madu nak….
Alhamdulillah, akhirnya sempet mampir juga di blog Pak Dhe. Inget kemarin nelpon ke saya, kebingungan kok ada buku nyasar. hehe. Matur suwun sanget atas reviewnya Pak Dhe. Bagi yang belum kebagian buku, bisa pesan di http://debuku.com ^_^
sama2 jeng, matur nuwun sudah mampir.sukses selalu
salam kenal semuanya, dpt info resensi ini dr temen2.. seneng banget buku ini dipuji2.. sbg salah satu kontributornya ikut bangga deh, hehe.. smg buku ini manfaat
bukunya memang bagus kok dan patut dibaca oleh para ortu dan bakal ortu
alhmd, seneng
kok disingkat sih jeng…