Antara Jihad dan Berbakti Kepada Orangtua

Abdulloh bin ‘Amru bin Ash ra.menceritakan, bahwa seorang lelaki datang menghadap Muhammad Rosululoh Saw. Lalu lelaki itu berkata : ” Aku bai’at (berjanji setia) dengan engkau akan ikut hijrah dan jihad, karena aku ingin memperoleh pahala dari Alloh Swt.”

” Apakah orang-tuamu masih hidup? “, tanya Nabi.

” Bahkan keduanya masih hidup “, jawab laki-laki tersebut.

” Apakah kamu mengharapkan pahala dari Alloh ? “

” Benar, ya Rosululloh “

” Pulanglah kamu kepada kedua orang-tuamu, lalu berbaktilah kepada keduanya sebaik-baiknya “, perintah Rosululloh Saw ( HR. Muslim)

.

Sahabat tercinta,

Dari hadits diatas kita mengetahui bahwa berbakti kepada orangtua tingkatannya lebih tinggi daripada berjihad. Mari kita simak juga hadits berikut ini.

Ibnu ‘Abbas bertanya kepada Rosululloh Saw :” Apakah amal perbuatan yang dicintai Alloh ? “

Nabi menjawab : ” Sholat tepat waktunya “

” Kemudian apa ? “

” Berbakti kepada kedua orangtua “

” Lalu apa lagi ? “

” Berjuang menegakkan agama Allah ” ( HR. Bukhori Muslim )

.

Bagaimana cara berbakti kepada orangtua yang sudah meninggal dunia, Pakde ?

Silahkan simak hadits berikut ini.

Malik bin Robi’ah As Saidy menceriterakan, ketika kami duduk-duduk di samping Nabi Saw datanglah seorang laki-laki dari Bani Salamah. Tidak lama kemudian dia bertanya : ” Ya Rosululloh, masih dapatkah saya berbuat baik kepada orangtua saya, padahal mereka sudah meninggal?”.

“Masih”, jawab Rosululloh Saw:” Yakni mendoakan dan memintakan ampun mereka, memenuhi janji mereka, bersilaturahmi dengan saudara mereka, dan memuliakan kerabat mereka : ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

.

Mari kita berbakti kepada orangtua ketika mereka masih hidup maupun setelah mereka kembali ke haribaan-NYA.

 

33 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Oyen says:

    Oyen doakan semoga pakde dan bude sehat selalu, kesalahannya diampuni oleh Allah.. aamiiin…

    *sungkem

    Amin
    Semono uga suwalike.
    Pakde dalah bude tansah adedonga moga-moga sliramu sak brayat tansah winantu dening Gusti Kang Akaryo Jagad. Pikantuk kanugrahan,kebegjan,kamulyan.sugeng basuki raharjo. Cinedakno rejeki lan kosok wangsule tinebihno soko beboyo lan sarusiku.
    Ora liwat moga-moga dosamu sing sak jagad ugo disepuro dening Gusti Kang Murbeng dumadi.
    Sungkemmu tak trimo,iki pujo pangestuku tampanono ya nduk.

    Sakbanjure kepenakno anggonmu sowan yo cah ayuuu.

    • LJ says:

      Amiiinnn ya Rabbal’alamiin..

      • Nchie says:

        Amiiinn…

        • yuniarinukti says:

          Kok pada jawab Amiin aja, singkat amat.. bales dong haha.. #siul-siul#

          babahno po’o sih

          • yuniarinukti says:

            Amiin, mugi-mugi ugi Pakde kaliyan Bude diparingi sugeng pangestu ingkang kersaning Allah ingkang Maha Kuoso, diparingi panguripan ingkang mulyo, yuswo ingkang dowo, lan sedoyo kebegjan kagem panjenengan.. #mboh bener mboh salah# hihi

            amin
            yo nilainya 7
            6 lah bahasa Jowo Kromomu

    • ririe khayan says:

      bahasa Jawanya tingkat tinggi Pakdhe, apalagi yang kalimat ini: “Sungkemmu tak trimo,iki pujo pangestuku tampanono ya nduk.
      Sakbanjure kepenakno anggonmu sowan yo cah ayuuu” mengingatkan pada kalimat Kresna Dhe…hehehehe

      ha ha ha ha
      itu yang membikin pentas ketoprak atau wayang jadi bertele-tele karena tiap orang atur sembah,imbal wacono dan dibalas satu persatu jeng

    • Aku ra dong moco reply-nya pakde @_@

      gak Jowo

    • Sriyono Smg says:

      Aaaaamiiiiiiiiiiin…….
      tapi sejujurnya, kayak acara among tamu klo ada ngantenan, seni sastra tingkat tinggi warisan leluhur, ananging kawulo mudengipun samar samar pakdhe, nyuwun pangapunten… :D

      yo wis tak sepuro nak
      ojo dadi atimu

  2. Hima says:

    Assalamualaikum

    iya pak terimakasih tulisannya di pagi hari. =]
    salam dari makassar untuk keluarga Pakde

    waalaikum salam wr wb.
    Sama2, mari kita sayangi orangtua yang jasanya tiada tara bagi hidup dan kehidupan kita

  3. Imelda says:

    Terima kasih atas renungannya Pakdhe… Ya dalam agamaku juga menghormati ibu dan bapak termasuk dalam 10 Perintah Allah.

    Benar jeng. Orangtua yang sudah melahirkan,siang malam menjaga,merawat dan mendidik kita wajib kita hormati.
    Di sinetron Indonesia sering diberikan contoh perilaku orang yang menjadi kaya lalu malu mengakui orangtuanya yang dari desa,bahkan membentak-bentak dan mengusirnya. Akhirnya anak durhaka itu menemui bala yang mengerikan.

  4. alamendah says:

    Saya pernah mendengar hadits-hadits tersebut, Pakde. Ternyata urusan berbakti kepada kedua orang tua itu mendapat perhatian yang sedemikian besar dalam ajaran Islam.

    Iya mas, ranking kedua setelah sholat lho

  5. LJ says:

    makasi sudah diingatkan lagi Dhe,
    mendoakan yang sudah mendahului kita harus selalu ingat, Insya Allah.

    salam wat bude.. semoga keluarga di galaxy sehat selalu. amin.

    Setelah sholat lebih sip

  6. Nchie says:

    Pagi Dhe..
    Selamat Hari Jumat..

    Ayo, sarapan..sarapan..

    Pagi jeng
    Sudah sarapan nasi putih plus Ibarindisugi (Ikan BAkar kemaRIN DISUguhkan laGI ) ha ha ha ha
    Alhamdulillah

  7. Nchie says:

    Hmm..menunduk,merenung..
    Jadi inget kedua bapakku,..
    Makasih Dhe sudah mengingatkan..
    Hiks..

    Jangan sholat LamCing lho jeng ( habis salam plencing (ngacir),
    dzikir dan doa dulu yaaaa

    • nique says:

      klo kebelet boleh dong LamCing Dhe? :P

      Mosyok mau sowan Allah ngempet kebelet
      dhol kan dulu baru sholat

      • nique says:

        bener juga yah …. mending dituntasin dulu baru sholat ya dhe hehehe

        iya donk mosok sebo Gusti Ingkang Moho Mulyo mrecing2 dan bolak-balik obah2

  8. Mami Zidane says:

    berbakti kepada kedua orang tua termasuk amalan yang pahalanya lebih tinggi dari jihad ya pakdhe….?

    tapi saya masih heran dengan para teroris pelaku bom bunuh diri yang mengatasnamakan jihad dalam setiap aksinya, Melakukan aksi bom bunuh diri pastinya lebih mengerikan daripada berbakti kepada kedua orangtua. kenapa mereka tidak memilih berbakti kepada orang tua dengan sebaik-baiknya ya. Bukankah rosulullah mengatakan bahwa berbakti kepada kedua orang tua pahalanya lebih tinggi daripada berjihad.

    kita yang orang awam saja tahu hal seperti ini ya pakdhe, tapi para pelaku bom itu yang katanya lulusan dari pesantren masa iya nggak ngerti soal ini. Kok yo mereka malah memilih mati sia-sia seperti itu ya…?

    Eh, maaf pakde kalo komen saya malah jadi ngomongin soal teroris, soalnya denger kata “jihad” pikiran saya langsung teringat dengan aksi para teroris itu.

    Jihad di jalan Allah tak harus berbentuk perang atau ntindakan kekerasan.
    Menegakkan agama Allah bisa dilakukan dengan cara aneka ragam misalnya : membantu pembangunan masjid, menyumbang Al-Qur’an di musholla, dll

    • aryadevi says:

      malah dalam kelompok mereka yang keras itu, jika ortu ga sepaham dengan alirannya, wajib dimusuhi, dianggap kafir…..lebih utama jihad dengan meneror orang diluar paham mereka…
      logika mudah yang tidak perlu penelaahan serius jadi terbalik…sangat-sangat terpedaya..ckckckkckck

      agama tak mengajarkan kekerasan

    • Kaifa says:

      Aswrwb…salam sahabat..menarik sekali postingan pakdhe…Saya sependapat bahwa berbakti kepada orangtua adalah salah satu amalan yang disukai Alloh dan Rasul-Nya…tetapi ada baiknya sahabat untuk menahan diri dari memberikan komentar yg tidak berdasarkan ilmu…seperti masalah jihad. menurut hemat saya, saat ini kata jihad sudah berhasil diputarbalikkan oleh org2 yg benci kpd ISLAM..bukti konkretnya, apa yg disampaikan oleh Mami Zidane: “denger kata “jihad” pikiran saya langsung teringat dengan aksi para teroris”..jd sekarang jihad identik dg teroris…siapa yg sebenarnya teroris??? Menurut saya, Israel dan antek2nya lah TERORIS SEJATI.
      Benar kata pakdhe: Jihad di jalan Allah tak harus berbentuk perang atau tindakan kekerasan. Menegakkan agama Allah bisa dilakukan dengan cara aneka ragam misalnya : membantu pembangunan masjid, menyumbang Al-Qur’an di musholla, dll…
      Sekarang marilah tanya kepada diri kita masing2: Jika kita punya gaji 6juta/perbulan. masih terasa beratkah jika kita menginfaqkannya sebesar 2juta/bln utk anak-anak yatim? Jika masih terasa berat mengeluarkan sebagian harta apalagi nyawa??? maka lebih baik terus belajar mengenal Alloh dan Rasul-Nya shg kita diberikan pemahaman mengapa para pemuda Palestine rela menjadi martir dengan meledakkan diri. Mohon maaf jika ada kata yang kurang pas…hanya sekedar menggugah dari sudut pandang berbeda…
      .
      Waalaikum salam wr wb.
      Cara pandang masing2 orang berbeda nak.
      Jaman revolusi dulu banyak pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raganya untuk mengusir penjajah.
      Tenggealam KRI Macan Tutul di Laut Aru adalah wujud nyata kerelaan berkorban untuk negara tercinta.
      Kini disublimasikan dengan cara memerangi kebodohan, kemiskinan secara tepat sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

      Tentang sedekah juga sudah ada petunjuknya kepada siapa sedekah itu diberikan.

      Bisa di simak firman Allah Swt.
      Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. Al Baqarah(2):215

      Dari firman Allah swt tersebut sudah jelas urutan/tingkatan sedekah.
      Kalau gaji kita 6 juta/bulan ya sisihkan dulu untuk kebutuhan orangtua, anak-isteri,dll
      Jangan dibalik, orang lain disubyo-subyo, nyah-nyoh, tapi orangtua, isteri dan anak cucu sendiri dibiarkan hidup dalam kekurangan.

      jangan pula ada pmarih lain : ” Kalau sedekah ke anak yatim kan bisa disorot TV dan terima kasihnya pwol-pwol-an sedangkan kalau ngasih orangtua atau kerabat malah gak ada terima kasihnya.
      Wah…..keblinger deh.

      Tuhan dan Rasululloh Saw juga memberikan petunjuk agar kita beribadah sesuai kemampuan kita dan agama sendiri tak memberatkan pemeluknya.

  9. Blogger Java says:

    Makasih ya Dhe atas renungannya, semoga saja saya masih bisa berbakti kepada orangtua.

    Jangan sampai orangtua, terutama ibu menangis karena tak tahu di mana anaknya kini berada karena gak pernah nengok tur nggak kasih kabar

  10. Semangat Jum’at Pakde :)

    Semoga selali dalam keberkahan ^^

    Semoga pula kita selalu diberikan kekuatan untuk berbakti pada kedua orangtua ya Pakde, terima kasih buat pencerahannya…

    amin, sama2
    mari kita sayangi ortu

  11. sekarang ini telinga kita sering denger alasan para teroris bom bunuh diri itu karena jihad ya dhe.. padahal masih buanyak jihad lainnya, misalnya dengan kita belajar, yaitu jihad memerangi kebodohan, jihad menjadi rajin karena ingin memerangi kemalasan. Karena musuh terbesar kita ada pada dalam diri kita sendiri kan dhe.
    dan ternyata berbakti pada orang tua punya level lebih tinggi ya dhe,terasa banget saya yang baru menjadi seorang ibu selama 4 bulan ini..apalagi pengorbanan mereka ya sudah membesarkan saya selama 23tahun T_T
    makasi dhe udah di ingetin.. saya akan memberikan yang terbaik untuk mereka..jadi kangeen..karna sekarang kami udah beda kota tinggalnya.

    jangan lupa kabar-kabari guna meyakinkan bahwa you and ortu seger waras

  12. Ni Ar says:

    Siang pakdhe guanteng plus brengos :)

    Iyaa dhe berbakti dan tidak membuat orang tua sedih :D

    gitu donk, suruh masak nasi saja kok mbulessssss ae

  13. marsudiyanto says:

    Kita2 ini sudah dua arah ya Dhe…
    Disatu sisi kita sebagai anak yang harus berbakti pada orang tua kita, disisi lain kita juga punya anak yang harus kita pertanggungjawabkan pula nantinya, bagaimana kita merawat dan memberi bekal pada mereka…
    ======================
    Salam buat keluarga Surabaya dan juga nJombang Dhe

    iya mas, pintar2 ngaturnya
    salam hormat kagem mbakyu

  14. chocoVanilla says:

    Setelah jadi orang tua gini, baru merasakan betapa susahnya perjuangan orang tua kita dulu mendidik dan membesarkan kita. Hiks… renungan yang menyentuh dan menusuk kalbu, Pakdee. Maturnuwun :)

    makanya jangan mbakso besuwal-besuwel saja
    sisihkan sana dikit-sini dikit gitzuuuuuuu
    kalau tangga tua nengok ortu
    kalau tanggal muda ngemoll saja

  15. Dewifatma says:

    Ternyata berbakti kepada ortu lebih tinggi pahalanya dibanding jihad..
    Makasih Pakdhe, sudah menambahkan sedikit ilmu kepadaku :)

    Lha itu dia nduk
    Orangtua sudah melarang agar anaknya tak ikut2an ngobrak-abrik lokalkisasi eh anaknya malah mbentak-mbentak ortunya
    emak tahu apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa soal negara ini !!!?”
    Masya Allah, durhaka anak itu.

  16. Saya pernah menulis tentang kewajiban anak setelah menikah terhadap orang tua
    Tapi saya baru tahu kalo berbakti pada ortu ada di no urut 2 setelah solat
    Terma kasih untuk ilmunya Dhe

    Demikian menurut hadits jeng
    Kalau hari raya ya jangan lupa paring panggang ayam

  17. Sofyan says:

    Assalamu’alaikum Pak Dhe,,

    Orang tua adalah segala dan berakti padanya di ganjar sama dengan Jihad, subhanaallah, sangat mudah ya dhe untuk berjihad tanpa harus mengorbankan orang lain,

    matur nuwun pencerahannya :)

    iyo mas
    ngabekti karo wong tuwo malah agawe renaning penggalih

  18. andre says:

    makasi pencerahannya dhe, ternyata lebih tinggi tingkatan berbakti kepada orang tua dari pada jihad.

    Begitulah menurut Rosululloh saw mas

  19. Gandi says:

    Terimakasih dhe atas tausyiahnya, :-)